Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (59)


__ADS_3

Merekapun sampai di Bali. Sudah ada Tita yang menunggu menjemput Mereka.


"Queena". Teriak Tita saat melihat keponakan nya itu. Ia berjalan menghampiri Queena lalu menggendongnya.


"Queena Sayang, Tante kangen". Tita memeluk dan menciumi wajah Queena.


"Kkkhhhmmmmm". Eriska berdehem.


"Eh Kakak, welcome Kakak dan semua". Tita menurunkan Queena lalu memeluk Eriska.


"Lupa ya sekarang dengan Kakak nya! Berapa bulan Kamu tidak pulang ke Jakarta?". Eriska menjewer telinga Tita.


"Ampun Kak, kan Kakak tahu sendiri disini Aku bekerja sibuk sekali". Tita mencoba melepaskan jeweran Kakaknya itu.


Yang melihat hanya tertawa kecil.


"Dia aih suka lihat bule-bule tampan Ka". Celetuk Jessica.


"Jessy, aaaaaa yang baru dilamar. Selamat ya". Tita menghampiri Jessica dan memeluknya.


"Terimakasih Tita". Jessica memeluk balik Tita.


"Sudah, sudah temu kangennya nanti saja. Aku lelah ayo kita ke hotel". Ujar Eriska pada yang lain.


"Baiklah Nyonya Eriska. Mari masuk kedalam mobil". Tita mempersilahkan Mereka masuk kedalam mini bus.


Eriska yang memerintahkan untuk menjemput dengan mini bus jadi tidak perlu banyak mobil yang menjemput.


Dalam mobil, Tita melihat Eimear merasa bingung siapa.


"Kak, Dia siapa? Bodyguard Kakak kah?". Tanya Tita melihat Eimear.


"Oh ya, perkenalkan, ini Eimear Isterinya John". Ujar Eriska.


"Wah John sudah menikah? Aku kira jomblo kan bisa Aku pepet Kak". Ledek Tita.


"Kkhhhmmmm". Dito berdehem.


"Bercanda Kakak, yang selalu dihatiku hanya Yarka seorang". Ujar Tita.


"Hi, Aku Tita sepupu Nyonya Eriska". Tita menjabat tangan Eimear.


"Salam kenal Nona, Saya Eimear". Eimear membalas jabatan tangan Tita dengan tersenyum.


Bandara dan Hotel Eriska tidaklah jauh, hanya menempuh perjalanan dua puluh menit Mereka sampai dihotel. Sudah banyak staff menunggu kedatangan Pemilik hotel tersebut termasuk Niall juga Rara.


"Selamat datang Nyonya". Sapa para Staff.


"Terimakasih". Ujar Eriska dengan tersenyum.


"Nyonya, terimakasih sudah menyempatkan datang diacara pernikahan Kami". Ujar Rara kepada Eriska.


"Ahhh tidak perlu seperti itu. Kami senang akhirnya kalian menikah secara legal juga". Ujar Eriska.


"Neng Queena. Kakak Rara kangen atuh sama Neng Queena". Rara berjongkok menyapa Queena.


"Kakak jahat meninggalkan Queena duluan kesini". Ujar Queena ngambek pada Rara.

__ADS_1


"Aduh maaf atuh ya Sayang, Uncle Niall yang bawa Kakak jadi marah saja yah sama Uncle Niall tuh". Ujar Rara pada Queena.


"Sejak Uncle Niall datang Kakak jadi lupa sama Queena".


"Aduh Neng Queena cemburu sama Uncle ya. Sini kakak gendong. Maaf ya Sayang". Rara menggendong Queena.


"Kak Langit mana? Aku kangen Kak Langit". Ujar Queena.


"Sayang, istirahat dulu yuk". Ujar Eriska pada Queena.


"Tidak mau! Mau bertemu kak Langit". Rengek Queena.


"Kak Rara nya sibuk sayang". Ujar Eriska yang tahu pasti Rara dan Niall sedang sibuk mempersiapkan segalanya.


"Kami sudah tidak sibuk Nyonya. Tidak apa-apa kan Kita bawa Nona Queena bertemu Langit dan keluarga Saya?". Tanya Niall.


"Jika memang tidak mengganggu tidak apa-apa". Jawab Eriska.


"Yasudah Nyonya, Tuan. Kami kesana dulu ya. Permisi". Rara dan Niall pamit membawa Queena.


"Sudah siap kan semua kamar?". Tanya Eriska pada Tita.


"Tentu kak". Ujar Tita.


"Yasudah kita beristirahat dulu nanti sore Kita berkumpul lagi di Restaurant dekat pantai". Ujar Eriska.


"Jessica, Kamu tidur dengan Tita ya. Awas berani masuk kamar James". Ancam Eriska.


"Ih mulutmu Eriska, Aku bukan wanita murahan lah masuk kamar pria bukan muhrim". Ujar Jessica.


Mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh Tita.


