Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 157


__ADS_3

Eriska dan Dito masuk kedalam ruang bersalin.


"Dito sakit sekali". Eriska terus meringis kesakitan.


"Tenanglah sayang Aku disini Kamu harus kuat untuk ku dan Putri kita". Dito mencoba menenangkan.


"Dok saya ingin buang air sudah tidak tahan". Ujar Eriska.


"Dok kita harus bawa Eriska ke toilet". Ujar Dito.


"Bukan Tuan, bayi nya sudah ingin keluar rasanya saja seperti ingin buang air". Ujar dokter.


"Ayo Nyonya kita coba untuk ngeden ya". Ujar dokter.


Eriska sekuat tenaga untuk ngeden.


"Ayo Nyonya sedikit lagi". Ujar dokter.


"Dito Aku sudah tidak kuat". Tiba-tiba tubuh Eriska lemas.


"Nyonya ayo sedikit lagi. Kepalanya sudah terlihat". Ujar Dokter.


"Sayang Kamu harus kuat. Kamu wanita yang kuat. Mana singa betinaku. Ayo sayang jangan menyerah. Sedikit lagi kita akan berjumpa dengan Anak kita". Dito terus memberi support pada Eriska.


Tak tertahan air mata Dito keluar. Ia tidak menyangka melahirkan sangatlah menyakitkan. Dan Ia bisa melihat para wanita ini sangatlah hebat. Demi memberikan seorang anak, mereka telah bahkan hampir kehilangan nyawa mereka.


Eriska masih berjuang untuk melahirkan anaknya. Hingga akhirnya terdengar tangisan bayi. Eriska pun bernafas lega.


Dito merasa cemas karena putrinya lahir jauh lebih awal. Dito masih harap-harap cemas.


"Tuan, Alhamdulillah setelah pemeriksaan Putri Tuan dan Nyonya semua normal. Namun, karena premature dan harus dirawat di ruang NICU untuk beberapa saat karena bayi yang lahir premature ini masih belum tumbuh sempurna seperti bayi yang lahir diusia kandungan 9 bulan atau 40 minggu. Maka kita harus merawatnya lebih intensif". Ujar dokter.


"Lakukan saja yang terbaik untuk Putri kami Dok". Ujar Dito.


"Baiklah. Jika Tuan ingin melihat Putri Tuan, Tuan bisa datang keruang NICU". Ujar dokter.


"Terimakasih dok". Ujar Dito


Dokter pun pergi. Dito kembali menemui Eriska. Eriska masih dengan nafas yang cepat. Ia masih kelelahan.


"Sayang, bagaimana keadaanmu? Jangan mengkhawatirkan Putri kita. Dia seperti Kamu wanita yang kuat. Sayang terimakasih atas hadiah terindah ini. Aku sangat sangat Mencintaimu". Dito mencium kening Eriska.


Eriska tidak bisa membalas perkataan Dito. Dia sudah sangat lelah sejak beberapa hari juga menahan rasa sakit.


Eriska tiba-tiba meneteskan air mata. Mengingat Mama nya. Ia merasa bersalah Karena saat Mama nya hidup terkadang Ia selalu melawan nya.


Mama, sungguh hebat perjuanganmu. Mama, maafkan segala kesalahan yang Eriska buat. Sekarang Eriska sudah menjadi seorang Mama. Bisa merasakan kesakitan yang Mama rasakan saat melahirkan Eriska. Mama, terimakasih karena sudah merawat dan menjaga Eriska dengan sangat baik. Aku janji. Aku akan menjadi Mama yang baik untuk Putri Eriska. Semoga Mama mendapatkan surga disisi Allah atas semua yang Mama korbankan untukku. Ujar Eriska dalam hati.


"Kamu kenapa menangis?". Tanya Dito.

__ADS_1


"Mama". Jawab Eriska. "Aku merindukan Mama. Aku ingin dipeluk Mama". Eriska menangis.


Dito yang melihat merasakan sakit yang sama. Dito pun telah ditinggalkan oleh Mamanya. Dito memeluk erat tubuh lemah Eriska tanpa mengatakan apapun.


"Singa betinaku. Cepat lah membaik agar bisa melihat singa betina kecil. Sayang, Aku akan keruangan NICU untuk bertemu Putri kita. Aku ingin mengadzankannya. Kamu disini dulu ya. Suster akan membersihkanmu. Setelah itu Aku akan kembali". Ujar Dito mencium kening Eriska.


Dito pun keluar dari ruang bersalin menuju ruang NICU. Diruang tunggu sudah banyak orang yang menunggu Dito dan Eriska.


