Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (21)


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Dito berdering. Eriska mengambilnya dan melihat ternyata Manager Restaurant nya yang menelepon, lalu Eriska angkat karena takut ada hal penting.


"Halo". Ujar Eriska


"Oh ini Nyonya. Nyonya, apa Chef ada bersama Nyonya?". Tanya manager.


"Chef sedang ada di kitchen. Ada apa Pak?". Tanya Eriska.


Manager menjelaskan apa yang terjadi. Eriska mendengar dengan seksama.


"Baiklah terima saja Pak". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab Manager.


Eriska pun memutuskan panggilannya.


"Ini sangat bagus untuk karier Dito". Ujar Eriska tersenyum.


Eriska kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai.


"Mama, kenapa bekerja lagi". Protes Queena.


"Sayang ini sedikit lagi. Sepuluh menit ya please". Eriska memohon. "Setelah ini kita ke Restaurant untuk makan siang ya". Bujuk Eriska.


"Baiklah. jangan bohong ya Mama". Ujar Queena.


"Sejak kapan Mama bohong pada anak manis Mama? Sebentar ya". Eriska membuka kembali laptop nya. Ia sangat serius mengerjakan tugasnya dan cukup terburu-buru Karena sudah berjanji pada Queena.


Setelah sepuluh menit, akhirnya Eriska selesai menyelesaikan tugasnya. Tepat sesuai janji.


"Sayang Mama sudah selesai. Ayo kita ke Restaurant". Eriska menghampiri Queena.


"Ye ye ye ayo Mama".


Eriska menggendong Queena berjalan keluar.


"James, Rara ayo kita ke Restaurant ini sudah waktunya makan siang". Eriska mengajak James dan Rara.


Merekapun mengikuti Eriska. Semua staff memberi salam pada Eriska. Sampai di Restaurant. Mereka duduk di ruang VIP. Eriska memanggil pelayan untuk memberitahu Dito bahwa Mereka sudah menunggu.


Tak lama pintu ruangan diketuk. Chef Dito membawa lima porsi fettuccine.


"Wah Papa terlihat tampan dengan baju Chef itu". Ujar Queena.

__ADS_1


"Terimakasih Nona muda cantik". Ujar Dito.


"Ah Kamu kenapa menggunakan pakaian Chef itu? Bagaimana Kamu makan dengan kita menggunakan baju kotor itu?". Ujar Eriska marah.


"Baiklah Aku ganti sekarang. Tunggu Aku". Ujar Dito.


"5 menit". Ujar Eriska


"Baiklah Nyonya". Jawab Dito.


James dan Rara tertawa kecil melihat tingkah Boss nya itu. Mereka selalu terlihat lucu saat Dito selalu kalah dengan Eriska dalam hal apapun.


Setelah Dito kembali, Mereka menyantap makanan yang dibuat Dito. Seperti biasa, makanan yang Dito buat selalu luar biasa dengan cita rasa yang khas.


Setelah Mereka makan, Mereka hanya berbincang ringan.


"Sayang, tadi Managermu meneleponmu lalu Aku angkat". Ujar Eriska.


"Oh Dia bilang apa?". Tanya Dito yang meneguk minumannya.


"Dia bilang stasiun TV xxx mengundangmu di acara Ajang pencarian bakat Chef minggu depan lalu Aku terima". Ujar Eriska


Dito yang mendengar merasa terkejut dan tersedak. "Uhuk... Uhuk... Uhuk... Kamu gila ya? Kenapa Kamu terima? Sudah satu bulan ini Mereka mengejarku untuk menjadi bintang tamu tapi selalu Aku tolak. Sekarang malah Kamu terima". Ujar Dito merasa tidak suka.


"Tapi Aku malu sayang harus tampil di TV". Ujar Dito merasa tidak percaya diri.


"Tenang, Aku dan Queena akan datang bersamamu. Sudahlah ini kesempatan yang bagus untuk kariermu jangan Kamu tolak. Aku sangat bangga padamu jika semua orang tahu skill hebatmu ini". Eriska terus menanamkan kepercayaan diri Dito.


Dito yang awalnya tidak mau karena diberi dukungan jadi berfikir kembali untuk menerima.


