Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 132


__ADS_3

Ditempat lain, Audrey kembali pulang untuk mencari kakaknya.


"Christ... Christ dasar saudara brengsek keluar kamu". Teriak Audrey dengan nada yang marah.


"Berisik sekali Kamu! Tidak perlu seperti itu memanggilku". Ujar Christ yang turun dari kamarnya.


Audrey berlari pada Christ lalu menamparnya. "Dasar pria brengsek! Liam salah apa padamu sampai kau tega hampir membunuhnya?". Ujar Audrey sayang marah.


Christ mendorong Audrey. "Apa maksudmu ? Jangan bicara yang aneh-aneh". Ujar Christ


"Ada apa ini ?". Seorang pria paruh baya datang menghampiri.


"Daddy, Christ sialan ini yang membuat Liam koma dan masih tak sadarkan diri". Ujar Audrey menangis pada Papanya.


"Apa? Christ dibalik semua ini?". Papa Audrey sangat terkejut.


"Hey Audrey, jangan sembarangan berbicara". Ujar Christ menghampiri Audrey.


"Aku tidak sembarangan berbicara. Aku memiliki bukti dibalik penyerangan Liam adalah kamu". Ujar Audrey emosi.


Plak! Daddy Audrey menampar Christ.


"Anak tidak tahu diuntung! Kau ingin mempermalukan keluarga Tomlinson dengan melakukan hal pengecut seperti itu?". Ujar Daddy Audrey sangat marah.


"Apa salah Liam padamu? Dia tidak pernah menyinggungmu sama sekali". Ujar Audrey menangis.


Christ hanya terdiam.


"Jawab! Kenapa kamu melakukan ini semua terhadap calon iparmu?". Ujar Daddy Audrey sangat marah.


"Karena Daddy sangat pilih kasih! Daddy merestui hubungan Liam dan Audrey! Bahkan mereka akan menikah. Sedangkan Daddy menolak mentah-mentah hubunganku dengan Catherine". Ujar Christ berteriak pada Daddy nya.


"Dasar anak bodoh! Liam tulus mencintai adikmu! Sedangkan Catherine? Dia hanya ingin harta kita". Ujar Daddy Audrey sangat marah.


"Aku tidak perduli. Sejak dulu Daddy selalu pilih kasih antara Aku dan Audrey! Jika Aku tidak berhak bahagia, Audrey pun tidak berhak". Ujar Christ lalu pergi menuju kamarnya.


"Christ mau kemana kamu?". Teriak Audrey.


"Daddy, bagaimana ini? Dia telah melukai Liam bahkan hampir membunuh Liam. Daddy tidak bisa diam saja". Ujar Audrey menangis.


"Tenanglah sayang, Daddy akan menghukum Dia". Ujar Daddy Audrey lalu meraih ponsel nya.


"Halo kepolisian? Saya Theodor Tomlinson ingin melaporkan Christ Steven Tomlinson kasus pengeroyokan dan pembunuhan berencana pada Liam Emmanuel Payne berkewarganegaraan Inggris. Sekarang pelaku ada di alamat xxxx". Ujar Daddy Audrey.


Tak lama Daddy Audrey mematikan teleponnya.


"Daddy yakin ingin menjebloskan Christ kedalam penjara?". Tanya Audrey.


"Kita ini keluarga Tomlinson! Kebenaran adalah poin utama dikeluarga kita! Siapa yang melakukan kesalahan akan dihukum meskipun Christ adalah anggota keluarga Tomlinson". Ujar Daddy Audrey.


Audrey memeluk Daddy nya. "Terimakasih Daddy karena telah memberikan keadilan untuk Liam". Audrey menangis dipelukan Papanya.


"Christ memang salah dan Daddy tidak ingin melihat Malaikat kecil Daddy menangis. Tenanglah Liam akan baik-baik saja". Ujar Daddy Audrey mencium kening Audrey.


Tak lama Polisi datang.


"Selamat Siang Jendral Theo. Kami datang mendapatkan laporan bahwa Tuan Christ telah menganiaya seseorang". Ujar kepala Polisi.


"Masuklah. Dia ada dikamarnya". Ujar Daddy Audrey.


Mereka menghampiri kamar Christ lalu menangkapnya.

__ADS_1


"Daddy sangat kejam. Bahkan daddy lebih memilih pria Inggris itu daripada Aku anak Daddy sendiri". Ujar Christ marah.


"Keadilah tetap keadilan Christ. Kau harus menanggung atas apa yang kau lakukan! Kau bisa merenungkan kelakuanmu dipenjara kau juga bisa lihat seberapa tulus Catherine saat kau dipenjara nanti". Ujar Daddy Audrey.


"Aku benci padamu Theodore". Teriak Christ yang dibawa oleh pihak polisi.


"Daddy". Audrey menatap Papanya.


Terlihat ada rasa sedih anak lelaki satu-satunya harus dipenjara karena kesalahannya.


