Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (31)


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah sholat subuh berjamaah, semua keluarga duduk santai dihalaman belakang. Mereka saling mengobrol satu sama lain.


"Kapan kalian pergi untuk syuting?". Tanya Birowo.


"Mungkin jam sembilan pagi Pah". Jawab Eriska.


"Apa Kamu sudah siap?". Tanya Birowo.


"Aku sedikit nervous. Aku tidak pernah memasak dilihat banyak orang". Ujar Dito.


"Tenanglah Kamu ini Chef hebat. Kamu pasti bisa". Ujar Aditya.


"Aku mau bersiap dulu untuk jogging". Ujar Eriska.


"Pah, Aku keatas dulu ya mau siap-siap jogging". Ujar Eriska meninggalkan semua.


"Aku ikut". Ujar Dito. "Pah Aku susul Eriska ya". Dito mengikuti Eriska.


"Kamu ngapain ikut Aku?". Tanya Eriska.


"Memang kenapa? Aku sekarang ingin olahraga juga buar tidak buncit. Nanti Istriku cari pria lain bisa bahaya". Ujar Dito.


"Dasar Kamu. Olahraga itu untuk kesehatan Dito Aditya". Ujar Eriska.


"Iya untuk kesehatan dan untuk menjaga cinta Istri". Dito mencubit pipi Eriska lalu berlari.


"Dito awas ya berani mencubit pipiku". Eriska berlari mengejar Dito.


"Ayo sini kalau berani". Dito terus berlari.


Mereka tertawa bersama saling kejar seperti anak kecil.


"Sudah ah capek ayo Kita bersiap dulu". Ujar Eriska.


Merekapun berjalan menuju kamar lalu mengganti baju. Setelah mengganti baju Mereka berjalan menuju garasi mengambil sepeda.


"Mau gowes apa jogging?". Tanya Dito.


"Gowes deh bosan jogging terus". Ujar Eriska.


"Yasudah ayo". Ujar Dito.


Merekapun menggoes sepedanya masing-masing.


"Kita mau kemana?". Tanya Dito.


"Senayan". Balas Eriska.


"Kamu serius? 10 kilo meter Eriska". Jawab Dito.


"Iyalah memang mau kemana lagi? Monas?". Tanya Eriska.


"Jangan deh nanti siang kan Aku mau syuting bisa pingsan Aku. Keliling taman atau keliling kompleks saja ya next time baru ke senayan". Ujar Dito.


"Yasudah". Ujar Eriska.


Merekapun bersepeda bersama mengelilingin komplek dan taman. Mereka berhenti untuk istirahat ditaman komplek.


"Lumayan capek juga. Aku sudah lama tidak bersepeda". Ujar Dito merasa sangat kelelahan.


"Baru segini sudah capek. Bagaimana jika Aku ajak bersepeda ke Monas?". Ujar Eriska memberikan air minum pada Dito.


Dito hanya tertawa kecil. "Luar biasa memang Istriku ini. Selain gila kerja gila olahraga juga". Ujar Dito.

__ADS_1


"Kak Eriska Putri ya? Boleh minta foto bareng gak?". Tanya sepasang anak ABG yang menghampiri.


Eriska sedikit tidak suka. Namun Dito memberi kode untuk tidak menolak.


"Boleh". Jawab Eriska tersenyum.


Merekapun foto bersama. Mereka juga meminta foto bareng bersama Dito.


"Terimakasih ya Kak". Jawab sepasang anak ABG itu yang bahagia bisa berfoto dengan Eriska.


"Istriku terkenal sekali ya". Ujar Dito.


"Sejak dulu Aku terkenal Dito". Ujar Eriska tertawa kecil pada Dito.


Banyak sekarang yang menghampiri Eriska meminta foto.


"Aduh gawat ini. Mana kita tidak membawa James atau John". Ujar Eriska mulai tidak nyaman.


"Maaf semua, Kami harus pulang dulu ya. Permisi". Dito menarik tangan Eriska dan mengajaknya pulang.


"Ahhhh menyebalkan sekali jika sudah dikerubuni seperti itu". Gerutu Eriska kesal.


"Sudahlah Mereka itu menyukai Kamu makanya minta foto". Ujar Dito.


"Aku tidak mau ke taman itu lagi untuk berolahraga". Ujar Eriska.


"Baiklah Sayang". Jawab Dito yang tidak ingin berdebate dengan Eriska.


Sampailah Mereka dirumah. Eriska dan Dito pergi menuju kamar untuk mandi Dan bersiap.


"Sayang Kamu pakai baju ini saja ya". Eriska menunjukkan kemeja pendek berwarna pink baby dan celana chinno pendek berwarna cream.


"Ya ampun Sayang, masa warna pink Dan celana pendek?". Ujar Dito tak terima. "Cari yang lain". Ujar Dito.


"Ah Kamu padahal itu lucu". Gerutu Eriska.


"Ini baru bagus. Ah Istriku ini memang luar biasa". Dito mencium pipi Eriska.


Setelah siap, Mereka turun untuk sarapan bersama. Semua keluarga tengah berkumpul diruang makan.


