
"Kita mau kemana? Aku masih ngantuk". Ujar Eriska yang masih menguap ditarik berjalan oleh Dito.
" Kita lihat matahari terbit. selagi kita disini". ujar Dito.
"Tapi Aku masih ngantuk". Ujar Eriska yang berjalan lemas.
Tiba-tiba Dito menggendong Eriska. "Hey Kamu ngapain". ujar Eriska terkejut dengan apa yang dilakukan Dito.
"Kamu lama". ujar Dito.
"Turunin. Malu dilihat karyawan". ujar Eriska berbisik pada Dito.
"Ah Kamu kalau lagi marahin karyawan udah kaya monster masih punya malu dengan mereka?". ujar Dito.
"Kamu ya Istri sendiri disebut seperti monster". Eriska memukul pelan bahu Dito.
"Lepas Dito nanti jahitan Kamu lepas bagaimana? kamu tidak boleh angkat yang berat-berat dulu". ujar Eriska khawatir.
"Ah Kamu mana berat? macam bawa kertas". ujar Dito.
"Tuan ada apa dengan Nyonya Eriska? Apa Dia sakit?". Tanya Karyawan yang melihat Eriska digendong Dito.
" Tidak. kita mau keluar Dan Dia malas untuk berjalan". Ujar Dito.
"Kamu ya!!!!". Memandang Dito kesal Dan merasa malu.
__ADS_1
"Nyonya Eriska galak begitu masih ada sisi manja nya juga ya". ujar karyawan tertawa kecil melihat Eriska digendong.
Mereka sampai di tepi pantai. Dito menurunkan Eriska lalu mereka duduk menunggu matahari terbit.
Eriska menyandarkan kepalanya di bahu Dito.
"Masih gelap. Aku takut". ujar Eriska.
"Tenanglah sayang, Aku ada disini Kamu tidak perlu Takut". Dito membelai rambut Eriska dan memeluknya.
"Kamu kenapa jadi phobia gelap gini? setahu Aku dulu Kamu tidak phobia gelap". Tanya Dito.
"Dulu saat Aku diparis Aku selalu di bully. Karena Aku orang Asia mereka selalu bully Aku dengan cara mereka mengunciku dari dalam kelas Dan mereka mematikan lampu lalu mereka menaruh banyak kecoa Dan tikus didalam nya. tidak hanya sekali mereka melakukannya Tapi sering. bahkan mereka pernah mau melecehkan Aku syukur nya Stefanie selalu menolongku. Dari situ Aku sangat Takut kegelapan. Saat gelap Aku selalu mengingat kejadian itu". ujar Eriska dengan tangan bergetar menceritakan kejadian kenapa Dia jadi phobia gelap.
"Kenapa Aku tidak tahu kejadian itu? Maafkan Aku. Niatku kesana berarti gagal untuk melindungi mu". Dito memeluk Eriska. " Aku janji akan menghilangkan phobia itu. Aku akan membuatmu menikmati keindahan dalam kegelapan". ujar Dito.
"Begini nih". Dito mencium Eriska tiba-tiba. Eriska tersedak.
"Hahahahahaha Kamu masih saja tidak bisa mengantur nafas". ujar Dito tertawa.
"kamu kasih Aku serangan mendadak bagaimana aku bisa bernafas". Eriska memukul bahu Dito.
"Kamungak Takut gelap kan dengan cara itu?". Tanya Dito.
Wajah Eriska terlihat bingung.
__ADS_1
"Saat Aku menciummu, Kamu selalu tutup mata pasti gelap kan ? tapi Kamu merasa tidak Takut. Mulai sekarang kalau Kamu ditempat gelap anggap saja sedang berciuman denganku". Ujar Dito dengan wajah jahilnya.
"Mana bisa begitu". Eriska memukul badan Dito.
" Hahahahahaha ampun". Dito menyerah saat Eriska terus memukul badannya.
"Eh lihat matahari sudah terbit". Dito menunjuk ke arah depan.
Eriska menghentikan pukulannya Dan memandang matahari terbit bersama Dito
" Indah ya". ujar Dito.
"Iya". balas Eriska Tersenyum.
Dito mengarahkan wajah Eriska untuk menghadapnya.
"Eriska Putri. Istri Cantikku. Matahari Terbit menjadi saksi. Aku Dito Aditya akan selalu mencintaimu selamanya bahkan sampai badan ini terkubur dalam tanah. Aku tidak ingin berjanji Tapi Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik, suami yang mengerti akan semua kemauanmu. Suami yang akan menjadi pelindungmu. Suami yang selalu membahagiakanmu. Aku memang tidak sempurna, Tapi Aku akan Berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Eriska Putri, Aku mencintaimu". Ujar Dito tersenyum kepada Eriska.
Mendengar perkataan Dito, Eriska meneteskan air mata lalu mencium lembut bibir Dito.
" Aku juga mencintaimu Dito Aditya ". Eriska memeluk erat tubuh Dito.
Pemandangan Matahari terbit yang indah ditambah keromantisan antara Dito Dan Eriska membuat suasana begitu sangat indah. Matahari terbit Dan kehidupan baru Eriska Dan Dito menjadi awal hari yang begitu indah.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh". Ayo jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ke teman-teman mu ya. Support kalian menjadi Semangat untuk Author untuk menulis setiap Episode nya.
__ADS_1
Salam manis dari Mrs. A***