Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (27)


__ADS_3

Dito, Surya dan James menggeledah ruangan Eriska. Mereka mencari paket itu. Satu jam berlalu Mereka belum menemukan apapun.


"Aaahhhh dimana barang itu". Dito menendang sofa.


"Tenang Tuan". James mencoba menenangkan Dito. Baru Kali ini Dito mengamuk seperti ini.


Dito menarik kerah baju James dan membanting tubuh James ke tembok. "Bagaimana bisa tenang? Istriku sedang depresi". Bentak Dito.


"Ma... Maaf Tuan". Ujar James terbata.


Dito melepaskan cengkramannya.


Dito terus berfikir dimana Eriska menyimpannya. "Dimana Kamu menyimpannya Eriska". Gerutu Dito.


Dito terus berfikir dimana Eriska menyimpannya. Hingga Ia mengingat.


"Brankas". Ujar Dito. "Iya dibrankas". Ujar Dito mencari remote pintu ruangan lain milik Eriska.


Dito berlari menghampiri brankas yang disimpan disebuah lemari. Dito jongkok melihat brankas itu. "finger print? Eriska benar-benar pintar menggunakan finger print bukan kode". Dito bingung harus berbuat apa.


"Semoga Ia menaruh finger printku juga disini". Ujar Dito berharap.


Ia mencoba dan benar bisa terbuka. Dito merasa lega. Ia membuka Dan ada beberapa dokumen disitu. Dito membuka satu per satu isi dokumen itu. Terlihat ada sebuah amplop berwarna cokelat terlihat berbeda sekali dari dokumen lainnya. Dito mengambil amplop itu lalu mengambil apa isinya. Ternyata foto keluarga Eriska. Foto Eriska, Dito & Queena.


"Foto??". Dito bertanya-tanya. Dito membalikkan foto itu terdapat tulisan yang membuatnya terkejut.


Keluarga bahagia akan menjadi duka


Bgitulah tulisannya.


Dito membuka lagi foto yang ada didalam. Terdapat foto Queena yang sedang tertawa. Dito membalikkan lagi foto itu dan terkejut kembali.


Tawa yang akan menjadi duka.


Ada seseorang yang meneror Eriska dengan menggunakan kelemahan Eriska. Dito benar-benar terkejut Dia sangat shock.


"Pantas Eriska bisa depresi". ujar Dito masih dalam keadaan Shock.


Dito berdiri berjalan menemui Surya dan James.


"Siapa yang mengirimkan ini?". Dito melempar amplop itu ke meja.


Surya Dan James melihat isi amplop itu. Mereka sangat terkejut.


"Jawab! Siapa yang mengirimkan ini?". Bentak Dito.

__ADS_1


James dan Surya hanya diam mereka tidak tahu siapa yang mengirimkan amplop itu.


Dito sangat kesal menarik kerah James membanting tubuhnya ke tembok lalu menghajar wajah James. "Aku bawa Kamu kesini untuk menjaga Istriku. Hal seperti ini bisa lolos darimu?". Dito menendang perut James. "Tidak berguna Kamu James". Bentak Dito.


Dito berjalan ke arah Surya. Dito melakukan hal yang sama pada Surya. "Ini orang kepercayaan Eriska? Hanya kucing kampung? Dimana Elang yang sangat tajam itu?". Dito menghajar Surya.


Dito benar-benar kesal Ia terduduk dilantai. "Maafkan Aku Mama Aku gagal melindungi Eriska". Dito merasa bersalah atas kejadian ini. Ia berdiri kembali.


"Saya tidak mau tahu, kalian cari pelaku ini sampai dapat segera mungkin". Dito pergi keluar dengan membanting pintu.


James dan Surya saling pandang. Mereka berdiskusi soal ini.


"Kita harus mencari siapa pelakunya". Ujar Surya.


"Betul Tuan, Kita harus mencari dan menghukumnya dengan berat karena telah berani meneror Nyonya". Ujar James dengan penuh amarah.


Mereka berdua pun keluar dengan wajah yang babak belur.


Setelah dari hotel, Dito pergi menuju rumah sakit. Dito berjalan menuju resepsionis.


"Permisi apa Dokter Nadia masih diruangannya?". Tanya Dito.


"Dokter Nadia sudah pulang satu jam yang lalu Tuan". Jawab Resepsionis.


"Terimakasih". Jawab Dito lalu pergi.


Sampai diruangannya, Dito membuka pintu.


"Assalamualaikum". Dito mengucap salam


"Waalaikumsalam". Balas Jessica dan Eriska.


