Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 57


__ADS_3

"Istriku, Aku pulang". Dito masuk kedalam rumah menaruh semua belanjaannya di dapur lalu mencari Eriska.


"Kemana dia?". Tanya Dito yang bingung.


Ia mencari ke semua kamar Tapi tidak dijumpai.


"Eriska". Teriak Dito.


Dito menuju kamar Utama yaitu kamar orangtua Eriska. Saat masuk Ia melihat Eriska yang tengah tertidur.


"Syukurlah Dia disini. Aku fikir dia diculik". Dito tertawa kecil. Ia menghampiri Eriska yang tengah tertidur Ia duduk disamping Eriska. Ia membelai rambut Eriska. "Kamu ini unik. Meski dari luar kasar, Tapi dari dalam sangatlah rapuh".


"Dior tunggu. Jangan pergi lagi Aku mohon. Aku ingin berbicara denganmu. Dior jangan pergi". Eriska mengigau memanggil Dior.


Wajah Dito terlihat sangat sedih. "Segitu besar kah Kamu mencintai Dior? Bahkan Kamu tidak pernah melihat wajahnya Tapi sangat mengejarnya. Apakah Kamu tidak memiliki rasa apapun terhadap ku?". Ujar Dito yang merasa sedih. Ia keluar dari kamar itu Dan duduk di halaman belakang rumah.


"Dior sudah mati! Jangan harap Kamu bisa menemukannnya". Ujar Dito merasa kesal.


"Kamu sudah pulang". Ujar Eriska yang keluar dari rumah.


"Oh iya, tadi Aku lihat Kamu sedang tidur tidak berani membangunkanmu". Ujar Dito gugup.


Dia mendengarnya tidak ya. Ujar Dito bertanya dalam hatinya


"Yasudah Aku ke dapur dulu untuk masak". Dito beranjak dari kursi nya untuk bergegas menuju dapur.


"Tunggu, Kali ini biar saya yang masak". Ujar Eriska.


"Hah ? Kamu bisa masak?". Tanya Dito yang merasa kurang yakin.


"Siapa bilang saya tidak bisa masak? Memang Kamu saja yang bisa?". Ujar Eriska.


"Wah mimpi apa Aku Semalam? Istriku yang cantik ingin memasak untukku". Ujar Dito.


Eriska pergi menuju dapur diikuti oleh Dito.


"Kamu mau apa mengikuti saya?". Tanya Eriska.

__ADS_1


"Aku mau lihat dong istriku sedang memasak". Ujar Dito.


"Tapi jangan ganggu saya ok". Ujar Eriska


"Ok". Jawab Dito.


Eriska pun mengambil celemek lalu memakainya. Tidak lupa Ia mengikat rambut panjang nya secara asal. Membuat Eriska terlihat sangat cantik.


Ma Shaa Allah wanita ini, bagaimanapun gaya nya terlihat sangat kharismatik. Ujar Dito dalam hati.


Eriska mulai memotong bahan-bahan yang Dito beli. Ia mulai memasak. Dito tidak fokus pada apa yang dilakukan Eriska, Ia hanya fokus kepada Eriska.


Meski sudah menikahi Dia, Tapi Aku belum bisa memilikinya. Hmmmm sayang sekali. Gerutu Dito dalam hatinya.


Selesai sudah Eriska memasak.


"Selesai". Ujar Eriska.


Eriska membuat masakan rumahan yang simple.


"Wah sepertinya enak nih". Ujar Dito.


"Ini". Ujar Eriska.


Dito melahapnya. "Wah ini enak. Aku tidak menyangka Kamu bisa masak". Ujar Dito.


"Ya saya kan sekolah perhotelan meski bukan bagian kitchen, namun masih ada pelajaran masak. Tapi bukan masakan ini sih yang saya pelajari. Ini semua Mama yang mengajarkan. Dulu saat Mama masih ada saya selalu menolongnya memasak". Ujar Eriska.


"Pantas banyak pria yang mengejarmu, mungkin karena keahlian masakmu juga ya". Ujar Dito yang masih memakan makanan yang Eriska buat.


"Saya masak untuk mereka? Cih! Memang Saya koki mereka?". Ujar Eriska. "Jujur, ini masakan pertamaku setelah Lima tahun". Ujar Eriska mengelus leher belakangnya.


"Oh ya ?? Wah berarti Aku sangat special ya mencoba makanan yang dimasak oleh Nona Eriska Putri". Ujar Dito.


"Jangan Ge'er, saya hanya ingin mencoba dapur yang dulu Mama sering Gunakan". Elak Eriska.


Alasan Eriska memasak untuk Dito adalah sebagai Tanda terimakasih karena telah memberikan rumah kenangannya. Namun Ia terlalu gengsi untuk mengatakannya.

__ADS_1


Mereka selesai makan. Dito menggendong Eriska menuju kamar Utama.


"Kamu mau apa?". Tanya Eriska bingung.


Dito tidak menggubris perkataan Eriska.


Sampai di kamar Dito merebahkan tubuh Eriska di atas tempat tidur.


"Hey, Kamu mau apa?". Ujar Eriska merasa Takut.


"Menurut Kamu mau apa?". Tanya Dito.


"Jangan macam-macam ya". Ujar Eriska merasa Takut.


Dito merebahkan tubuhnya disamping Eriska. Berbaring menghadap Eriska.


"Wajahmu kenapa merah begitu?". Goda Dito.


Eriska memalingkan wajahnya.


"Sini". Dito membalikkan badan Eriska.


Dito mencium Eriska sangat lembut. Eriska tidak menolak Ia hanya menutup mata.


"I love you". Ujar Dito memeluk Eriska.


Deg deg deg deg deg detak jantung Eriska berdetak sangat kencang.


Jantung ini. Kenapa seperti tersetrum. Gerutu Eriska dalam hatinya.


"Eriska. Apakah Kamu bisa mencintaiku juga? Aku sangat berharap kita bisa seperti pasangan suami istri yang normal". Ujar Dito yang masih memeluk Eriska.


"Saya tidak bisa. Saya masih menunggu seseorang". Ujar Eriska.


"Jangan sebut Dia lagi, Aku merasa cemburu. Entahlah siapa Dia kenapa Dia sangat beruntung bisa memiliki hatimu". Ujar Dito. "Apa saat Kamu bertemu dengannya Kamu akan meninggalkanku?". Tanya Dito.


Eriska tidak menjawab nya.

__ADS_1


"Beri Aku kesempatan menjadi suamimu yang seutuhnya meski hanya sementara". Ujar Dito memohon.


Apa yang harus Aku lakukan. Ujar Eriska dalam hatinya.


__ADS_2