Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (53)


__ADS_3

"Assalamualaikum". Niall datang kerumah Eriska.


John yang mendengar menghampiri.


"Oh Tuan Niall, apa kabar?". John menjabat tangan Niall.


"Kabar baik John. Rara ada?". Tanya Niall.


"Oh Rara sedang keluar. Sebentar lagi pulang. James tengaj menjemput Mereka". Ujar John. "Masuklah Tuan".


Merekapun masuk. John mempersilahkan Niall untuk duduk diruang tamu.


"Kalau begitu, Saya permisi dulu". Ujar John.


"Terimakasih John". Ujar Niall.


Eriska turun dari tangga. "Siapa yang datang John?". Tanya Eriska.


"Itu Tuan Niall Nyonya". Ujar John.


"Oh cepat sekali Dia kembali. Bi Bi Inah". Panggil Eriska.


"Iya Nyonya". Bi Inah menghampiri Eriska.


"Buatkan segelas minum untuk Tamu". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab Bi Inah lalu pergi.


Eriska berjalan menghampiri Niall. Niall yang melihat Eriska berdiri sebagai rasa hormat.


"Selamat siang Nyonya". Sapa Niall.


"Selamat siang Niall. Silahkan duduk". Ujar Eriska yang duduk dihadapan Niall.


"Terimakasih Nyonya". Ujar Niall lalu duduk.


"Cepat sekali Kamu kembali. Apa semua baik-baik saja?". Tanya Eriska.


"Semua baik-baik saja Nyonya. Saya kembali lebih cepat karena memang semua dipermudah". Ujar Niall tersenyum.


"Syukurlah. Rara sedang mengajak Queena dan Langit ke taman. Mungkin sebentar lagi kembali". Ujar Eriska.


"Iya Nyonya tidak apa-apa". Ujar Niall.


"Apa keluargamu ikut?". Tanya Eriska.


"Tentu Nyonya. Ini juga yang Saya ingin katakan. Nyonya, kemungkinan Kita akan menikah minggu depan. Apa Saya bisa mebooking hall disalah satu hotel Nyonya? Rencana Saya ingin mengadakan pesta pernikahan di Bali Nyonya". Ujar Niall.


"Tentu. Kamu bisa menghubungi Tita untuk lebih lanjut. Saya sangat gembira akhirnya kalian bisa meresmikan pernikahan kalian". Ujar Eriska.


"Terimakasih Nyonya. Begini Nyonya, Rara masih tidak ingin berpisah dengan Queena. Ia masih ingin bekerja menjaga Queena. Jadi Saya .......". Ujar Niall menjelaskan pada Eriska.


"Jika begitu sangatlah bagus. Saya sangat bahagia jika Rara masih mau menjadi pengasuh Queena. Semoga Dia suka dengan ini semua ya". Ujar Eriska.


Tak lama terdengar mobil datang. Terdengar tawa Queena dan juga Langit.


"Assalamualaikum". Sapa Rara.


"Waalaikumsalam". Jawab Niall dan Rara.


"Niall". Rara terkejut melihat Niall. Ia tak menyangka Suaminya sudah kembali.

__ADS_1


"Rara Kamu apa kabar?". Tanya Niall.


"Ba... Baik". Jawab Rara terbata.


"Nyonya, bisakah Saya membawa Rara dan Langit ?". Tanya Niall.


"Tentu silahkan". Jawab Eriska tersenyum. "Queena Sayang, sekarang kita tidur siang ya". Eriska menggendong Queena.


"Kalau begitu, Kami pamit Nyonya. Permisi Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


Niall, Rara dan Langit pun pergi dari kediaman Eriska.


"Loh mobil Kamu mana?". Tanya Rara.


"Ada dirumah". Ujar Niall.


"Dirumah siapa?". Tanya Rara.


"Rumah Kita". Jawab Niall.


Mereka berjalan dari rumah Eriska. Rara hanya bingung kenapa Niall tidak membawa mobil.


Setelah berjalan beberapa meter, Niall mengajak Rara masuk kesebuah rumah. Rumah yang cukup besar berwarna putih dengan gerbang berwarna hitam setinggi dua meter. Jarak rumah itu hanya berjarak 5 rumah dari rumah Eriska. Maka dari itu Niall mengajak berjalan kaki.


"Ini rumah siapa?". Tanya Rara.


Niall menggandeng tangan Rara. Mengecup kening Rara. "Ini adalah rumah Kita sekarang. Ayo masuk, keluarga sudah menunggu kedatanganmu". Niall mengajak Rara masuk.


Rara merasa gugup ingin bertemu dengan keluarga Niall. Ia takut keluarga Niall tidak suka dengannya. Mereka sampai dipintu utama. Tiba-tiba Rara berhenti.


"Kenapa?". Tanya Niall.


Niall hanya tersenyum. "Mama Papa dan keluargaku tidak seperti yang Kamu bayangkan. Ayo masuk". Niall menarik tangan Rara. Rara masih mematung.


Karena tidak sabar, akhirnya Niall menggendong tubuh Rara. "Langit, ayo Kita masuk". Ujar Niall pada Langit.


"Niall, jangan seperti ini Aku malu". Ujar Rara.


"Salah Kamu sendiri tidak mau berjalan". Niall terus berjalan sembari menggendong Rara.


Mereka sampai diruang tamu. Sudah terlihat banyak keluarga Niall disana.


"Oh Tuhan, lihat pengantin baru Kita". Ujar seorang wanita.


