
"Kak Dito, lagi bikin pasta ya, boleh dong buatkan buat Tita juga". Rayu Tita.
"Boleh, Tapi besok gantiin kakak buat meeting ya". Ujar Dito yang sedang memasak.
"Yah kakak, Kakak tahu sendiri meeting bulanan ini bikin kepala Tita mau pecah. Jangan dong kak, kakak besok hadir ya. Selebihnya Tita yang urus deh". Bujuk Tita.
"Ya Kakak tergantung Nyonya Ratu, kalau Kakak diizinin datang ya kakak akan hadir. Tapi kalau manjanya lagi kumat. Ya maafkan kakak". Ujar Dito.
"Ish jahat sekali kalian berdua". Gerutu Tita.
Dito hanya tertawa kecil melihat tingkah Tita.
Dito telah selesai membuat pasta.
"Ta, panggil kakakmu. Ini sudah jadi". Ujar Dito.
" wah asyik. Ok siap". Titapun pergi memanggil Eriska.
Dito pun menghidangkan 3 piring pasta di meja makan
"Wanginya saja sudah terasa enak". Ujar Eriska yang datang menuju ruang makan.
Dito membantu mendorong kursi untuk Eriska.
"Hati-hati sayang". Ujar Dito menolong Eriska untuk duduk.
"Terimakasih sayang". Ujar Eriska tersenyum.
"Kkhhhmmm kkhhmmmm haus haus". Ledek Tita.
Merekapun memulai makan.
Tak lama James datang.
"Selamat malam Tuan, Nyonya dan Nona". Ujar James menyapa.
"James, sudah pulang Kamu. Ayo ikut dinner". Ujar Eriska.
"Terimakasih Nyonya, saya sudah dinner tadi". Ujar James yang terlihat canggung.
Pasti Jessica telah mengatakan pada Nyonya soal hubungan kita. Ujar James dalam hati merasa canggung.
"Kamu kenapa?". Tanya Dito yang melihat James aneh.
"Ah mungkin dia gugup karena baru menyatakan cinta pada Jessica". Ujar Eriska tertawa kecil.
Tita yang sedang makan tersedak mendengar perkataan Eriska.
"Apa? Si James nyatain cinta sama Jessica? Bukannya Dia dekat dengan Stefanie?". Tanya Tita berbisik.
"Kamu bisa masuk kamar James untuk istirahat". Ujar Eriska.
"Terimakasih Nyonya". James pun pergi dengan terburu-buru.
"Kak, tahu dari mana si James nyatain cintanya ke Jessica? Aku fikir dia pacaran sama Stefanie". Tanya Tita yang masih tidak percaya.
"Kamu gak baca group WA ya". Ujar Eriska santai dengan melahap makanan nya.
"Group?". Tanya Tita.
__ADS_1
Tita berlari mengambil ponselnya ditas miliknya. Buru-buru Ia aktfikan internet nya lalu melihat isi group chat.
"Astaga benar si James dan Jessica pacaran". Ujar Tita kaget.
Tita kembali menuju ruang makan.
"Gimana? Sudah lihat?". Tanya Eriska.
"Iya beneran ternyata mereka pacaran. Si Jessica bagus juga ya jodohnya. Lumayan memperbaiki keturunan". Ujar Tita.
"Sudah habiskan makanmu". Ujar Dito.
Tita kembali melanjutkan makan nya.
"Oh ya kak Eriska, besok kak Dito datang ke hotel ya, besok rapat bulanan Aku gak sanggup handle sendiri". Rengek Tita.
"Kamu payah banget rapat kecil gitu aja minta tolong". Ujar Eriska yang masih menyantap pastanya.
"Ah kakak". Ujar Tita bete.
"Tenang saja besok biar kakak yang datang meeting". Ujar Eriska.
"Loh sayang gak perlu, biar Aku saja. Perutmu sudah membesar Kamu diam dirumah saja ya biar Aku Dan Tita yang handle. Setelah meeting Aku janji akan pulang". Ujar Dito.
"Aku mau lihat hotelku. Sudah dua bulan Aku tidak melihatnya. Dan jika bukan Aku yang mengawal meeting, Aku tahu meeting akan berantakan". Ujar Eriska.
"Jadi Kamu tidak percaya padaku dan Tita juga Surya?". Tanya Dito.
"Bukan begitu. Tapi, para kucing itu akan diam hanya dengan singa kan?". Ujar Eriska.
"Baiklah kamu bisa pergi Aku akan menjagamu". Ujar Dito.
