
Keesokan harinya, Acara akan dimulai. Semua keluarga dan sahabat sudah berkumpul di hall untuk merayakan ulang tahun Dito. Acara memang tidak terlalu meriah karena hanya sahabat dan keluarga yang hadir.
Ditempat lain, dikamar Dito dan Eriska tengah bersiap. Dito mengenakan tuxedo berwarna navy dan Eriska menggunakan gaun panjang berwarna hijau tosca. Mereka berdua terlihat sangat tampan dan cantik.
"Sayang, ayo cepat. Acara pasti sudah dimulai". Ujar Eriska kepada Dito yang masih menggunakan sepatunya.
"Iya sayang ini sudah mau selesai". Ujar Dito.
"Ayo sayang ini sudah selesai". Ujar Dito.
Mereka berdua keluar kamar lalu berjalan menuju hall.
"Sayang, apa kita tidak membawa hadiah? Tidak enak tidak membawa apapun". Ujar Dito.
"Siapa bilang tidak membawa? Aku sudah memberikan padanya". Ujar Eriska.
"Oh baiklah kalau begitu". Ujar Dito tenang.
Mereka sampai di hall tempat acara Ulang tahun Dito. Dito membuka pintu dan masuk.
"Eh sayang kok gelap?". Tanya Dito yang melihat ruangannya gelap.
Eriska menepuk tangannya 3x Dan ...
"Happy birthday Dito". Lampu menyala lalu semua orang mengucapka selamat ulang tahun pada Dito.
Dito terkejut Ia menatap Eriska.
"Selamat ulangtahun suamiku. Aku hanya bisa berdoa semoga Kamu bahagia selalu bersamaku dan calon anak kita". Eriska memeluk Dito.
"Terimakasih sayang. Aku bahkan tidak ingat hari ini hari ulang tahun ku". Ujar Dito bahagia membalas pelukan Eriska lalu Dito mencium kening Eriska.
Mereka berjalan menghampiri semua orang. Sudah tersedia cake yang cukup besar dengan tulisan happy birthday Dito.
Dito Sangat bahagia karena semua orang yang Ia sayangi hadir di hari specialnya.
Setelah tiup lilin, Jessica membawa box hadiah yang cukup besar lalu menaruh di meja dihadapan Dito.
"Ini dari siapa?". Tanya Dito.
"Ini dariku. Semoga kado sederhana ini bisa membuatmu bahagia". Ujar Eriska menggenggam tangan Dito.
"Apa Aku bisa buka sekarang?". Tanya Dito.
"Tentu. Biar semua orang juga tahu". Ujar Eriska Tersenyum.
Eriska melepaskan genggaman tangannya lalu Dito membuka box hadiahnya.
Saat dibuka terbang sebuah balon dengan foto hasil USG Eriska. Balon bertuliskan It's a girl.
Dito terkejut. "Perempuan?". Tanya Dito gembiran.
Eriska hanya mengangguk terharu. Suaminya sangat berharap mendapatkan anak perempuan. Dito mengatakan Dia ingin melihat Eriska versi kecil nya.
__ADS_1
"Ini adalah wajah anak kita". Eriska menunjukkan wajah anak mereka dari hasil USG.
Dito Sangat gembira Ia memeluk Eriska dengan erat. "Terimakasih sayang. Ini adalah kado terindah yang Aku dapatkan selama hidupku". Dito terus memeluk Eriska.
"Aku sangat bahagia jika Kamu menyukai semua yang Aku berikan. Aku berdoa kita semua panjang umur agar bisa berkumpul seperti ini lagi". Ujar Eriska tersenyum pada Dito. "Pergilah temui yang lainnya".
Dito pergi meninggalkan Eriska untuk bertemu keluarga. Eriska hanya duduk karena merasa pegal dan merasa perutnya sangat kencang.
"Ka, gak apa-apa kan?". Tanya Jessica yang melihat Eriska sedikit meringis.
"Ah tidak apa-apa hanya sedikit kencang perutku". Ujar Eriska.
"Hi Jessica Eriska". Stefanie pun menghampiri Eriska dan Jessica.
"Eriska, Kamu tidak apa-apa kan? Wajahmu terlihat lemah dan pucat". Ujar Stefanie khawatir.
"Aku tidak apa-apa". Ujar Eriska.
Eriska berbohong pada orang-orang. Sebenarnya sepanjang malam sampai acara Ia selalu merasa kesakitan. Ia tidak ingin mengacaukan acara ulang tahun Dito yang sudah Ia rencanakan.
"Aaahhhh". Eriska sekarang merasa sangat kesakitan Ia tidak bisa menahannya lagi.
"Eriska Kamu kenapa?". Tanya Jessica Panik. "Dito... Dito... Cepat kemari Eriska merasa kesakitan". Teriak Jessica.
Semua orang mendengar perkataan Jessica Panik berlari menghampiri Eriska.
"Sayang Kamu kenapa?". Dito Sangat Panik.
