Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 138


__ADS_3

Setelah sarapan, Eriska menelepon Jessica untuk mengantarkan James berbelanja.


"Halo Jessy". Ujar Eriska.


"Siapa ini?". Ujar Jessica yang masih tertidur.


"Eriska. Kamu masih tidur ya?". Tanya Eriska.


"Masih subuh sudah telepon mau apa?". Tanya Jessica.


"Subuh? Kamu mabuk ya ini sudah jam 9". Ujar Eriska.


"Ya masih subuh untukku". Ujar Jessica.


"Jess Jess pantaslah Kamu masih jomblo jodohmu sudah dipatuk ayam". Ujar Eriska tertawa


"Mau apa telepon? jangan mengejekku deh. masih pagi juga sudah buat badmood". Tanya Jessica


" oh Iya hampir lupa. Jess mau temani James berbelanja tidak? Dia kan belum tahu kota ini, jadi dia butuh tour guide gratis". Ujar Eriska.


Jessica yang awalnya mengantuk tiba-tiba menjadi Segar dan langsung duduk. "Ah Aku tidak ada waktu". Ujar Jessica sok jual mahal.


"tidak ada waktu? Ah sayang sekali. Yasudah Aku suruh Tita deh yang antar". Ujar Eriska yang tahu pasti Jessica tidak akan menolak jika mendengar nama Tita.


"Eh jam berapa? Sepertinya acaraku nanti malam deh". Ujar Jessica.


Kan betul Dia langsung mau. Ujar Eriska dalam hati.


"Nanti siang deh sebelum makan siang". Ujar Eriska.


"Ok Aku akan bersiap". Ujar Jessica gembira.


"Yasudah bye Jess". Eriska menutup telepon.


"Jessica sepertinya beneran jatuh cinta pada James. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Sok jual mahal. Biasanya juga dia yang kecentilan". Ujar Eriska tertawa kecil.


Setelah menelepon Eriska kembali berkumpul bersama keluarga nya. Eriska yang bercerita gagal honeymoon karena Hamil.


Jam menunjukkan pukul 12 siang. Jessica telah sampai dirumah Eriska.


"Eh Jessica. Ya ampun cantik sekali hari ini. Menggunakan rok. Rambut diurai, make up natural tidak seperti tante-tante". Ledek Eriska.


Jessica merasa malu diledek Eriska.


"Sialan Kamu Ka". gerutu Jessica


"James". Teriak Eriska.


"Iya Nyonya". James keluar. James menggunakan baju santai tidak seperti biasanya yang menggunakan setelan Jas.


Dia tampan sekali. Ujar Jessica dalam hati.


"Ini Dia yang akan mengantarmu. Kamu masih ingat Dia kan?". Tanya Eriska kepada James.


"Tentu Nyonya. Ini Nona Jessica". Ujar James.

__ADS_1


"Yasudah kalian bisa jalan sekarang. Iya kan Jess?". Ujar Eriska tersenyum kepada Jessica.


"Ah ... Iya". Ujar Jessica.


"James, ini kartu debit Kamu pegang. Semua kebutuhan bisa Kamu beli menggunakan ini". ujar Eriska memberikan sebuah kartu debit eksklusive tanpa limit kepada James.


James menerimanya. "Baik Nyonya". ujar James.


"James, hati-hati Jessica suka menggigit". Teriak Eriska.


"Eriska". Jessica melototi Eriska.


Jessica dan James masuk kedalam mobil. James yang mengemudi.


"Sudah siap Nona?". Tanya James.


"Iya, ayo kita jalan". Ujar Jessica.


James pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Oh iya James jangan panggil saya Nona. Saya kan bukan majikanmu. Panggil saja Jessica atau Jessy". Ujar Jessica yang memulai pembicaraan.


"Tapi anda kan sahabat Nyonya Saya". Ujar James yang masih fokus menyetir.


"Ya tetap saja Kamu bisa panggil Jessica karena saya bukan bos kamu". Ujar Jessica .


"Baiklah Jessica". Ujar James


Jessica Tersenyum mendengarnya.


"Kami dulu satu Universitas, setelah lulus, Tuan Dior ternyata sangat sukses lalu Tuan meminta saya menjadi kepala pelayan dirumahnya. Tanpa berfikir Saya terima. Sejak dari situ saya bekerja dengan tuan Dior sampai sekarang". Ujar James bercerita.


"Oh begitu, jadi kalian teman satu university. Lalu kenapa kamu tidak mencari pekerjaan di hotel besar? Kenapa malah menjadi kepala pelayan? Atau jadi model saja. Kamu sangat tampan". Jessica tiba-tiba menghentikan perkataan nya.


Mulut bodoh tidak bisa dijaga. Jessica memukul mulutnya sendiri.


