Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (11)


__ADS_3

Sore hari saat Eriska pulang, terlihat Dito sudah pulang dari Restaurant. Sejak saat itu, Dito menepati janjinya agar tidak terlalu sibuk.


"Assalamualaikum". Eriska mengucapkan salam


"Waalaikumsalam, Kamu baru pulang". Sapa Dito mengecup bibir Eriska.


"Iya sayang, hari ini lumayan sibuk dan Aku habis menyelesaikan drama antara Surya dan Stefanie". Ujar Eriska yang duduk di sofa sambil memijat bahunya yang terasa pegal.


Dito pun memijat bahu Eriska


"Uhhh suamiku ini memang luar biasa". Eriska mengelus pipi Dito.


Dito hanya tersenyum sambil terus memijat bahu Eriska.


"Stefanie mengundurkan diri". Ujar Eriska pada Dito.


"Mengundurkan diri? Kenapa?". Tanya Dito terkejut.


"Dia akan pulang ke Inggris sekarang. Dia bilang waktu Dia sudah habis. Ini saatnya Dia menepati janjinya untuk meneruskan mengelola hotel". Jawab Eriska.


"Kapan Dia pulang?". Tanya Dito.


"Lusa". Jawab Eriska.


"Lalu bagaimana hubungan Dia dengan Surya?". Tanya Dito.


"Ih sayang, Kamu kenapa seperti wartawa gitu sih?". Eriska memukul paha Dito.


"Hahahahahaha memang kenapa jika Aku bertanya apa tidak boleh?".


"Boleh sih, tapi Aku lelah sekarang Aku mau nya dimanja-manja gitu". Eriska bersandar pada tubuh Dito.


"Masih sore sayang, nanti kalau tiba-tiba Queena masuk bagaimana?". Tanya dito

__ADS_1


"Kamu tuh fikirannya mesum ya. Aku hanya ingin bersandar padamu bukan minta yang aneh-aneh". Ujar Eriska.


"Ah dasar kamu". Dito mencium ujung kepala Eriska.


Eriska yang terlalu nyaman bersandar ditubuh Dito, tak sadar tertidur. Dito yang daritadi bicara merasa aneh tidak ada jawaban hingga Ia membaringkan Eriska dipangkuannya.


"Astaga, Dia tertidur". Ujar Dito tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Pantas Dia tidak menjawabku. Sepertinya Dia sangat lelah hari ini".


Dito mengangkat tubuh Eriska lalu memindahkannya keatas tempat tidur.


"Tubuh Eriska semakin ringan saja sejak kembali bekerja. Kasihan Istriku. Tapi, makin hari makin cantik saja". Ujar Dito yang duduk disamping Eriska memandangi Eriska.


Dito mengecup bibir Eriska dengan lembut. Eriska tidak bergerak sama sekali. Lalu Dito melepas ciumannya.


"Ah bahaya memandangi Dia terus. Ada yang meronta-ronta. Lebih baik Aku mandi". Dito pergi meninggalkan Eriska.


Selang 30 menit Adzan Maghrib berkumandang. Dito keluar dengan menggunakan baju koko dan sarung.


Eriskan terbangun. "Bangun sayang, ini sudah maghrib". Ujar Dito.


Eriska terduduk. Melihat Dito lalu tersenyum.


"Kenapa?". Tanya Dito.


"Melihat Kamu seperti ini aku merasa damai". Ujar Eriska. "Sehabis sholat, bacakan Surat Ar-Rahman ya".


Dito tersenyum. "Yasudah Kamu bersihkan tubuhmu dulu. Aku akan menunggumu di mushollah". Ujar Dito.


"Baik sayang". Jawab Eriska tersenyum.


Dito berjalan keluar menuju Mushollah. Sejak kelahiran Queena, akhirnya salah satu kamar dilantai atas dijadikan Mushollah oleh Eriska. Ada tempat untuk berwudhu juga. Setiap Subuh, Maghrib dan Isya. Semua yang ada dirumah Eriska sholat berjamaah.


