Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (80)


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti janji Eriska, Eriska mengajak Jessica untuk check up kehamilannya. Hari ini Eriska juga Jessica diantar oleh Dito. Dito menyuruh James untuk bekerja di restaurant agar Ia tidak tahu Jessica ikut Eriska check kehamilannya.


"Aku merasa gugup". Ujar Jessica mengelus dadanya.


"Tenanglah, memang Dokter akan memakanmu?". Ledek Eriska.


Eriska sudah mendaftar melalui telepon. Mereka mendapat urutan nomer satu dan Dua. Setelah sampai, Mereka diperiksa berat badan juga tekanan darah. Setelah itu, Mereka diperbolehkan masuk kedalam ruangan spesialis kandungan.


"Selamat siang Nyonya". Sapa Dokter kandungan Eriska.


"Selamat siang Dok". Sapa Eriska.


"Mari Kita ultrasound dulu ya". Ujar dokter kandungan.


Eriskapun berbaring diatas bankar lalu suster membuka pakaian Eriska sampai atas perut. Suster memberikan gel pada perut Eriska lalu dokter memulai ultrasound.


"Alhamdulillah kedua bayi Nyonya sehat dan tumbuh dengan baik. Hanya berat badannya butuh ditambah lagi. Nyonya harus makan dengan baik agar bayi Nyonya memiliki berat badan ideal". Ujar Dokter pada Eriska.


Dokterpun memeriksa lingkar kepala, lingkar perut serta detak jantung bayinfalak kandungan Eriska. Setelah selesai, kini berganti Jessica yang diperiksa.


"Sayang, Aku keluar dulu ya". Ujar Dito pada Eriska.


"Baiklah". Jawab Eriska.


"Mari Nyonya berbaring". Ujar Dokter pada Jessica.


Jessicapun berbaring. Ia merasa gugup hingga terus memegang tangan Eriska.


"Tenanglah ini hanya pemeriksaan. Segitu takutnya Kamu". Ledek Eriska.


Sama seperti Eriska sebelumnya, Suster membuka setengah pakaian Jessica sampai atas perut lalu suster mengoleskan gel diperut Jessica. Dokter pun memeriksa.


"Wah selamat Nyonya. Sama seperti Nyonya Eriska, ternyata kehamilan Nyonya kembar juga". Ujar Dokter.


"Apa kembar juga?". Tanya Jessica terkejut.


"Iya betul. Lihat, ada dua lingkaran kecil seperti kacang polong? Itu janin dalam perut Nyonya. Kandungan Nyonya baru berusia empat minggu. Nyonya harus istirahat dengan baik juga pilih makanan yang baik juga Nyonya tidak boleh beraktivitas berat untuk sementara. Ini kehamilan pertama kan? Jadi harus dijaga dengan baik". Ujar dokter pada Jessica.


Entah apa yang Jessica rasakan, Ia menangis terharu melihat dan tahu bahwa calon anaknya kembar juga.


"Aaaaa selamat Jessica. Anak Kita kembar juga". Ujar Eriska gembira mendengarnya.


Setelah periksa, Merekapun pulang.


"Eriska, terimakasih karena sudah mengajakku untuk periksa bersama. Aku sudah tidak sabar memberi kabar baik ini pada James". Ujar Jessica pada Eriska.


"Pasti James akan bahagia. Yasudah Kamu istirahat sana. Nanti Aku suruh Dito untuk panggil James pulang menemanimu". Kata Eriska yang sangat faham kondisi Jessica sekarang.


"Ya ampun baik sekali Sahabatku ini. Terimakasih ya Eriska, Kamu sungguh sahabat juga kakak yang paling perfect". Jessica mencium pipi Eriska.


"Aku sudah tahu ini. Yasudah Kamu pulang sekarang istirahat". Eriska mengusap bahu Jessica.


"Baiklah. Sekali lagi terimakasih ya Ka". Jessica pun pulang menuju rumahnya.


-------

__ADS_1


Dua hari berlalu, hari ini dimana James berulang tahun. Jessica bingung harus mengatakan kehamilannya bagaimana pada James. Setelah Sholat Subuh, Jessica pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Ini kali pertama Jessica membuat sarapan sendiri sepanjang sejarah hidupnya. Sejak dua hari lalu, Jessica menelepon Mama mertuanya untuk meminta resep sarapan ala Inggris. Kali ini diulang tahun James, Jessica membuat sarapan ala Inggris sebagai kado pertama nya. Meski cukup mudah, namun untuk wanita yang tidak pernah masuk kedalam dapur atau menyentuh peralatan dapur terasa sangat sulit untuk Jessica.


Dibantu tiga pelayannya, Jessica dengan susah payah membuat sarapan ala Perancis. Butuh waktu dua jam untuk Jessica membuatnya. Dengan hati-hati, Jessica membawa sarapan itu sendiri ke kamarnya. Ia meletakkan sarapan itu dimeja yang tersedia di balkon kamarnya.


"Jemmy, bangun. Ini sudah siang. Ayo sarapan". Jessica membangunkan James


"Lima menit lagi Sayang". Ujar James yang masih menutup matanya.


"Ini sudah jam setengah delapan. Ayo bangun". Jessica menarik selimut James.


"Dingin Sayang".


"Cepat bangun! Aku sudah buat sarapan untukmu". Ujar Jessica mulai kesal.


James membuka matanya. Ia terduduk. "Apa Aku tidak salah dengar? Kamu membuat sarapan?". Tanya James tidak percaya.


"Cepat bangun. Basuh wajahmu lalu sarapan. Aku tunggu di balkon". Jessica pergi menuju balkon.