James hanya tersenyum. "Bekerja dengan Tuan Dior adalah suatu keberuntungan daripada bekerja dihotel megah sekalipun". Ujar James.


"Ahhhh maaf Nona, Saya jadi banyak bicara". Ujar James tidak enak.


"James, panggil saya Jessy. Kamu bisa anggap saya teman. Jangan sungkan seperti itu". Ujar Jessica


"Terimakasih Jessy, sebenarnya Saya tidak pernah memiliki teman wanita sebelumnya. Jadi Saya kurang tahu harus bagaimana". Ujar James.


"Oh ya? Apa Kamu punya pacar?". Tanya Jessica tiba-tiba yang membuat nya berdebar.


"Belum. Sejak bekerja dengan Tuan Dior hari-hari saya hanya dirumah Tuan. kembali kerumah keluarga pun bisa 1 bulan sekali jadi saya tidak sempat memiliki waktu untuk bertemu wanita". Ujar James.


Asik ada kesempatan. Jessica bersorak dalam hati.


Tak lama Mereka pun sampai di Mall. James memarkirkan mobilnya lalu Jessica dan James keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam mall.


"Ini salah satu mall terbesar di kota ini. Semua keperluan apapun ada sampai brand kenamaan dunia pun semua ada disini". Ujar Jessica menjelaskan.


Saat Mereka asyik berbincang dan berjalan, tiba-tiba seseorang memanggil nama Jessica.

__ADS_1


"Jess Jessica". Teriak seorang pria cukup tampan mendekati Jessica dan James.


Aduh sialan si Rio, kenapa harus bertemu disini. Gumam Jessica dalam hati.


"James bisakah Kamu menolongku?". Tanya Jessica.


"Tolong apa?". Tanya James.


"Disana ada pria menyebalkan yang selalu mengejarku, bisakah Kamu berpura-pura jadi pacarku? Aku mohon padamu. Dia sangat mengganguku". Jessica menggenggam tangan James.


Ada perasaan aneh saat Jessica menggenggam tangan James, jantung James berdetak sangat cepat. Ini pertama kalinya untuk James menggenggam tangan perempuan.


"Jessica, Aku telepon kenapa tidak pernah diangkat. Aku merindukanmu". Ujar Rio mendekat.


"Eh cowok gila! Jauh-jauh dariku. Kamu tidak lihat Aku sedang berjalan dengan pacarku?". Ujar Jessica menggenggam tangan


"Pacar?? Hahahahahaha Jess Jess Aku sudah mengikutimu hampir setiap hari. Aku tidak pernah melihatmu dekat dengan pria. Apalagi Dia". Ujar Rio tak percaya.


"Ya Dia kan tinggal di Perancis. Baru kemarin Dia datang untuk melamar ku". Ujar Jessica gugup


"Buktikan jika Dia memang benar pacarmu". Ujar Rio.


"Bagaimana Aku membuktikan?". Tanya Jessica.


"Cium Dia". Jawab Rio.


"Apa? Kamu gila ya? Ditempat umum seperti ini?". Jessica kaget dan bingung.


"Jika Kamu tidak berani berarti Dia bukanlah pacarmu". Ujar Rio.


Cowok bedebah! Apa yang harus ku lakukan sekarang?. Jessica merasa sangat bingung.


"Jika memang Dia bukan pacarmu, Aku akan terus mengejarmu". Ujar Rio.


Jessica menatap James. "James, menunduklah". Ujar Jessica


James menunduk. "Apa yang terjadi?". Tanya James.


"Maafkan Aku". Jessica lalu mencium bibir James.


James yang tiba-tiba dapat serangan sangat terkejut. Jessica melepas ciumannya.


"Puas! Sekarang jangan pernah muncul dihadapanku lagi". Jessica pergi menarik tangan James.


Aduh apa yang Aku lakukan? Pasti James berfikir yang aneh-aneh padaku. Ujar Jessica merasa bersalah pada James.


"James, Maafkan Saya. Dia adalah pria sakit jiwa yang terus mengejar saya. Jika saya tidak melakukan itu, Dia akan terus mengejar saya setiap hari". ujar Jessica tidak enak kepada James. "James. Aku bisa menebus kesalahanku ini dengan apapun yang Kamu minta. Tapi saya mohon maafkan saya". Jessica benar-benar merasa tidak enak pada James.


"Tidak apa-apa Jessica, saya mengerti. lupakan saja. Anggaplah itu tidak pernah terjadi". ujar James.


"Terimakasih James". ujar Jessica.


Ada rasa sedih dalam hati Jessica saat James mengatakan untuk melupakan kejadian itu.


Bagaimana Aku bisa melupakannya? itu adalah ciuman pertamaku. ujar Jessica dalam hati.

__ADS_1


Merekapun berjalan menuju department store untuk membeli barang-barang.


__ADS_2