
Selama perjalanan pulang, Dito terus memeluk Eriska. Ia benar-benar shock dengan kejadian penculikan Eriska. Berbeda dengan Dito, justru Eriska jauh lebih santai karena Dia memang tidak diperlalukan kasar oleh Dion.
"Sayang, lepaskan pelukannya. Aku tidak bisa bernafas". Ujar Eriska mencoba melepaskan pelukan Dito.
"Diamlah. Aku masih shock". Ujar Dito menciumi kepala Eriska.
Baru kali ini Aku melihat Dito begitu panik. Ujar Eriska dalam hati.
Eriska menggenggam tangan Dito. "Sayang, Aku tidak apa-apa. Dion tidak berbuat apa-apa padaku. Kita hanya berbincang". Ujar Eriskencoba menenangkan Dito.
Dito tak menggubris. Suara detak jantung Dito masih tak beraturan terdengar oleh Eriska. Detak jantung yang begitu cepat. Eriska mengelus dada Dito agar Ia merasa tenang.
Aku yang diculik, kenapa Dia yang merasa shock gini?. Eriska bertanya dalam hati.
Dua jam berlalu, Mereka sampai dikediaman Dito. Dito mengangkat tubuh Eriska. "Sayang, Aku bisa jalan sendiri". Eriska meronta ingin turun namun tatapan Dito sangat mengerikan. Akhirnya Eriska terdiam.
Didalam rumah, para wanita merasa sangat khawatir. Mereka cukup lega Dito berhasil membawa Eriska.
"Eriska, Kamu tidak apa-apa?". Tanya Jessica.
"Kakak tidak apa-apa kan?". Tanya Tita.
"Aku baik-baik saja. Kalian jangan khawatir". Ujar Eriska yang masih dalam gendongan Dito.
"Bersiap-siaplah. Kita akan pulang ke tanah air besok siang". Ujar Dito pada semua lalu meninggalkan Mereka membawa Eriska masuk kedalam kamar.
Didalam kamar, Dito merebahkan tubuh Eriska dengan pelan. Dito duduk disamping Eriska. "Katakan, apa yang Dia lakukan terhadapmu?". Tanya Dito.
"Dia tidak berbuat apa-apa Sayang. Kami hanya berbincang". Jawab Eriska.
"Jangan berbohong padaku untuk melindungi nya. Katakan apa yang Dia lakukan padamu?". Dito marah menggebrak meja.
Sontak Eriska terkejut. "Ka... Kamu kenapa marah padaku?". Tanya Eriska dengan wajah yang masih terkejut.
Dito yang melihat tersadar. Ia merasa bersalah membentak Eriska. Ia memeluk Eriska.
"Sayang, maafkan Aku. Aku hanya masih shock. Aku takut terjadi sesuatu padamu juga anak Kita. Aku seperti orang gila mencsrimu kemana-mana. Aku sungguh takut si brengsek melakukan hal buruk padamu". Dito memeluk Eriska dengan erat.
"Tenanglah Sayang. Aku berbicara jujur padamu. Dion tidak melakukan apapun padaku. Kita hanya berbincang". Eriska menepuk-nempuk punggung Dito. Menenangkannya.
"Baiklah, Aku percaya padamu. Sekarang lebih baik Kita istirahat. Besok Kita akan pulang. Sungguh, Aku tidak ingin membawamu ke Inggris atau Perancis lagi. Setiap Kita berniat liburan kemari, ada saja masalah. Dulu saat hamil Queena berhadapan dengan Alexa, sekarang hamil si kembar berhadapan dengan Dion. Aku akan mengurungmu setelah sampai ditanah air. Aku tidak ingin Kamu diculik lagi". Ujar Dito memeluk Eriska dengan erat.
__ADS_1
"Tidak! Enak saja! Disana Aku berkuasa. Tidak ada yang berani menculikku. Mereka yang menculikku juga akan bergetar ketakutan". Eriska menolak mentah-mentah ide gila Suaminya itu.
"Sudahlah lupakan kejadian hari ini". Eriska ingin beranjak dari tempat tidur namun dihalangi Dito.
"Kamu mau kemana?". Tanya Dito.
"Mau mandi. Tubuhku lengket". Jawab Eriska.
"Ini masih terlalu pagi Sayang. Tunggu sampai waktu sholat subuh". Ujar Dito.
"Tapi ini sangat tidak nyaman Sayang". Rengek Eriska.
"Diamlah kemari". Dito menyuruh Eriska tidur dalam pelukkanya.
