
Hari demi hari berlalu, keadaan Eriska sudah membaik.
"Nyonya Eriska sudah membaik. Ia boleh pulang hari ini. Tapi ingat kembali ya Nyonya jangan terlalu stress, harus makan makanan yang bergizi, tidak boleh terlalu lelah". Ujar Dokter.
"Baik Dok. Terimakasih". Ujar Eriska tersenyum.
" kalau begitu, saya permisi". Dokter pun pergi meninggalkan ruangan Eriska.
"Akhirnya Aku keluar dari rumah sakit". Ujar Eriska bahagia.
"Alhamdulillah sayang, Ingat dengan apa yang dikatakan Dokter. Jangan stress, jangan marah-marah, makanan dijaga dan tidak boleh capek". Ujar Dito.
"Iya sayangku. Ayo siap-siap. Aku sudah ingin pergi dari sini. Aku mau makan waffle dengan ice cream vanilla". Ujar Eriska tersenyum.
"Ingat, Kali ini dimakan jangan memberikan padaku". Ujar Dito.
"Iya, Kamu jadi lelaki banyak bicara ya". Ujar Eriska meledek Dito.
"Kalau Aku tidak banyak bicara Kamu akan masuk Rumah sakit lagi!". Dito menarik hidung Eriska.
"Sakit sayang". Eriska menyentuh hidungnya sendiri.
"Yasudah biar John yang membereskan semua. Aku akan mengurus administrasi dulu". Ujar Dito berjalan keluar ruangan.
Diluar ruangan ada John yang menunggu.
"John, bereskan semua barang milik Nyonya". Ujar Dito.
"Baik Tuan". John masuk kedalam ruangan.
"Selamat siang Nyonya". Sapa John.
"Selamat siang John". Balas Eriska.
"Nyonya, Saya ingin membereskan barang-barang Nyonya". Ujar John.
"Silakan". Jawab Eriska.
Sembari menunggu Dito, Eriska mengambil ponselnya. Ada banyak pesan masuk dan telepon dari banyak orang.
Ia membuka satu per satu pesan.
Eriska, Tita bilang Kamu hamil?. Pesan dari Vita.
Eriska, Tita bilang Kamu hamil? Kenapa kamu tidak bilang pada kita?. Pesan dari Stefanie dalam group.
Iya, jahat Kamu ya menyembunyikan kabar baik. Pesan dari Jessica di group.
Sayang, Vita bilang Kamu hamil? Selamat sayang. Papa bahagia akhirnya akan memiliki cucu . pesan dari Birowo..
Eriska menelepon Papa nya.
"Assalamualaikum Papa". Eriska mengucap salam
"Waalaikumsalam". Balas Birowo.
"Papa apa kabar? Eriska kangen sama Papa". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Alhamdulillah Papa baik. Dito bilang Kamu dirawat. Bagaimana keadaanmu?". Tanya Birowo.
"Alhamdulillah sudah baik Pah. Sebentar lagi Aku keluar dari Rumah sakit". Ujar Eriska.
"Syukurlah. Selamat ya Sayang atas kehamilanmu. Papa sangat bahagia. Kapan Kamu kembali ke tanah air?". Tanya Birowo.
"Mungkin 2 bulan lagi Pah. Dokter bilang Aku tidak bisa pergi jauh sebelum 3 bulan". Ujar Eriska.
"Yasudah jaga kandunganmu baik-baik. Setelah Kamu pulang ke tanah air, Papa juga akan kembali kerumah". Ujar Birowo.
"Serius pah?". Ujar Eriska gembira.
"Iya sayang, Papa tahu setelah kembali Dito akan sibuk. Papa akan menemani kamu". Ujar Birowo.
"Papa terbaik". Ujar Eriska bahagia.
"Yasudah Kamu istirahat. Papa ingin sholat berjamaah dulu. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Eriska pun menutup telepon nya.
Dito masuk kedalam ruangan.
"Kamu habis menelepon siapa?". Tanya Dito.
"Papa sayang". Ujar Eriska
"Oh ya kemarin Papa meneleponku. Aku lupa memberitahumu. Maaf ya Sayang. Kemarin juga kak Vita, Stefanie, Jessica meneleponku. Mereka bahagia atas kehamilanmu. Begitu juga dengan Tante Raisa, Papa dan Yarka. Mereka sangat gembira menunggu kita pulang ke tanah air". Ujar Dito.
"Kamulah yang membuat kita bahagia. Terimakasih ya sayangku". Ujar Dito memeluk Eriska.
