Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 48


__ADS_3

Sampailah mereka di Hotel milik Eriska.


Mereka keluar dari mobil. Mobil diberikan kepada karyawan khusus untuk memarkirkan mobil Eriska.


"Selamat pagi Nona, Tuan". Semua staff mengucapkan salam.


Sampai diruangan Eriska. Ruang yang besar Dan di desain sangat unik Dan elegant.


"Wah selera Istriku bagus juga". Dito melihat sekeliling ruangan Eriska.


"Sehari-hari Aku disini. Jadi tempat ini harus nyaman dong". Ujar Eriska yang duduk di kursi kerjanya mengecek pekerjaan yang tertunda.


Ponsel Eriska berbunyi.


"Halo". Ujar Eriska.


"Selamat pagi Nona. Saya mau memberi kabar pembangunan hotel sudah mencapai 80%. Saya Harap Nona bisa datang untuk melihat". Ujar penanggung jawab hotel yang dibangun di Bali.


"Apa?? 80% ? Kamu bercanda ya? Bulan lalu masih 50% itupun pengerjaannya dihentikan oleh Papa". Ujar Eriska terkejut.


"Maaf Nona, sebenarnya pembangunan hotel tidak pernah dihentikan bahkan Pak Birowo memerintahkan agar segera rampung. Bapak bilang ini sebagai kado pernikahan untuk Nona Dan Tuan dari Bapak".


"Oh Baiklah. Nanti saya kabari jika ingin kesana". Ujar Eriska menutup telepon.


"Dasar Papa". Eriska mencoba menelepon Papanya.


"Halo Papa".


"Loh ada apa? Kamu bukannya baru pergi ke hotel ? Kok sudah menelepon Papa ?". Tanya Birowo.


"Papa I love you muaacchh muaacchh". Eriska sangat gembira.


"Tumben sekali anak Papa seperti ini. Ada apa?". Tanya Birowo.


"Tadi pak Angga menelepon Dia bilang pengerjaan hotel sudah 80%. Papa kenapa berbohong Sama Eriska?". Tanya Eriska.


"Papa cuma mau Kamu menikah dengan Dito. Mendapat persetujuan Kamu itu sulit. Satu-satunya cara ya cuma dengan cara ini. Tapi Papa juga tahu ini mimpi Kamu, mana tega Papa memutuskan mimpi Kamu". Ujar Birowo.


"I really love you papa". Ujar Eriska gembira

__ADS_1


"Yasudah Kamu bekerja yang baik nanti kita bicara dirumah". Ujar Birowo.


Eriska pun menutup telepon nya.


Dito bingung apa yang terjadi dengan Istrinya itu.


"Kamu kenapa bahagia sepertinya?". Tanya Dito.


"Saya baru dapat kabar dari penanggung jawab pembangunan hotel di Bali, Dia bilang pembangunan sudah rampung 80%. Jujur saya kaget karena bulan lalu sebelum kita menikah pengerjaan baru 50% dan Papa memerintahkan pembangunan hotel di hentikan. Ternyata Papa hanya mengancam saya Tapi pembangunan tetap berlanjut bahkan dipercepat". Ujar Eriska bergembira.


Dito tersenyum. "Selamat ya". Ujar Dito.


Eriska hanya membalas dengan senyuman.


Setelah menelepon, Eriska sibuk dengan pekerjaannya. Dito hanya membaca beberapa buku di kantor Eriska.


"Istriku yang cantik". Ujar Dito


Eriska tidak menggubris.


Dito menghampiri Eriska lalu mencium pipi Eriska.


"Kamu Aku panggil gak jawab yasudah Aku cium pasti Kamu melihat padaku". Ujar Dito.


"Kamu mau apa?". Tanya Eriska ketus.


"Mau Kamu". Ledek Dito


"Tolong dong jangan ganggu saya, saya lagi sibuk". Ujar Eriska fokus pada laptopnya.


"Tidak ada pekerjaan lain kah untuk Aku? Aku sangat bosan". Ujar Dito.


"Kamu kan jago masak, gimana kalau Kamu membuatkan Saya macaroon pasti bisa kan?". Ujar Eriska.


"Kalau Aku buat Dan enak, Kamu mau kasih Aku apa?". Ujar Dito.


"Kamu bilang Kamu bosan, saya kasih pekerjaan Kamu masih minta imbalan". Ujar Eriska yang masih mengetik di laptop nya.


"Setiap pekerjaan ada imbalan dong pasti. Karyawanmu bekerja Kamu gaji kan?? Jadi Aku juga mau". Ujar Dito.

__ADS_1


"Kamu mau uang juga?? Tinggal kasih aja nomer rekening Kamu, lalu kasih Surya Dia akan kirim Kamu uang". Ujar Eriska.


"Aku gak mau uang Kamu". Ujar Dito.


"Terus Kamu mau apa?". Tanya Eriska yang mulai kesal.


"Bagaimana kalau France kiss". Ledek Dito.


Eriska yang sedang sibuk langsung menatap Dito dengan wajah yang kesal.


"Gak perlu Kamu membuat nya. Kamu fikir ciuman saya lebih murah daripada beberapa potong macaroon". Ujar Eriska gusar.


"Yakin ??? macaroon buatanku enak loh". Ujar Dito.


"Buktikan saja dulu bukan hanya omong kosong". Ujar Eriska. "Hotel saya ini memiliki chef terhebat di negara ini. Macaroon yang mereka buat juga sangat enak jangan berbangga diri dulu". Ujar Eriska.


"Ayo kita bertaruh. Jika macaroon ku lebih enak dari chef disini Kamu harus kasih Aku ciuman. Bagaimana?". Ujar Dito


"Kalau Kamu kalah Kamu akan kasih saya apa?". Tanya Eriska.


"Apapun yang Kamu mau. Tubuh inipun kalau Kamu mau akan Aku berikan". Ledek Dito.


"Cih!! Siapa yang mau dengan tubuhmu itu". Ujar Eriska kesal.


"Jika Aku kalah Kamu bisa minta apapun dariku. Tapi penilaian harus jujur gak bisa curang". Ujar Dito.


"Kamu fikir saya suka bermain curang?". Gerutu Eriska.


"Deal or no deal?". Tanya Dito.


"Ok deal". Eriska berjabat tangan dengan Dito.


"Ok sekarang Aku buatkan Kamu macaroon. Siap-siap aja menciumku". Ledek Dito.


"Never ya pria mesum". Ujar Eriska.


Dito pun pergi keluar menuju dapur.


***Assalamualaikum Reader, terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". jangan lupa untuk Like Komen vote Dan share ya agar Author bersemangat untuk menulis Novel ini.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. Ami***


__ADS_2