
John, Eriska dan beberapa pengawal telah sampai di Zürich. Mereka tinggal di salah satu villa milik Liam. John mengangkat tubuh Eriska yang masih tertidur.
"Kalian bertiga berjaga diluar". Ujar John kepada pengawal.
"Baik Tuan". Balas pengawal.
John membawa tubuh Eriska menuju kamar utama dan membaringkannya di atas tempat tidur.
John pun keluar.
"Kamu belikan semua keperluan selama Nyonya disini. Ini list nya". John memberikan kartu debit beserta catatan yang ditulis Dito.
"Baik Tuan". Dua orang pengawal pun pergi membeli keperluan Eriska.
Ditempat lain, Dito dan James telah sampai dirumah Alexa.
Dito dan James turun dari helicopter.
Mereka disambut oleh semua penjaga Alexa.
Dito dan James masuk kedalam rumah Alexa. Terlihat Alexa tengah duduk di ruang tamu.
"Oh Dior ku akhirnya kau kembali padaku". Alexa berdiri menghampiri Dito mencoba memeluknya namun ditolak oleh Dito.
"Aku kemari bukan untuk bercinta denganmu". Ujar Dito.
"Oh jadi Kamu mengakui bahwa Kamu telah membunuh kakak kembarku Xander ?". Ujar Alexa.
"Sudah ku katakan berapa Kali padamu? Aku tidak pernah membunuh Xander. Semua murni kecelakaan". Ujar Dito.
"Jika Kamu tidak mengajaknya balapan untuk pergi dari sini, semua tidak akan terjadi!". Bentak Alexa.
Dito mengambil ponselnya. " dengarkan ini!". Dito memberikan rekaman saat Alexander menantangnya untuk balapan.
"Xander yang memaksaku untuk balapan. Bahkan Dia juga yang menabrakku dan sekarang Kamu masih menyalahkanku atas kematian Xander? Semua salah dirinya sendiri". Ujar Dito.
"Hey jaga ucapanmu!". Alexa menembak lengan Dito.
"Ah sial". Gerutu Dito merasa kesakitan pada lengannya yang tertembak.
"Nona, jaga emosi anda". James menyodorkan pistol kepada Alexa.
"Oh James, Kamu ingin mati disini?". Ujar Alexa. "Ini adalah rumahku. Kekuasaanku. Orang seperti Kamu bisa Aku bunuh dengan mudahnya".
__ADS_1
"Akan Aku beri Kamu kesempatan. Kita lupakan segalanya. Menikahlah denganku karena itu keinginan Xander". Ujar Alexa berjalan menghampiri Dito.
"Jangan berharap Alexa!". Bentak Dito.
"Oh masih tidak ingin menikah denganku? Kalau begitu kamu lebih memilih untuk mati dan membunuh perempuan itu?". Ujar Alexa.
"Jangan pernah berani menyentuhnya atau Aku tidak akan segan membunuhmu". Ujar Dito merasa marah.
"Membunuhku? Hahahahahaha selamatkan dulu hidupmu baru bisa kau membunuhku. Pengawal bawa mereka berdua ke Ruang bawah tanah". Teriak Alexa memberikan perintah.
Para pengawal Alexa pun datang.
"Aku tidak boleh diam". Ujar Dito.
Saat hendak dibawa, Dito dan James memberontak.
Dito menghajar para pengawal Alexa. Begitu juga James. Tak lama para pengawal Dito datang untuk menolong.
"Sial! Kita dijebak!". Gerutu Alexa.
"Alexandra Steven! Kamu fikir Aku adalah Dior yang lemah seperti dulu? Kamu salah! Aku adalah Dito Aditya. Seorang suami yang kuat menjaga Istrinya! Kamu sudah mencoba membangunkan singa yang sedang tidur. Maka tunggu balasannya. Aku sudah mengatakan Aku tidak bersalah namun Kamu masih erus menggangguku maka jangan salahkan Aku juga untuk mengusikmu".
Bawa mereka ke sebuah ruangan, sebentar lagi polisi akan datang menjemput mereka semua.
"Dior sialan! Doorr". Alexa kembali menembak Dito yang terkena bahu kirinya.
"Dior sialan tidak tahu diuntung. Kami sudah menolongmu begitu banyak. Jadi ini balasanmu? Tanpa kami, Kamu hanyalah gelandangan!". Teriak Alexa.
"Hah! Aku sukses atas kerja kerasku sendiri! Alexa Aku tahu kalian yang menolongku tapi bukan karena itu Aku harus menuruti semua keinginanmu! Jadilah orang yang baik jika Kamu ingin mendapatkan cinta yang baik juga. Jangan selalu jadi wanita yang arogan atau kau akan kehilangan segala yang Kamu miliki". Ujar Dito yang terbata merasa kesakitan lalu pingsan.
"Tuan! Gawat Tuan pingsan. Cepat siapkan mobil". James menggendong tubuh Dito menuju mobil.
Mereka segera pergi ke Rumah Sakit terdekat.
"Dito". Eriska teriak dan terbangun saat bermimpi buruk tentang Dito.
Eriska melihat sekeliling.
"Dito. Dito Kamu dimana?". Eriska turun dari tempat tidurnya.
Ia membuka pintu kamarnya.
"John, mana Dito?". Eriska bertanya pada John
__ADS_1
"Tuan sedang di Paris Nyonya". Ujar John
"Kita dimana?". Tanya Eriska.
"Zürich Nyonya". Balas John.
"Antar Aku ke Paris!". Ujar Eriska Panik
"Maaf Nyonya, Nyonya tidak bisa pergi kemanapun untuk sekarang". Jawab John.
Eriska merasa kesal dan menarik kerah Jas milik John.
"Antar Aku bertemu pria sialan itu! Berani sekali dia memberikan obat tidur padaku". Gerutu Eriska.
"Maaf Nyonya, sebaiknya Anda beristirahat disini untuk sementara". Ujar John yang tidak membalas perlakuan Eriska.
Eriska melepaskan tangannya.
"Sialan".
Eriska pergi menuju kamarnya kembali.
Eriska menangis dikamarnya. Ia merasa takut terjadi sesuatu pada Dito.
"Cowok sialan! Awas saja jika menjadikanku seorang janda". Gerutu Eriska menangis.
"Dito kamu baik-baik saja kan? Aku merasa khawatir padamu". Terisak tangis Eriska.
Ditempat lainnya, Dito masih pingsan. Dokter telah melakukan operasi untuk mengangkat kedua peluru yang mengenai tubuh Dito.
"Bagaimana dengan Tuan Kami dok ?". Tanya James.
"Untuk sekarang pasien baik-baik saja. Syukur peluru tidak mengenai organ tubuh yang penting. Mungkin besok pasien akan sadar". Ujar dokter.
"Terimakasih Dok". Ujar James.
Dokter pun pergi meninggalkan James.
"Terimakasih Tuhan, keadaan Tuan baik-baik saja". ujar James merasa lega.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***