"Tidak apa-apa sayang, Dia butuh pelajaran. Dia sudah menyia-nyiakan usia nya dengan kenakalan dan kejahatan". Ujar Daddy Audrey.


Ditempat lain, Eriska dan Dito telah sampai dirumah.


"Bawakan belanjaan dimobil". Ujar Dito kepada pengawal nya.


"Baik Tuan". Ujar Pengawal berlari menuju mobil untuk membawa apa yang Dito dan Eriska beli.


"Selamat sore Tuan dan nyonya". Sapa semua pelayan.


Dito dan Eriska berjalan menuju kamar. Sampai di kamar, Dito duduk di sofa.


"Sayang, sebelum keatas tempat tidur Kamu harus mengganti bajumu. Aku juga akan mengganti bajuku". Ujar Eriska.


"Aku ingin mandi dulu. Sejak kemarin Aku tidak mandi". Ujar Dito berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi.


Selamat Dito mandi, Eriska pun mengganti bajunya. Mengenakan kaos longgar dengan celana pendek. Setelah mengganti baju nya. Eriska duduk bersandar diatas tempat tidur.


"Ah kenapa kakiku sangat pegal seperti ini. Biasanya juga tahan shopping ber jam-jam. Apa karena kehamilan ini ya?". Ujar Eriska memijat kakinya.


Dito telah selesai mandi. Dia berjalan menghampiri Eriska.


"Tidak apa-apa hanya pegal kakiku". Ujar Eriska.


"Yang mana yang pegal?". Tanya Dito khawatir.


"Ah tidak perlu khawatir hanya sedikit pegal saja". Ujar Eriska.


"Oh jadi bisa dong kita....". Dito sudah ada diatas tubuh Eriska.


"Dasar pria mesum". Ujar Eriska tersenyum.


"Ayolah sayangku". Ujar Dito memohon.


Eriska hanya tersenyum dan mengedipkan matanya.


Ditopun mendapatkan apa yang Dia inginkan. Siang hari yang indah setelah Ia suntuk berhari-hari.


Setelah keinginannya tercapai, Dito pun tertidur.


"Dasar Dito, sudah terlihat lelah masih saja memaksakan diri". Ujar Eriska tertawa kecil.


Eriska pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Eriska pun keluar untuk sekedar meminum juice dan memakan cemilan.


Eriskapun sampai diruang makan.


"Nyonya, apa Anda ingin sesuatu?". tanya pelayan.


"buatkan lemon juice". ujar Eriska.


"Baik Nyonya". ujar Pelayan.

__ADS_1


"Antarkan kehalaman belakang". ujar Eriska. "sekalian dengan donat yang saya bawa tadi".


"Baik Nyonya". jawab pelayan.


Eriskapun berjalan menuju halaman belakang.


Eriska duduk dikursi ayun sambil memainkan ponselnya.


Eriska, Aku merindukanmu. Pesan dari Jessica.


Eriska yang membaca hanya tersenyum.


Bisa juga Jessica merindukanku. Balas Eriska.


Tita sangat sibuk dihotel. Aku tidak memiliki kawan untuk bersenang-senang. balas Jessica.


Eriska pun membuat panggilan video call.


"Eriska kapan Kamu pulang?". rengek Jessica.


"segitu kangen nya ya kamu terhadapku". ujar Eriska.


"ya mau bagaimana lagi. tanpa membuatmu jengkel hidupku sangat basi". Ujar Jessica.


"Jahat sekali mulutmu Jess". Ujar Eriska.


Saat Eriska dan Jessica berbincang, James datang menghampiri dengan membawa juice dan donat yang diminta Eriska.


"Nyonya ini makanan Nyonya". ujar James.


"Ka, siapa itu? suaranya membuat jantungku berdebar". ujar Jessica.


Eriska menunjukkan wajah James kepada Jessica.


"Oh my God! Ganteng! siapa Dia?". tanya Jessica.


"kepala pelayan disini". Ujar Eriska. "kenapa? mau? dia masih single loh".


"Ah tidak, Aku tidak mau memiliki hubungan jarak jauh". Ujar Jessica.


"Terimakasih James, kenapa kamu sudah pulang? siapa yang menjaga Liam?" Tanya Eriska.


"Nona Audrey sudah datang. Saya ingin menyampaikan sesuatu pada Tuan Dior". ujar James.


"Dia sedang tidur". ujar Eriska.


"Baiklah Nyonya, Saya akan bicara nanti". ujar James. "Apa Nyonya membutuhkan sesuatu?". tanya James.


"Tidak James, Kamu bisa pergi". ujar Eriska.


James pun pergi meninggalkan Eriska. Eriska pun melanjutkan berbincang dengan Jessica.


*Assalamualaikum Reader, ini adalah bonus visualisasi James dan John


John



James


__ADS_1


__ADS_2