Benar juga ya, jika orang-orang hanya melihat Restaurantku maju mungkin Mereka fikir ada tangan bantuan Eriska. Jika orang-orang tahu skill ku yang sebenarnya pasti Mereka akan melihat Aku tanpa bayangan Eriska. Iya Eriska benar. Ini kesempatan yang baik untukku. Ujar Dito dalam hati.


"Baiklah Aku menerimanya. Tapi janji ya Kamu akan menemaniku?". Ujar Dito pada Eriska.


"Janji Sayang. Seberapa sibuk Aku, semua akan Aku cancel untuk menemanimu". Ujar Eriska


Dito merasa lega diberi dukungan oleh Eriska. Ia sangat bahagia karena Eriska selalu mendukungnya. Eriska tidak pernah iri dengan apa yang dilakukan Dito. Mungkin banyak yang akan merasa tersingkir jika pasangannya akan lebih maju daripada dirinya. Namun, berbeda dengan Eriska yang selalu mendukung Dito begitu juga sebaliknya.


Setelah selesai makan, Mereka kembali ke ruangan Eriska.


"Sayang Kamu tidak kembali ke Restaurant?". Tanya Eriska.


"Tidak Sayang. Aku sedang bosan disana. Aku ingin tidur saja lah disini". Ujar Dito berbaring disofa.

__ADS_1


"Tidur? Setelah makan? Tidak tidak! Lebih baik Kamu pergi Gym diatas. Aku tidak mau ya perut Kamu yang seksi itu berubah seperti beduk masjid". Ujar Eriska kesal.


"Ya Allah jahat sekali Istriku ini. Kamu tidak mencintaiku apa adanya. Aku tidak masalah jika Kamu jadi seperti balon". Ujar Dito.


"Itu urusanmu. Urusanku, Aku tidak mau punya Suami seperti Om Om yang punya perut buncit. Ih malu jika bersanding denganku". Ujar Eriska meledek. "Cepat pergi keatas untuk Gym. Ajak James juga biar Kamu tidak bosan". Ujar Eriska.


"Uh dasar wanita perfectionist!". Dito berdiri menghampiri Eriska dan menciumnya lalu pergi keluar untuk Gym.


Diluar ruangan, James tengah duduk diajak untuk pergi Gym.


"James ayo Gym. Istriku protes Aku tidak boleh terlihat gemuk". Gerutu Dito.


Rara yang mendengar menahan tawa.


James pun mengikuti Dito.


"Ah memang sudah lama Aku tidak berolahraga. Benar kata Eriska. Meski Dia sudah Hamil, melahirkan yang berat badannya naik begitu cepat bisa Ia normalkan lagi dan terlihat makin cantik. Masa Aku terlihat semakin buruk bisa-bisa banyak yang akan mengejar Eriska lagi. Benar tidak James?". Tanya Dito.


"Benar Tuan". Jawab James yang menahan tawa dengan tingkah Dito.


Eriska memang sangat menjaga tubuhnya agar terus ideal. Setiap dua Kali dalam seminggu Ia selalu berolahraga terutama Yoga dan fitness juga renang. Maka dari itu meski usia nya sudah kepala tiga dan memiliki anak, Eriska terlihat seperti anak usia dua puluh lima tahun.


Eriska yang masih sibuk, melihat Queena tertidur disofa.


"Ra, Rara". Eriska memanggil Rara yang menunggu diluar.


Rara mengetuk pintu lalu masuk.


"Iya Nyonya". Jawab Rara.


"Tolong pindahkan Queena kedalam ya, Saya masih sibuk. Kasihan itu tidur disofa". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab Rara lalu menggendong Queena membawa masuk kedalam ruangan istirahat Eriska.


"Kamu temani saja. Jika Dia bangun tidak melihat siapa-siapa pasti menangis". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab Rara.


Eriska menekan tombol diremote nya membuka ruangan istirahat nya.


Kamar yang sangat megah layaknya kamar VVIP hotelnya untuk Eriska beristirah saat merasa sangat lelah.


Setelah itu, Eriska masih bergelut dengan banyak nya laporan dari semua hotel yang Ia punya. "Astaga kerjaan banyak sekali. Ini kalau begini terus bisa drop Aku". gerutu Eriska yang melihat tumpukan laporan.

__ADS_1


__ADS_2