"Jangan senang dulu, besok tetap Kamu yang menjadi pemimpin saat meeting. Kakak hanya hadir untuk mengawasi kalian". Ujar Eriska menyuap sendok terakhir dari pastanya.
" kakak". Rengek Tita.
"Sayang, kamu mau susu nya sekarang apa nanti?". Tanya Dito.
"Sekarang deh jadi Kamu tidak perlu naik turun untuk membuatnya". Ujar Eriska.
"Yasudah Aku buatkan sekarang". Ujar Dito berdiri dan berjalan. "Tahu rasa Kamu". Dito meledek Tita saat melewati kursi Tita.
"Gak suaminya, gak Istrinya tega banget". Gerutu Tita
"Kamu bilang apa?". Tanya Eriska.
"Ah tidak. Aku bilang pasta buatan kak Dito enak banget". Ujar Tita Tersenyum paksa.
"Sudah ya Titania jangan menggerutu. Kamu kerja keras gini juga kakak bayar kan? Kalau Kamu tidak suka dengan pekerjaan ini Kamu bisa mengundurkan diri. Kakak gak suka ada karyawan kakak yang merasa terpaksa melakukan kewajibannya". Ujar Eriska berdiri. "Ayo sayang kita keatas". Ujar Eriska yang menarik tangan Dito yang baru keluar dari dapur.
"Loh minum dulu susunya". Ujar Dito.
"Nanti saja dikamar". Jawab Eriska.
"Yasudah ayo pelan-pelan". Dito melirik Tita dengan tatapan tidak suka.
"Salah lagi kan". Gerutu Tita cemberut.
Didalam kamar, Eriska menggerutu soal Tita.
__ADS_1
"Si Tita kerjanya menggerutu aja, Aku kan gaji Dia untuk mengelola hotel dan tidak kecil juga gaji yang Aku berikan. Masih saja menggerutu". Ujar Eriska kesal.
"Sudahlah sayang Kamu harus sabar. Tita kan baru belajar beda dengan kamu yang sudah berpengalaman". Dito mencoba menenangkan Istrinya.
"Belajar apanya? Diusia Dia Aku merintis hotel ku dari nol. Dia enak tinggal mengelola tapi masih saja mengeluh". Emosi Eriska makin memuncak.
Tiba-tiba Eriska meringis kesakitan menyentuk perutnya.
"Awww". Eriska terduduk di atas tempat tidur.
"Tuh kan sayang jangan emosi. Anak kita marah tuh". Dito membantu Eriska membaringkan tubuhnya. Dito angkat kaki Eriska dan melepaskan sandalnya.
"Sudah Kamu minum susu dulu lalu istirahat. Jangan memikirkan hal berat dulu".
Eriska pun meminum susu nya lalu menyandarkan kepalanya didada Dito.
"Tidurlah sayang. Tenanglah". Dito mencium ujung kepala Eriska.
Eriska mencoba menenangkan dirinya dan mencoba untuk tidur.
Diruangan lain, James baru keluar dari kamar mandi setelah mandi. Ia mengambil ponselnya terlihat pesan dari Jessica yang begitu banyak.
James hanya tertawa kecil melihat nama "kelinci kecil" dengan puluhan pesan.
James apa Kamu sudah sampai?
James jangan buat aku khawatir.
Hey James Kamu dimana?
James
James
Kamu dimana? Jangan buat Aku khawatir.
Pesan yang isi nya sama semua.
James lalu menelepon Jessica.
"Halo kelinci kecil". Sapa James.
"James, Kamu buat Aku khawatir. Aku fikir terjadi sesuatu padamu. Kenapa lama sekali sampai rumahnya". Ujar Jessica marah-marah.
"Maafkan Aku, setelah sampai Aku langsung mandi". Ujar James.
"Aku sangat khawatir padamu. Tapi syukurlah Kamu selamat sampai dirumah". Ujar Jessica merasa lega.
"Tenanglah Aku bukan pria lemah dan bodoh yang tiba-tiba hilang dijalan. Tidak perlu khawatir. Ini sudah malam Kamu bisa tidur sekarang". Ujar James.
"Besok Aku kesana ya". Ujar Jessica.
"Buat apa Kamu kemari?". Tanya James.
"Loh kenapa? Aku memang sering kan kerumah Eriska? Mungkin Kamu lupa Aku adalah sahabatnya bukan hanya pacarmu". Ledek Jessica.
"Yasudah Kamu istirahat sekarang. Aku juga ingin istirahat. Selamat malam kelinci kecilku". Ujar James dengan suara yang lembut.
"Good night James". Jawab Jessica.
__ADS_1
Merekapun menutup telepon nya.