"Ini baru anak Papa". Ujar Papa Niall bangga.


Niall menurunkan Rara. "Kenalkan ini Rara, Istriku". Ujar Niall.


Kedua orangtua Niall juga keluarga menghampiri Mereka.


"Astaga cantik sekali menantu Kita". Ujar Mama Niall menyentuh bahu Rara.


"Rara ini Mama dan Papa". Ujar Niall memperkenalkan kedua orangtuanya.


"Oh selamat siang Tuan dan Nyonya". Rara mencium punggung tangan kedua orangtua Niall.


"Oh manis sekali gadis ini. Sayang, jangan panggil Kita Tuan dan Nyonya, Kami ini mertuamu. Panggil Mama dan Papa". Ujar Mama Niall.


"Baik Mama dan Papa". Ujar Rara tersenyum canggung.

__ADS_1


"Ini siapa?". Tanya Mama Niall melihat Langit.


"Ini Langit anak yang Aku ceritakan". Ujar Niall.


"Langgit?". Tanya Mama


"Langit Ma". Ujar Niall.


"Langgit?". Tanya lagi. "Ahhhh susah sekali. Mama panggil Nichole saja". Ujar Mama Niall.


"Hallo Nichole, Kamu sangat tampan sekali". Mama Niall memeluk dan mencium Langit.


"Dia tidak mengerti English Mama". Ujar Niall.


"Ah Sayang sekali". Ujar Mama Niall. "Yasudah ayo duduk". Mama Niall mengajak Rara dan Langit untuk duduk.


Mereka berbincang banyak hal. Keluarga Niall sangat menyukai Rara menurut Mereka Rara itu sangat unik. Dari cara bicara yang memiliki khas serta sangat sopan. Mereka sering menemukan orang Indonesia di Inggris tapi tingkah dan cara bicara Mereka terlihat sama dengan orang Inggris lainnya. Saat Niall bercerita tentang Rara, Orangtua Niall sedikit tak percaya. Namun saat Mereka bertemu, Rara benar-benar berbeda dari Mereka.


"Kami pamit untuk melihat-lihat rumah dulu ya. Langit, Kamu disini dulu ya sebentar". Ujar Niall. Langit hanya mengangguk.


"Kan bisa bawa Langit". Ujar Rara.


"Sudahlah Kamu diam saja". Niall menarik tangan Rara.


Mereka berjalan mengelilingi rumah baru Mereka. Dari ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan, dapur dan halaman belakang yang cukup luas serta ada kolam renang yang tidak terlalu besar.


"Sekarang Kita ke kamar Kita ya". Niall tersenyum menggandeng tangan Rara.


Mereka berjalan ke lantai dua menuju kamar utama. Niall membuka pintu kamarnya. Kamar yang sangat luas dengan tempat tidur king size model minimalist namun terlihat sangat modern. Ada sofa juga meja disudut kamar. Lalu ada ruang ganti pakaian serta lemari pakaian yang menyatu dengan kamar mandi. Serta memiliki balkon yang cukup luas. Setelah melihat-lihat, Mereka duduk diatas tepat tidur Mereka.


"Bagaimana? Kamu suka?". Tanya Niall.


"Ini mah lebih dari suka atuh Kang, kepikiran punya rumah mewah seperti ini saja tidak pernah". Ujar Rara tertawa kecil


"Ini semua adalah kerja kerasku untukmu Sayang". Niall mendekati Rara. "Aku sangat merindukanmu". Niall mengecup lembut bibir mungil Rara. Rara yang merindukannya juga membalas ciumannya. Ciuman yang cukup lama hingga Mereka melepas ciumannya.


"Sayang, mulai hari ini Kamu tinggal disini ya". Niall mengelus pipi Rara.


"Kita kan sudah janji akan tinggal bersama saat menikah resmi". Ujar Rara.


"Ra, kita tidak tinggal hanya berdua akan ada keluargaku. Apa yang akan Mereka fikirkan jika Kamu tinggal dirumah Nyonya? Ayolah Sayang jangan buat keluargaku merasa aneh. Aku janji tidak akan melakukan apapun kepadamu sebelum menikah resmi. Hanya Kamu tinggal bersamaku disini. Lagipula rumah Nyonya sangat dekat Kamu bisa pergi pagi dan pulang malam. Aku akan mengantarmu. Siang hari Kamu bisa kemari bersama Nona Queena". Niall memohon.


Rara berfikir, benar juga. Keluarga Niall sudah tahu Dia Istrinya Niall jika tidak tinggal bersama akan merasa aneh.


"Baiklah Aku akan tinggal disini". Ujar Rara tersenyum


"Terimakasih Sayang". Niall memeluk erat tubuh Rara.


"Oh ya, Kita akan menikah sekitar 10 hari lagi dan Kita akan menikah diBali". Ujar Niall.


"Di Bali?". Tanya Rara.


"Iya diBali. Keluargaku ingin kesana jadi sekalian saja. Kita menikah di KUA sini setelah itu kita ke Bali". Ujar Niall.


"Baiklah". Ujar Rara tersenyum.


Niall kembali memeluk dan mencium Rara.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel ICYA S2.


Jangan lupa untuk Like Komen vote ya untuk menghargai karya Author.

__ADS_1


Follow juga IG author di @mrsa.05 karena selalu ada kisah dibalik semua karya Author dan akan ada kisah tentang novel baru lanjutan ICYA S2 yang Aunthor akan buat.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2