Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 106 (goes to Paris)


__ADS_3

Setelah kejadian Dito dan Eriska diikuti oleh seseorang, Dito semakin hati-hati saat mereka keluar rumah.


Satu minggu berlalu, Setiap hari dilalui dengan penuh kebahagiaan untuk Dito dan Eriska. Banyak tempat sudah dikunjungin oleh mereka.


"Sayang, Kamu senang kan selama disini?". Tanya Dito kepada Eriska yang tengah berbaring di tempat tidur bersama.


"Tentu senang sayang. Terimakasih ya Kamu memang Suami luar biasa". Eriska memeluk tubuh Dito.


"Aku senang kalau Kamu senang juga". Dito mencium ujung kepala Eriska.


"Besok mau kemana lagi?". Tanya Dito.


"Besok sepertinya kita tidak keluar dulu. Aku ingin berenang atau gym. Sudah lama Aku tidak berolahraga". Ujar Eriska.


"Baiklah Sayang apapun yang Kamu mau. Tapi malam ini boleh dong kita mulai olahraga malam". Badan Dito sudah ada diatas tubuh Eriska.


"Genit ya kamu". Ujar Eriska.


Merekapun memulai olahraga malam nya.


Keesokan harinya Eriska sudah bersiap untuk berenang dengan pakaian renang nya.


"Sayang, Kamu mau ikut tidak?". Tanya Dito.


"Nanti aku susul Kamu". Ujar Dito.


"Yasudah Aku duluan". Erika pun keluar dari kamar.


Para pelayan menyapa Eriska dengan begitu ramah.


Sampai di kolam renang Ia memulai untuk berenang. Eriska sangat suka berolahraga. Seperti berenang, jogging, gym, yoga dan lainnya. Maka dari itu Ia memiliki postur tubuh yang sangat ideal.


Tak lama Dito datang dengan menggunakan celana renang tanpa atasan.


"Astaga seksi sekali Kamu. Tidak malu dilihat pelayan perempuan?". Tanya Eriska.


Eriska maski menggunakan baju renang, tapi terlihat tidak terlalu seksi.


"Tenang saja, tidak akan ada yang datang kesini tanpa Aku yang meminta". Ujar Dito.


"Terserah Kamu lah". Ujar Eriska.


"Kita lomba renang yuk. Yang kalah harus cium semua tubuh yang menang". Ujar Dito.


"Ih itu sih Kamu yang enak mencium dan dicium". Ujar Eriska.


"Hahahahahaha. Mau tidak? Kalau tidak mau berarti Kamu kalah". Ujar Dito.


"Loh kenapa begitu?". Protes Eriska.


" iya dong kalau Kamu tidak mau berarti Kamu takut kalah". Ujar Dito.


"Ok kita bertanding sekarang". Ujar Eriska.


Mereka pun bersiap untuk bertanding. Namun tiba-tiba James datang dengan wajah yang Panik.

__ADS_1


"Tuan maaf menggangu. Kalian harus segera bersembunyi". Ujar James Panik


"Apa dia?". Tanya Dito.


James hanya mengangguk.


"Sial. Sayang, ayo ikut Aku". Dito menarik tangan Eriska lalu pergi menuju kamar.


"Ada apa?". Tanya Eriska.


Dito tidak menggubris.


"Sayang ada apa?". Eriska melepaskan genggaman tangan Dito.


"Ikut Aku sekarang". Bentak Dito.


Eriska terkejut pertama kalinya Ia dibentak oleh Dito.


Sampai di kamar, Dito menarik tangan Eriska menuju ruang ganti. Ia membuka lemari lalu menekan tombol didalam lemari.


Betapa terkejut nya Eriska melihat ada ruangan rahasia didalam lemari ini.


"Masuk sekarang. Nanti akan Aku ceritakan". Ujar Dito.


Mereka berdua pun masuk. Bersembunyi beberapa saat.


"Katakan padaku apa yang terjadi ???". Tanya Eriska.


"Diamlah dulu". Ujar Dito.


"Siapa Alexa sebenarnya? Beberapa Kali Aku mendengar nama itu. Siapa Dia?". Eriska memukul dada Dito.


