Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 77


__ADS_3

setelah mereka melihat matahari terbit, Mereka kembali ke kamar untuk beristirahat Dan bersiap untuk sarapan.


"Kamu mau sarapan di kamar apa di luar?". Tanya Eriska.


"Kita makan dicafe dekat pantai ya". Ujar Dito.


"Boleh". jawab Eriska Tersenyum.


Mereka berdua pun pergi keluar untuk sarapan.


mereka sampai Di salah satu Restaurant hotel dekat pantai.


" Selamat pagi Nyonya dan Tuan. mau pesan apa?". Tanya Pelayan.


"American breakfast". ujar Eriska.


"Baik nyonya ditunggu pesanannya". ujar Pelayan pergi meninggalkan meja Eriska.


"Kamu memang hebat mengatur semua ini. dari desain, pelayanan, makanan. memang luar biasa". ujar Dito bangga kepada Istrinya


"Kalau Aku tidak maksimal bagaimana semua ini bisa maju? Aku harus maksimal dalam apapun". ujar Eriska.


"Memang tidak sia-sia kamu selama 7 tahun tinggal di Paris hanya untuk sekolah. beda dengan ku 7 tahun dihabiskan hanya didalam dapur". ujar Dito tertawa.


"Jangan seperti itu. kamu ini salah satu chef terhebat loh di Paris bahkan udah di kenal di Inggris juga. Kenapa kamu tidak melanjutkan nya?" Tanya Eriska.


"Entahlah Aku masih belum memikirkan hal itu. Aku lebih memikirkan pabrik". ujar Dito.


"Bakat Dan sertifikat mu itu luar biasa loh kalau dipendam sayang sekali". ujar Eriska.


"Aku akan tetap masak Tapi hanya untuk istriku seorang". ujar Dito menarik hidung Eriska.


pelayan pun datang membawa sarapan mereka.


"Sayang, habis sarapan kita jalan-jalan yuk keliling Bali ya anggap saja ini bulan madu kita". ujar Dito.


"Boleh. nanti Aku telepon Surya untuk mengantarkan kita". ujar Eriska yang sedang melahap makanannya.


"Jangan. kita berdua saja. Naik motor bagaimana?". Tanya Dito.


"Naik motor? No no no Kamu tahu kan Aku Takut naik motor. Kita berdua yang pergi tidak apa-apa Tapi Aku tidak mau naik motor". Ujar Eriska.


"Akan seru kita naik motor". Ujar Dito.


" Naik mobil atau tidak sama sekali". ujar Eriska.


"Bali sekarang sangat ramai. Jika kita menggunakan mobil mungkin akan macet". ujar Dito.


"Selesaikan makanmu dulu lalu minum obat". ujar Eriska.


"Baiklah". Ujar Dito.


selesai sarapan mereka kembali ke kamarnya.

__ADS_1


didalam kamar mereka duduk membicarakan jalan-jalan hari ini.


"Bagaimana? Mau tidak naik motor?". Tanya Dito.


"Tidak mau sayang, Aku tidak mau naik motor. pertama Aku Takut. kedua diluar panas Aku tidak mau membakar tubuhku". ujar Eriska tegas.


"Baiklah. tapi kita menggunakan mobil kecil saja ya". ujar Dito.


"Tidak. kita harus naik mobil yang biasa kita gunakan". ujar Eriska.


"Itu terlalu mewah nanti akan mencolok". ujar Dito.


"Suamiku mobil itu sudah disetting dengan standardisasi yang sangat aman. anti peluru di ban, body dan kacanya lalu sudah terpasang GPS agar jika terjadi apa-apa Sursy bisa cepat menemukan kita". ujar Eriska


"Kamu ini pemilik hotel apa mafia ? Ya ampun hidupmu terlalu rumit". ujar Dito.


"Ya mau bagaimana lagi sainganku di bisnis ini sangat banyak Dan tidak semua memiliki hati yang baik Dan banyak juga yang menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan saingannya. Aku harus hati-hati". Ujar Eriska.


"Baiklah sayang terserah padamu kita bisa jalan-jalan berdua tanpa Surya saja sudah bahagia". Ujar Dito.


