Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 155


__ADS_3

Ditempat lain, Stefanie sedang mondar mandir menunggu surya di lobby hotel.


"Stone man ini kemana sih? Aku cari di kamarnya tidak ada, di sekeliling hotel juga tidak ada". Gerutu Stefanie yang masih melihat sekeliling.


Tak lama Surya terlihat keluar dari hall G tempat akan diadakannya pesta untuk Dito


"Ahhhh itu dia. Surya". Teriak Stefanie berlari menghampiri Surya.


"Kamu kemana saja sih? Aku cari tidak ada". Stefanie menarik tangan Surya.


"Nona, lepaskan tangan saya. Tidak enak dilihat orang". Surya mencoba melepaskan genggaman tangan Stefanie.


"Ayo kita ke mall". Ujar Stefanie.


"Untuk apa kita ke mall?". Tanya Surya.


"Beli hadiah untuk Dito. Memang Kamu tidak ingin memberikan hadiah untuk Tuanmu itu?". Tanya Stefanie.


"Apa yang harus Aku berikan? Tuan pasti bisa membeli apa yang dia mau". Jawab Surya.


"Ih Kamu ini. Namanya hadiah pasti diterima. Sudah ayo kita pergi ke mall". Stefanie menarik tangan Surya.


Tiba-tiba Niall datang.


"Stefanie". Teriak Niall berlari menghampiri Stefanie.


"Ih ngapain pria Inggris ini kemari". Gerutu Stefanie.


"Kalian mau membeli hadiah untuk Tuan Dito ya? Aku boleh ikut?". Tanya Niall.


"Nona, anda bisa pergi dengan Chef Niall. Saya sedang sibuk". Ujar Surya melepaskan genggaman tangan Stefanie.


"Aku mau nya dengan Kamu bukan dengan dia". Stefanie memeluk tangan Surya.


"Nona tolong lepaskan". Surya memaksa melepaskan pelukan Stefanie.


"Kamu ikut Aku atau Aku cium lagi Kamu dihadapan Chef Niall?". Ancam Stefanie berbisik pada Surya.


Surya mengeram kesal. "Ok baiklah". Jawab Surya terpaksa.


Dengan terpaksa juga Stefanie mengizinkan Niall ikut dengan Mereka.


Ditempat lain, dikamar Eriska dan Dito, Setelah selesai makan malam, Eriska bergegas pergi menuju kamar mandi untuk mandi.


"Malam ini harus membuat Dia bahagia". Ujar Eriska didalam kamar mandi.


Setelah mandi, Eriska menuju ruang ganti pakaian. Ia membuka baju dinas malamnya. Baju yang baru Ia beli beberapa hari lalu. Eriska tertawa kecil melihat baju dinas malam nya itu.


"Aduh dengan perut buncit seperti ini apa Aku masih terlihat seksi ya menggunakan ini?". Eriska tertawa kecil.

__ADS_1


Ia menggunakan lingerie seksi untuk menggoda suaminya itu.


"Ah lumayan seksi lah ya meski dengan perut buncit ini". Ujar Eriska yang sedang bercermin.


Eriska keluar dengan perasaan campur aduk. Ia membuka pintu lalu menghampiri Dito.


"Kkhhhmmmm Dito sayang". Panggil Eriska pada Dito dengan suara yang lembut.


Dito yang sedang minum membalikkan pandangan pada suara Eriska. Tiba-tiba Dito tersedak memandang Eriska yang menggunakan baju dinas malam super seksi.


"Eriska?? Ka.. Kamu seksi sekali". Ujar Dito dengan masih menatap Eriska.


"Kenapa? Tidak suka?". Tanya Eriska.


Dito menghampiri Eriska dan menggendong nya.


"Berani menggodaku ya, jangan salahkan Aku berbuat sesuatu padamu". Dito membaringkan tubuh Eriska diatas tempat tidur.


Namun, hal berbeda. Eriska bangun dan mendorong tubuh Dito hingga terjerambah diatas tempat tidur.


"Jika Aku yang berbuat sesuatu bagaimana?". Tanya Eriska yang sudah diatas tubuh Dito.


Eriska mendaratkan bibir diatas bibir Dito. Ciuman ala French kiss yang membuat Dito semakin melayang. Ciuman favorite Dito. Setelah selesai dengan ciuman dibibir Eriska berpindah menciumi Dito di lehernya.


Eriska teringat perkataan Jessica untuk memberikan tubuhnya sebagai hadiah. Ide gila Jessica terngiang terus dibenak Eriska hingga Dia agresive malam ini.


