
Mentari telah bersinar menyinari bumi. Kicauan burung terdengar sangat merdu ditelinga. Hembusan angin menyegarkan udara. Eriska masih tertidur namun Dito sudah terbangun. Dito terus memandangi wajah cantik Istrinya itu. Ia mengusap pipinya yang sangat halus. Dito tersenyum. Hingga Eriska membuka matanya. Ia menatap Dito yang sedang tersenyum. Eriska pun tersenyum pada Dito.
"Selamat pagi sayang". Sapa Eriska.
Dito mengecup lembut bibir Eriska. "Selamat pagi Istriku yang cantik". Balas Dito.
"Kamu kenapa? Masih pagi sudah romantis?". Tanya Eriska dengan tersenyum penuh tanya.
"Loh memang selama ini Aku tidak romantis ya?". Tanya Dito.
Eriska memukul pelan bahu Dito lalu tersenyum. Dito memeluk dan mencium kening Eriska. "Aku sangat mencintaimu sayang". Ujar Dito yang memeluk erat Eriska.
"Tapi Aku tidak mencintaimu Dito". Balas Eriska.
Dito tertawa kecil. "Aku tahu itu". Ujar Dito.
Mereka berciuman. Ciuman Dito berpindah ke leher Eriska. Eriska hanya menikmati ciuman Dito.
Tok! Tok! Tok! "Mama Papa apa sudah bangun". Queena mengetuk pintu.
Eriska dan Dito tertawa kecil mendengarnya.
"Queena Queena datang diwaktu yang salah". Ujar Dito tertawa kecil.
"Kamu juga pagi-pagi sudah mesum". Eriska menjulurkan lidahnya kepada Dito lalu berjalan membuka pintu kamar.
"Selamat pagi Putri kecil Mama yang cantik". Eriska berjongkok tersenyum pada Queena.
"Selamat Pagi Mama". Queena memeluk Eriska dan Eriska menggendongnya lalu membawanya masuk kedalam kamar.
Dito tersenyum melihat Queena.
"Papa". Queena cepat-cepat menghampiri Dito dan memeluknya.
"Assalamualaikum sayang. Selamat pagi". Dito mencium kening Queena.
"Waalaikumsalam Papa". Queena masih memeluk erat Papanya.
"Hemmmm Mama dicuekin nih". Ujar Eriska yang masih berdiri dihadapan anak dan suaminya.
"Mama kemari kenapa masih disitu?". Tanya Queena.
"Queena lupa sama Mama setiap lihat Papa". Eriska pura-pura ngambek.
"Tidak Mama, siapa yang bilang? Queena sayang sama Mama dan Papa". Ujar Queena menghampiri Eriska meminta dipeluk.
Eriskapun duduk diatas tempat tidur lalu memeluk Queena. "Queena sayang Mama dan Papa". Mereka bertiga saling berpelukan.
"Apa rencana kita hari ini?". Tanya Dito
"Mau apa lagi? Kita ke hotel bertemu Stefanie. Penerbangannya masih nanti malam masih ada waktu untuk farewel party". Ujar Eriska.
"Baiklah ayo bersiap". Ujar Dito.
"Sayang, Kamu mau disini apa main dengan kak Rara?". Tanya Eriska pada Queena.
"Disini saja Ma". Jawab Queena.
"Baiklah Mama temani. Biar Papa yang bersiap duluan". Ujar Eriska tersenyum pada Dito.
Dito hanya tersenyum kecut. Awalnya, Dito ingin bermesraan dengan Eriska Tapi dihalangi Queena.
"Nasib... Nasib...". Dito berjalan dengan gontai menuju kamar mandi. Eriska hanya tertawa kecil melihat tingkah Dito.
Saat Dito sedang mandi dan bersiap, Eriska dan Queena sangat asyik mengobrol.
"Sayang, sudah sejauh mana Kamu belajar bahasa spanyol dengan Papa?". Tanya Eriska pada Queena.
"Realmente amo a mamá. no hay mujer más extraordinaria que mamá". Ujar Queena tersenyum
__ADS_1
Eriska tidak mengerti apa yang Queena katakan. Entah benar itu bahasa spanyol atau hanya bahasa suka-suka nya saja.
"Apa itu artinya sayang?". Tanya Eriska.
"Aku sangat mencintai Mama. Tidak ada wanita lain yang lebih hebat dari Mama". Queena tersenyum pada Eriska. "Papa yang mengajarkanku seperti itu".
Eriska terharu mendengarnya. Betapa Suaminya dan anaknya sangat mencintainya. Eriska memeluk Queena. "Mama juga sayang dengan Queena". Ujar Eriska.
"Dengan Papa?". Tanya Dito yang keluar dari ruang ganti.
Eriska berbalik lalu berjalan menghampiri Dito. "Queena, tutup matamu sebentar ya". Ujar Eriska pada Queena.
Queena pun menutup matanya.
"I love you Dito Aditya". Eriska mengecup lembut bibir Dito.
Dito tersenyum. "Mandi sana, gosok gigi dulu baru kiss Aku". Ledek Dito.
Eriska hanya memukul pelan bahu Dito.
"Queena bisa buka mata sekarang". Ujar Eriska.
"Sayang, Mama mandi dulu ya, Kamu bermain dengan Papa dulu". Ujar Eriska berjalan menuju kamar mandi.
Dito menghampiri Queena. "Sini sayang. Kita keluar yuk. Papa mau buatkan Mama sarapan yang special". Ujar Dito meraih Queena dan menggendongnya lalu berjalan keluar.
"Papa mau buat apa?". Tanya Queena.