"Jika Kamu tidak mau bercerita, Aku keluar sekarang dan menemui Dia". Eriska beranjak dari duduknya.


"Kamu gila ya. Diam disini". Dito menarik tangan Eriska.


"Kamu yang gila! Sejak kita datang kesini Aku tahu ada sesuatu yang Kamu sembunyikan. Aku sabar menunggu Kamu mengatakannya sendiri. Tapi apa ? Kamu hanya membuatku semakin bingung dengan apa yang terjadi". Ujar Eriska dengan nada kesal dan marah.


"Sayang, Aku janji akan mengatakannya tapi tidak sekarang. Diamlah dulu". Ujar Dito


Tak lama James mengetuk pintu. Lalu Dito membuka.


"Gawat Tuan, Nona Alexa menuju kemari. Sebaiknya Tuan dan Nyonya sekarang bergegas pergi ke London. Saya akan menghandle disini". Ujar James.


"Baiklah. Setelah semua selesai, Kamu susul kami ke London". Ujar Dito.


"Ini pakaian Tuan dan Nyonya serta kunci mobil untuk menuju bandara". Ujar James memberikan pakaian dan kunci mobil serta barang berharga lainnya.


"Terimakasih James. Kamu harus segera menyusul kami". Ujar Dito menerima semua barang yang diberikan James.


"Baik Tuan. Jaga diri baik-baik bersama Nyonya". Ujar James lalu pergi.


"Sekarang ganti baju mu dan kita akan pergi ke London". Ujar Dito memberikan pakaian kepada Eriska.


Eriska hanya menurut karena Ia tahu ini adalah keadaan genting.

__ADS_1


Setelah mereka siap, Dito membuka pintu lain diruangan rahasia itu. Terkejut kembali Eriska saat melihat ada banyak mobil di garasi rahasia milik Dito.


Sial. Siapa sebenarnya Dito ini. Gerutu Eriska dalam hati.


"Ayo sayang. Kita tidak ada waktu lagi". Ujar Dito masuk kedalam mobil sport warna Hitam. Eriska pun masuk kedalam mobil.


"Kita tidak bisa ke bandara, pasti dia sudah memblokir jalan". Ujar Dito.


"Terus apa yang harus kita lakukan?". Tanya Eriska.


"Menggunakan kereta". Ujar Dito.


Dito pun melajukan mobilnya menuju stasiun kereta.


Setelah sampai mereka bergegas lari membeli tiket.


"Ah kita belum telat. Masih ada 20 menit jadwal perjalanan menuju London". Ujar Dito.


" 2 tiket menuju London". Ujar Dito menyerahkan identitas diri.


Petugas pun memberikan dan Dito membayar.


"Ayo kita pergi sekarang". Dito menarik tangan Eriska dan berlari menuju kereta.


Dito melihat ke belakang beberapa orang berjas hitam mengejar mereka.


"Sial. Kita ketahuan". Ujar Dito.


Mereka terus berlari.


"Ini tiket keretanya. Tunggu Aku disana. Aku akan bermain-main sebentar". Ujar Dito memberikan semua barang berharga nya.


"Kamu gak usah macam-macam deh Dito". Ujar Eriska Panik.


"Cepat pergi. Percaya padaku". Ujar Dito memeluk dan mencium Eriska. "Tunggu Aku dalam kereta". Ujar Dito.


Dengan berat hati Eriska berlari meninggalkan Dito.


"Tuan Dior. Sebaiknya Anda menyerahkan diri pada Nona Alexa". Ujar salah satu penjaga Alexa.


"Hanya dalam mimpi". Jawab Dito.


Dito pun menghajar para pesuruh Alexa itu dengan sigap. "Kamu fikir Aku Dior 5 tahun lalu yang lemah?". Dito terus menghajar 5 orang suruhan Alexa.


"Ah tinggal 7 menit lagi". Dito melihat jam di dinding.


"Waktu bermain habis". Dito menghajar satu per satu para penjahat itu dengan silat nya.


Mereka terkapar tak berdaya.


"Sayang, Aku datang". Dito berlari menghampiri Eriska didalam kereta.


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.

__ADS_1


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2