Dito yang digoda oleh Eriska hanya diam menikmati.


"Giliranku sekarang". Ujar Dito yang membalikkan tubuh Eriska.


Malam yang indah sebagai hadiah ulang tahun untuk Dito. Dito sendiri lupa dengan ulang tahun nya karena Dia tidak pernah merayakannya. Ia tidak tahu bahwa Istrinya memiliki banyak kejutan dihari ulang tahunnya.


Setelah selesai dengan kejutan pertama, mereka berbaring bersama.


"Huh hebat juga kamu sayang". Ujar Dito pada Eriska.


Eriska sedikit malu pada Dito karena terlihat aggressive.


"Kalau setiap kita berhubungan Kamu seperti ini, Aku pasti akan semakin cinta padamu". Goda Dito.


"Sudah ah jangan dibahas lagi". Ujar Eriska malu.


"Kenapa wajahmu merona begitu?". Tanya Dito tertawa kecil.


"Sudah ah Aku mau ke kamar mandi". Ujar Eriska bergegas pergi.


Didalam kamar mandi, Eriska membersihkan dirinya.


"Awwww kenapa perutku sangat sakit". Eriska meringis kesakitan. "Apa karena berhubungan badan dengan Dito ya?". Eriska masih merasa sakit namun Ia tahan karena mungkin itu wajar setelah berhubungan.

__ADS_1


Eriska keluar lalu berbaring bersama Dito. Dito memeluk erat Eriska.


"Sayang, Aku benar-benar mencintaimu". Ujar Dito.


"Ah karena Aku agresive nih jadi terus memujiku?". Ledek Eriska.


"Hahahahahaha bukan begitu sayang". Ujar Dito tertawa.


Eriska masih terus merasakan sakit pada perutnya. Ia tidak memberitahu Dito karena Dia Takut membuat Dito Panik. Sepanjang malam Eriska merasakan sakit yang luar biasa hingga Ia tidak bisa tidur.


Ditempat lainnya, Surya, Stefanie dan Niall sedang melihat-lihat barang dimall.


"Ah aku beli apa ya untuk Dior?". Tanya Stefanie. "Surya. Kamu mau beli apa?". Tanya Stefanie.


"Tidak tahu juga". Jawab surya singkat.


"Aku akan memberikan dompet pasti Tuan Dito suka". Ujar Niall.


"Siapa yang bertanya padamu? Sudah sana jauh-jauh dariku". Ujar Stefanie kesal pada Niall.


Pria Inggris sialan! Aku ingin jalan berdua dengan Surya, Dia malah ikut. Gerutu Stefanie memandang Niall kesal.


Surya pergi mencari sesuatu untuk Dito.


"Surya tunggu". Stefanie ingin mengejar namun ditarik oleh Niall.


"Stefanie, tunggu". Niall menarik tangan Stefanie.


"Lepas!". Stefanie melepas paksa tangan nya.


"Stefanie, maafkan kesalahan yang Aku buat. Perkataanku memang salah mengenai dirimu. Aku sudah tahu semuanya dari Nyonya Eriska". Ujar Niall meminta maaf.


"Terus Aku perduli? Tidak!!! Kamu mau berfikir apapun tentang Aku, Aku tidak perduli! Siapa Kamu itu tidak penting untukku". Stefanie pergi meninggalkan Niall.


"Huh wanita yang menarik. Aku harus mendapatkannya". Ujar Niall tersenyum.


Mereka sudan mendapatkan hadiah untuk Dito. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Terutama Surya yang masih harus mempersiapkan perayaannya.


Mereka sudah sampai di hotel.


"Surya, terimakasih ya sudah mau pergi denganku". ujar Stefanie senang.


"Nona yang memaksa saya". jawab Surya.


"Ah tapi kamu suka kan?". ujar Stefanie tersenyum pada Surya.


"Nona bisa istirahat sekarang. Saya ingin meneruskan pekerjaan yang belum selesai. Chef Niall Saya permisi dulu. selamat malam". Surya meninggalkan Stefanie dan Niall.


"Stefanie, terimakasih ya sudah memperbolehkan Aku ikut". ujar Niall.

__ADS_1


"Terpaksa. ok bye". Stefanie pergi meninggalkan Niall.


"hahahahahaha ternyata Stefanie suka dengan Tuan Surya. selagi Mereka belum berpacaran, Aku akan terus mengejar Stefanie. sudah sangat jarang menemukan wanita hebat seperti dia. Aku harus mendapatkan nya". ujar Niall tersenyum.


__ADS_2