"Hemmmm menurut Queena lebih enak American breakfast atau British Breakfast?". Tanya Dito.
"Lasagna lebih enak Papa". Jawab Queena dengan polosnya.
"Hahahahahahaha anak Papa sayang. Masih suka dengan lasagna". Dito mencubit pelan pipi Queena.
Dito mengingat saat Eriska hamil tergila-gila dengan Lasagna sampai akhirnya Lasagna menjadi makanan favorite Queena.
"Sayang, lasagna terlalu berat untuk sarapan. Mama kurang suka. Bagaimana jika American breakfast?". Tanya Dito.
"Queena mau sarapan apa?". Tanya Dito.
"Cereal dengan susu". Ujar Queena bersemangat.
"Baiklah anak Papa yang cantik". Dito mencium pipi Queena dengan gemas.
"Selamat pagi Tuan". Sapa Rara.
"Pagi Rara. Tolong pegang Queena dulu ya, Saya mau membuat sarapan". Ujar Dito memberikan Queena pada Rara.
"Oh iya Tuan". Balas Rara.
"Queen cantik cucu opa". Birowo datang menghampiri Dito dan Queena.
"Papa, selamat pagi". Sapa Dito.
"Pagi Dito". Balas Birowo tersenyum
"Opa... Gendong". Queena merengek minta digendong Opa nya.
"Mau digendong Opa? Sini sayang". Birowo meraih Queena dan menggendongnya.
"Pah, Dito mau buat sarapan. Papa sudah sarapan?". Tanya Dito.
"Papa baru selesai makan. Kamu bisa buat untuk mu, Eriska dan Queena saja". Ujar Birowo.
"Yasudah, Dito titip Queena dulu ya Pah". Ujar Dito.
"Tentu Dito". Jawab Birowo.
Dito pun berjalan menuju dapur.
__ADS_1
"Pagi Tuan". Sapa James yang sedang membuat kopi.
"Pagi James. Sudah sarapan?". Tanya Dito.
"Sudah Tuan barusan". Ujar James. "Tuan ingin sarapan? Biar Saya buatkan".
"Tidak perlu James. Saya akan buat sendiri. Sudah lama Saya tidak membuatkan Eriska sarapan". Ujar Dito tersenyum. Dito mengambil celemek dan memakainya.
James yang sedang menyeruput kopi memperhatikan Tuannya itu. James sangat salut pada Dito. Seorang pria yang kaya namun sederhana. Memiliki banyak cinta untuk keluarga nya dan juga sangat jarang marah pada Eriska. Sosok yang hampir sempurna untuk seorang Pria.
Selama Dito sibuk masak, ditempat lain, Eriska telah selesai bersiap.
Menggunakan jeans berwarna hitam, kaos polos hitam dengan jacket kulit berwarna Hitam terlihat sangat menawan dengan make up natural dan rambut digerai.
"Loh Mereka kemana?". Tanya Eriska mencari keberadaan Queena dan Dito.
Eriska berjalan keluar mencari keberadaan Dito dan Queena.
Terlihat Queena sedang bermain dengan Papanya.
"Pagi Pah". Eriska menyapa Papanya.
"Pagi sayang". Balas Birowo.
"Pah, Papa lihat Dito tidak?". Tanya Eriska.
"Ada di dapur". Jawab Birowo.
"Sedang apa di dapur?". Tanya Eriska berbisik.
"Papa sudah sarapan?". Tanya Eriska.
"Sudah sayang". Balas Birowo yang sibuk bermain dengan Queena.
"Yasudah Aku siapkan sarapan dulu ya Pah". Eriska pergi ke dapur.
"Suami Istri berlomba-lomba membuat sarapan". Ujar Birowo tertawa kecil.
"Pagi Nyonya". Sapa James berdiri.
"Pagi James, lanjutkan saja". Ujar Eriska.
"Loh Kamu kenapa kemari?". Tanya Dito
"Aku mau buat sarapan keduluan Kamu". Ujar Eriska.
"Ini sudah siap Sayang". Ujar Dito menunjukkan dua porsi sarapan.
"Loh kenapa hanya dua? Untuk Queena dan James tidak kamu buatkan?". Tanya Eriska.
"Saya sudah sarapan Nyonya terimakasih". Ujar James.
"Queen mau cereal dengan susu Kamu buatkan ya". Ujar Dito.
"Baiklah Sayang". Jawab Eriska.
"Mbak, tolong siapkan ini diatas meja ya". Ujar Dito pada pelayan.
"Baik Tuan". Jawab pelayan.
Setelah semua selesai. Dito, Eriska dan Queena makan bersama.
"Masakan Kamu itu memang tidak ada dua nya sayang". Ujar Eriska memuji masakan Dito.
"Siapa dulu dong Chef Dior". Ujar Queena tertawa.
"Chef Dior? Tahu dari mana kamu nama Dior?". Tanya Dito dengan Nada seperti anak kecil.
"Dari Uncle James. Uncle James sedang berbicara dengan Uncle John Mereka sering sekali mengatakan nama Dior. Aku ingin tahu siapa itu Dior karena seperti nama belakangku. Jadi Aku tanya lalu Uncle bilang Dior itu Papa Dito Chef hebat di Paris". ujar Queena yang begitu cerewet.
__ADS_1
"Kamu benar Sayang. Chef Dior itu Chef terhebat". sahut Eriska.
Mereka semua pun tertawa bersama. Keluarga kecil Mereka sangat bahagia dan hangat. Meski Mereka sangat sibuk, tapi waktu untuk keluarga terutama Queena selalu ada. Karena tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada berkumpul bersama keluarga.