Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 119 (goes to Zürich)


__ADS_3

John telah kembali dengan membawa ice cream yang diminta mengantarkan pada James. James pun telah selesai membuatkan Waffle. James membuka kotak ice cream lalu menaruh diatas waffle. Tidak lupa diberi lelehan caramel diatas nya dan diberi beberapa mulberry.


"Ini Nyonya". James menaruh piring nya dihadapan Eriska.


Eriska melihat Dito yang sedang makan terlihat sangat enak. Ia mengambil piring Dito dan menukarnya.


"Sayang, itu makanan Aku". Ujar Dito


"Aku mau". Ujar Eriska yang mengambil garpu milik Dito juga lalu memakan makanan Dito. "Ini baru enak". Ujar Eriska.


"Itukan punya Kamu masih utuh". Ujar Dito menunjuk makanannya.


"Gak mau, Aku mual lihat yang itu". Ujar Eriska yang masih melahap makanan milik Dito.


"Yasudah Aku makan yang itu". Ujar Dito ingin mengambil sarapan milik Eriska.


"Gak boleh! Kamu makan waffle ini aja". Eriska mendorong piring waffle nya.


"Sayang, Aku gak suka makan ice cream apalagi sepagi ini". Ujar Dito protes.


Eriska telah selesai makan makanan milik Dito. Ia meraih waffle yang James buat.


"Cepat buka mulut". Eriska menyuapi Dito.


"Gak mau sayang, ini masih pagi Aku tidak bisa makan ice cream". Dito menutup mulut nya.


"Cepat buka mulutnya". Eriska terus memaksa.


Dito semakin menutup mulutnya.


Wajah Eriska mulai berubah. Ia ingin menangis air matanya sudah mulai turun.


"Aku benci Kamu". Eriska pergi ke kamar nya.


Liam dan Audrey terlihat sangat bingung. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada Dito dan Eriska.


"Sebentar ya". Dito pergi menyusul Eriska.


Tok! Tok! Tok! Dito mengetuk pintu. "Sayang Kamu kenapa? Buka pintunya. Gak biasanya kamu mengunci pintu". Dito terus mengetuk pintu.


"Pergi kamu Aku gak mau lihat kamu". Teriak Eriska.


"Sayang, Kamu kenapa sih? Pagi ini aneh banget?". Tanya Dito.


Eriska tak menjawab.


"Sayang buka pintunya". Dito terus mengetuk pintu.


Namun tak ada jawaban juga dari Eriska.


"Sayang, Kamu kenapa diam?". Dito mulai Panik.


"James". Teriak Dito.


"James". Dito mencari keberadaan James.


"Ada apa Tuan?". Tanya James.


"Apa ada duplikat kunci kamar? Eriska tidak menjawab Aku panggil". Ujar Dito Panik.


"Saya cari Tuan. Sebentar". James pergi mencari duplikat kunci.


Liam dan Audrey menghampiri. "Ada apa Dior?". Tanya Audrey.


"Eriska mengunci diri. Aku panggil Dia tidak menjawab". Ujar Dito Panik. "Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya". Dito terlihat Panik.


"Kalian berdua bertengkar tadi saat sarapan?". Tanya Liam


"Tidak Liam, Aku cuma tidak ingin makan waffle nya lalu Eriska menangis lalu pergi". Ujar Dito.


"Mungkin dia sedang period". Ujar Audrey.

__ADS_1


"Tidak Audrey Dia tidak sedang period. Lagipula jika iya dia tidak seaneh ini". Ujar Dito yang masih heran dengan Istrinya.


"Tuan, ini kunci duplikat nya". Ujar James memberikan beberapa kunci pada Dito.


Dito mencoba satu per satu kunci. Di kunci ke 5 Ialu bisa membukanya.


"Eriska". Teriak Dito.


Dito melihat Eriska sedang berbaring di kursi. Dito berjongkok melihat keadaan Eriska. Dito membuang nafas dengan lega. "Tidur ternyata Dia". Ujar Dito merasa lega Istrinya tidak apa-apa.


Dito mengangkat tubuh Eriska menuju tempat tidur. Dito merebahkan tubuh Eriska diatas tempat tidur. Ia membelai kepala Eriska dan mencium kening Eriska. "Kamu buat Aku khawatir aja". Ujar Dito. "Tidurlah".


Dito pun kembali keluar.


"Bagaimana dengan Eriska?". Tanya Audrey yang masih khawatir.


"Syukurlah tidak apa-apa Dia hanya tertidur". Ujar Dito.


