
Liam dan Audrey akhirnya memutuskan untuk menginap beberapa hari di Villa bersama Eriska dan Dito. Eriska sangat gembira akhirnya Ia memiliki teman selain Dito dan para pengawal. Eriska dan Audrey sangat cepat akrab.
"Kalian para lelaki tunggu disini ya, kami ingin memasak untuk makan malam". Ujar Eriska.
Eriska dan Audrey pun berjalan bersama menuju dapur.
Sampai dapur, Eriska menggunakan celemek dan mengambil bahan makanan di lemari es.
"Apa yang akan Kamu buat?". Tanya Audrey.
"Masakan rumah biasa. Aku dulu diajarkan oleh Mendiang Mamaku". Ujar Eriska tersenyum.
Eriska berniat membuat ayam Bakar, oseng sayur, sambal, serta beberapa makanan lainnya.
Eriska menggunakan celemeknya, rambut diikat asal membuat nya terlihat sangat seksi karena lehernya yang jenjang terlihat jelas.
"Apa yang bisa Aku bantu?". Tanya Audrey
"Kamu bisa memotong sayuran itu". Ujar Eriska menunjuk beberapa sayuran.
Eriska mengajarkan bagaimana memotong sayuran yang benar saat Eriska melihat Audrey merasa bingung.
"Eriska". Audrey memanggil Eriska dengan rasa ragu.
" iya". Jawab Eriska yang tengah mencuci ayam.
"Maaf jika Aku lancang sebelumnya. Sebenarnya, sebelum Aku bertemu denganmu Aku telahencari informasi tentang dirimu di Internet. Aku melihat Kamu sangat terkenal di negaramu. Tapi, Aku bingung. Kenapa banyak yang menganggap kamu adalah orang yang Angkuh, arogan, kasar dan tidak punya hati? Jujur Aku sempat takut sebelum bertemu denganmu. Apa Kamu mau berteman denganku yang bukan siapa-siapa ini? Tapi saat Aku bertemu denganmu hari ini, kenapa sosok buruk itu tidak Aku lihat sama sekali? Kenapa mereka sangat jahat mendeskripsikanmu seperti itu? Mungkin orang yang tidak pernah bertemu denganmu akan berfikir buruk tentangmu". Ujar Audrey yang merasa kesal dengan apa yang Dia lihat di internet.
Eriska berbalik badan, duduk berhadapan dengan Audrey lalu tersenyum.
"Apa yang Kamu baca memang tidak salah. Aku memang sengaja membuat karakter seperti itu dan memang karakterku seperti itu terhadap para pekerjaku. Dalam bisnis perhotelan ini, saingannya sangat banyak. Jika kita terlihat baik para musuh akan mudah menyerang kita. Begitu juga dengan para karyawan di hotel. Jika kita terlalu baik pada Mereka, mereka akan meremehkan kita. Jadi, selama dalam dunia bisnis karakterku memang seperti yang Kamu baca. Tapi, karakter yang Kamu lihat sekarang adalah karakter lamaku yang terkubur cukup lama. Karena terbawa karakter yang jahat, sikapku pun berubah menjadi jahat kepada siapapun. Sampai Aku dipertemukan dengan Dito. Ia yang mengembalikan karakter lamaku ini. Sebelum menikah, sikapku terhadap orang memang seperti yang Kamu baca, Aku hanya baik kepada keluargaku saja. Kepada orang lain Aku akan terlihat sangat Angkuh. Bahkan Aku hanya memiliki 2 sahabat karena hanya mereka yang tulus padaku". Ujar Eriska. "Mencari orang yang tulus itu sangat sulit Audrey, maka dari itu Aku tidak mudah menunjukkan sisi lemah lembutku". Ujar Eriska tersenyum pada Audrey.
"Oh seperti itu, Aku mengerti sekarang. Kamu memang wanita yang luar biasa Eriska. Pantas saja Dior lebih memilih kamu daripada Alexa". Audrey menutup mulut nya. "Ah apa yang Aku katakan. Dasar bodoh". Audrey berbisik.
"Maafkan Aku Eriska, Aku tidak bermaksud". Ujar Audrey merasa bersalah menyebut nama Alexa.
"Hahahahahaha tenanglah, tidak perlu seperti itu". Ujar Eriska.
"Eriska, apa Kamu tahu tentang Alexa?". Tanya Audrey.
"Aku tahu ya sebatas cerita dari Suamiku. Sudahlah tidak perlu difikirkan. Aku tidak suka bergosip". Ujar Eriska tertawa kecil.
Mereka melanjutkan memasak dengan mengobrol membuat suasana menjadi menyenangkan. Audrey banyak bertanya soal apapun pada Eriska. Audrey sangat terkejut Eriska tahu banyak hal.