"Maaf ya harus menunggu kita". Ujar Eriska.


"Baru lima menit tidak apa-apa ayo sekarang kita mulai sarapannya". Ujar Birowo.


Merekapun memulai sarapannya. Setelah 15 menit Mereka selesai sarapan, Mereka kembali berkumpul dan berbincang diruang keluarga.


"Bagaimana bisnis property nya Tante? Aku lihat perusahaan Tante sudah masuk jajaran besar nih di Bandung". Ujar Eriska.


"Alhamdulillah, berkat iklan yang disebar dimana-mana dan juga pelayanan yang terbaik". Ujar Raisa


"Betul Tante. Pelayanan memang nomer yang utama. Jika perusahaan kita hebat tapi pelayanan minim akan sia-sia". Ujar Eriska.


"Ya ampun dua wanita ini benar-benar gila bisnis. Aku saja yang mengurus pabrik pusing tidak ingin membahas Tante dan kakak justru bersemangat". Ujar Yarka.


"Kamu itu tidak tulus Yarka mencintai apa yang Kamu kerjakan". Ujar Eriska.


"Siapa bilang? Jika tidak tulus bagaimana bisa berkembang". Ujar Yarka bangga.


"Yarka, kapan Kamu lamar Tita? Sudah lama pacaran masih tidak ada kemajuan". Ujar Eriska. "Awas ya Kamu cuma main-main dengan Tita". Ancam Eriska.


"Siapa yang main-main Kak, Aku kan sedang menabung. Kita juga belum membicarakan baiknya bagaimana. Tania masih ingin bekerja sedangkan Aku mengurus pabrik. Aku bingung bagaimana bagus nya". Ujar Yarka curhat.


"Kamu harus membicarakan ini. Kalian sudah lama bersama usia kalian juga sudah matang. Jangan terus ditunda". Ujar Raisa.

__ADS_1


"Iya Tante. Nanti Aku akan membicarakannya dengan Tania". Ujar Yarka.


"Kamu harus dewasa menyikapi ini semua". Ujar Eriska menepuk bahu Yarka.


"Iya kakak pasti". Jawab Yarka.


Tak terasa sudah pukul sembilan. Eriska dan Dito pamit untuk pergi Shooting. Awalnya Queena ingin diajak. Namun Queena menolak Ia lebih suka bermain dengan Om nya Yarka daripada ikut Mama Papanya.


"Queena yakin ingin dirumah saja tidak ikut kami?". Tanya Eriska.


"Iya Mama Aku ingin bersama Om Yarka saja disini bermain". Ujar Queena.


"Yasudah Kamu baik-baik bersama Om Kami tidak akan lama". Ujar Eriska.


Dito dan Eriska pun pergi dengan membawa James dan John. Dito takut ada penyerangan kembali pada Eriska.


Menggunakan mobil kesayangan milik Eriska, James melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Ponsel James terus berbunyi namun tidak bisa Ia angkat karena sedang menyetir.


"James angkat teleponmu. Sangat berisik". Ujar Eriska.


"Saya sedang menyetir Nyonya". Jawab James.


"John coba Kamu lihat siapa yang menelepon? Takutnya penting". Ujar Eriska.


Setelah dapat persetujuan dari James, John mengambil ponsel milik James.


"Kelinci Kecil". Ujar John.


"James Aku angkat ya". Ujar Eriska.


"Silahkan Nyonya". Ujar James.


Eriskapun menerima panggilan Jessica.


"Halo Jemmy! Kemana saja sih? Teleponku tidak Kamu angkat?". Ujar Jessica kesal.


"Halo, ini siapa ya? Kenapa menelepon pacarku?". Ujar Eriska bercanda pada Jessica.


"Hey siapa kamu? Kenapa ponsel pacarku ada dikamu? Katakan siapa Kamu?". Betak Jessica.


"Aku calon Istri James baru datang dari Perancis". Ujar Eriska menahan tawa.


"Cowok sialan! Dimana Dia sekarang?". Jessica semakin marah.


"James sedang tidur sekarang mungkin Ia lelah sejak malam kita...". Sebelum melanjutkan, Jessica membentak.


"Berikan ponselnya pada James. Pria sialan!". Jessica semakin emosi.


"Hahahahahaha". Eriska tertawa terbahak-bahak.


"Jessica ini aku Eriska". Ujar Eriska masih tertawa.


"Eriska wanita bedebah sialain! Kamu membuatku pingsan. Dasar bodoh". Jessica memaki Eriska.


"Hahahahahaha maaf Jess, lagian Kamu sudah tahu ini jam kerja James masih saja diganggu. Dia sedang menyetir sekarang. Sudah nanti saja meneleponnya". Ujar Eriska.


"Eriska awas ya nanti kalau ketemu Aku akan membuat perhitungan denganmu!". Ujar Jessica masih sangat kesal.


"Baiklah Aku tunggu pembalasanmu". ujar Eriska mematikan ponselnya James.


bonus Visualisasi Eriska & Dito penampilan untuk acara di TV

__ADS_1




__ADS_2