Rumah Eriska terasa damai sejak kehadiran Dito. Tidak ada lagi bau alkohol sejak Eriska berhenti pergi ke club dan berhenti minum.

__ADS_1


Semua sudah berkumpul dari Birowo, Dito, James, Rara, Bi Inah, dan para Pelayan lainnya bahkan Queena sudah mulai diajarkan Sholat. Mereka hanya tinggal menunggu Eriska yang belum datang juga.


Tak lama Eriska masuk dengan menggunakan mukena polos berwarna Navy, Dito sangat terpanah melihat Eriska dengan menggunakan Mukena. Dito Sangat berharap Eriska mulai berhijab namun Eriska selalu mengatakan belum siap. Dito pun tidak ingin memaksa Eriska. Dito tidak mau Eriska berhijab karena paksaan. Meski begitu, Dito selalu berusaha mengajak Eriska untuk hijrah.


Semua sudah siap.


"James Kamu yang jadi Imam ya". Ujar Dito


"Saya Tuan? Maaf Tuan saya tidak pantas. Saya hanya bawahan Tuan". Ujar James.


Dito tersenyum menepuk pundak James. "James, menjadi seorang Imam itu bukan tergantung Kamu kerja apa, Kamu sekaya apa, apa statusmu, bukan James. Menjadi Imam memang ada syaratnya. Yang pertama itu dewasa, yang ke dua sudah sunat, yang ketiga tahu bacaan sholat dan tahu gerakan sholat. Alhamdulillah Kamu sudah memiliki semua itu. Jadi, sekarang Kamu yang jadi Imam. Katanya mau jadi Imam nya Jessica, Tapi jadi Imam sholat saja Kamu ragu. Ato cepat Kamu yang jadi Imam ya". Ujar Dito.


James pun maju kedepan. Ia merasa sangat gugup namun Ia berusaha untuk menjadi Imam yang baik.


Sholat berlangsung dengan Khidmat. James membacakan Surah pun cukup bagus meski tercampur logat Perancis nya. Setelah sholat merekapun berdoa. Berdoa atas bersyukur nya hari ini, berdoa keinginan diesok hari dan berdoa untuk orang yang dicintai.


Setelah selesai, semua kembali ke tempat masing-masing kecuali Birowo, Dito, Eriska dan Queena. Dito telah berjanji akan membacakan Surah Ar-Rahman untuk Eriska. Queena berada dipangkuan Dito dengan menggunakan mukena berwarna navy sama dengan Eriska. Dito pun mulai membacakan Surah Ar-Rahman. Eriska, Birowo dan Queena mendengarkan Dito yang sedang membaca Ayat Qur'an. Mereka sangat tersentuh dengan Surat Ar-Rahman ini. Queena yang selalu mendengar sejak hamilpun menyukai Papa nya membacakan untuk nya.


Eriska meneteskan air mata. Betapa selama ini Ia tidak bersyukur dengan apa yang Dia miliki. Selalu merasa diri paling benar. Angkuh dan sombong.


Ya Allah maafkan segala kesalahan yang Aku buat. Ujar Eriska dalam hati.


Setelah selesai, Mereka kembali untuk menunggu makan malam. Eriska, Dito dan Queena menghabiskan waktu di kamar Eriska. Dito sedang mengajarkan kembali bahasa Perancis pada Queena. Sedangkan Eriska, bersandar dibahu Dito.


"Kamu kenapa?". Tanya Dito yang melihat Eriska hanya diam.


"Tidak apa-apa, Aku hanya lelah". Jawab Eriska.


"Yasudah istirahatlah". Dito mencium ujung kepala Eriska.


"Memelukmu membuatku damai". Eriska memeluk erat tangan Dito.


Dito hanya tersenyum mengusap pipi Eriska

__ADS_1


__ADS_2