__ADS_1
Audrey berencana untuk membuat sebuah butik dengan brand nya sendiri. Ia adalah seorang Fashion designer. Ia meminta Saran pada Eriska soal rencana nya itu. Eriska mendukung rencana Audrey.
"Aku akan menunjukkan beberapa design ku nanti. Aku sangat bersemangat dalam bisnis ini". Ujar Audrey bergembira karena Eriska mendukungnya.
"Ingat Audrey, Kamu harus menjual kualitas yang lebih baik dari brand lainnya. Dengan apa yang Kamu rencanakan semua sangat bagus. Pasti Kamu akan sukses dalam bisnis ini". Ujar Eriska.
"Terimakasih Eriska karena sudah memberikan dukungan dan solusi untuk bisnisku". Ujar Audrey bahagia.
Audrey adalah wanita yang ceria. Ia selalu tersenyum dan tertawa membuat suasana menjadi gembira juga.
"Masakan kita sudah siap". Ujar Eriska
"Kamu memasak sangat banyak. Seperti untuk puluhan orang". Ujar Audrey bingung dengan banyak nya makanan yang Eriska buat.
"Dalam rumah ini kan banyak orang". Ujar Eriska. "Ada Aku, Kamu, Liam, Dito dan para pengawal". Ujar Eriska
"Kamu memasak ini semua untuk pengawal juga?". Tanya Audrey kaget.
"Iya". Jawab Eriska tersenyum.
"Dalam kontrak mana bisa pelayan makan dengan makanan yang sama dengan Tuan nya". Ujar Audrey.
"Hahahahahaha Kamu fikir makan mereka dan kita berbeda? Mereka juga sama manusia. Mereka sangat berjasa untukku dan Dito. Maka dari itu Aku selalu membuat makanan yang sama untuk mereka". Ujar Eriska.
"James". Eriska memanggil James.
James datang dengan cepat.
"Ada apa Nyonya?". Tanya James.
"Siapkan alat makan dan tata semua makanan ini". Ujar Eriska.
"Audrey, Kamu panggil para pria untuk makan ok". Ujar Eriska pada Audrey.
"Ok". Audrey pun pergi.
"Nyonya, untuk hari ini kami akan makan di dapur saja ya, kami tidak enak bergabung dengan kalian". Ujar James.
"Kenapa? Biasa juga selalu makan bersama". Ujar Eriska bingung.
"Tolong Nyonya, ini semua adalah peraturan kami tidak bisa melanggarnya". Ujar James.
Eriska mengerti karena keberadaan Liam dan Audrey. Untuk Liam mungkin tidak masalah, tapi berbeda dengan Audrey yang anak konglomerat juga akan merasa keberatan duduk makan bersama pelayan.
__ADS_1
"Baiklah saya mengerti". Ujar Eriska menepuk bahu James. "Siapkan segalanya". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Ujar James.
James pun mempersiapkan semuanya.
Dito, Liam, Eriska dan Audrey sudah ada di meja makan. Mereka memakan masakan yang Eriska buat.
"Wah masakan ini enak sekali". Ujar Audrey.
Eriska hanya tersenyum.
"Kamu memang wanita yang hebat". Puji Audrey.
"Tentu lah siapa dulu suaminya". Jawab Dito.
"Ah suaminya biasa saja". Ujar Audrey.
"Sungguh beruntung Dior memiliki Istri seperti Eriska". Ujar Audrey. "Aku harus belajar kepadamu. Agar suatu hari saat Aku menikah, Suamiku akan selalu cinta padaku". Ujar Audrey.
"Aku akan selalu cinta padamu. Jadi menikahlah denganku". Ujar Liam
"Siapa yang mau menikah denganmu? Tidak!". Jawab Audrey.
"Lihatlah Eriska, Aku sudah sering melamarnya, tapi Dia selalu menolakku". Ujar Liam mengadu pada Eriska.
"Melamar seperti itu siapa wanita yang akan menerima?". Ujar Audrey merasa kesal. "Lagipula, Kamu juga masih tidak berani menemui Daddy".
"Siapa yang berani menemui Papamu Yang's eorsng jendral gahar itu?". Ujar Dito tertawa.
Eriska melihat pada Liam yang tertunduk saat Audrey mengatakan soal Papanya.
Kenapa dengan Liam? Dia sangat murung setelah membahas Papa Audrey?. Tanya Eriska dalam hati.
Mereka melanjutkan makan malam nya. Meski ada rasa canggung karena perdebatan Audrey dan Liam, namun Eriska dan Dito mencairkan suasana kembali.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".
Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.
jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.
salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1