Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (29)


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Dokter Nadia melakukan therapy untuk memulihkan kembali keadaan Eriska. Semakin hari semakin membaik dibantu Dito yang selalu menenangkan Eriska.


"Nyonya sudah jauh membaik dari sebelumnya. Semoga Nyonya tidak depresi lagi ya. Hari ini Nyonya sudah boleh pulang. Tiga hari kedepan kontrol kembali". Ujar dokter Nadia tersenyum


"Akhirnya bisa pulang juga. Saya sangat bosan disini Dok". Ujar Eriska.


Dokter Nadia hanya tersenyum. "Kalau begitu Saya pamit keluar. Sus jangan lupa Surat kepulangan Nyonya Eriska". Ujar Dokter Nadia kepada Suster.


"Baik Dok". Jawab Suster.


Dokterpun keluar dan suster memberikan Surat kepulangan Eriska.


"Ini Tuan Surat kepulangan Nyonya". Ujar Suster memberikan Surat kepulangan.


"Terimakasih Suster". Jawab Dito.


Suster pun mencoba melepaskan infuse Eriska. "Sudah ya Nyonya". Ujar Suster ramah.


"Terimakasih Suster". Balas Eriska.


Susterpun pergi.


"Sayang, kita bersiap untuk pulang ya. Aku akan menelepon James". Ujar Dito.


"Antar Aku untuk mandi. Aku tidak mau membawa bau rumah sakit kerumah apalagi Queena pasti akan memelukku". Ujar Eriska.


"Baiklah Sayang. Apa mau Aku kandikan sekalian?". Rayu Dito.


"Tidak! Jika Kamu yang mandikan akan minta yang aneh-aneh". Gerutu Eriska.


"Hahahahahaha baiklah Kamu mandi sendiri. Tapi, hati-hati ya". Ujar Dito membantu Eriska. "Mau pakai baju yang mana?". Tanya Dito.


"Dress bunga saja". Jawab Eriska.


"Baiklah Aku akan siapkan. Ini jubah handuk nya". Dito memberikan jubah handuk nya.


Eriskapun masuk ke dalam kamar mandi. Dito menelepon James.


"Halo James. Jemput kami Sekarang di Rumah Sakit". Ujar Dito.


"Baik Tuan". Jawab James.


Dito pun mematikan panggilannya. Lalu membereskan barang yang akan dibawa pulang.


45 menit berlalu, Eriska keluar dengan penampilan yang fresh.


"Oh oh cantik sekali istriku ini". Dito menghampiri Eriska lalu memeluk pinggang Eriska dan Eriska melingkari leher Dito. Dito mengecup lembut bibir Eriska.


Tok! Tok! Tok! Seseorang mengetuk pintu.


Eriska tertawa kecil.


"Aduh si James benar-benar mengganggu". Ujar Dito.


Dito berjalan membuka pintu. "James, ayo masuk". Ujar Dito.


"Selamat sore Tuan dan Nyonya". Sapa James.


"Sore James". Jawab Eriska yang sedang duduk disofa.


"James tolong bawakan ini". Dito memberikan beberapa tas keperluan Eriska. James pun menerima.

__ADS_1


"Mau pulang sekarang?". Tanya Dito.


"Tentu Sayang. Kamu masih mau disini memang? Aku ingin cepat pulang bertemu Queena". Ujar Eriska bahagia.


Dito membantu Eriska berdiri. Dito memeluk pinggang Eriska begitupun Eriska. Mereka keluar dari ruangan.


Banyak pasang mata melihat kearah Dito dan Eriska. Sepasang Suami Istri yang sangat tampan dan cantik begitu romantis ditambah pengawal yang super tampan.


"Itu Eriska Putri kan ?? Wah ternyata benar Suaminya tampan sekali cocok dengannya". Ujar salah satu pengunjung.


"Iya dengar-dengar Dia seorang Chef hebat pemilik Restaurant My Steak yang lagi terkenal itu". Balas pengunjung lainnya.


Dito dan Eriska hanya berlalu, Mereka sudah biasa dibicarakan seperti itu. Tapi sekarang Eriska sedikit lega karena Dito bukan dibilang pria yang menikahin Eriska hanya karena harta.


Eriska dan Dito duduk diruang tunggu lobby sembari menunggymu James mengambil mobil. James pun sampai didepan lobby. Dito dan Eriska masuk kedalam mobil.


Eriska menyandarkan kepalanya dibahu Dito. Dito mengusap rambutnya lalu mencium ujung rambut Eriska.


20 menit berlalu, Mereka sampai dirumah. James membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nyonya nya.


"Mama". Queena berlari menghampiri Eriska.


Eriska menggendong Queena memeluknya erat. "Mama kangen Queena". Eriska menciumi wajah Queena.


"Queena juga kangen Mama". Ujar Queen mencium pipi Eriska.


"Kit masuk dulu yuk". Ajak Dito.


Merekapun masuk kedalam.


"Assalamualaikum". Dito dan Eriska mengucap salam.


