Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (72)


__ADS_3

Hi Reader, Jangan Lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya. Jangan lupa juga untuk Like dan Komen jika kalian suka Novel ini.


Hari sudah berganti malam. Eriska, Dito, Queena dan James serta keluarganya sudah siap untuk makan malam bersama keluarga Jessica.


Sejak pagi Jessica terus meminta untuk datang kerumah Eriska karena hari libur namun Eriska melarang. Ia tidak ingin kejutan untuk Jessica terbongkar sebelum waktunya.


"James, Kamu pergi dengan keluargamu. Biar Saya yang menyetir sendiri". Ujar Dito pada James.


"Tuan bisa meminta John untuk disupiri". Ujar James tidak enak pada Dito.


"Jangan, Eimear sedang demam biarkan John menemaninya". Ujar Eriska.


"Yasudah biar supir saja yang mengantar Tuan. Masih ada pak supir didalam". James terus membujuk Dito untuk tidak menyupir.


"Mana mengerti Dia cara mengendarai mobil ini. Sudahlah biar Saya saja. Ayo kita berangkat nanti kita telat". Merekapun masuk kedalam mobil.


Dito mengemudi, Eriska dan Queena duduk disamping Dito.


"Queena, apa Queena suka mobil baru ini?". Tanya Eriska pada Queena.


"Suka Ma, mobil ini sangat bagus besar lagi". Ujar Queena penuh semangat.


"Mulai hari ini, Kita akan menggunakan mobil ini kemanapun". Ujar Eriska.


"No Mama, Kita harus adil. Si Biru juga harus kita gunakan. Jangan disimpan digarasi seperti mobil lainnya". Protes Queena.


"Hahahahahaha". Dito tertawa. "Dengar tuh perkataan anaknya". Ledek Dito.


"Iya Sayang nanti Kita gunakan si Biru juga. Bijak sekali anak Mama". Eriska mencium pipi Queena.


Setelah empat puluh menit berkendara, akhirnya Mereka sampai dihotel milik Eriska.


"Wah ini hotel milik Nyonya?". Tanya Ellean.


Eriska hanya tersenyum.


"Hebat sekali Nyonya. Apa Aku boleh bekerja disini setelah lulus kuliah?". Tanya Ellean tanpa malu.


"Ellean! Maaf Nyonya". James merasa tidak enak dengan ucapan Ellean.


"Maaf Nyonya". Ujar Ellean.


Eriska hanya tersenyum. "Jika Kamu memiliki Skill yang luar biasa, Kamu tentu bisa bekerja disini. Semua harus melalui jalur yang sama tidak ada nepotisme dihotel ini". Ujar Eriska tersenyum.


"Aku akan berjuang untuk bisa bekerja disini". Ujar Ellean.


"Anak yang hebat". Eriska mengelus kepala Ellean. "Semangatlah selalu".


"Ayo Kita masuk. Pasti Jessica dan keluarganya sudah menunggu". Ujar Dito.


Merekapun masuk kedalam hotel lalu menuju VIP restaurant.

__ADS_1


Sudah terlihat Jessica dan keluarganya.


"Siapa yang bersama Mereka?". Tanya Jessica.


Deg! Deg! Deg! Jantung Jessica berdetak sangat kencang saat melihat Mama dan Adik James.


"I... Itu Mama, Richard dan Ellean!". Ujar Jessica terkejut.


"Selamat malam semua". Sapa Eriska.


"Selamat malam. Eriska apa kabarmu? Bagaimana kandunganmu?". Tanya Mama Jessica.


"Alhamdulillah baik-baik saja Tante". Ujar Eriska tersenyum.


Mata Eriska beralih ke Jessica. Jessica seperti menggerutu pada James.


"Kkhhhmmm Jess, tidak mau menyapa calon mertuamu?". Ujar Eriska tersenyum meledek Jessica.


Jessica hanya memicingkan matanya merasa kesal pada semuanya.


"Selamat malam Tante". Jessica memeluk calon mertua nya.


"Kenapa panggil Tante? Panggi Mama". Ujar Estelle.


"Ah i...iya Mama". Ujar Jessica gugup.


Jessica sangat merasa gugup. Ia tidak ada persiapan sama sekali untuk bertemu calon mertua nya ini.


"Mama juga sangat cantik". Ujar Jessica.


"Halo sister in law". Sapa Ellean dan Richard.


"Selamat malam Ellean juga Richard". Jessica memeluk kedua calon adik iparnya.


Kedua orangtua James dan Jessicapun saling menyapa. Malam itu malam yang sangat membahagiakan untuk Jessica meski awalnya Ia merasa terkejut dan kesal, namun tidak dipungkiri Ia juga sangat gembira akhirnya waktu indahnya akan segera datang.


