Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 154


__ADS_3

"Astaga! Jam berapa ini". Eriska melihat jam sudah menunjukkan pukul 5.30 sore. Eriska mengambil ponselnya Ia melihat banyak pesan dari Jessica. Lalu Eriska menelepon Jessica.


"Hey Ka kemana saja Kamu? Aku telepon tidak diangkat". Ujar Jessica diujung telepon.


"Maaf Jess Aku ketiduran. Bagaimana dengan hadiahnya?". Tanya Eriska.


"Sudah. Karena Kamu tidak menjawab jadi Aku pilih yang menurutku bagus". Jawab Jessica.


"Yasudah Kamu dimana sekarang?". Tanya Eriska.


"Aku jalan mau pulang. Aku pulang dulu nanti malam Aku pergi ke hotel menaruh kado nya. Kalau sekarang Aku taruh Dito akan melihatku nanti Dia curiga". Ujar Jessica.


"Yasudah bilang James dalam satu jam harus sudah sampai. Aku akan bersiap menuju hotel". Ujar Eriska.


"Baiklah". Jessica menutup telepon.


Eriska pun bersiap untuk pergi ke hotel. Ia mandi lalu memilih baju yang terlihat lucu.


Eriska menggunakan rok payung selutut motif bunga dengan kaos polos pendek dengan rambut diikat terlihat sangat manis. Eriska terlihat seperti anak muda jauh dari usia nya yang cukup dewasa. Yang biasanya menggunakan sepatu kets atau sandal, sekarang Eriska sering menggunakan flat shoes yang lucu. Sejak hamil penampilannya sangat anggun dan menggemaskan.


"Bagaimana Dito tak Mencintaiku jika Aku selalu terlihat cantik seperti ini". Ujar Eriska berbangga diri melihat pantulan dirinya di cermin.


"Awwww". Eriska meringis kesakitan.


"Anak ini selalu menendang dengan keras". Ujar Eriska masih meringis kesakitan namun Ia tahan karena menurut dokter itu hal wajar.


Eriskapun berjalan keluar dengan membawa tas ransel yang berisi perlengkapan untuk tidur malam serta membawa Gaun miliknya dan Jas milik Dito untuk acara ulang tahun Dito.


Eriska turun dari tangga dengan hati-hati. James yang melihat langsung berlari menolongnya.


"Nyonya, berikan tas kepadaku". James mengambil tas yang dibawa Eriska.


"Terimakasih James". Ujar Eriska.


James pun membantu Eriska turun dari tangga sampai ke mobil.


Didalam mobil


"Nyonya kita langsung ke hotel atau ingin pergi ke suatu tempat dulu?". Tanya James.


"Kita langsung saja ke hotel". Jawab Eriska.


"Baik Nyonya". Ujar James.


James pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang keluar dari kediaman Eriska.

__ADS_1


45 menit berlalu, Eriska sampai dihotel. Ia turun dari lobby. Di lobby sudah ada Dito yang menunggu.


"Ma Shaa Allah cantik sekali Istriku ini". Dito mencium kening Eriska.


"Bagaimana harimu sayang?". Tanya Dito yang membantu Eriska berjalan menuju kamar VVIP.


"Ya hanya berbincang dengan Jessica lalu tidur siang". Ujar Eriska.


"Oh Jessica menemanimu?". Tanya Dito.


"Iya, Aku yang meneleponnya. Aku juga bosan sendiri dirumah. Meski ada Papa dan James Aku juga butuh teman wanita untuk berbicara". Ujar Eriska.


"Yasudah Kamu pelan-pelan jalannya". Dito terus menggandeng dan merangkul bahu Eriska.


Sampailah mereka di kamar VVIP. Dito membuka pintu lalu membawa Eriska masuk.


"Tenanglah, Kamu seperti bawa nenek tua saja". Ujar Eriska geram karena orang selalu membantunya berlebihan.


Mereka duduk diatas tempat tidur.


"Sayang, ini perasaanku saja atau perutmu ini agak turun? Aku sangat merasa khawatir denganmu. Kenapa kita harus menginap disini? Kita kan bisa tidur dirumah". Ujar Dito.


"Masa sih perutku turun? Mungkin perasaanmu saja". Ujar Eriska mencoba mengelak. "Aku kan mau berduaan denganmu disini apa tidak boleh?". Eriska bersandar pada bahu Dito.


"Ya boleh saja, Tapi tidak seperti biasanya kamu mau berduaan dihotel". Ujar Dito.


