Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 47


__ADS_3

Gak gak boleh. Aku gak boleh kasih tahu Dia bahwa Aku adalah Dior. Aku harus tahu dihidupnya siapa yang lebih Ia cintai. Dito atau Dior. Ujar Dito dalam hatinya.


"Bagaimanapun perasaanmu padaku, Aku akan tetap menunggumu". Ujar Dito meraih tangan Eriska.


Eriska hanya tersenyum. "Entah Aku bisa berjanji atau tidak. Tapi Aku akan Berusaha untuk tidak kasar terhadapmu. Tapi jangan pernah menjadi pria menyebalkan Dan mesum lagi". Ujar Eriska.


Dito menghampiri Eriska, meraih dagu Eriska Dan mencium Eriska dengan lembut.


Suasana yang sangat romantis. Dito mencium Eriska saat matahari terbit berwarna Jingga yang begitu indah.


Eriska mendorong badan Dito dengan wajah yang kesal.


"Maaf untuk mesum Dan pria menyebalkan Aku tidak bisa merubahnya". Dito mengedipkan sebelah matanya pada Eriska.


Eriska mulai kesal lagi. "Dasar cowok mesum". Eriska mengusap bibir yang Dito cium.


"Selamat datang kembali Istri Cantikku Yang Angkuh". Ujar Dito berjalan keluar kamar.


Pukul 7 pagi, Eriska turun bersiap untuk sarapan Dan bekerja.


Eriska melihat Dito Dan Stefanie yang tengah asyik mengobrol.


"Eriska, Good morning". Ujar Stefanie.


"Morning". Ujar Eriska.


"Kemana Kamu akan pergi?". Tanya Stefanie yang melihat pakaian Eriska yang sangat rapi memakai blazer kerjanya.


"pergi bekerja Tentunya". Ujar Eriska.


"oh, ayo sarapan. Dito sudah membuatkan sarapan untukku. Sangat enak". Ujar Stefanie.


"Karena Istriku tidak suka makanan yang Aku buat. Jadi aku akan memberi tahu Bi Inah untuk membuat breakfast untuk Eriska". Ujar Dito pergi ke dapur memberi tahu Bi Inah lalu keluar lagi untuk duduk.


Lelaki ini, mau menggoda Stefanie kah? . Eriska memicingkan matanya kepada Dito.


Dito hanya membalas tatapan bingung.


"Dito, bisakah Kamu mengatakan beberapa resep makanan Perancis?". Tanya Stefanie.


"Hahahahahaha apa Kamu bercanda? Kamu lulusan terbaik perhotelan Dan Kamu ingin belajar dari dia yang belajar segalanya melalui online?". Eriska tertawa.


"Kamu tidak tahu apapun tentang dia. Kenapa kamu mengatakan seperti itu?". Ujar Stefanie tertawa sinis


"Hey berhenti". Ujar Dito melerai pertengkaran 2 sahabat ini.


"Setelah Eriska pergi ke hotel, Aku akan mengatakan kepadamu beberapa resep makanan Perancis". Ujar Dito.


"Kamu haru pergi bersamaku. Aku telah memindahkan Surya menjadi manager hotel. Sekarang Aku memiliki suami. Dia harus mengantarku kemana pun kan?". Ujar Eriska sinis.

__ADS_1


"hey Eriska, dia suamimu bukan supirmu". Ujar Stefanie kesal.


Ahhhhhh kenapa Aku merasa kesal melihat Stefanie Dan Dia dekat seperti itu. Gerutu Eriska dalam hati.


"Stevie tenanglah". Ujar Dito.


"Ok Aku akan mengantarkan Istriku kemana pun yang Dia mau". Ujar Dito tersenyum.


"Good". Ujar Eriska Tersenyum sinis menatap Stefanie.


Stefanie hanya menggelengkan kepalanya.


Bi Inah datang membawa sarapan.


