
Setelah Mereka menunggu akhirnya Surya dan Stefanie menghampiri yang lain di café.
"Akhirnya pasangan baru muncul". Ujar Eriska.
Stefanie memukul pelan bahu Eriska dengan tersenyum.
"Mau kemana Kita?". Tanya Stefanie.
"Iya Eriska Kita mau kemana sebenarnya?". Tanya Jessica.
"Bersenang-senanglah. Ayo kita jalan". Ujar Eriska berdiri dari kursinya.
Mereka semua berjalan keluar dari hotel.
"Chef Niall, sedang apa berdiri disini?". Tanya Eriska yang melihat Niall.
"Oh tidak apa-apa Nyonya saya baru selesai ganti shift bosan dikamar jadi berkeliling". Ujar Niall.
"Oh begitu, apa Chef mau ikut dengan Kami? Kita ingin mengadakan farewell party untuk Stefanie". Ujar Eriska.
Terimakasih Tuhan, Kau sungguh sayang padaku. Jika Aku ikut Aku bisa tahu siapa Dia. Ujar Niall kegirangan dalam hati.
"Apa tidak merepotkan Nyonya?". Tanya Niall.
"Oh tentu tidak. Ayo ikut dengan Kami". Ujar Eriska.
"Terimakasih Nyonya". Ujar Niall.
Merekapun berjalan menuju mobil.
Eriska, Dito, Queena, Jessica, James satu mobil dimobil Eriska.
Surya dan Stefanie menggunakan motor.
Setelah pertimbangan Rara bersama Niall.
Tuhan memang sayang padaku. Sorak Niall dalam hati melihat perempuan yang membuat Ia penasaran ada disampingnya.
Selama perjalanan, Niall curi-curi pandang pada Rara.
"Hey wanita, siapa namamu?". Niall mulai percakapan.
"Rara Mister". Balas Rara normal.
"Nama yang cantik seperti orangnya'". Ujar Niall sedikit berbisik.
"Apa mister?". Tanya Rara dengan logat khas nya.
"Tidak apa-apa. Kamu saudara Nyonya Eriska? Saya belum pernah melihat Kamu sebelumnya".
"Ah Mister bisa saja, mana mungkin Saya teh saudara Nyonya, tidak pantaslah Mister". Ujar Rara.
"Lalu Kamu siapanya Nyonya?". Tanya Niall.
"Baby sitter neng Queena". Ujar Rara.
Apa? Baby sitter ??? Secantik ini jadi baby sitter?. Ujar Niall dalam hati yang terlihat sedikit shock.
"Oh iya, tadi saya dengar Nyonya panggil Mister Chef Niall. Mister seorang Chef?". Tanya Rara.
__ADS_1
"Oh iya betul. Aku seorang Chef bagian pastry". Ujar Niall.
"Pastry? Yang suka bikin kue itu ya?". Tanya Rara excited.
"Iya". Balas Niall tersenyum
"Wah hebat atuh. Saya Teh juga mau jadi Chef pastry. Saya juga suka bikin-bikin kue gitu apalagi kue-kue traditional". Ujar Rara Semangat.
"Oh ya? Kamu bisa membuat apa saja?". Tanya Niall.
Rara dengan semangat bercerita pada Niall. Niall yang melihat tingkah Rara yang cerewet semakin tertarik padanya. Dengan logak khas yang terkadang bahasa tercampur membuat Niall tidak mengerti namun Ia sangat menyukai keunikan yang Rara ciptakan dalam dirinya.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, Mereka sampai Di salah satu Mall terbesar di Ibu Kota. Mereka sudah berkumpul di lobby.
"Yah Eriska, masa ke mall sih". Gerutu Jessica.
"Ya mau kemana lagi??? Waktunya mepet". Ujar Eriska.
"Ra, Kamu ajak Queena ke tempat bermain dulu ya. Jam makan siang Saya telepon". Ujar Eriska.
"Oh baik Nyonya". Jawab Rara.
"Queena, Kamu sama kak Rara dulu ya bermain di tempat bermain. Nanti makan siang kita makan bersama". Ujar Eriska.
"Bermain? Ye ye ye ye ayo kak Kita main". Ujar Queena menarik tangan Rara.
"Ayo Neng. Yasudah Tuan Nyonya, Saya permisi dulu".
"Jaga Queena baik-baik ya". Ujar Dito.
"Pasti Tuan". Jawab Rara
Niall bingung harus ikut siapa. Saat Mereka sudah pergi, Niall masih diam.
"Oh baik Tuan". Niall mengikuti mereka.
Eriska telah membooking ruang VVIP sebuah karaoke ternama. Eriska berencana untuk bersenang-senang dengan cara karaoke.
"Sayang, Kamu gak ada tempat lain apa?". Gerutu Dito.
