Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 72


__ADS_3

tiga hari berlalu namun Dito masih tidak sadarkan diri. Eriska selalu menunggu Dito di rumah sakit tanpa pergi kemanapun.


"Suamiku bangunlah. kamu tidak lelah tidur terus?". Ujar Eriska menggenggam tangan Dito. "Aku rindu kamu menggodaku". Eriska meneteskan air mata.


" Kamu ingat kan saat Kamu bertarung membuat Macaroon bersama Niall Aku yang menang. Kamu bilang Aku bisa meminta apa saja kepadamu. Aku akan minta sekarang. Aku mau Kamu bangun. Kamu peluk aku Dan cium Aku lagi. Aku janji setelah Kamu sadar Kita akan memulai hidup baru lagi selayaknya suami istri". Eriska masih menangis menundukkan kepalanya.


"Dito Aku mencintaimu". Eriska mencium Dito dengan sangat lembut.


Pertama kalinya Ia mencium Dito dengan semua perasaan cintanya namun, ciuman ini ciuman penuh kesedihan.


"Donnez-moi une chance de t’aimer, de vivre heureux avec toi (Beri Aku kesempatan untuk mencintaimu. Hidup bahagia bersamamu)". Ujar Eriska menciumi tangan Dito.


"Tu es sûr e de pouvoir vivre avec cet homme simple ? (Apa Kamu yakin bisa hidup dengan pria sederhana ini?)". Ujar Dito dengan suara yang sangat kecil.


Eriska yang menundukkan kepalanya langsung melihat kepada Dito.


" Dito". Eriska memeluk Dito.


"ow ow pelan-pelan sayang". Dito meringis kesakitan.


"Maafkan Aku". Eriska melepas pelukannya.


Eriska memencet tombol untuk memanggil Suster.


Suster pun datang.


" Panggil dokter cepat. Suami saya sudah sadar". Ujar Eriska bahagia.

__ADS_1


Eriska kembali melihat suaminya yang masih berbaring lemah.


"Bodoh! cowok mesum sialan!! kenapa kamu membuatku khawatir". Ujar Eriska yang kesal dengan berurai air mata.


Dito mengusap air mata Eriska.


"Apa Kamu baik-baik saja? Aku ingin membunuh pria itu. berani-berani nya Dia menyentuh istriku. Aku saja belum menyentuhnya". Ujar Dito yang masih bicara terbata-bata.


" cowok mesum masih saja bercanda. berhenti bicara". Ujar Eriska kesal.


Dito tertawa kecil menahan rasa sakit juga.


Dokter pun datang lalu memeriksa keadaan Dito.


"Bagaimana keadaan suami saya Dok ?". Tanya Eriska.


"Istirahat lah". ujar Eriska menggenggam tangan Dito.


" Kamu belum menjawab pertanyaan ku. apa Kamu baik-baik saja?". Tanya Dito.


"Aku baik-baik saja. sekarang fokuslah pada pemulihan mu". ujar Eriska Tersenyum.


Dito tersenyum balik pada Eriska. "Tumben gak sebut saya saya saya lagi?". ujar Dito.


" Terserah Aku dong mau saya apa Aku". ujar Eriska ketus.


"Eriska. Apa yang Kamu katakan itu benar?". Tanya Dito.

__ADS_1


" perkataan yang mana?". Tanya Eriska.


"kamu katakan bahwa Kamu mencintaiku Dan ingin memulai hidup baru denganku?". Tanya Dito.


"Bagaimana Kamu bisa mengerti bahasa perancis?". Eriska pura-pura kaget.


" hhhmmm a tidak itu hmmm". sebelum menjelaskan, Eriska mencium Dito dengan sangat lembut.


"Jangan katakan lagi. Aku sudah tahu semuanya". Ujar Eriska.


Wajah Dito yang awalnya bahagia berubah menjadi sedih.


"kenapa?". Tanya Eriska


" Jadi Kamu baik padaku hanya karena Kamu tahu Aku adalah Dior ??". Ujar Dito kecewa.


"Kalau iya memang kenapa?". ledek Eriska.


" Kalau memang Kamu berubah karena Dior, maaf Aku tidak mau menerimanya". ujar Dito sedih.


Eriska Tersenyum.


"Dasar bodoh! Aku memang bahagia telah menemukan Dior. Tapi, apa Kamu bertanya kenapa Aku mencarinya?". Tanya Eriska.


" Aku tahu karena Kamu mencintai nya kan?". ujar Dito memalingkan wajahnya.


"Segeralah sembuh. Aku akan menjelaskan kepadamu Dan Kamu juga punya hutang penjelasan tentang Dior". ujar Eriska mencium kening Dito.

__ADS_1


__ADS_2