
Eriska dan rombongan telah sampai di Hotel baru nya. dengan desain yang mewah dan elegant hotel ini adalah hotel terbaik yang dimiliki Eriska. Ini adalah kerja keras Eriska selama Lima tahun.
Eriska dan rombongan turun dari mobil. disambut oleh semua karyawan dengan bungan selamat datang. Eriska senyum sumringah melihat hotel impiannya telah rampung.
mereka masuk kedalam lobby. terlihat desain ala kerajaan perancis yang terkenal dengan kemegahan Dan keromantisan nya.
"Luar biasa hotel yang kau buat". ujar Dito takjub.
Eriska Tersenyum. "Ini adalah impianku yang terwujud". ujar Eriska.
"Papa kalian bisa langsung ke kamar untuk istirahat. Aku sama Dito harus mengecek persiapan besok". ujar Eriska.
"Baiklah. kalian jangan terlalu lelah. sudah ada yang bertanggung jawab atas acara ini". ujar Birowo.
Semua pergi menuju kamar masing-masing.
Tak lama ponsel Eriska berdering.
"Eriskaaaaaaaa kurang ajar. kenapa kamu meninggalkan aku?". teriak Jessica dalam telepon.
"Astaga, Jessica maaf Aku lupa Kamu tertinggal". ujar Eriska.
"Jahat Banget Kamu padaku". Rengek Jessica.
"Maafkan Aku. Aku sangat sibuk jadi lupa. Aku akan meminta Surya untuk memesankan tiket untukmu besok OK". ujar Eriska membujuk.
"Ok Kali ini Aku maafkan". balas Jessica.
Eriska pun menutup telepon saat penanggung jawab acara menghampiri.
" Selamat malam Nyonya Dan Tuan". menyapa Dito Dan Eriska.
"Bagaimana dengan persiapan besok?". Tanya Eriska.
"Semua berjalan dengan baik. Namun ada satu kendala". ujar penanggung jawab sedikit ragu.
"Ada apa?". Tanya Eriska.
"Nyonya telah mengundang kedubes perancis untuk besok. Namun koki disini tidak ada yang bisa membuat hidangan Perancis". ujar Penanggung jawab.
__ADS_1
"Apa??? berapa banyak Chef yang kita punya? masa satu orang pun tidak bisa?" ujar Eriska kesal.
"Mereka telah mencoba membuat namun rasanya jauh Dari selera mereka".
"Ahhhh kenapa kalian baru bilang? mereka adalah salah satu tamu VIP kita. Kenapa kamu sangat bodoh seperti ini? kenapa kamu tidak mengatakan dari kemarin?". Eriska sangat panik dan kesal.
"Tenang lah". Dito Berusaha menenangkan.
"Bagaimana bisa tenang? Suatu kebanggaan mereka bisa hadir di acara ini. Jika kita tidak bisa memberikan service yang baik, bagaimana mereka bisa menilai hotel kita". ujar Eriska panik.
"Biar Aku yang membuat untuk mereka". Ujar Dito.
"Apa ?? kamu?? memang Kamu bisa? Chef yang bersetifikat saja tidak ada yang bisa. apalagi kamu". ujar Eriska kurang yakin.
"Percayalah padaku". Ujar Dito.
Eriska masih kurang yakin pada Dito. Selera mereka sangatlah tinggi. Eriska takut Dito malah mengahancurkan nama baiknya.
"Tidak.. Tidak Kamu tidak bisa membuat nama baikku tercoreng. Aku tidak ingin mengambil resiko". Ujar Eriska.
"Kamu, kerahkan semua Chef untuk membuat hidangan Perancis. Jika kalian membuat kecewa, semua akan saya pecat!". ujar Eriska meninggalkan penanggung jawab acara.
"Sabarlah sayang. Semua akan baik-baik saja". Dito mencoba menenangkan Eriska.
Sampai di resepsionis, Eriska meminta kunci kamarnya bersama Dito.
"Selamat malam nyonya, ini kunci kamar milik nyonya". Resepsionis memberikan kartu kamar kepada Eriska.
Eriska Dan Dito pun pergi.
"Hari ini sungguh sangat melelahkan". Eriska memijat punggung lehernya.
"Mau Aku bantu pijit gak?". ujar Dito dengan wajah yang mencurigakan.
Eriska memicingkan matanya merasa tidak suka dengan apa yang Dito katakan.
setelah menggunakan lift, Eriska Dan Dito sampai di lantai 2 menuju kamar VVIP.
mereka berjalan menyusuri lorong. hanya ada ada beberapa ruangan di lantai ini karena lantai 2 khusus ruangan VIP Dan VVIP.
__ADS_1
Seperti peraturan di Bali, yang tidak memperbolehkan membangun hotel pencakar Langit. Jadi Eriska membuat 2 desain. Hotel Dan cottage premium.
"Sampai juga akhirnya". Eriska membuka pintu kamarnya.
Ia berjalan menuju sofa lalu membuka heels nya Dan mengganti dengan sandal ruangan.
Dito pun melakukan hal sama.
Eriska berjalan menuju kamar mandi.
"Berendam enak sepertinya". ujar Eriska.
Eriska pun barendam dalam Bathtub yang sangat mewah itu.
setelah satu jam berlalu, Dito merasa bingung kenapa Eriska masih belum keluar juga.
"Wanita ini. kenapa mandi saja bisa 1 jam lebih". Ujar Dito.
Dito pun berjalan menuju kamar mandi.
"Eriska, Eriska. kenapa kamu lama sekali mandi nya? Aku juga mau mandi". Dito mengetuk pintu kamar mandi.
Tidak ada jawaban.
" Eriska". Dito masih mengetuk pintu.
"Kenapa Dia tidak menjawab? Ah jangan-jangan dia tertidur lagi dalam Bathtub". ujar Dito Panik.
Dito mencoba membuka pintu karena biasanya Eriska tidak pernah mengunci pintu kamar mandi.
Ia masuk kedalam kamar mandi yang sangat luas itu bahkan lebih luas dari kamarnya sendiri. Ia menuju Bathtub Dan ternyata benar Eriska tertidur lagi dalam bathtub.
"Astaga Dia tertidur lagi". Dito menepuk Dahi nya.
sudah kesekian kalinya Dito menemukan Eriska tengah tertidur didalam bathtub.
Itu adalah kebiasaan buruk Eriska. Saat Ia merasa sangat lelah lalu berendam, Ia selalu tertidur.
Dito selalu membangunkan Eriska, meski ujungnya mereka selalu bertengkar namun jika tidak begitu, mungkin Eriska akan tenggelam dalam bathtub.
__ADS_1
"apa yang harus Aku lakukan?". Dito merasa bingung.