Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 43


__ADS_3

Didalam lift hanya ada mereka berdua.


"Lihat deh pantulan kita di lift ini. Serasi ya". Ujar Dito memeluk pinggang Eriska.


Eriska melepas nya. "Mimpi". Jawab Eriska.


"Hahahahahaha ini bukan mimpi. Kita sudah menikah jadi sekarang kita adalah pasangan. Benar kan Nona cantik?". Ujar Dito yang meraih dagu Eriska.


"Lepaskan tanganmu itu". Ujar Eriska melepaskan tangan Dito


"Lagi pula, sebelum menikah Kamu terlihat sopan dan lugu. Sekarang kenapa jadi menyebalkan seperti ini?". Tanya Eriska dengan wajah kesal.


"Ya karena sebelum nikah kita bukan muhrim Aku harus menjaga diriku kan menjaga Kamu. Beda setelah menikah Kamu sudah bebas Aku sentuh Dan bebas melakukan apapun terhadap kamu". Ujar Dito.


"Tapi saya tidak suka dengan apa yang Kamu lakukan. Kamu terlalu memaksa saya". Ujar Eriska kesal.


"Aku gak perduli Kamu suka atau tidak". Balas Dito.


"Kamu memang menyebalkan". Eriska memicingkan matanya menatap Dito.


Lift terbuka. Mereka berdua berjalan menuju lobby. Untuk pulang kerumah. Sedangkan yang lain masih didalam kamar untuk merapihkan barang-barang nya.


"Pah". Ujar Eriska tersenyum.


Birowo sudah menunggu di lobby.


"Mau pulang sekarang?". Tanya Birowo


"Iya Pah Aku sudah bosan disini". Ujar Eriska.


"Papa Dan yang lain nya bagaimana?". Tanya Dito.


"Mereka sedang mengemas barang nanti mereka akan menyusul". Ujar Birowo.


Surya sudah menunggu di pintu masuk.


"Tuan, Nona mobil sudah siap". Ujar Surya.


Mereka ber 3 berjalan menuju mobil.


Dito ingin duduk di depan namun Birowo menolak. Akhirnya Dito di belakang bersama Eriska.

__ADS_1


"Dito bilang Kamu tidak enak badan, gimana sekarang?". Tanya Birowo.


Dia tidak bilang Papa kalau Aku minum Semalam?. Tanya Eriska dalam hati.


"Oh sudah membaik. Aku hanya sakit kepala aja". Ujar Eriska menoleh pada Dito.


Dito tersenyum.


"Pah gimana soal pembangunan hotel di denpasar ? Papa sudah janji padaku". Ujar Eriska


"Kita bicarakan nanti". Ujar Birowo.


" Papa". Eriska kesal.


Sampailah mereka di rumah.


"Selamat datang dirumah Nona Dan Tuan". Bi Inah menyambut.


Eriska hanya berlalu tanpa berkata apapun.


"Terimakasih Bi. Saya masuk dulu ya". Ujar Dito tersenyum pada Bi Inah lalu menyusul Eriska.


Eriska sudah di dalam kamarnya. Ia merebahkan badannya di atas tempat tidur.


"Hemmm ternyata seperti ini kamar Nona Eriska". Dito masuk kedalam kamar Eriska.


"Ngapain Kamu disini?". Eriska terduduk di tempat tidur.


"Loh ini kamar ku juga kan sekarang?". Tanya Dito


"Memang Kamu gak pulang ke kampung?". Tanya Eriska.


"Ya kalau Kamu mau Aku pulang ke kampung, Kamu harus ikut Aku". Ujar Dito tersenyum.


"Apa??? Ikut kamu? No way!!". Ujar Eriska.


"Ya jadi Aku akan tinggal disini. Mana tega Aku meninggalkan istriku yang cantik ini". Dito berjalan menghampiri Eriska Dan duduk di sebelahnya.


"Kamu bisa cari kamar lain. Jangan disini". Ujar Eriska kesal


"Aku suka kamar ini jadi kita sharing ya". Ujar Dito mencium tangan Eriska.

__ADS_1


Jantung Eriska berdetak kencang.


Entah apapun yang dilakukan Dito membuat nya tidak berdaya. Tapi Ia selalu mengelak tidak ingin memiliki rasa seperti itu.


Tak lama Bi Inah mengetuk pintu.


Dito berjalan untuk membuka pintu.


"Tuan maaf menganggu, itu keluarga tuan Dan teman Nona sudah sampai". Ujar Bi Inah.


"Oh iya Bi terimakasih". Ujar Dito tersenyum.


"Bibi permisi dulu ya". Bi Inah meninggalkan kamar Eriska.


"Istriku, semua sudah sampai kita turun yuk. Tadi pagi kan Kamu gak bertemu mereka". Ujar Dito tersenyum.


Eriska pun berjalan keluar bersama Dito.


"Eriska, kenapa kamu meninggalkan kita?". Tanya Stefanie.


"Aku sangat bosan di hotel". Ujar Eriska.


"mungkin aku akan kembali besok ke Singapore". ujar Stefanie.


"Apa yang Kamu lakukan di Singapore?". Tanya Eriska. "Tunggu, dimana Jessica?". Tanya Eriska


"Dia pergi ke rumahnya. Dia bilang Papa nya akan pergi ke Thailand jadi dia harus bertemu Papanya. Dia bilang maaf karena tidak mengatakan padamu dia pergi dengan terburu-buru" ujar Stefanie.


"Aku tahu dia ingin meminta uang kepada Papa nya". Ujar Eriska. "kamu masih tidak mengatakan padaku, apa yang Kamu lakukan di Singapore?".


"oh ya Aku lupa mengatakan padamu. Aku mendapatkan pekerjaan di Singapore. Menjadi senior chef di hotel xxxxx". Ujar Stefanie.


"Pindah bekerja lagi? Kamu tidak bosan berpindah tempat kerja terus?". Eriska terkejut.


"apa salah nya? Aku ingin bebas. Aku ingin pergi ke banyak negara. Belajar banyak makanan di dunia Dan ketika waktunya tiba, Aku akan memiliki Restaurant ku sendir)". Ujar Stefanie bahagia.


"Kamu yakin? Bagaimana dengan orangtua mu?". Tanya Eriska.


"ini hidupku. Aku bisa menentukan apapun sendiri". Ujar Stefanie.


"Ok Aku akan berdoa yang terbaik untukmu". Ujar Eriska.

__ADS_1


"Eriska berdoa? Mustahil". Stefanie tertawa.


__ADS_2