"Ini Nona sarapannya". Bi Inah memberikan sarapannya diatas meja.


Eriska memakannya.


Sial, sejak dua hari makan masakan Dia yang enak sekarang makan makanan Bi Inah terasa hambar. Ujar Eriska dalam hati.


"Bi gimana sih udah gak becus masak ya? Makanan gak ada rasanya". Eriska meletakkan alat makannya.


"Maaf Nona biar Bibi buatkan lagi". Ujar Bi Inah.


"Gak perlu saya sudah tidak berselera". Eriska berdiri pergi keluar.


"Hey Kamu, masih diam aja disitu?". Teriak Eriska memanggil Dito.


"Hello, Kamu gak dengar ya saya panggil?". Ujar Eriska kepada Dito.


"Oh Kamu panggil aku?". Tanya Dito


"Iyalah siapa lagi?". Ujar Eriska ketus.


"Nama saya bukan hei atau hello". Ujar Dito.


"Cepat ini sudah siang". Ujar Eriska kesal.


"Berbicara yang baik dulu". Ujar Dito.


Eriska berjalan menuju nakas yang menyimpan kunci mobil. Mengambil kunci.


"Kalau Kamu tidak mau mengantar saya, saya bisa pergi sendiri. Selamat bersenang-senang untuk kalian berdua". Eriska pergi keluar


"Tunggu". Teriak Dito. " Stevie, Aku akan pergi sekarang. Ratu ku marah". Dito berlari keluar.


"Eriska, Eriska Kamu sangat beruntung memiliki Dito. Tapi Kamu sangat bodoh". Ujar Stefanie.


Eriska sudah menunggu dikursi belakang. Saat Dito masuk Ia bingung kenapa Eriska duduk dibelakang.

__ADS_1


"Sayangku, kenapa kamu duduk di belakang? Aku kan bukan supir kamu". Ujar Dito


"Tapi saya mau duduk di belakang. Bagaimana?". Ujar Eriska.


"Tadi pagi Kamu janji apa kepadaku?". Ujar Dito.


"Buka pintu nya". Ujar Eriska.


Dito tersenyum Dan membuka pintu nya.


Eriska keluar berjalan menuju kursi di sebelah Dito.


"Kita bisa jalan sekarang?". Ujar Eriska.


Dito menghampiri Eriska begitu dekat.


Mau ngapain dia. Eriska menutup matanya.


Click! Dito memasang seatbelt Eriska.


Eriska membuka mata.


"Kamu kenapa tutup mata begitu?". Ujar Dito tersenyum. "Kamu berharap banget ya Aku cium". Ujar Dito.


"Cih!!".


"Kamu tahu tidak, bukan hanya masak makanan Perancis yang Aku bisa. Tapi Aku juga bisa French kiss". Ledek Dito.


"Ka... Kamu". Eriska gugup sekaligus canggung.


Dito mendekati Eriska Dan cepat mencium Eriska dengan ala French kiss. Cukup lama mereka berciuman sampai Eriska tersedak tidak bisa bernafas.


" cowok mesum". Eriska menarik rambut Dito.


"Aduh ampun lepaskan". Dito meringis.


"Siapa suruh Kamu mencium sembarangan". Eriska masih menarik rambut Dito.


"Ok OK Aku tidak akan mencium Kamu lagi sekarang. Lepas dong. Kamu gak mau telat ke hotel kan?". Ujar Dito.


Eriska melepas tangannya dari rambut Dito.


"Gimana rasanya French kiss?". Ledek Dito.


Wajah Eriska merona. Ia membalikkan wajahnya memandang keluar jendela.


" cowok mesum gila". Ujar Eriska


Dito tertawa mendengar makian Eriska.

__ADS_1


Eriska Tersenyum-senyum menyentuh bibirnya.


Ternyata seperti itu ciuman ala French kiss. Ujar Eriska dalam hati sambil tersenyum malu.


__ADS_2