"Mama, maafkan Aku yang tidak menjemput Mama dibandara. James tidak mengatakan padaku kalau Mama akan datang". Ujar Jessica merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Sayang. James mengatakan Ia ingin memberi kejutan padamu". Jawab Estelle begitu hangat.


Estelle mengambil sesuatu dari tas nya. Sebuah kotak perhiasan.


"Mama tidak bisa memberimu banyak hal. Terimalah ini sebagai hadiah dari Mama". Estelle memberikan kotak itu.


Jessica merasa terkejut dengan pemberian hadiah ini. "Mama tidak perlu...". Sebelum melanjutkan kata-katanya, James memotongnya.


"Terimalah. Ini tanda kasih sayang Mama untukmu". Ujar James pada Jessica.


Jessica menerima pemberian calon mertua nya itu. Ia tak menyangka Mama James begitu baik dan hangat. Jessica menghampiri Estelle lalu memeluknya. "Mama terimakasih atas segalanya. Mama merestui Kami saja Aku sudah sangat gembira. Terimakasih Mama karena sudah menerimaku menjadi calon menantumu". Ujar Jessica menangis merasa terharu.


Estelle hanya tersenyum. "Kamu adalah wanita yang sangat baik dan manis. Bagaimana Mama menolakmu? James telah bercerita banyak hal soal dirimu. Bagaimana Ia menjelaskan betapa luar biasa calon Isterinya. Akhirnya Mama bisa berjumpa denganmu sekarang". Ujar Estelle.

__ADS_1


"Terimakasih Mama". Ujar Jessica.


Setelah tiga jam, Mereka selesai dengan acara makan malamnya.


"Ma, Mama bisa tinggal dirumah Jessica. Jangan tinggal dirumah Eriska. Disana Horror". Ledek Jessica.


"Hey Kamu ini mau menikah mana bisa begitu. Tidak boleh tinggal bersama dulu lah". Protes Eriska. "Biarkan Tante, Richard dan Ellean dirumahku". Ujar Eriska.


"Baiklah Nyonya. Habis nanti kalau Aku menyinggungmu tidak jadi Hall gratis". Ledek Jessica.


Tak lama Dito datang dengan mobil barunya.


"Gila! Mobil siapa ini?". Jessica melihat mobil baru Eriska.


"Mobilku lah. Ini hadiah kehamilanku dari Dito". Eriska pamer pada Jessica.


"Wah hebat Dito memberikan mobil mewah itu untukmu". Ujar Jessica.


Eriska hanya tersenyum.


"James belikan juga dong". Rengek Jessica pada James.


"Kamu meminta mobil itu padaku? Lebih baik tidak jadi menikah denganmu". Ledek Jessica.


"Kenapa begitu? Jadi mobil itu lebih berharga daripada Aku?". Ujar Jessica marah.


"Bukan begitu, kalau Kamu meminta itu padaku ya mana Aku mampu". Ujar James.


"Ah kalian ini! Sudah sudah pulang! Ini sudah malam". Ujar Eriska.


"Yasudah Kami pulang dulu ya". Eriska memeluk Jessica. "Selamat ya sayangku akhirnya sebentar lagi Kamu akan menikah". Ujar Eriska ditelinga Jessica.


"Terimakasih Eriska. Karena Kamu membawa James kemari, Aku menemukan jodohku". Ujar Jessica.


Merekapun pulang. Dalam perjalanan, tak henti-hentinya Estelle memuji Jessica.


"Kamu memang hebat memilih pasangan hidup. Jessica begitu manis juga sangat ramah". Ujar Estelle begiu gembira.


"Ma, sepertinya Aku harus mencari jodoh disini agar memiliki pasangan seperti Kakak Ipar". Ujar Richard.


"Kuliahmu selesaikan dulu. Cari pekerjaan baru menikah". Ujar Estelle.


"Baik Mama". Ujar Richard menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Big Bro, bagaimana pria disini? Apakah manis juga?". Tanya Ellean.


"Kuliah dulu selesaikan, cari pekerjaan yang baik, baru memikirkan menikah". Ujar James yang sedang berkendara.


"Ahhhh James selalu begitu". Ujar Ellean kesal.


James dan Mamanya hanya tertawa melihat tingkah kedua Adiknya. Yang satu ingin memiliki pasangan seperti Eriska atau Jessica Dan yang satu ingin memiliki pasangan seperti Dito. Mereka iri dengan pasangan yang didapat Kakak Tertuanya itu

__ADS_1


__ADS_2