
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Eriska mulai terbangun dari tidurnya. Saat Ia membuka mata, Ia terkejut melihat pemandangan di depan matanya. Ia berpelukan dengan Dito.
Ia terkejut langsung mendorong tubuh Dito. bukan Dito yang terdorong justru Eriska yang terdorong jatuh ke bawah.
"Awwwwww". Eriska berteriak
Dito yang tengah tidur terkejut lalu bangun.
" Ada apa?". Dito merasa kaget. "Astagfirullah Eriska". Dito terkejut melihat Eriska jatuh Dan segera menolongnya.
" kok bisa jatuh gitu ? Tempat tidur ini luas". Ujar Dito memapah Eriska.
"Ini semua karena Kamu. Saya terkejut lihat wajah mesum Kamu saat bangun jadi reflek dorong badan Kamu bukannya Kamu yang jatuh malah saya yang jatuh". Ujar Eriska masih merasa sakit.
"Itu Kamu yang salah makanya gak boleh berniat jahat apalagi Sama suami sendiri". Ujar Dito.
Eriska mengusap kepalanya karena terbentur meja.
"Masih sakit? Mau dibawa ke Rumah Sakit?". Tanya Dito
" Gak perlu". Ujar Eriska ketus.
"Kamu ini, harus hati-hati lain Kali". Dito mengusap wajah Eriska.
"Gak usah sok perhatian". Eriska menepis tangan Dito.
Namun Dito tidak kalah ide, tiba-tiba Dia mencium bibir Eriska. Eriska sangat kaget Dan mendorong tubuh Dito.
"Cowok mesum. Berhenti cium saya". Eriska menarik kerah baju Dito.
__ADS_1
Dito melepaskan dengan pelan. "Jadilah istri yang penurut". Lalu pergi meninggalkan Eriska menuju kamar mandi dengan tersenyum bahagia
"Eh cowok mesum saya belum selesai bicara". Teriak Eriska kesal.
"Sini ikut Aku kita bicara di kamar mandi sambil berendam berdua". Dito membalikkan badan.
"Cih!! Never!!!". Gerutu Eriska sangat kesal.
Dito pun berlalu meninggalkan Eriska.
" kenapa Aku jadi pria murahan gini ya?". Dito merasa malu dengan apa yang dia lakukan. "Ahhhh Dia kan istriku apa yang harus dipermalukan. tenang Dito semua akan baik-baik saja. ini hanya untuk mendapatkan cinta Eriska". Dito menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.
setelah merasa tenang Ia membersihkan diri. setelah selesai Ia keluar memakai baju Dan merapihkan diri karena Ia Dan Eriska harus turun untuk sarapan.
Dito keluar dari kamar ganti sudah rapi dengan kemeja lengan pendek Dan celana pendek se lutut dengan rambut disisir rapi terlihat sangat tampan.
"kkhhhmmm itu liur netes". ledek Dito
spontan Eriska menyentuh bibirnya.
Sialan dikerjain. Eriska memicingkan matanya terhadap Dito berjalan menghampiri Dito lalu menginjak kaki Dito.
"Rasakan ini". tersenyum sinis
Dito menyentuh kaki nya Dan meringis.
"Awas ya Aku akan balas nanti". ujar Dito.
"Will see". Eriska melambaikan tangan tanpa menoleh kepada Dito.
__ADS_1
Hmmmmmm menarik pertikaian Suami Istri ini. Dito tertawa kecil.
1 jam berlalu Eriska keluar dari kamar ganti terlihat sangat cantik dengan balutan dress pendek yang simple namun terlihat mewah. dengan natural make up Dan rambut terurai. Rambut Eriska berwarna brown chocolate Dan style curly terlihat sangat cantik.
Aku memang cantik, Tapi Dia melihatmu sangat membuat Aku Takut seperti Dia ingin " melahap ku". Ujar Eriska dalam hati.
"Ma Shaa Allah memang cantik istriku ini". Dito menghampiri Eriska.
"Mau ngapain Kamu". Eriska mundur perlahan namun tangan Dito lebih cepat dari pergerakan Eriska.
Dito memeluk pinggang Eriska dengan tangan kanan Dan yang kiri membelai pipinya.
"lepasin". ujar Eriska kesal mencoba melepaskan pelukan Dito.
"Kamu sangat cantik istriku". ujar Dito dengan lembut.
Eriska merasa merinding mendengar perkataan Dito.
Dito mencoba mencium Eriska. Dito mencium sangat lembut sampai Eriska tidak merasakan penolakan.
Dito melepaskan kecupannya.
"Kalau Kamu nurut kaya gini kan enak". Dito tersenyum pada Eriska.
" Dasar cowok mesum". Eriska pergi meninggalkan Dito.
Dito tertawa melihat kekesalan Eriska. Dia juga bahagia sedikit demi sedikit Eriska mulai menerimanya meski harus mendengar makian dari Istrinya itu. menurut Jessica, semakin dimaki semakin dekat dengannya.
Dasar wanita aneh. Eriska kenapa tingkahmu menjadi aneh seperti ini. Dito tersenyum. Aku harus memberi nya hadiah. Dito pun pergi meninggalkan kamarnya.
__ADS_1