"Ini masih pukul tiga. Dua jam lagi waktu subuh. Kamu bisa mandi nanti". Ujar Dito menepuk punggung Eriska.
Tak disangka, dalam waktu yang cepat, Eriska tertidur dalam pelukkan Dito. Dito menciumi wajah Eriska. Ia masih shock namun lega juga karena Eriska sudah berada disampingnya lagi.
"Sayang Papa, Kalian tidak apa-apa kan? Papa sangat khawatir pada Kalian dan Mama. Istirahatlah anak-anak Papa yang baik". Dito mengelus perut Eriska yang sudah membesar itu.
Mereka tertidur dengan saling berpelukan. Dito benar-benar tidak melepaskan Eriska sedikitpun.
------
Dito dan Eriska datang.
"Selamat pagi semua". Sapa Eriska dengan tersenyum.
"Pagi". Jawab semua.
"Selamat pagi Tuan". Sapa James.
"Pagi James. Kapan kalian kembali?". Tanya Dito kepada James.
"Pukul lima Tuan". Jawab James.
"Baiklah. Ayo Kita sarapan". Ujar Dito.
Merekapun sarapan dengan dengan suasana yang mencekam. Perasaan Dito masih belum terlihat baik. Justru berbeda dengan Eriska yang santai. Setelah sarapan, Dito dan para Pria berbicara. Sedangkan Eriska dengan para wanita. Tak lama, Stefanie pun datang.
"Eriskaaaaa. Apa Kamu baik-baik saja? Si brengsek tidak berbuat jahat padamu kan?". Tanya Stefanie memeluk Eriska.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Ayo duduk". Eriska mengajak Stefanie untuk duduk.
"Kamu belum bercerita soal kejadian semalam". Ujar Jessica.
"Iya. Kita sangat khawatir kalau terjadi sesuatu pada Nyonya". Timpal Eimear.
"Aku sangat ingin membunuh pria brengsek itu". Ujar Tita dengan membara.
"Tenanglah, Dion tidak berbuat apa-apa padaku". Jawab Eriska santai.
"Si Eriska. Baru diculik tapi masih santai". Gerutu Jessica. "Kamu tidak tahu sepanik apa Dito saat Dia tahu Kamu diculik".
"Ceritakan pada kami sedetailnya". Ujar Stefanie.
Dengan perasaan malas, Eriska bercerita semua. Ia hanya berbincang dengan Dion. Dion mengatakan cinta pada Eriska namun Eriska tolak. Ia menjelaskan semua pada Dion bahwa Ia mencintai Dito.
"Terus Dia menerima?". Tanya Tita.
"Kakak tidak tahu Dia menerima apa tidak. Tapi, sebelum Dito datang, Dia juga berjanji akan mengantarku pulang dipagi hari. Tak disangka Dito datang lebih dulu. Aku sangat shock melihat Dion dipukuli oleh Dito. Aku sempat menghalangi tapi Dito menatapku dengan sangat marah. Entahlah bagaimana sekarang keadaan Dion. Akupun tidak berani bertanya pada Dito". Ujar Eriska.
"Janganlah, bisa ngamuk jika Kamu bertanya pada Dito". Ujar Jessica.
"Baiklah lupakan saja. Itu salah Dion juga berani menculikmu. Dia pasti tahu resikonya". Ujar Stefanie.
"Iya Alhamdulillah kak Eriska baik-baik saja. Kak Dito tidak membunuh pria itupun sudah beruntung Dia". Sahut Tita.
"By the way, Dito mengatakan Kalian akan pulang siang ini? Aoa benar?". Tanya Stefanie.
"Iya. Kita akan pulang siang ini. Rencana awal dua hari lagi entah mengapa dipercepat". Ujar Eriska.
"Ahhhh Kalian akan meninggalkanku lagi". Ujar Stefanie sedih.
"Jangan bersedih, Kita akan kembali segera. Jika Kamu ada waktu luang, datang lah bertemu Kami". Ujar Eriska memeluk Stefanie.
"Ceritakan pada Kami hubungan Kalian berdua". Ujar Jessica.
"Hubungan siapa?". Tanya Eriska.
"Kamu dan Dion lah". Jawab Jessica.
"Gila Kamu Jess. Jika Dito mendengar Kita membahas Dion bisa habis Aku". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Ahhhhhh sedikit Saja". Jawab Jessica.
Merekapun berbincang seru dengan banyak pembahasan terutama soal kisah Eriska dan Dion dulu. Bagaimana Mereka bertemu dan membuat Dion jatuh cinta pada Eriska. Meski Eriska malas bercerita, namun Ia dipaksa oleh sahabatnya itu.