Sampailah dikamar milik Eriska. Kamar VVIP yang khusus untuk Eriska dan Dito. Ia tidak menyewakan Kamar itu karena Eriska tidak suka berbagi kamar dengan orang lain. Mereka masuk kedalam. Bell boy menyimpan barang-barang Eriska ditempatnya. Setelah itu Ia pergi.


"Kamar penuh kenangan indah". Ujar Dito.


Setiap Ia kembali ke kamar itu, Ia selalu mengingat saat Ia dan Eriska mengungkapkan isi hati Mereka satu sama lain. Dimana kisah cinta Mereka dimulai dari kamar itu. Eriska menggenggam tangan Dito.


"Kamar malam pertama kita". Ujar Dito.


"Ah Kamu, yang diingat itu saja". Ujar Eriska tersenyum pada Dito


"Ya terus apalagi yang harus diingat?". Rayu Dito pada Eriska. Dito menggendong Eriska menuju tempat tidur lalu membaringkan tubuh Eriska.


"Kita buat story baru yuk. Mungkin saja bisa menghasilkan adik untuk Queena". Rayu Dito.


"Ahhhh Kamu, sudah ah ini masih sore sudah merayu saja. Aku mau istirahat sebentar. Kepalaku pusing mungkin karena sudah lama tidak naik pesawat". Ujar Eriska.


"Baiklah, Aku akan memelukmu dari belakang agar makin nyenyak tidurmu". Dito berbaring disebelah Eriska lalu memeluknya.


"Memang benar pelukanmu ini sunggu membuatku tenang". Ujar Eriska tersenyum.


"Pasti, karena Aku memelukmu dengan segenap hati dan cintaku". Ujar Dito.


"Gombal". Ledek Dito.


"Huh sejak kapan Aku gombal?".

__ADS_1


"Ssstttt diamlah". Eriska mencoba memejamkan matanya hingga Ia tertidur.


Eriska tertidur dengan cepat. Ia merasa pusing saat turun dari pesawat. Dito masih mengajaknya berbicara namun tidak ada jawaban dari Eriska. Dito melihat Eriska yang ternyata sudah tidur.


"Sudah tidur ternyata". Dito mencium bahu Eriska.


Tiga jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Eriska telah terbangun lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Baru 10 menit dikamar mandi, Eriska mendengar suara orang yang sedang muntah. Ia membuka pintu kaca shower untuk melihat.


"Loh Dito, Kamu kenapa?". Tanya Eriska Panik menghampiri Dito yang masih dengan tubuh polosnya.


"Aduh Sayang Kamu kenapa tidak menggunakan sehelai kain pun".


"Aku sedang mandi Kamu tidak lihat ini masih penuh sabun. Aku dengar ada yang muntah Aku lihat lah". Ujar Eriska. "Kamu kenapa?". Tanya Eriska.


"Entahlah Sayang, Aku tiba-tiba mual dan pusing". Ujar Dito.


"Sekarang bagaimana?". Tanya Eriska.


"Lebih baik sedikit". Jawab Dito.


"Baiklah, Kamu keluar dulu. Aku mau lanjutkan mandi". Ujar Eriska.


"Aku disini sajalah". Ujar Dito.


"Mau ngapain?". Tanya Eriska.


"Lihat Kamu lah". Jawab Dito.


"Aneh-aneh saja. Sudah keluar sana. Kamu bisa berbaring diatas tempat tidur". Eriska mendorong pelan tubuh Dito keluar dari kamar mandi.


"Ah mau lihat pemandangan indah saja tidak boleh". Ujar Dito berjalan menuju tempat tidur.


Setelah menyelesaikan mandinya, Eriska kembali menghampiri Dito dengan jubah handuk nya.


"Kamu tidak apa-apa kan?". Eriska mengecek dahi Dito mungkin demam.


"Tidak apa-apa tadi Aku tiba-tiba mual saja. Tidak perlu khawatir mungkin hanya mabuk perjalanan sama sepertimu. Yasudah Aku mandi dulu mungkin setelah mandi akan terasa segar". Ujar Dito beranjak dari tempat tidur.


Eriska menarik tangan Dito. Mereka duduk saling berhadapan. Eriska mencium bibir Dito namun segera Ia lepaskan. "Ih pahit!". Ujar Eriska.


"Hahahahahaha Aku kan habis muntah". Jawab Dito.


Eriska lupa Dito habis muntah. Tiba-tiba Ia berlari merasa mual.


"Astaga kenapa bisa sampai lupa Dito habis muntah. yak sangat menjijikan". Eriska merasa jijik.


"Sayang are You ok?". Dito mengetuk pintu.


"I'm ok Sayang cuma merasa geli jadi nya". Ujar Eriska merasa jijik.


"Kamu juga main sosor". Ujar Dito tertawa.


"Yasudah Aku mandi dulu dan membersihkan mulutku lalu Kamu bisa mencium ku sesukamu". ledek Dito.


Wajah Eriska terlihat merasa jijik mendengar ciuman.


Eriska kembali untuk bersiap sedangkan Dito membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2