
"Eriska bangun". Dito menggoyangkan bahu nya.
"Hey bangun".
Eriska hanya menggerakkan kepalanya. tiba-tiba badannya tidak stabil dan tenggelam kedalam air. Buru-buru Dito mengangkat badan Eriska yang tiba-tiba juga telah bangun.
" Aaaaaaaaa". Eriska teriak saat Dito memeluk tubuh Dito yang masih tidak memakai apa-apa.
"Kamu gak apa-apa kan?". Tanya Dito Panik.
Eriska kembali merendamkan badannya dalam bathtub.
"Kamu ngapain disini?". ujar Eriska kesal Dan malu.
"Ngapai? kamu ini punya kebiasaan aneh Banget. kamu gak sadar Kamu tertidur lagi di bathtub? untung saya masuk kalau tidak kamu akan mati tenggelam barusan dalam bathtub. jika Kamu baik-baik saja Aku keluar sekarang". ujar Dito merasa kesal lalu pergi dari kamar mandi.
"Sial, kenapa harus tertidur lagi dalam bathtub". Eriska menepuk Dahi nya.
Ia beranjak dari bathtub lalu membersihkan diri. Setelah badannya bersi Ia keluar dengan jubah handuk nya. Mencoba menghampiri Dito.
Dito melihat ke arah Eriska dengan perasaan yang masih khawatir.
__ADS_1
"Kamu bisa tidak jangan seenaknya masuk kedalam kamar mandi jika saya lagi mandi atau berendam?". Ujar Eriska kesal.
"Hey wanita bodoh. Meski Aku suamimu Aku bukan pria tukang ngintip. Kamu fikir Aku mau masuk kedalam jika Kamu tidak tidur lagi dalam bathtub?". ujar Dito yang kesal juga.
"Suka-suka saya dong mau berendam kek mau tidur kek. kenapa jadi Kamu yang ngatur-ngatur? Oh Kamu cari kesempatan melihat tubuhku kan? emang dasar cowok mesum". ujar Eriska makin kesal.
"Kamu fikir Aku gak khawatir? gimana kalau Kamu tenggelam Dan gak bisa nafas? siapa yang akan tolong Kamu? pelayan ? Aku ini Suami Kamu. meski Aku harus melihat tubuhmu itu juga tidak berdosa. kalau Kamu fikir Aku akan mencuri kesempatan untuk melihat atau memakai tubuhmu kesempatan ku lebih banyak. sering Kali Kamu mabuk Dan tidak sadar. jika Aku pria yang seperti yang Kamu fikirkan aku akan gunakan kesempatan itu". ujar Dito merasa sangat kesal lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Eriska tidak bisa berkata apa-apa. Ia merasa seperti tertampar saat Dito mengatakan seperti itu.
20 menut berlalu, Dito keluar dari kamar mandi. Eriska telah berganti baju Dan sudah berbaring bersiap untuk tidur.
Dito keluar dari kamar utama itu. Ia berniat tidur dikamar lain.
didalam kamar Eriska merasa gelisah. "Pria itu kemana? sudah lama tidak balik kekamar?". ujar Eriska bingung.
"Tidak seperti biasanya Dia begitu. Apa Dia marah padaku?". Eriska bertanya-tanya. "Ahhhh Tapi kan itu salah Dia. buat apa coba Dia masuk seenaknya kedalam kamar mandi. sudah ah lebih baik Aku tidur bersiap untuk besok". Eriska mencoba untuk tidur.
Ada perasaan yang aneh ketika Ia tidur sendiri. Sejak menikah, Ia selalu tidur dengan Dito dan mendapat pelukan dari Dito. Malam ini Ia merasa sunyi, merasa sendiri. Ia tidak bisa tidur tenang.
Keesokan harinya, Eriska tengah bangun saat Ia mencium bau parfume Dito. Saat membuka matanya, Eriska melihat Dito sudah rapi. Tanpa berkata apapun Dito pergi dari kamarnya.
__ADS_1
Kok Aku merasa sakit ya saat Dito tidak berkata apa-apa? Biasa nya Dia mengatakan selamat pagi Dan mencium ku. Ini diam tanpa berkata apapun. Ujar Eriska dalam hatinya.
Eriska beranjak dari tempat tidur langsung menuju kamar mandi. 1 jam berlalu, Eriska telah siap untuk sarapan Dan mengecek semua susunan acara nanti malam.
Eriska sampai di Restaurant hotel. Ia melihat sekeliling tidak menjumpai Dito.
" Pagi semua". Eriska menyapa semua keluarga nya.
"Selamat pagi sayang". ujar Birowo.
Eriska masih melihat sekeliling. Vita yang yang melihat Eriska faham Ia sedang mencari Dito.
" Dito sedang berjalan-jalan dengan Stefanie". Ujar Vita.
Apa??? Stefanie sudah sampai Dan langsung berjalan-jalan dengan Dito?. Sialan. Gerutu Eriska dalam hati.
"Siapa juga yang mencari Dia". Elak Eriska.
"Pelayan, berikan sarapan untuk saya". Eriska memanggil pelayan.
"Baik nyonya". ujar Pelayan pergi.
__ADS_1
Mereka pergi kemana coba? Dito juga tadi terlihat rapi. Eriska masih terlihat sangat kesal.