
Setelah menempuh perjalanan 15 jam, akhirnya mereka sampai di tanah air.
"Ahhhhh akhirnya sampai juga. Aku sangat lelah berada didalam pesawat". Ujar Eriska meregangkan tubuhnya.
Merekapun turun dari pesawat. Dibawah sudah terlihat Surya menunggu. Eriska sengaja memberitahu keluarga agar tidak menjemputnya. Mereka bisa menunggu dirumah.
"Selamat sore Nyonya, Tuan". Sapa Surya.
"Sore Surya". Jawab Eriska tersenyum.
"Wah wajah Nyonya semakin cerah sekarang". Ujar Surya.
"Ah Kamu bisa saja. Oh ya kenalkan ini adalah James, pengawal pribadi Dito yang akan menemani Saya mulai sekarang". Eriska memperkenalkan James kepada Surya.
"James, Dia adalah Surya. Surya dulu pengawal saya namun sekarang Dia manager di hotel saya". Ujar Eriska.
Surya dan James pun bersalaman. Ada rasa sedih dihati Surya mengetahui Nyonya nya memiliki pengawal pribadi baru. Namun Ia mencoba untuk berbesar hati.
Mereka pun masuk kedalam mobil. Surya mengendarai dengan kecepatan sedang.
"Apa semua keluarga datang?". Tanya Dito kepada Surya.
"Iya Tuan. Keluarga Tuan Dito pun sudah datang sejak pagi. Tuan besar Birowo juga sudah pulang sejak kemarin". Ujar Surya.
"Ah Papa sudah kembali?". Tanya Eriska bahagia.
"Sudah Nyonya". Jawab Surya.
Eriska bertepuk tangan karena bahagia.
"Tingkahmu seperti anak kecil jika begitu". Ujar Dito tertawa.
Eriska hanya menjulurkan lidahnya pada Dito.
"Oh mau memancingku nih?". Ujar Dito mendekati Eriska.
"Hey hey tidak". Eriska mendorong wajah Dito sekuat tenaga.
45 menit berlalu, akhirnya mereka sampai dirumah. Eriska sangat gembira melihat sudah banyak keluarga nya menyambut kedatangan mereka. Eriska pun turun dibantu oleh Dito.
"Papa". Teriak Eriska berjalan cepat pada Papanya.
"Hey pelan-pelan". Ujar Birowo.
Eriska memeluk Papanya. "Aku kangen dengan Papa". Ujar Eriska.
"Bagaimana keadaanmu nak? Sehat?". Tanya Birowo.
"Sehat Pah Alhamdulillah". Jawab Eriska.
Eriska dan Dito pun saling menyapa semua orang.
Dari jauh terlihat Jessica memandangi James yang berdiri disamping Surya.
Siapa pria tampan itu? Kenapa saat melihat nya jantungku berdetak kencang?. Jessica terus fokus pada James.
"Jessica, Jess". Eriska memanggil namun tidak digubris Jessica.
"Hey Jess". Eriska mengguncangkan bahu Jessica.
"Ahhh Eriska". Jessica kegirangan melihat sahabatnya itu lalu memeluknya.
"Apa yang Kamu lihat? Sampai tak mendengar Aku memanggilmu". Ujar Eriska.
"Ka, pria itu siapa? Aku seperti pernah melihatnya". Ujar Jessica.
"Bodoh! Itu James kepala pelayan Dito". Ujar Eriska.
" oh my God! Dia lebih tampan ternyata". Ujar Jessica.
"Oh ya, perkenalkan Dia adalah James. Pengawal baru Eriska". Ujar Dito.
Mereka menyapa James dengan baik.
Mereka pun masuk kedalam rumah begitu juga James dan Surya.
__ADS_1
Semua berkumpul dihalaman belakang. Mereka saling berbincang. Terlihat Jessica yang terus memandangi James.
Ya ampun pria ini benar-benar gagah dan tampan. Si Surya sih jauh jika bersanding dengannya. Ujar Jessica dalam hati.
"Jess Kamu kenapa?". Tanya Tita.
"Memang Aku kenapa?". Tanya Jessica.
"Ih aneh banget sih Kamu". Ujar Tita.
Jessica masih curi-curi pandang pada James sambil tersenyum malu. Tita yang dari tadi penasaran akhirnya mendapat jawaban.
"Kak Eriska, lihat si Jessica". Ujar Tita berbisik.
Eriska melihat tingkah Jessica yang berbeda malam ini. Eriska melihat Jessica malu-malu memandang James.
"James". Teriak Eriska.
Jessica terkejut mendengar teriakan Eriska.
James menghampiri Eriska. Wajah Jessica memerah karena melihat James mendekat.
Sial! Perasaan apa ini. Gerutu Jessica.
"Ada apa Nyonya?". Tanya James yang berdiri disamping Jessica.
"Tolong ambilkan minum untuk Nona ini". Ujar Eriska menunjuk pada Jessica.
Jessica melihat Eriska merasa canggung. Pertama kalinya untuk Jessica diam tak membalas keisengan Eriska.
"Baik Nyonya, apa Anda butuh sesuatu lagi?". Tanya James.
"Tidak itu saja". Jawab Eriska.
James pun pergi mengambil minuman untuk Jessica.
Eriska dan Tita pun hanya tertawa kecil melihat tingkah aneh Jessica.
"Cinta pandangan pertama sepertinya". Ujar Tita pada Eriska.
Jessica yang mendengar langsung menoleh. "Kalian sedang membicarakanku ya?". Ujar Jessica.