"Waalaikumsalam. Alhamdulillah Kamu pulang juga sayang". Ujar Birowo yang bahagia melihat Eriska pulang.


"Alhamdulillah baik". Ujar Birowo.


Merekapun duduk diruang keluarga. Tak lama John keluar dari dapur.


"John". Ujar Eriska gembira melihat John.


"Nyonya Tuan. Apa kabar?". John membungkukkan badannya menghormati Eriska.


"Kamu kapan tiba?". Tanya Eriska.


"Tadi pagi Nyonya. Maaf Saya tidak melihat Nyonya dirumah sakit". Ujar John merasa tidak enak.


"Ah tidak apa-apa Kamu datang dari tempat yang jauh memang harus istirahat. Bagaimana keadaanmu?". Tanya Eriska.


"Baik Nyonya". Balas John.


"Mama Mama, Uncle John membawakan banyak cokelat dan hadiah untuk Queena. Uncle memberikan juga susu dari Swiss". Ujar Queena bersemangat.


"Oh ya? Sudah mengatakan terimakasih belum pada Uncle?". Tanya Eriska.


"Sudah dong Mah, Aku cium malah Uncle John". Ujar Queena begitu menggemaskan membuat semua orang tertawa.


"Selamat sore Nyonya. Alhamdulillah Nyonya teh sudah pulang". Sapa Rara.


"Alhamdulillah. Kamu apa kabar Rara?". Tanya Eriska.


"Alhamdulillah baik Nyonya". Jawab Rara tersenyum.

__ADS_1


"Yasudah kita bisa kumpul lagi nanti makan malam. Sekarang Kita ke kamar ya Kamu harus istirahat". Ujar Dito.


"Tapi Aku masih mau disini". Ujar Eriska.


"Kamu harus istirahat Sayang. Nanti bisa kumpul lagi". Ujar Dito.


"Aku baik-baik saja Dito". Jawab Eriska.


"Eriska Sayang ayo kita istirahat dulu ya". Dito terus memaksa.


Dito kenapa sih? Aku baik-baik saja dipaksa istirahat. Gerutu Eriska dalam hati.


Dito menarik tangan Eriska. "Queena, Mama mau istirahat dulu. Kamu bermain dengan kak Rara dan Uncle ya". Ujar Dito.


"Iya Papa". Jawab Queena.


Dito dan Eriska pun pergi menuju kamar. Saat diatas, Dito menggendong Eriska seperti pengantin.


"Dito Kamu mau melakukan apa? Hey lepas". Eriska memberontak.


"Sudah diam, Kamu kan lagi sakit". Ledek Dito.


Sampailah mereka dikamar. Dito membaringkan tubuh Eriska diatas tempat tidur. Dito berada diatas Eriska.


"Mau ngapain Kamu?". Tanya Eriska.


"Menurutmu mau apa?". Tanya Dito tersenyum nakal.


"Maghrib Dito!". Eriska memukul bahu Dito.


"Kalau Maghrib memang kenapa?". Tanya Dito.


"Sholat!". Balas Eriska.


"Kan belum Adzan. Masih 30 menit lagi". Ledek Dito.


"Aku baru keluar rumah sakit loh". Ujar Eriska.


"Terus kenapa?". Tanya Dito.


"Ya masa Kamu tega mau tidurin Aku. Aku kan baru pulang dari Rumah Sakit! Tubuhku masih lemas". Ujar Eriska.


"Hahahahahaha siapa yang mau tidurin kamu? Aku hanya ingin berbaring disebelahmu lalu memelukmu". Dito berbaring disebelah kanan Eriska lalu memeluk tubuh Eriska. "Akhirnya kembali ke kamar yang nyaman ini". Ujar Dito.


Huft Aku kira Dia minta itu. Ujar Eriska terkekeh.


Eriska berbalik. Sekarang Mereka saling berhadapan. "Manja sekali Suamiku ini". Eriska mengusap pipi Dito.


Dito memeluk Erat Eriska. "Aku kan sudah memanjakanmu beberapa hari. Jadi, Aku sekarang yang ingin bermanja denganmu". Dito menyandarkan kepalanya didada Eriska.


Eriska mencium ujung rambut Dito. "Terimakasih ya Sayang sudah berada disampingku dimasa sulitku". Eriska mengelus punggung Dito.


"Itu sudah kewajibanku Sayang jangan berterimakasih". jawab Dito.


Merekapun berciuman dengan tubuh saling memeluk. perasaan yang semakin hari semakin mencintai pasangannya. Dito dan Eriska. Pasangan yang awalnya tidak memiliki masa depan hingga akhirnya menemukan kebahagiaan.


***Assalamualaikum Reader.... Terimakasih karena telah setia membaca novel ICYA.


Maaf untuk beberapa hari lalu tidak bisa mempublish karena urusan didunia nyata. semoga Kalian terhibur dengan episode lanjutannya.


Jangan lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk Like Komen serta share ke teman-temanmu.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2