
Malam telah datang. deburan ombak menjadi backsound malam indah Eriska Dan Dito. Mereka berbaring di tempat tidur Dan berbincang sebelum tidur.
"Sepertinya Aku akan cuti dari bekerja". ujar Eriska.
Dito terkejut lalu melihat pada Eriska. " hah ? Apa Aku tidak salah dengar?". ujar Dito
"Nggak". ujar Eriska.
"kenapa? bukannya Kamu ini workaholic ya?". ujar Dito bingung.
Eriska Tersenyum. "Aku lelah. Ya awalnya memang ingin jadi sukses ingin banyak uang. Namun, setelah aku mendapatkan ini semua Aku merasa hampa. dengan aktivitas yang sama setiap hari. Aku juga capek marah-marah terus selama 6 tahun ini. Aku ingin merasakan kebahagiaan juga". ujar Eriska sedih.
"kemarilah". Dito menarik Eriska untuk berbaring dibahunya.
Astaga perasaan nyaman apa ini. Ujar Eriska dalam hati.
"Jika Kamu mau nya begitu, Aku akan selalu dukung Kamu. kamu mau istirahat tentu boleh. Aku tahu sudah lama Kamu tidak beristirahat. hemmm bagaimana jika kita tinggal di kampung untuk sementara? kita akan tinggal dirumah kita sendiri hanya berdua. kita akan hidup bahagia disana selayaknya suami istri". ujar Dito mengelus rambut Eriska.
"Apakah Aku bisa mendapatkan itu semua?". Tanya Eriska.
"Tentu bisa. selagi Aku bersamamu, semua tempat akan Aku sulap menjadi kebahagiaan untukmu". ujar Dito.
Eriska menatap Dito tersenyum. Dito yang melihat langsung mencium Eriska. Eriska tidak menolaknya. mereka menikmati moment mereka berdua.
__ADS_1
Bukan hanya mencium bibir Eriska, Dito juga mulai mencium leher jenjang Eriska.
Perasaan apa ini? seperti tersetrum. Ujar Eriska yang menutup matanya menahan apa yang Dito Lakukan.
dari lehernya, Ia berpindah pada telinganya.
"Sayang, Apakah Aku bisa memilikimu seutuhnya sekarang?" Tanya Dito.
"Kamu sudah memiliki ku apa lagi sekarang?". Tanya Eriska.
"Ya ampun polos Banget ya ternyata seorang Eriska Putri". ujar Dito tertawa kecil.
"Tidak usah bertele-tele apa maksud Kamu". ujar Eriska kesal.
"Ih dasar mesum. masih sakit juga genit banget". ujar Eriska menutupi tubuhnya.
"memang kenapa jika Aku mesum pada Istriku sendiri?". ujar Dito.
" jangan sekarang ya. Aku masih khawatir dengan keadaanmu". ujar Eriska.
"Aku tidak apa-apa". ujar Dito.
Eriska terdiam. wajahnya merona. "Sebenarnya selain Aku khawatir dengan keadaanmu, Aku juga belum siap". ujar Eriska.
__ADS_1
Dito tersenyum. " Yasudah kita tidur sekarang ". Dito kembali berbaring disebelah Eriska.
"kamu tidak marah kan?". Tanya Eriska.
"Buat apa Aku marah? jika Kamu belum siap tidak mungkin Aku paksa Kamu". ujar Dito mencium kening Eriska. "Tidurlah sekarang". Dito menepuk-nepuk kepala Eriska dengan lembut.
"Terimakasih suamiku, karena telah mengerti". ujar Eriska.
"Panggilan suamiku terlihat manis jika Kamu yang menyebutkan". Ujar Dito.
Eriska hanya tersenyum. "Good night". ujar Eriska.
"Good night Istriku yang cantik".
Sebelum mereka tidur, mereka berciuman kembali.
Dalam benak Dito meski belum mendapatkan malam pertama nya, setidaknya Eriska sudah tidak menolak semua yang Ia lakukan terhadap Eriska. Namun Dia merasa rindu juga makian dari Eriska..
Dasar pemikiran bodoh. Ujar Dito dalam hati.
Istirahatlah Istriku, Aku akan memberikan kebahagiaan untukmu. Jangan khawatir dengan apa yang akan terjadi. Aku mencintaimu Eriska Putri. Ujar Dito dalam hati.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh". Ayo jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ke teman-teman mu ya. Support kalian menjadi Semangat untuk Author untuk menulis setiap Episode nya.
__ADS_1
Salam manis dari Mrs. A***