
Setelah acara pernikahan selesai, semua orang kembali pulang. Hanya keluarga James dan Jessica yang masih berada dihotel Eriska.
Didalam kamar pengantin, seperti siang hari, James dan Jessica merasa canggung.
"Aku mandi dulu ya. Apa mau mandi bersama?". Ledek James.
"James ihh". Jessica merasa malu.
James hanya tertawa meninggalkan Jessica untuk membersihkan diri.
"Aduh apa yang harus Aku lakukan? Pasti Dia minta itu". Jessica merasa bingung dan kikuk. "Aku harus menelepon Eriska! Dia sudah pengalaman". Jessica mengambil ponselnya mencoba menelepon Eriska.
Panggilan tersambung namun Eriska tak mengangkatnya.
"Eriska kemana sih?". Gerutu Jessica.
"Halo, ada apa Jess?". Tanya Eriska diujung telepon.
"Ka, Aku bingung apa yang harus Aku lakukan?". Ujar Jessica.
"Bingung apa?". Tanya Eriska.
"Itu... Malam pertama". Ujar Jessica merasa malu.
"Apa? Hahahahahaha! Bodoh! Apa yang membingungkan? Ya tinggal lakukan saja". Ujar Eriska merasa lucu pada Jessica.
"Aku malu".
"Astaga Jessica, sudahlah nanti juga tidak akan malu. Jangan lupa dengan apa yang Aku katakan ok. Have fun untuk malam pertama nya hahahahahaha". Eriska menutup telepon.
"Si Jessica ada-ada saja. Biasa dia yang genit nyosor-nyosor duluan sekarang seperti anak remaja yang polos". Eriska terus tertawa dengan tingkah Jessica.
Jessica masih mundar mandir dengan perasaan campur aduk. Tak lama James keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan celana pendek dengan bertelanjang dada. Jessica yang melihat hanya membelalakkan matanya dan merasa canggung.
"James! Kenapa Kamu tidak berpakaian?". Ujar Jessica dengan pipi meronanya.
"Memang kenapa? Aku selalu begini saat Aku tidur". Jawab James santai.
"Tapi kan ada Aku disini".
"Loh memang kenapa? Kamu adalah Istriku. Melihat seperti ini juga tidak berdosa". Jawab James.
__ADS_1
"Yasudah Aku mandi dulu". Jessica pergi meninggalkan James menuju ruang ganti.
Didalam ruang ganti, Jessica mencoba melepaskan gaunnya namun sangat susah. "Aduh kenapa susah sekali membukanya? Resleting nya kenapa macet begini?". Jessica terus mencoba membuka resleting yang tiba-tiba macet.
"James, james". Panggil Jessica pada James.
James menghampiri Jessica. "Ada apa?". Tanya James dibalik pintu.
"Masuk". Panggil Jessica.
Jamespun masuk. "Kenapa?". Tanya James.
"Bantu Aku melepaskan ini, zip nya macet". Ujar Jessica dengan wajah melas.
"Dasar kelinci, tangan pun pendek". James mencoba membantu Jessica.
"Bisa tidak?". Tanya Jessica.
"Tenang sedikit lagi. Ini memang macet". Jawab James.
Tiba-tiba gaun Jessica terlepas dengan sendirinya. James yang melihat tubuh Jessica yang hanya menggunakan pakaian dalam tersedak tiba-tiba. Jessica yang sadar langsung menyuruh James keluar karena malu.
"James....". Rengek Jessica.
"Malu nya Aku terlihat James". Jessica menutup wajahnya karena malu.
Jessicapun mandi. Selesai mandi, Ia keruang ganti mengambil baju tidurnya.
"Apa iya Aku harus menggunakan ini?". Jessica melihat baju tidurnya. "Si Eriska! Gila kali Aku harus menggunakan pakaian seksi seperti ini!". Gerutu Jessica.
Flashback saat Eriska memberikan kado pernikahan itu pads Jessica dua hari sebelum pernikahan Jessica.
"Jess, ini hadiah untukmu. Kamu pasti suka". Eriska memberikan kotak hadiah pada Jessica.
"Wah apa nih?". Tanya Jessica gembira. "Pasti perhiasan berlian ya? Ah Sahabatku ini memang luar biasa". Ujar Jessica.
"Buka sajalah". Jawab Eriska tertawa kecil.
Jessica membuka kotak hadiah itu. Jessica merasa bingung dengan hadiahnya. Begitu banyak baju tidur yang diberikan Eriska. Bukan sembarang baju tidur. Baju tidur seksi berbagai macam model juga warna.
"Gila Kamu Ka! Kamu fikir Aku ingin menjual tubuhku!". Gerutu Jessica melempar pakaian itu pada Eriska.
__ADS_1
"Hahahahahaha ini best hadiah loh! Gunakan saat didepan James, pasti Dia akan semakin cinta padamu". Ujar Eriska tertawa.
"Tidak tidak. Ini sangat seksi Eriska!". Gerutu Jessica.
"Halah, sok suci Kamu Jess. Tidak ingat dulu saat kita ke pub Kamu selalu menggunakan pakaian seksi seperti ini? Ya meski yang ini tipis sih". Ujar Eriska.
"Itukan dulu Ka. Sekarang berbeda". Ujar Jessica.
"Heh Jessica, dulu berapa ratus mata memandang tubuhmu dengan pakaian seksimu? Apa Kamu malu? Sekarang didepan suamimu malah malu. Aneh!". Ujar Eriska meledek Jessica.
Jessica terdiam.
"Jess, biarkanlah suamimu melihat keindahan tubuhmu. Dia lebih berhak daripada pria diluar sana. Sudahlan gunakan saja. Pasti James suka". Ujar Eriska menahan tawa.
Back to reality.
Jessica pun mencoba menggunakan pakaian itu. "Aduh ini terlalu berlebihan. Apa Aku harus menggantinya?". Jessica bertanya-tanya.
Hampir dua jam Jessica berada diruang ganti hanya karena pertengkaran batin hingga akhirnya Ia keluar. "Semoga Jemmy sudah tidur". Ujar Jessica berjalan perlahan menuju tempat tidur.
Terlihat James sudah membaringkan tubuhnya dan tertidur. "Huft, untung Dia sudah tertidur". Jessica naik keatas tempat tidur. Ia menepuk tangannya untuk mematikan lampu.
Saat Ia sudah berbaring, tiba-tiba James menepuk tangannya menyalakan lampu.
"Oh my God. Apa yang Kamu kenakan?". James membuka selimut Jessica.
"James, kembalikan selimutku". Ujar Jessica malu.
"Jika Kamu malu, kenapa Kamu gunakan?". Ledek James yang sudah mulai tersenyum nakal.
James berbaring disebelah Jessica dengan bertumpu satu tangan dikepalanya.
"Kamu cantik sekali". James yang mengusap wajah Jessica.
James mendekatkan wajahnya lalu mencium Jessica dengan begitu lembut.
Kisah cinta Duo J ini dimulai pada malam itu. Meski Jessica merasa malu, namun itu susah kewajiban Dia dan Dia tidak bisa menolaknya. Kehidupan baru Mereka dimulai.
Setelah selesai dengan persatuan cintanya, Jessica tertidur dengan nyenyak dipelukan James.
"Aku mencintaimu Jessica". James memeluk Jessica lalu Mereka tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1