"Thanks God". Ujar Audrey lega.


Dito, Liam dan Audrey duduk di halaman belakang sembari berbincang ringan. Tak lama Eriska datang.


"Maafkan Aku ya, Aku tadi tiba-tiba pergi". Ujar Eriska


"Tidak apa-apa. Kamu buat kami khawatir tadi". Ujar Audrey.


Dito menarik tangan Eriska hingga Ia terduduk dipangkuan Dito.


"Kamu apa-apaan sih! Malu dengan Liam dan Audrey". Eriska beranjak dari pangkuan Dito dengan wajah kesal.


" tidak apa-apa, hal wajar kok". Ujar Audrey tersenyum.


Eriska duduk agak berjauhan dengan Dito.


"Kamu kenapa sih?". Tanya Dito.


"Gak apa-apa". Ujar Eriska.


"Loh kenapa? Aku ingin duduk disini". Ujar Eriska.


"Kemari". Ujar Dito.


"Gak mau". Jawab Eriska.


Liam dan Audrey tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabat nya itu.


Akhirnya Dito yang mendekati Eriska.


"Kamu hari ini kenapa sih? Kok aneh gitu?". Tanya Dito.


"Aneh apa? Biasa aja". Ujar Eriska.


"Aku tahu Kamu banget loh, hari ini Kamu aneh". Ujar Dito merasa penasaran.


"Itu perasaan Kamu aja kali". Ujar Eriska.


"Sayang, ambilkan ice cream yang tadi dong". Rengek Eriska pada Dito.


"Baiklah". Ujar Dito berdiri. "Apa kalian mau?". Dito bertanya pada Audrey dan Liam.


Audrey mengangguk sedangkan Liam menolak.


Dito pun masuk kedalam menuju dapur.


"Ada apa Tuan?". Tanya John.


"Ingin mengambil Ice cream yang tadi". Ujar Dito membuka lemari es.


Ia mengambil 2 cup cukup besar untuk Eriska dan Audrey.


Dito datang

__ADS_1


"Ini". Dito memberikan pada Eriska dan Audrey.


Mereka makannya. Eriska sangat gembira saat memakan ice cream nya.


"Heeemmm enak". Ujar Eriska tersenyum lebar.


Dito yang melihat terlihat aneh.


"Kenapa Kamu melihat Eriska seperti itu?". Tanya Audrey.


"Dia terlihat aneh. Dia itu sangat tidak suka ice rasa vanilla. Yang Dia suka hanya rasa matcha dan red velvet. Ini kenapa Dia sangat excited gitu?". Tanya Dito terheran-heran.


Dito menyentuh tubuh Eriska.


" kenapa?". Tanya Eriska.


"Kamu Eriska Putri istriku kan?". Tanya Dito dengan wajah serius.


"Iyalah, Kamu fikir siapa?". Tanya Eriska yang masih melahap ice cream nya.


"Ah bukan, mungkin ini jin yang masuk tubuh Eriska". Ujar Dito.


"Kamu sembarangan banget bicara". Eriska memukul bahu Dito.


"Sayang, yang Kamu makan Ice Cream vanilla loh". Ujar Dito bingung.


"Lalu?". Tanya Eriska


"Itu aneh. Kamu benar-benar gak suka loh dengan rasa vanilla bahkan pernah memaki ku karena salah beli ice cream rasa vanilla.


"Selera orang kan bisa berubah. Kamu nih yang aneh daritadi bicara yang tidak-tidak". Ujar Eriska.


Masa sih Aku yang aneh?. Tanya Dito dalam hati.


"Oh ya, ayo bersiap. Kita akan pergi". Ujar Dito.


"Pergi? Kemana?". Tanya Eriska.


"Ke mountain titlis. Kamu bersiap ya Cantik". Dito mengelus rambut Eriska.


"Oh ya ? Yeay akhirnya kita bisa jalan-jalan dan bisa main ski". Ujar Eriska bersemangat.


Mereka pun bersiap untuk pergi ke pegunungan Titlis.


didalam kamar, Eriska tengah mempersiapkan perlengkapan untuk pergi menuju Mt. Titlis.


"Sayang, berapa lama kita disana?". Tanya Eriska.


" 3 hari". ujar Dito.


"oh baiklah jadi Aku akan mempersiapkan perlengkapan untuk 3 hari". ujar Eriska.


Mereka pun sibuk mempersiapkan perlengkapan.


Visualisasi Liam & Audrey.


Audrey



Liam



***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.


salam manis dari Mrs. A***

__ADS_1


__ADS_2