"Dito, bagaimana keadaan Eriska dan anak kalian?". Tanya Birowo khawatir.


"Alhamdulillah mereka berdua selamat dan baik-baik saja. Tapi, Karena Putri kami premature, jadi harus dirawat diruang NICU untuk beberapa saat". Ujar Dito


Semua merasa lega mendengar perkataan Dito.


"Dito ingin keruang NICU dulu untuk melihat Putri kami dan juga mengadzankan. Permisi". Dito pamit meninggalkan semuanya.


Setelah diruang NICU, Dito mengganti pakaian khusu masuk ruang NICU.


"Assalamualaikum, Putri kecil Papa. Kamu baik-baik saja kan? Papa ingin mengadzankanmu nak". Ujar Dito berbicara dengan Putri kecilnya.


Dito pun mengadzankan Putrinya dengan rasa suka cita. Ia tak menyangka dihari ulang tahun nya Ia mendapatkan seorang Putri kecil yang sangat cantik.


"Queena Almeera Putri Diora. Ratu kecil Papa dan Mama yang cantik dan kuat". Ujar Dito yang memandangi putrinya dibalik box kaca yang begitu banyak selang dipasangin ditubuh Putri kecil nya.


"Queena, cepat membaik ya sayang agar kami bisa berkumpul denganmu. Kamu disini baik-baik ya, Papa akan menemui Mama dulu. Mama juga ingin melihatmu. Papa izin foto Kamu untuk Mama ya". Ujar Dito tersenyum tanpa henti melihat Putri kecilnya itu.


"Tuan, kami akan mengantar Nyonya kekamar inap". Ujar beberapa suster.


"Baiklah suster". Jawab Dito. "Sayang, Aku akan memberitahu yang lain Kamu akan dipindahkan. Kamu bersama suster dulu ya". Ujar Dito.


Eriska hanya mengangguk.


Dito telah sampai diruang tunggu.


"Eriska sudah dipindahkan kekamar inap kita bisa kesana". Ujar Dito.


Merekapun pergi ke kamar Inap Eriska.


Eriska sudah dipindahkan diruang VVIP rumah sakit. Ruangan yang sangat luas bisa menampung semua yang ikut.


"Eriska, selamat. Semoga Kamu dan putrimu bisa sehat kembali segera". Ujar Birowo.


"Terimakasih Papa". Ujar Eriska tersenyum.


Semua orang memberikan selamat pada Eriska.


"Dito, apa Kamu sudah bertemu anak kita?". Tanya Eriska.


"Sudah, Ma Shaa Allah sangat cantik seperti Kamu". Ujar Dito tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Apa Kamu memfotonya?". Tanya Eriska.


"Ahhhh itu Dia Aku tidak memfoto Queena. Aku sangat gembira melihatnya jadi Aku lupa". Ujar Dito berbohong.


Eriska memukul Dito. "Jahat! Aku yang melahirkan, Kamu yang melihatnya duluan". Eriska kesal.


"Siapa tadi namanya?". Tanya Birowo.


"Oh iya, Dito dan Eriska sudah menyiapkan sejak lama nama untuk anak kita. Queena Almeera Putri Diora". Ujar Dito.


"Wah nama yang indah". Ujar Stefanie.


Eriska masih terlihat kesal karena Dito tidak memfoto putrinya.


"Sayang Kamu kenapa?". Tanya Dito.


"Jangan panggil Aku sayang". Ujar Eriska kesal.


Semua yang melihat drama ini hanya tersenyum dan tertawa kecil.


"Baiklah jika Kamu marah padaku, Aku tidak akan menunjukkan foto Queena". Dito meraih ponselnya.


"Mana???". Eriska meminta ponselnya Dito.


Dito memberikan. Saat melihat foto Queena, Eriska menangis terharu. "Dia sangat cantik". Ujar Eriska.


Banyak yang ingin melihat. Dito menunjukkannya.


"Ya ampun cantik sekali". Ujar Jessica.


"Iya cantik Tapi wajahnya sepeti Dito". Ujar Vita.


Mereka bergantian melihat foto Queena.


"Sayang, Aku mencintaimu". Dito memeluk Eriska. "Terimakasih atas kado terbaik ini". Ujar Dito.


Eriska hanya tersenyum dan membalas pelukkan Dito.


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel ICYA.


Setelah kelahiran Baby Queena, selesai juga season pertama novel Istri Cantikku Yang Angkuh.


Jangan khawatir, season ke 2 akan berlanjut. Tetap setia membaca novel ICYA ya.


Salam manis dari Mrs. A***


Bonus foto baby Queena Almeera Putri Diora


__ADS_1


__ADS_2