"Aku mencintaimu". Ujar Eriska lalu mencium Dito kembali. Ciuman yang lembut itu saling bersahut-sahutan.


"Sayang, sudah ya. Ini sudah mau Isya nanti kita lanjutkan kalau sudah malam". Ujar Dito menghentikan ciuman Eriska.


Eriska hanya tersenyum dan mengangguk.


Dito beranjak dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Dito mengganti baju. Ia membuka tas yang dibawa Eriska.


Dito bingung kenapa Eriska membawa Gaun pesta nya dan juga Jas miliknya. Ia lupakan dulu lalu menggunakan baju kaos hitam polos dengan celana olahraga panjang. Setelah selesai mandi, Dito menghampiri Eriska.


"Sayang, kenapa kamu bawa Gaun pesta juga Jas ku?". Tanya Dito.


Sial! Aku lupa menyimpannya. Gerutu Eriska dalam hati.


"Ah Kamu tahu kan Hall G akan ada pesta pernikahan? Itu temanku. Dia juga mengundangku Aku lupa memberitahu padamu". Ujar Eriska berbohong.


"Oh Dia temanmu?". Tanya Dito.


"Iya sayang. Teman saat di night club". Ujar Eriska tertawa kecil.

__ADS_1


"Kamu mau makan malam sekarang?". Tanya Dito.


"Boleh, tapi dikamar saja ya. Aku malas keluar". Ujar Eriska.


"Yasudah Aku telepon Stefanie untuk membuat makan malam untuk kita. Kamu mau apa?". Tanya Dito.


"Aku mau Iga Bakar dengan nasi dan sambal. Jika Stefanie tidak bisa membuatnya suruh Chef lain yang membuatnya". Ujar Eriska.


"Baiklah sayang". Dito pun mengambil telepon hotel lalu menelepon kebagian dapur.


"Halo Stefanie". Dito menyapa.


"Iya Tuan Dito ada yang bisa dibantu?". Tanya Stefanie.


"Stevie, Eriska sedang ingin makan Iga Bakar dengan nasi dan juga sambal. Apa Kamu bisa membuatnya? Jika tidak bisa Kamu bisa suruh Chef lain membuatkan". Ujar Dito.


"Tenang Tuan, saya bisa membuatnya. Saya sudah belajar soal ini saat di Malaysia. Dalam 45 menit akan kami antarkan". Ujar Stefanie diujung telepon.


"Baiklah. Terimakasih Stefanie". Dito pun menutup telepon nya.


"Bagaimana sayang?". Tanya Eriska.


"Stefanie bilang Dia bisa membuatnya. Dia dapat ilmu membuat iga Bakar di Malaysia". Ujar Dito tertawa.


"Kenapa Kamu tertawa?". Tanya Eriska.


"Tidak, Aku hanya salut pada Stefanie bisa membuat makanan apa saja". Ujar Dito.


"Dia memang hebat. Sudah sini Aku ingin memelukmu". Eriska memanggil Dito untuk mendekat. Dito pun mendekat.


Dito duduk bersandar di tempat tidur lalu Eriska bersandar dibahu Dito.


Dito mengelus perut Eriska. Merasakan gerakan anaknya. "Dia makin aktif ya. Aku selalu merasakan pergerakannya". Ujar Dito.


"Iya sayang. Itu juga kadang membuat perutku sakit". Ujar Eriska.


Dito mencium kepala Eriska. "Aku makin cinta padamu. Rasa sakit yang Kamu rasakan saat mengandung anak kita, Aku akan ganti dengan cintaku yang semakin besar. Kalian berdua adalah orang yang paling Aku cintai". Dito memeluk tubuh Istrinya.


"oh ya? saat bayi kita lahir apa Kamu akan semakin mencintaiku?". tanya Eriska.


"Tentu sayang. Apalagi saat anak kita lahir, Kamu adalah wanita yang paling Aku cintai". Dito mencium pipi Eriska.


"Awas ya jika cintamu terbagi dengan Anak kita". ancam Eriska.


"Hahahahahaha cinta Istri dan cinta anak itu berbeda loh. kenapa kamu jadi mengancam begini?". tanya Dito.

__ADS_1


"Ya kan Katanya biasanya kalau sudah punya anak nanti anak yang paling utama. contohnya saat pulang bekerja biasa yang dicari pertama Kali istri setelah punya anak yang dicari anaknya". ujar Eriska.


"Hahahahahaha pemikiran yang ngawur sudah ah jangan bahas ini seperti tidak ada pembahasan yang lain saja". ujar Dito memeluk tubuh Eriska semakin erat.


__ADS_2