
"Assalamualaikum sayangku". Dito mengucap salam diujung telepon.
"Waalaikumsalam. Sayang Kamu sedang apa? Aku rindu kamu". Rengek Eriska.
"Sedang memikirkanmu. Aku juga rindu padamu". Ujar Dito.
"Sayang pulang dong".
"Pulang? Ini baru jam 12 sayang. Pekerjaanku masih banyak". Jawab Dito.
"Kamu berikan saja tugasmu kepada Tita". Ujar Eriska.
"Tita juga sedang sibuk sayang".
"Kamu begitu deh sejak bekerja di hotel sangat sibuk bahkan sering pulang terlambat". Ujar Eriska ngambek.
"Sayang kan Aku disini menggantikanmu. Kamu tahu sendiri pekerjaanmu bagaimana". Ujar Dito.
"Aku gak mau tahu, Kamu pulang sekarang atau Aku tidak mau bertemu Kamu". Ancam Eriska.
"Ancamannya begitu deh. Yasudah Aku pulang sekarang". Ujar Dito.
"Begitu dong. Itu baru suamiku. Aku tunggu dirumah dalam waktu satu jam ya Mmuuaachhh". Ujar Eriska menutup telepon.
"Haduh dasar Ibu hamil semua harus dituruti". Dito beranjak dari kursi nya keluar ruangan menuju ruangan Tita.
"Ta, Kakak pulang dulu ya. Tuan Ratu menyuruh kakak pulang". Ujar Dito.
"Loh kak itu kerjaan belum selesai". Ujar Tita.
"Ya mau bagaimana lagi? Jika kakak tolak kemauan Nyonya Eriska bisa tidur diluar kakak". Jawab Dito. "Kamu selesaikan tugas kakak ok. Assalamualaikum". Dito pergi dari ruangan Tita.
"Ah dasar. Tahu begini buat apa kak Dito bekerja disini". Gerutu Tita.
Dito pun pergi dengan segera. Tidak lupa membawa Macaroon yang chef Niall buat.
•••••••
Jessica dan James telah sampai dirumah Eriska.
" Kalian dari mana? Lama sekali?". Tanya Eriska.
"Macet Ka". Jawab Jessica.
"Ayo masuk". Eriska mengajak Jessica masuk.
Mereka masuk kedalam rumah.
"Bik buatkan juice jeruk ya". Ujar Eriska kepada Bi Inah.
"Baik Non". Jawab Bi Inah.
"Gimana hubungan kamu dengan James?". Tanya Eriska.
"Dia merespond baik sih tapi Dia hanya menganggapku temannya saja". Ujar Jessica murung.
"Ah jangan patah Semangat gitu. Mana Jessica si penggoda? Masa tidak bisa menggoda James?". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Ka, perasaanku pada James berbeda. Entah kenapa Aku tidak bisa menggoda nya seperti ke pria lainnya. Malah Aku yang malu". Jawab Jessica.
"Tadi Aku ajak Dia untuk jalan-jalan tapi dia belum menjawab. Dia bilang Dia belum tahu kapan Dia libur". Jessica menyandarkan wajahnya diatas meja makan.
"Apa Aku benar-benar mencintai Dia ya?". Tanya Jessica.
"Tenanglah Jess Aku akan menolongmu". Eriska mengelus kepala Jessica.
Pertama Kali Eriska melihat Jessica murung karena laki-laki. Dia akan Berusaha mendekatkan Jessica dan James.
Tak lama Dito pulang.
" Assalamualaikum. Sayang Aku pulang ". Dito berjalan masuk kedalam rumah mencari Eriska.
"Waalaikumsalam. Aku diruang makan". Sahut Eriska.
"Loh ada Jessica. Kalau ada Jessica kenapa kamu suruh Aku pulang? Masih banyak pekerjaan dihotel loh". Ujar Dito
"Aku mau nya ditemani Kamu bukan Jessica". Ujar Eriska
"Terus buat apa Kamu suruh Aku kemari? Melihat kemesraan kalian?". Tanya Jessica.
" ssstttt kamu diam. James, James ". Eriska memanggil James.
"Iya Nyonya". James menghampiri Eriska.
"James ganti pakaianmu dengan yang lebih casual. Kamu bisa pergi dengan Jessica. Aku ingin berduaan dengan suamiku jadi Kamu tidak boleh disini". Ujar Eriska memeluk pinggang Dito yang sedang berdiri.
Jessica yang awalnya murung berubah ceria.
"Ah baik Nyonya". Ujar James pergi mengganti baju.
Tak lama James keluar dengan menggunakan celana jeans hitam Se lutut dengan hoddie berwarna navy dengan memakai topi Hitam terlihat sangat tampan sampai Jessica terpesona.
