
Hari berganti begitu cepat. Tibalah hari dimana Jessica dan James menikah. Semua sudah siap di hall hotel Eriska.
"Aku gugup". Ujar Jessica pada Eriska.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja". Ujar Eriska mengelus bahu Jessica.
"Ingatlah nanti malam menjadi malam pertamamu". Ledek Tita.
Tok! Tok! Tok! Pintu kamar Jessica diketuk.
Eriska membuka pintunya.
"Stefanie". Eriska berteriak kegirangan lalu memeluk Stefanie.
"Bagaimana kabarmu Nyonya Eriska?". Ujar Stefanie.
"Baik... Ayo masuk". Eriska mengajak Stefanie masuk.
"Jess, Ta lihat siapa yang datang". Ujar Eriska pada Jessica.
Jessica dan Tita menoleh. "Aaaaaaaa Stefanie". Jessica dan Tita berdiri lalu memeluk Stefanie.
"Ya Tuhan, cantik sekali Kamu Jess". Puji Stefanie pada Jessica.
"Aku sangat gugup Stevie". Ujar Jessica menyentuh dadanya.
"Tenanglah, sebentar lagi James akan menjadi suamimu". Ujar Stefanie pada Jessica.
Acarapun dimulai. James ditemani Dito sebagai saksinya. James pun sama gugupnya seperti Jessica.
"Tuan, Saya sangat gugup". Ujar James pada Dito.
"Hahahahahaha tenanglah. Setelah Ijab Qabul, Jessica akan menjadi milikmu selamanya. Tenang". Dito menepuk bahu James.
Semua sudah bersiap. Begitu juga Papa Jessica.
Pak penghulu sudah mulai siap dan sedang memulai membaca pembukaan doa. Setelah itu, Papa Jessica berjabat tangan dengan James.
"Tenanglah". Bisik Dito pada James.
Acara Ijab Qobul pun dimulai.
"Ananda James Ulliel bin Thomas Ulliel, Saya nikahkan Engkau dengan Putri Saya Jessica Arindiya Yunus binti Muhammad Yunus dengan mas kawin sebuah cincin berlian dua karat dibayar tunai".
"Saya terima nikah dab kawinnya Jessica Arindiya Yunus binti Muhammad Yunus dengan mas kawin tersebut dibayar tunai". Dengan lantang James mengikrarkan janjinya kepada Allah dan semua saksi dialam bumi ini.
"Bagaimana? Sah?". Tanya penghulu
"Sah". Jawab semua.
Pak penghulu pun membacakan doa penutup. Jantung James berdetak begitu kencang. Ia tak menyangkan sekarang Jessica adalah Isterinya. James sedikit meneteskan air matanya.
Papa, andai Papa disini pasti Papa akan bahagia melihatku menikah. Ujar James dalam hati.
Jessica yang melihat dari layar monitor merasa terharu juga. Ia meneteskan air mata.
"Aaaaaaaa Jessica akhirnya sudah tidak lajang lagi". Ujar Eriska dan Stefanie memeluk Jessica.
"Selamat sayangku. Akhirnya Kamu menjadi seorang Isteri. Selamat ya. Jangan menangis, nanti make up mu luntur. Ayo bersiap untuk masuk pelaminan". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Stevie, tinggal Kita berdua yang masih on process". Ujar Tita memeluk Stefanie.
Merekapun bersiap mengantar Jessica menuju pelaminan.
"Jess, kuatkan hatimu bertemu suamimu sekarang". Ujar Eriska pada Jessica.
Jessica menarik nafas dengan perlahan lalu membuangnya dengan perlahan. Mereka masuk kedalam pelaminan.
James pun mulai berdiri saat pintu dibuka. James merasa gugup. Sudah dua minggu Ia tidak berjumpa dengan Jessica karena Jessica dipingit.
Datang lah Jessica dengan kebaya modern yang sangat cantik berwarna putih. Ia berjalan bersama Eriska, Stefanie juga Tita.
Ya Tuhan, Kelinci kecilku sangat cantik. Ujar James dalam hati merasa terpesona pada Jessica.
Jessica melemparkan senyuman pads setiap orang. Ia sangat merasa gembira ini adalah hari yang Ia tunggu sejak lama. Sampailah Jessica dipelaminan. James mengulurkan tangannya membantu Jessica. Setelah itu Mereka duduk untuk menandatangani berkas-berkas lalu Mereka berdiri lagi. James menyematkan cincin mas kawin itu dijari manis Jessica.
Jessica pun mencium tangan James untuk pertama kalinya. Jugs James yang mencium kening Jessica.
"Kamu sangat cantik sayang". Bisik James ditelinga Jessica.
Jessica yang mendengarnya tersenyum malu pipinya merona.
Setelah itu Mereka sungkeman pada orangtuanya. Banyak yang menangis terharu saat moment ini. Setelah selesai, Mereka duduk santai menikmati hidangan yang ada. Acara resepsi akan diadakan malam pukul tujuh.