"Ayo kita bersiap". Ujar Dito.


mereka pun bersiap untuk pergi jalan-jalan.


Setelah bersiap mereka turun Dan meminta kunci mobil pada Surya.


" Lebih baik saya antar Tuan Dan Nyonya untuk berkeliling". ujar Surya.


"Tidak perlu. kita butuh waktu berdua juga. kamu awasih hotel Dan cottage saja". Ujar Eriska.


Dito Dan Eriska pun pergi meninggalkan hotel.


" kita mau kemana dulu?". Tanya Eriska


"Kita ke tempat sejuk dulu deh. jika ke pantai jam segini sangat panas Aku tahu Kamu pasti tidak nyaman". ujar Dito yang sedang mengendarai mobil.


"Baiklah terserah kamu". ujar Eriska.


Destinasi mereka yang pertama menuju Tample yang sangat terkenal. mereka berjalan menyusuri pinggiran danau yang sangat tenang. Cuaca disanapun tidak terlalu panas seperti di pantai.


"Entah mengapa Aku selalu suka ditempat sunyi seperti ini. Cuaca yang sejuk Dan tidak bising". ujar Eriska.


"Kita harus sering berlibur untuk refreshing pikiran kita". ujar Dito.


"Ya karena Aku sudah mempunyai pasangan mungkin akan berfikir untuk keliling dunia menghabiskan uang yang tak berseri itu". ujar Eriska tertawa.


"Jiwa miskinku meronta-ronta saat Kamu mengatakan itu". ujar Dito tertawa.


" Wah ada Eriska Putri". ujar Salah satu wisatawan yang melihat Eriska Dan Dito.


"Aduh gawat pasti mereka ingin menghampiriku". ujar Eriska.


"Tidak apa-apa mereka menyukai mu kenapa kamu menghindar". ujar Dito.

__ADS_1


beberapa wisatawan datang menghampiri Eriska Dan Dito.


" Eriska Putri ya?". Tanya salah satu wisatawa.


"hehehe iya". jawab Eriska Tersenyum.


"Boleh minta foto tidak?". Tanya mereka.


"oh boleh". jawab Eriska


Mereka pun berfoto bersama Eriska. meski tidak nyaman yang dirasakan Eriska, Tapi seperti yang Dito katakan mereka menyukai nya jadi harus ramah.


" Ternyata Eriska tidak sombong Dan Angkuh yang dibilang ya. bahkan baik Dan ramah". ujar pengunjung.


Eriska Tersenyum canggung.


"Memang Aku sombong ya?". Tanya Eriska berbisik pada Dito.


" hehehehehe dulu mungkin iya. sekarang kan mau berubah ya ?". ujar Dito.


Eriska hanya tersenyum kecut.


"kami pamit dulu ya". ujar Dito kepada pengunjung.


" Terimakasih kak Eriska sudah mau berfoto dengan kita". ujar pengunjung.


Eriska hanya tersenyum Dan mengangguk.


Dito Dan Eriska pun pergi meninggalkan danau.


"Setelah ini kita mau kemana?". Tanya Eriska.


" kita ke kampung halamanmu". ujar Dito.


"hah ? kampung halaman?". Tanya Eriska bingung.


" Monkey forest di ubud". ujar Dito tertawa


"Dito sialan secantik ini disamakan dengan monkey". Eriska memukul bahu Dito.


" Hahahahahaha bercanda sayang. kamu memang wanita tercantik didunia ini". ujar Dito mencium pipi Eriska.


Dito sangat rindu makian Eriska. sepanjang jalan Dito selalu menggoda Eriska sampai Dia marah-marah Dan memaki Dito.


"Aku turun ya kalau Kamu tidak bisa diam". ujar Eriska marah.


"Hahahahahaha baik baik aku diam". ujar Dito.


meski mengatakan seperti itu, Dito tetap saja menjahili Eriska sampai kesal.


" Kamu terlihat sangat lucu jika memaki ku seperti itu". ujar Dito tertawa.


"Go to Hell". ujar Eriska kesal.

__ADS_1


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh". Ayo jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ke teman-teman mu ya. Support kalian menjadi Semangat untuk Author untuk menulis setiap Episode nya.


Salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2