"Khhmmmm. Sadar Jess". Eriska membuyarkan lamunan Jessica.
Dito hanya tertawa melihat tingkah mereka.
"Yasudah kalian bisa pergi sekarang". Ujar Eriska.
"Ayo kita pergi". Ujar James kepada Jessica.
James dan Jessica pun berjalan keluar. Jessica menoleh ke belakang.
"Semangat". Bisik Eriska pada Jessica.
Jessica memberi kiss jauh pada Eriska.
Setelah Jessica dan James pergi, Dito mengangkat tubuh Eriska menuju kamar.
Didalam kamar, Dito merebahkan tubuh Eriska diatas tempat tidur. Dito berada diatas tubuh Eriska duduk samping tubuh Eriska.
"Sepertinya tadi ada yang sangat merindukanku". Ujar Dito tersenyum.
Eriska menarik dasi Dito lalu mencium Dito sangat dalam begitu juga Dito membalas ciuman Eriska.
Eriskapun melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Istriku semakin lama semakin ganas ya". Goda Dito.
Eriska hanya memukul pelan bahu Dito dengan tersenyum malu.
"Oh ya, Aku membawakan Macaroon untukmu". Dito mengambil paper bag yang Ia bawa.
Eriska tersenyum dan menerima makanan yang dibawa Dito. Eriska memakan Macaroon nya.
"Ini bukan Kamu yang buat ya?". Tanya Eriska.
"Ini buatan Chef Niall". Ujar Dito
"Aku fikir Kamu yang membuatnya". Eriska menaruh kembali macaroonnya.
"Loh bukannya Kamu menyukai Macaroon buatan chef Niall? Saat Aku bertanding dengannya Kamu bilang Macaroon ku tidak enak".
Eriska hanya tertawa.
"Kenapa Kamu tertawa?". Tanya Dito.
"Maafkan Aku soal kejadian itu. Sebenarnya Macaroon Kamu yang terenak. Karena Aku gengsi, Jadi Aku bilang Macaroon chef Niall yang menang". Ujar Eriska tertawa kecil.
"Oh pintar sekali ya Nona Eriska ini". Ujar Dito menarik hidung Eriska.
" awww sakit sayang". Eriska mengelus hidung nya.
Dito bersandar ditempat tidur lalu Eriska bersandar ditubuh Dito. Dito mengelus perut Eriska yang mulai terlihat menonjol sembari menciumi pipi Eriska.
"Sayang, Kamu jangan ke hotel ya, Aku bosan sendiri dirumah". Ujar Eriska.
"Kasihan Surya dan Tita dong sayang jika Aku tidak membantu mereka". Jawab Dito. "Kan ada James Kamu juga bisa minta Jessica menemanimu atau kak Vita. Papa juga ada disini".
"Tapi Aku tidak bisa manja seperti ini kepada Mereka". Ujar Eriska.
"Semakin hari semakin manja saja Kamu". Dito mencium rambut Eriska.
"Memang kenapa jika Aku manja pada suamiku sendiri? Masa harus manja pada James?". Jawab Eriska ketus. "Sampai Aku melahirkan Kamu harus disampingku". Ujar Eriska.
"Mana bisa begitu sayang, Aku harus mengurus semua bisnis kita kan". Jawab Dito.
"Aku tidak mau tahu, jika Kamu menolak, Aku akan pergi bekerja ke hotel". Ancam Eriska.
"Ok Aku tidak akan kemanapun. Aku akan terus memelukmu seperti ini". Ujar Dito memeluk Eriska.
Eriska tersenyum puas. Apa yang Dia mau tercapai.
"Aku lihat wajahmu semakin hari semakin cantik meski tidak menggunakan make up. Mungkin anak kita perempuan". Ujar Dito
"Ah Kamu sok tahu deh". Jawab Eriska.
"Bukan sok tahu tapi kata orang dulu kalau sedang Hamil si Ibu terlihat lebih cantik terus lebih feminim anaknya perempuan". Ujar Dito menjelaskan. "Lihat, sejak Hamil Kamu lebih suka mengenakan rok atau dress daripada celana dan T-shirt".
"Memang ngaruh ya?". Tanya Eriska.
"Ya mungkin". Jawab Dito memeluk Eriska.
Mereka masih mengobrol seputar kehamilan dengan kemanjaan Eriska yang luar biasa. Berbeda dengan situasi di antara James dan Jessica. Mereka masih saling diam. Jessica yang bingung harus membawa James kemana karena Dia sendiri tidak pernah berkeliling kota. Ia hanya tahu night club di Ibu Kota.
__ADS_1
Aku harus bawa dia kemana coba. Ujar Jessica dalam hati yang merasa bingung harus membawa James kemana disiang hari seperti ini.