"Kelinci kecilku membuat sarapan? Ini hari apa? Begitu special sepertinya". Ujar James tersenyum. James buru-buru pergi menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah itu, Ia berjalan menuju balkon.


"Hey Eriska, sudah lihat pesan dariku tidak?". Teriak Jessica memanggil Eriska dari sebelah rumahnya.


"Sudah. Hebat sekali Jessica bisa membuat sarapan ala Inggris". Ujar Eriska salut.


"Iya dong memang Kamu saja yang bisa masak". Ledek Jessica.


"Tapi rasanya bagaimana? Jangan-jangan gosong dan asin lagi". Ledek Eriska kembali.


"Enak saja pasti enak. Aku membuatnya dengan hati-hati". Ujar Jessica.


James tiba-tiba memeluk Jessica dari belakang lalu mengecup bahu Jessica.


"James! Kamu buat Aku terkejut saja!". Ujar Jessica yang merasa terkejut.


"Pagi ini Kamu terlihat sangat cantik. Aku merasa ingin memakanmu kelici kecil". Rayu James dipagi hari.


"Uh dasar gombal. Ayo sarapan dulu". Jessica mengajak James untuk duduk sarapan.


"Wah British Breakfast. Beli dimana Kamu pagi-pagi begini? Pesan dari hotel ya?". Ledek James.


"Jemmy jahat ih. Ini Aku membuatnya sendiri". Gerutu Jessica kesal.


"Hahahahahaha bercanda Sayang. Wah pasti ini enak". James memakan makanan yang Jessica buat.


Jessica merasa gugup Ia takut James tidak suka masakannya.


"Bagaimana?". Tanya Jessica dengan wajah penasaran.


James tersenyum. "Enak". Jawab James.


"Yakin? Kamu tidak berbohong kan?". Tanya Jessica.


"Agak sedikit asin sih dari seasoningnya. Tapi, hanya sedikit saja selebihnya enak". Ujar James. "I proud of you my wife". Ujar James mengecup kening Jessica.


Jessica hanya tersenyum mendengar perkataan James.

__ADS_1


"Tunggu sebentar. Aku ingin mengambil sesuatu". Jessica pergi kedalam kamar. Ia mengambil kotak kado dilemarinya.


"Aku harap James suka dengan hadiah ini". Ujar Jessica yang merasa gugup.


James telah selesai dengan sarapannya.


Jessica duduk kembali disamping James.


"Sayang, Selamat ulang tahun. Aku berdoa yang terbaik untukmu". Jessica mengecup pipi James.


"Hari ini hari ulang tahunku? Astaga Aku sendiri lupa. Pantas saja kelinci kecilku sangat baik. Terimakasih Sayang, Kamu adalah hadiah terbaik disetiap ulang tahunku". James mencoba mencium Jessica namun Jessica menolaknya.


"Tidak mau! Kamu baru selesai makan". Jessica menutup mulutnya.


"Baiklah". Ujar James pasrah lalu mengecup dahi Jessica.


"Ini hadiah untukmu". Jessica memberikan kotak hadiah untuk James.


"Sayang, tidak perlu seperti ini. Kamu disampingku dengan bahagia saja sudah cukup".


"Bukalah cepat. Semoga Kamu suka dengan hadiah itu". Ujar Jessica yang tidak sabar.


James membuka kotak tersebut. Hanya ada print ultrasound didalamnya.


"Ini apa?". Tanya James.


Bukannya menjawab, Jessica malah menangis.


"Sayang, kenapa Kamu menangis? Apa jangan-jangan Kamu sakit ya? Sayang katakan padaku Kamu kenapa?". James mulai panik.


"Bodoh! Kamu tidak bisa melihat itu? Aku hamil". Ujar Jessica yang masih menangis.


"Apa? Kamu hamil? Hamil???". James kaget. "Kamu hamil anak siapa?".


"Sialan! Kamu fikir siapa yang memompaku setiap malam hingga perutku berisi sekarang". Jessica yang awalnya terharu menangis malah dibuat kesal.


James memeluk Jessica. "Kamu betul-betul hamil? Aku akan menjadi seorang Papa? Alhamdulillah terimakasih Ya Allah. Aku tidak menyangka secepat ini Kita akan memiliki anak. Ternyata Aku sangat perkasa". Ujar James tanpa malu pada Jessica.


Jessica hanya tertawa kecil memukul James.


"Terimakasih Sayang. Ini adalah hadiah terbaik yang Aku dapatkan diulang tahunku". James memeluk erat tubuh Jessica.


Jessica mengambil hasil USG nya itu. "Lihat, ini anak Kita. masih sangat kecil seperti kacang polong". Ujar Jessica menunjukan foto hasil USG nya.


"Loh kenapa ini ada dua?". Tanya James menunjuk pada foto tersebut.


"Anak Kita kembar". Jawab Jessica berbinar.


"Oh kembar". Ujar James tenang. "Apa? kembar?". James merebut foto USG itu. Ia melihat dengan lekat. Memang ada dua yang berbentuk kacang tersebut.


"Iya Sayang". jawab Jessica.


"Ya Allah. Kejutan apa yang Kau berikan?". James yang awalnya biasa saja sekarnag menangis terharu.


Mereka berdua merasa sangat gembira pagi itu. James tak menyangka akan cepat diberi anak apalagi langsung diberi dua. Begitu juga Jessica.

__ADS_1


Jagalah Istriku dan calon anakku ya Allah. Lindungi Mereka selalu. Tumbuh kembangkanlah Mereka dengan sempurna dan sehatkanlah Mereka selalu. Doa James dalam hati.


__ADS_2