Nasib jomblo harus melihat moment romantis seperti ini setiap saat. Hey Tuan dan Nyonya kalian jahat pada jomblo sepertiku. Jerit tangis John dalam hati meski wajahnya terlihat datar.
"Maaf Tuan dan Nyonya, semua barang sudah siap". Ujar John.
"Baiklah Kamu bawa ke mobil. Kita akan menyusul". Ujar Dito.
"Baik Tuan". John pun keluar dengan membawa semua barang-barang milih Eriska.
"Sayang, ini baju untukmu. Kamu ganti ya". Dito memberikan paper bag cukup besar untuk Eriska.
"Kapan Kamu membeli ini? Aku tidak melihatnya". Ujar Eriska
"Semalam sayang, saat Aku kembali Kamu sudah tertidur". Ujar Dito.
"Yasudah Aku ganti dulu". Ujar Eriska mencoba turun dari tempat tidur lalu dibantu Dito.
Eriska masuk kedalam kamar mandi.
"Mau Aku bantu tidak?". Tanya Dito.
"Tidak perlu sayang, Aku tahu jika Kamu membantu akan lama". Ujar Eriska.
Dito hanya tertawa menggelengkan kepalanya.
Tak lama Eriska keluar. Dito membelika long dress untuk Eriska agar Ia merasa nyaman.
__ADS_1
"Bagaimana?". Tanya Eriska.
"Cantik sayang". Dito menghampiri lalu mengecup Eriska.
"Pintar juga kamu memilih baju untukku". Puji Eriska.
"I know you so well lah sayang". Ujar Dito
"Yasudah kita keluar sekarang. Kamu mau pakai kursi roda? Apa mau aku gendong?". Ledek Dito.
"Aku jalan sendiri aja". Jawab Eriska.
"Yakin kuat?". Tanya Dito
"Aku baik-baik saja sayang, jangan menganggap Aku orang sakit ah". Ujar Eriska bete.
"Iya iya, yasudah ayo kita keluar sekarang". Ujar Dito menggenggam tangan Eriska.
Merekapun keluar dari ruangan menuju lobby.
"John, Kamu dimana? Kita sudah ada dilobby". Dito menelepon John.
"Oh baik Tuan, Saya kesana sekarang". Jawab John.
Dito pun mematikan telepon nya.
Tak lama John sampai. Ia keluar dan membukakan pintu untuk Tuan nya.
Dito dan Eriska pun masuk kedalam mobil.
Didalam mobil, Eriska dan Dito masih berbincang.
"Oh ya, Kamu tahu? Akhirnya kemarin Liam melamar Audrey dihadapan Papanya". Ujar Dito
"Oh ya? Terus bagaimana? Apa Papa nya menerima?". Tanya Eriska penasaran.
"Alhamdulillah Papa Audrey menyambut dengan baik. Mereka sangat bahagia akhirnya Liam melamar Audrey dan mereka akan segera menikah". Ujar Dito.
"Syukurlah. Aku sangat bahagia mendengarnya". Ujar Eriska bahagia .
"Sayang, besok kita balik ke Paris ya". Ujar Eriska memeluk tangan Dito.
"Jangan besok sayang, keadaanmu masih belum pulih. Lusa ya. Jika Kamu baik-baik saja lusa kita kembali ke Paris". Ujar Dito mengelus rambut Eriska.
"Baiklah". Ujar Eriska.
"oh ya, tadi Papa bilang setelah kita kembali ke tanah air, Papa juga akan kembali kerumah. Papa bilang akan menemaniku selama hamil. apa Kamu mengatakan ingin mengelola hotel?". Tanya Eriska.
"Iya sayang, Aku mengatakan pada Papa. Papa khawatir padamu. apalagi setelah mendengar Kamu dirawat karena stres tentang masalah di hotel.Jadi Aku mengatan pada Papa agar Papa juga tidak berfikir banyak soal ini semua". ujar Dito.
"Terimakasih sayang, Kamu memang Suami luar biasa". ujar Eriska bersandar dibahu Dito.
"Tidak perlu berterimakasih, ini sudah kewajibanku sebagai suami dan menantu". ujar Dito. "apalagi aku akan menjadi seorang Ayah. Aku harus menjaga bmagar Kamu dan anak kita baik-baik saja". ujar Dito mengelus perut Eriska.
Eriska hanya tersenyum memeluk tangan Dito.
Sepanjang jalan Mereka pun masih berbincang banyak hal. Mereka selalu menikmati moment yang ada. Mereka tidak ingin melewatkan waktu bersama meski hanya 1 detik.
__ADS_1