Setelah makan siang, acara selesai. Mereka kembali ke kamar masing-masing atau sekedar mengobrol.
"Jess awas diterkam James". Ledek Tita.
"Ta, iri iri banget Kamu". Ledek Eriska.
"Kak, waktu mereka malam pertama Kita bawa petasan yuk. Kita ganggu Mereka". Ledek Tita.
"Tita!!! Awas ya macem-macem". Ancam Jessica.
"Sayang, jangan tertawa seperti itu. Nanti Kamu dikerjai balik oleh Jessica saat Kita menikah". Ujar Yarka pada Tita.
"Hanya bercanda". Balas Tita.
James dan Jessica pun masuk kedalam kamar pengantin Mereka. Mereka duduk diatas tempat tidur. Saling pandang dan saling tersenyum canggung.
Kenapa jadi canggung begini ya?. Ujar Jessica dalam hati.
"Kkhhmmm". James berdehem.
"Apa?". Tanya Jessica.
"Kenapa Kita jadi saling diam begini?". Tanya James.
Jessica hanya mengangkat bahu nya pertanda tidak tahu.
James menyentuh pipi Jessica. "Kelinciku sangat cantik hari ini. Aku tidak menyangka sekarang Kita adalah Suami Isteri". Ujar James yang berbicara sangat dekat dengan wajah Jessica.
Deg! Deg! Deg! Jantung Jessica berdetak begitu kencang.
"Ma femme". James mengelus pipi Jessica turun ke leher lalu mengecup lembut bibir Jessica.
"Kita mulai kehidupan baru kita dengan kebahagiaan". Ujar James tersenyum pada Jessica.
James membaringkan Jessica.
__ADS_1
"Jangan sekarang". Tolak Jessica.
"Apa?". Tanya James bingung.
"Itu". Jawab Jessica malu.
"Hahahahahaha Kamu ini. Siapa yang mau melakukannya sekarang? Aku hanya ingin memelukmu". Ujar James memeluk tubuh Jessica. "Aku sangat gugup sepanjang acara. Mungkin dengan cara ini Aku bisa tenang". James terus memeluk tubuh Jessica.
Astaga, pikiran bodoh!. Jessica mengumpat dalam hati.
"Nyaman sekali seperti ini. Aku tidak pernah merasakan kenyamanan seperti ini. Pantas saja Tuan selalu memeluk Nyonya dimanapun". Ujar James.
"Ih Kamu selalu mengintip Eriska dan Dito ya?". Ujar Jessica.
"Tidaklah. Kurang ajar sekali Aku mengintip. Mereka kan suka begitu. Kamu juga pasti tahu". Jawab James.
"Tapi Aku merasa aneh". Ujar Jessica.
"Aneh kenapa?". Tanya James.
"Belum terbiasa". Ujar Jessica malu.
"Sayang, Kamu ini biasa aggressive loh. Kenapa sekarang malah jadi malu-malu begini?". Ujar James lucu pada Jessica.
Jessica tidak bisa menjawab apa-apa. Entah kemana Jessica yang tidak tahu malu itu. Tiba-tiba Dia berubah menjadi wanita yang sangat pemalu.
Mereka hanya diam sampe pukul empat sore.
"Jessica, bicaralah kenapa kamu diam? Apa Kamu menyesal menikah denganku?". Tanya James.
"Tidak James, Aku bahagia tentunya". Jawab Jessica cepat.
"Lalu, kenapa Kamu terus diam. Ini sudah tiga jam loh Kamu mendiamiku". James membalikkan badan Jessica yang awalnya memunggungi James.
"Kita bicara disofa saja ya". Ujar Jessica.
James tersenyum. "Baiklah".
Mereka berjalan menuju sofa lalu duduk bersama.
Jessica menatap James dengan senyuman yang manis. "Terimakasih karena telah menepati janji". Ujar Jessica menyentuh pipi James.
"Terimakasih juga karena sudah sabar menunggu". James mencium tangan Jessica.
Setelah berbincang sesaat, tak lama Make up Artist datang untuk mempersiapkan penampilan James dan Jessica saat acara resepsinya.
Setelah berdandan dua jam, akhirnya Mereka siap. Mereka sudah ada didepan pintu hall. Para undanganpun telah hadir menunggu pengantin masuk dalam gedung.
James dan Jessica pun datang. Semua orang riuh melihat betapa cantik dan tampan. Layaknya Ratu dan Raja.
"Aku sangat gugup". Ujar Jessica.
"Tenanglah". James mencoba menenangkan Jessica.
Mereka sampai pelaminan. Semua para undangan memberikan selamat pada Jessica dan James.
Acara memakan waktu dua jam. Sengaja hanya sebentar karena Jessica sangat tidak suka dengan resepsi yang membosankan itu.
Visualisasi Pernikahan JJ
__ADS_1