
"Kenapa bisa melihat Dia tanpa berbusana gitu sih". Ujar Dito menutup wajahnya dengan tangannya.
Jantung Dito berdebar kencang sejak melihat pemandangan di kamar mandi.
Eriska muncul dengan baju tidur yang biasa Ia kenakan. Ia masih kesal dengan kejadian di kamar mandi tadi. Ia juga merasa malu untuk pertama kalinya seorang lelaki melihat tubuh polosnya.
Si cowok mesum itu lagi, buat apa coba melihat Aku seperti itu. Ujar Eriska berbisik memicingkan matanya.
Eriska merebahkan badannya di tempat tidur namun memunggungi Dito. Eriska merasa sangat malu dia tidak berbicara sedikit pun.
"Khhhmmmm soal tadi maaf Aku tidak bermaksud aneh-aneh cuma khawatir kalau terjadi sesuatu kepadamu". Dito memulai pembicaraan.
Namun Eriska tidak bersuara sama sekali.
Harus bilang apa coba setelah Dia melihat badan polos ku. Eriska menutup wajahnya dengan selimut.
"Eriska, Kamu marah ya". Dito menggoyangkan bahu Eriska.
"Hmmmmmmmm mungkin dia sudah tertidur". Ujar Dito. "Good night Cantikku". Dito mencium rambut Eriska.
Dito pun merebahkan badannya dengan memeluk Eriska dari belakang.
Cowok sialan memeluk lagi. Eriska mulai menolak pelukannya. Namun tenaga Dito lebih kuat sampai Dia tidak bergerak sama sekali.
"I love you Eriska". Dito semakin erat memeluk Eriska.
Deg! Deg! Deg! Jantung Eriska berdebar begitu kencang.
Eriska membiarkan Dito memeluknya.
Sampai Dito tertidur, Eriska melepas pelukannya. Ia pergi berganti baju lalu pergi keluar kamar.
"Ajak Stevie sama Jessica gak ya??". Ujar Eriska. "Gak deh yang Ada makin pusing. Mereka sekarang jadi supporter si cowok mesum itu". Eriska pun pergi sendiri.
Eriska pergi menuju bar di hotelnya.
"Nona Eriska, sedang apa disini malam-malam?". Tanya bertender.
"Ini tempat apa?". Tanya Eriska
"Bar Nona". Ujar bartender.
__ADS_1
" fungsinya untuk apa?". Tanya Eriska
"Untuk minum". Jawab Bartender
"Terus buat apa kamu bertanya? Bosan Kerja disini?". Ujar Eriska marah.
"Maaf Nona". Bartender menunduk
"Beri Aku 1 botol minuman yang biasa". Ujar Eriska.
"1 botol? Itu tidak kebanyakan Nona?". Tanya bartender.
"Kamu banyak Tanya ya mau saya pecat?". Bentak Eriska.
"Maaf Nona".
Bartender pun memberikan minuman ber alkohol itu pada Eriska. Ia terus meminumnya.
"Dasar cowok sialan". Gerutu Eriska yang sudah mabuk.
"Gimana ini? Nona Eriska sudah tidak sadar". Ujar bartender kepada kawannya.
"Telepon suaminya saja dikamar VVIP". Ujar Pelayan.
Pelayan pun meraih gagang telepon. Ia Berusaha menelepon Dito.
"Halo". Ujar Dito
"Tuan maaf mengganggu, Tapi ini Nona Eriska mabuk berat dia sudah tidak sadarkan diri". Ujar Pelayan.
"Apa mabuk?? Dimana sekarang?". Tanya Dito.
"Di bar hotel Tuan". Jawab pelayan.
"Ok saya datang sekarang". Ujar Dito.
Dito bergegas keluar menuju bar. "Eriska ya ampun Kamu ada-ada aja". Dito berjalan cepat.
Sampai di Bar Dito melihat Eriska yang sudah tidak sadarkan diri.
"Kenapa bisa jadi begini?". Tanya Dito.
__ADS_1
"Nona sudah habis minum 2 botol tuan". Ujar bartender gugup.
"2 botol ? Kenapa kamu berikan?". Ujar Dito kesal.
"Maaf Tuan, Nona mengancam akan pecat saya jika tidak memberikan minum". Ujar bartender.
"Yasudah". Dito mengangkat Eriska pergi meninggalkan bar kembali menuju kamar.
"Dasar cowok mesum. Seenaknya peluk-peluk seenaknya cium-cium bikin jantung ku berdebar kencang. Bedebah sialan awas aku balas nanti". Ujar Eriska yang masih dalam keadaan mabuk.
"Tenanglah jangan berisik". Ujar Dito yang masih menggendong Eriska.
"Lepas". Eriska meronta.
"Cowok sialan, gara-gara Kamu lihat jantungku berdegup kencang. Kamu mau bunuh saya ya??". Ujar Eriska yang masih sempoyongan.
Dito membuka pintu kamarnya lalu membawa Eriska masuk.
"Hidup tidak adil untukku. Kenapa?". Eriska mulai menangis.
"Mama yang Aku cintai meninggal disaat Aku membutuhkan nya". Eriska berurai Air mata.
Dito memeluk Eriska.
"Hey lelaki mesum lepaskan saya". Eriska menginjak kaki Dito Dan mendorong badan Dito.
"Saya tidak butuh Belas kasih siapapun. Saya kuat saya tidak lemah". Teriak Eriska.
"Berhenti memberikan wajah kasihan kepadaku!". Teriak Eriska.
Ia menangis kembali. Eriska malam ini bukanlah Eriska yang seperti biasa.
"Aku lelah". Eriska duduk dibawah lantai menundukkan kepalanya.
Dito berjalan Dan berjongkok lalu memeluk Eriska erat.
"Tenanglah, Ada Aku disini". Dito membelai rambut Eriska.
Eriska menangis begitu lama. Namun sekarang tangisan Eriska sudah berhenti. Ia telah tertidur. Dito mengangkat nya Dan merebahkan badannya di atas tempat tidur.
Dito melepaskan sendal yang dipakai Eriska Dan menyelimutinya.
__ADS_1
"Tenanglah, ada Aku disini". Dito memeluk Eriska saat tidur.
Aku tahu Kamu lelah. Sabar lah Aku akan membuat Kamu beristirahat sejenak. Dito mencium kening Eriska.