"Kenapa sih Sayang kan seru kita karokean". Ujar Eriska.
"Jangan kaku apa Dior". Ledek Jessica.
"Lagipula kita hanya berkaraoke sayang. Aku tidak memesan minuman alkohol dan sudah memilih pelayan biasa". Ujar Eriska.
"Ah gak seru gak ada vodca dan kawan-kawannya". Gerutu Jessica.
"Jessy". James memanggil dengan nada tidak suka.
"Ok ok Aku akan memesan juice saja". Ujar Jessica pasrah.
Merekapun memulai berkaraoke. Semua terhibur, tertawa bersama disaat Mereka bersenang-senang, hanya Niall yang tidak nyaman. Dia ingin menemui Rara namun bingung harus mencari alasan apa.
"Tuan, Nyonya Saya permisi ke toilet dulu". Ujar Niall lalu pergi.
Saat diluar, Niall pergi ke tempat permainan mencari Rara.
"Tanpa wanita unik itu ternyata membosankan". Ujar Niall.
__ADS_1
Sampai ditempat permainan, Niall mencari sekeliling. Lalu Ia menemukan Rara dan Queena sedang bermain basket.
"Hey wanita unik". Sapa Niall.
"Loh Mister kenapa disini?". Tanya Rara.
"Kamu bisa panggil saya Niall jangan Mister". Ujar Niall.
"Oh baiklah Tuan Niall". Jawab Rara.
"Jangan pakai Tuan, Niall saja".
"Mana bisa, Saya tidak enak. Tuan kan teman Nyonya". Ujar Rara tidak enak.
"Saya bukan teman Mereka, Saya juga pekerja Nyonya sama seperti kamu, jadi panggil Niall saja". Ujar Niall menjelaskan.
"Baiklah Niall". Jawab Rara.
Niall tertawa mendengar Rara memanggil namanya dengan berbeda. Lagatnya yang kahs membuat nama Niall terpanggil beda.
"Uncle Niall kenapa disini?". Tanya Queena.
"Uncle bosan disana. Mungkin disini jauh lebih seru bermain dengan Queena". Ujar Niall begitu lembut pada Queena.
"Ayo Uncle kita main bom bom car". Queena menarik Niall.
"Sayang, usiamu belum boleh naik bom bom car, kita main kereta saja ya". Ujar Niall berjongkok dan mengelus rambut Queena.
"Oh gitu ya Uncle. Kenapa usiaku tidak boleh?". Tanya Queena.
"Karena belum aman Sayang. Kita bermain permainan lain saja ya. Ayo Uncle gendong". Niall menggendong Queena berjalan diikuti Rara.
Ditempat lain Eriska, Dito, Jessica, James, Stefanie & Surya bersenang-senang. Mereka menikmati moment bersama Mereka. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Mereka keluar dari tempat karaoke dan mencari Restaurant untuk makan siang.
"Oh iya Chef Niall kemana?". Tanya Jessica
"Oh ya sejak lama Dia tidak kembali. Apa Dia pulang ke hotel?". Eriska bertanya-tanya. "Ah Aku telepon Rara dulu untuk menyusul". Ujar Eriska yang mengambil ponselnya.
"Halo Ra, ke restaurant jepang biasa ya". Ujar Eriska yang menelepon Rara setelah itu memutuskan panggilan.
Mereka sudah sampai di Restaurant. Eriska membooking lagi ruang VVIP. Tak lama Rara, Niall dan Queena datang.
"Loh Niall kenapa bersama dengan Rara dan Queena ?". Tanya Eriska.
"Ahhh kita bertemu diluar tadi". Ujar Niall gugup.
Rara memandang Niall dengan wajah aneh. Sejak lama Mereka bersama tapi kenapa Niall bohong.
Rara dan Niall pun ikut duduk bersama. Queena duduk bersama Dito.
"Gimana tadi bermainnya?". Tanya Dito kepada Queena.
"Seru Papa, tadi Aku bermain dengan Uncle Niall dan kak Rara". Ujar Queena.
"Oh ya?? Seru banget dong ya". Ujar Eriska mulai curiga pada Niall.
Niall sudah merasa gugup. Tak lama pesanan datang. Mereka semua melahap makanan yang siapkan dan Mereka juga saling berbincang ringan.
Waktu Sudah menunjukkan pukul 6 sore. Mereka kembali ke hotel untuk mengambil barang Stefanie dan mengantarkan nya ke bandara.
__ADS_1
Wajah Stefanie yang awalnya gembira mulai sedih. Ia memeluk erat tubuh Surya dari belakang. Surya yang sedang mengendarai motornya hanya bisa mengusap tangan Stefanie.
"Tenang Sayang". Surya mencoba menenangkan Stefanie.