Tak lama James datang. "Ini Nona minumannya". Ujar James memberikan minuman pada Jessica.
Jessica hanya mengambil tanpa melihat wajah James. "Terimakasih". Ujar Jessica.
James pun pergi menemui Dito.
"Jessica, suka ya sama James?". Ujar Eriska meledek.
"Cih! Dia buka seleraku". Ujar Jessica.
"Alah bohong! Daritadi Aku lihat kamu terus melirik padanya dengan senyum malu-malu". Timpal Tita.
"Ah kalian diam saja lah". Geruti Jessica.
"James bukan hanya tampan loh. Dia juga jago masak dan beladiri". Ujar Eriska. " ya 11 15 deh dengan Dito". Ujar Eriska
"Wah kalau Dia kak Dito versi KW Mending buat Aku saja". Ujar Tita.
"Ta Kamu kan sudah ada Yarka". Gerutu Jessica.
"Wah wah wah ada yang cemburu nih". Ledek Tita.
"Siapa yang cemburu? Ngawur kamu". Gerutu Jessica.
Eriska dan Tita pun sangat senang meledek Jessica yang terlihat malu untuk pertama kalinya. Jessica adalah kawan mereka yang paling jahil. Tapi sekarang dia yang dijahili.
Setelah berbincang, semua kembali. Keluarga Dito masih menginap sedangkan keluarga Vita, Jessica dan Surya kembali pulang.
Eriska dan Dito masuk kedalam kamarnya.
"Akhirnya kembali juga kekamar ini". Ujar Eriska merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Pelan-pelan sayang Kamu lagi hamil". Ujar Dito.
__ADS_1
"Iya sayang". Ujar Eriska
Dito pergi ke kamar mandi untuk mandi. Sedangkan Eriska masih berbaring karena Ia merasa sangat lelah.
20 menit berlalu, Dito telah selesai mandi.
"Sayang sini deh". Ujar Eriska memanggil Dito.
"Ada apa?". Dito duduk disamping Eriska.
"Jessica sepertinya suka pada James". Ujar Eriska.
"Ah Dia kan suka begitu jika bertemu pria tampan pasti digoda". Ujar Dito.
"Ih Kamu salah! Kali ini Jessica benar-benar diam dan tertunduk malu saat memandangi James". Ujar Eriska.
"Oh ya? Wah si James memang hebat baru sehari disini sudah ada yang kecantol". Ujar Dito tertawa.
"Bagaimana jika kita jodohkan ?". Tanya Eriska.
"Ah Kamu ini mak comblang ya? Suka sekali menjodohkan orang". Ujar Dito.
"Bukan begitu, Kali ini Jessica benar-benar mencintai seorang pria. Aku ingin membantunya melepas lajang nya". Ujar Eriska serius.
"Jika memang Dia menyukai James. Biarkan Dia sendiri yang bergerak". Ujar Dito.
Eriska memukul bahu Dito. "Jahat sekali Kamu. Apa Kamu lupa Dia juga menolongmu untuk mendekatiku?". Ujar Eriska.
Dito tidak bisa bicara apa-apa. "Yasudah terserah Kamu deh. Ayo kita tidur ini sudah malam". Ujar Dito.
"Aku mau mandi dulu badanku lengket". Ujar Eriska beranjak dari atas tempat tidur.
"Tunggu". Dito menahan Eriska.
Dito menggendong Eriska menuju kamar mandi. "Apa yang Kamu lakukan?" Tanya Eriska.
"Aku akan memandikanmu. Pasti Kamu lelah kan?". Ujar Dito.
"Tidak perlu, Aku bisa sendiri". Ujar Eriska meronta.
"Diam nanti Kamu jatuh". Ujar Dito.
"Dito lepaskan Aku, Aku merasa mual. Cepat". Ujar Eriska.
Dito menurunkan Eriska. Lalu Eriska berlari menuju kamar mandi.
Eriska mengeluarkan semua isi perutnya. Dito yang melihat sangat kasihan. Ia mengusap punggung Eriska.
"Sudah?". Tanya Dito.
Eriska hanya mengangguk. "Kepalaku sangat pusing". Ujar Eriska.
"Yasudah kita kembali ketempat tidur". Ujar Dito.
"Tapi Aku merasa panas. Aku ingin mandi". Ujar Eriska.
"Yasudah Kamu lepas bajumu Aku akan membantumu". Ujar Dito.
Eriskapun menurut. Ia sudah lemas namun masih ingin mandi juga. Dito dengan telaten memandikan Eriska. Setelah itu Dito memasangkan jubah handuk untuk Eriska lalu menggendong nya menuju tempat tidur.
Dito merebahkan tubuh Eriska diatas tempat tidur. "Tunggu, Aku akan ambilkan pakaian tidurmu". Ujar Dito.
Setelah mengambil pakaiannya, Dito membantu Eriska mengganti bajunya.
"Istirahatlah sekarang. Pasti Kamu sangat lelah". Ujar Dito.
"Kamu kemari". Eriska menepuk tempat tidur.
Dito pun naik keatas tempat tidur. Berbaring disamping Eriska. Eriska bersandar pada bahu Dito. "Tidurlah sayang". Dito menepuk pelan punggung Eriska hingga Eriska tertidur pulas.
*Assalamualaikum Reader, Kali ini Author ingin memberikan Visualisasi Jessica Dan Stefanie. semoga cocok dengan karakternya ya
Jessica*
__ADS_1
Stefanie