"Gawat! Cepat bawa Eriska ke Rumah sakit". Ujar Vita Panik. "Jangan-jangan Eriska mau melahirkan". Ujar Vita.
"Bagaimana melahirkan? Ini masih 7 bulan". Ujar Dito Panik
"Sudah jangan banyak bicara cepat bawa Eriska ke Rumah Sakit terdekat". Ujar Birowo.
James langsung bersiap berlari keluar. Dia segera menyiapkan mobil. Dito menggendong Eriska yang merasa sangat kesakitan.
"Sayang ini sakit". Eriska sudah tidak bisa menahan rasa sakit itu.
"Sayang bertahanlah Aku akan membawamu kerumah sakit". Ujar Dito yang berjalan cepat.
James sudah menunggu diluar lobby. James membukakan pintu. Vita pergi satu mobil dengan Dito dan Eriska.
"Eriska sejak kapan Kamu merasakan sakit?". Tanya Vita.
"Sejak dua hari ini kak. Cuma berasa seringnya dari Semalam". Ujar Eriska masih meringis kesakitan.
"Ya Allah Eriska, kenapa kamu tidak bilang? Jika terjadi apa-apa bagaimana?". Tanya Vita.
"Aku kemarin sudah check up dokter bilang mungkin karena bayi sedang bergerak jadi wajar sakit". Ujar Eriska.
"Tapi ini sering kan? Kamu bisa bilang pada Dito atau siapapun jadi bisa membawamu kerumah sakit". Ujar Vita.
"Aku tidak ingin mengacaukan acara ulang tahun Dito. Ini pertama kalinya Aku memberikan kejutan pada Dito". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Bodoh! Kamu fikir ulangtahun ini lebih penting dari Kamu dan anak kita?". Ujar Dito kesal.
"Sudahlah kalian diam perutku semakin sakit mendengar ocehan kalian". Ujar Eriska kesal.
"Sifat sombongnya Kumat lagi deh". Gerutu Vita.
Bukan hanya Dito dan Vita yang pergi, semua yang hadir ikut menyusul mengikuti mobil James.
"Eriska kenapa coba". Ujar Jessica Panik
"Kalian kemarin check up kan? Dokter mengatakan apa?". Tanya Tita.
"Dokter bilang semua baik-baik saja. Hanya memang bayinya terlalu dibawah dokter bilang jangan banyak bergerak dan beraktivitas. Itu saja. Sejak kemarin juga kan kita berusaha tidak melibatkan Eriska". Ujar Jessica.
"Kita hanya bisa berdoa semoga Eriska baik-baik saja". Ujar Stefanie khawatir.
Dito, Eriska, Vita dan James telah sampai di rumah sakit. Mereka masuk jalur UGD. Pihak UGD memanggil dokter kandungan.
"Nyonya Eriska apa yang terjadi?". Tanya dokter kandungan yang biasa memeriksa Eriska.
"Dok perut saya sakit sekali. Saya sudah tidak kuat". Ujar Eriska meringis dengan suara yang semakin lemah.
"Sejak kapan sakitnya?". Tanya Dokter.
Eriska menjelaskan sejak beberapa hari Ia merasa sakit namun Ia merasa sakit sering saat setelah berhubungan badan dengan Dito. Dito yang mendengar merasa sangat bersalah. Ia tidak tahu kondisi Eriska sedang tidak baik.
Tiba-tiba banyak air yang keluar dari bagian sensitive Eriska. Dokter segera memeriksa Eriska.
"Ini sudah pembukaan 7. Suster siapkan ruang bersalin". Ujar dokter.
"Ruang bersalin? Dok Eriska akan melahirkan?". Tanya Dito Panik.
"Betul Tuan". Ujar Dokter.
"Tapi ini baru 7 bulan. Apa tidak bisa dipertahankan?". Tanya Dito Panik.
"Tuan ini sudah tidak bisa dipertahankan dalam kandungan. Kemarin Nyonya sudah periksa keadaan bayinya baik-baik saja. Tuan bisa berdoa semoga keadaan Nyonya dan anak Tuan baik-baik saja". Ujar dokter pergi untuk bersiap.
Suster pun bersiap mengganti pakaian Eriska.
Dito masih merasa bersalah dengan ini semua. Ia merasa gagal menjaga Eriska dan anaknya.
"Ya Allah selamatkanlah istri dan anak hamba". Dito terus berdoa.
Setelah semua selesai, Eriska dipindahkan keruang bersalin. Dito melepas Jas nya lalu pergi dengan Eriska.
"Dito ini sakit". Eriska mulai menangis.
"Sabarlah sayang. Aku bersamamu". Dito menggenggam tangan Eriska.
Merekapun masuk kedalam ruang bersalin.
Bagaimana keadaan Eriska dan anaknya ??? Dan bagaimana perasaan Dito yang sangat terkejut dengan hadiah ulang tahun nya ini ??? Ikuti terus kisan Eriska dan Dito di next episode.
__ADS_1