"Sayang, maaf ya Aku agak lama". Ujar Dito.


"Terus tidak bawa apa-apa?". Protes Eriska.


"Maaf Sayang Aku lupa. Kamu mau apa? Biar kita pesan melalui ojek online lagi atau telepon hotel". Ujar Dito.


"Tidak perlu Aku hanya bercanda". Ujar Eriska tersenyum.


"Jess terimakasih untuk menjaga Eriska". Ujar Dito.


"Santai saja". Jawab Jessica.


"Jess Aku menemukan hal yang buruk. Maaf tadi Aku menghajar James. Sekarang Kamu bisa bertemu dengan James Aku ingin bicara berdua dengan Eriska". Ujar Dito berbisik.

__ADS_1


"Sialan Kamu Dito kenapa menghajar James". Ujar Jessica kesal.


"Maaf Aku terbawa emosi. Kamu bisa pergi sekarang ya. Aku ingin berbicara berdua dengan Jessica". Dito memohon.


"Awas Kamu ya kalau James kenapa-kenapa".


"Eriska, berhubung sudah ada Dito, Aku pulang dulu ya. Aku ada janji sama Mama mau makan siang bareng". Ujar Jessica berdiri.


"Baiklah. Terimakasih sudah menungguku disini". Ujar Eriska.


"Ah tidak perlu sungkan. Yasudah Aku jalan sekarang ya. Kamu segera sembuh". Jessica memeluk Eriska lalu pergi keluar.


Eriska tersenyum pada Dito. Dito yang melihat merasa bersalah. Dito duduk dibibir tempat tidur Eriska lalu memeluk Eriska dengan erat. "Eriska, maafkan Aku yang gagal menjagamu". Dito merasa bersalah.


"Kamu bicara apa?". Tanya Eriska bingung.


"Aku sudah tahu apa yang terjadi padamu". Ujar Dito.


"Maksud Kamu apa?". Tanya Eriska.


Dito menceritakan dari awal. Dari Eriska sakit, diagnosa Dokter, soal Dokter Nadia yang seorang psikiater. Eriska terkejut dengan apa yang diceritakan Dito.


"Maaf Aku menggeledah ruanganmu dan menemukan ini". Dito menunjukkan sebuah foto diponsel nya. Foto ancaman yang Ia temuka.


Eriska sangat terkejut dengan penemuan Dito. Dito memeluk Eriska. "Kenapa kamu tidak mengatakan ini? Kenapa kamu memendamnya sendiri?".


Eriska memeluk erat tubuh Dito. Eriska menangis. "Aku takut Dito. Aku tak sekuat dulu. Dia berhasil membuatku ketakutan. Aku takut kehilangan Kamu dan Queena". Eriska terus menangis.


Dito mencium ujung kepala Eriska. "Tenanglah Sayang, James dan Surya sedang mencari siapa dibalik ini semua". Ujar Dito.


Dito melepas pelukannya lalu mengambil ponsel dan menelepon seseorang.


"Halo, John. Ada kasus besar disini. Kamu harus datang segera. Aku akan menghubungi seseorang untuk memberimu visa sesegera mungkin. Kamu bersiap". Ujar Dito menelepon John.


"Baik Tuan". Jawab John.


Dito pun mematikan panggilannya.


"Kamu menyuruh John kesini?". Tanya Eriska.


"Iya. James sudah tidak setajam dulu entah kenapa Dia bisa seceroboh ini". Ujar Dito kesal. Dito memeluk Eriska kembali. "Jangan takut Sayang, Aku akan membuat orang yang berani menerormu bahkan tidak ingin untuk hidup". Ujar Dito kesal. "Kamu tidak perlu khawatir sekarang Sayang. Jangan takut. Ada Aku disini bersamamu". Dito memeluk Eriska.


Dito terus menenangkan Eriska. Ia tidak ingin Eriska depresi lagi. Ia berjanji akan menemukan siapa dibalik ini semua. Siapa yang berani mengganggu Singa yang sedang tidur.


"Dito, apa mungkin ini semua karena keangkuhanku? Apa Aku sejahat itu sampai banyak yang membenciku?". tanya Eriska sedih.

__ADS_1


"Tidak Sayang, Kamu tidak salah. Kamu wanita yang baik. Keangkuhanmu itu memiliki alasan tersendiri. Aku mohon jangan berfikiran aneh-aneh Aku bersamamu". Dito terus menenangkan Eriska.


__ADS_2