
Dito telah selesai membuat sarapan untuk Eriska. Dia membawanya sendiri dengan trolli.
"Semoga sarapan Kali ini Dia suka". Dito yang tersenyum membawa makanannya.
Sampai di depan kamarnya Dito mengetuk pintu.
Eriska melihat siapa yang datang Dan membuka nya.
"Selamat pagi Nona cantik". Dito tersenyum Dan masuk kedalam.
Dito meletakkan semua makanan yang dia buat di meja makan.
"Ayo sarapan dulu. Kali ini Aku membuat lebih special dari kemarin". Ujar Dito mendorong kursi mempersilahkan Eriska untuk duduk.
Dito pun duduk di sebelahnya.
Eriska memakan makanan yang Dito buat.
Kenapa makanan ini rasanya sangat enak Dan sangat familiar. Seperti buata chef Dior. Apa mungkin dia?? Ah mana mungkin dia Dior. Eriska bertanya dalam hati.
"Bagaimana Kamu suka?". Tanya Dito.
"Kamu kenapa gak makan? Apa Kamu sudah sarapan?". Tanya Eriska.
Entah kenapa ini sangat membahagiakan saat Eriska bertanya seperti itu. Ujar Dito dalam hati
Dito menggelengkan kepalanya.
Eriska melihat baju yang dikenakan Dito sedikit kotor Dan basah karena keringat.
"Kamu bisa sarapan sekarang". Ujar Eriska sedikit menatap Dito.
Dito hanya tersenyum memandang Eriska.
__ADS_1
"Aku sudah bilang Papa mertua Kamu ingin pulang setelah sarapan. Papa bilang kita bisa pulang". Ujar Dito masih menatap Eriska.
"Apa perlu kita mengemas sekarang?". Tanya Dito
"Apa harus saya yang mengemas? Tidak perlu, saya punya banyak pelayan disini biar mereka yang mengemas Dan mengantarkan kerumah. Saya sudah bosan hanya berdiam diri di kamar saya ingin kembali bekerja". Ujar Eriska yang masih melahap santapannya.
Sejujurnya Dia sangat suka sarapan yang Dito buat Tapi rasa gengsi yang tidak mau mengakui.
Selesai sarapan Eriska berdiri namun dihalangi oleh Dito
"Kamu mau apa?". Tanya Eriska.
"Aku kan sudah temani Kamu makan, sekarang Kamu harus menemani Aku makan". Ujar Dito menahan tangan Eriska..
Eriska memicingkan matanya. "Saya gak suruh Kamu temani Saya makan. Jadi buat apa saya temani Kamu makan?".
"Kali ini Aku memohon deh sebagai suami Kamu". Dito menatap Eriska.
"Ok karena Kamu sudah baik dengan saya beberapa hari ini. Anggap saja ini balasan semuanya. Saya tidak mau berhutang dengan siapapun". Ujar Eriska kembali duduk.
"Kamu kenapa sih selalu panggil saya Istriku istriku. Telinga saya sakit mendengar nya". Ujar Eriska
"Loh Kamu memang istriku terus Aku harus panggil Kamu apa? Nona ?? Aku kan suamimu bukan pelayanmu". Ujar Dito yang melahap sarapannya.
"Terserah lah". Ujar Eriska kesal.
"Bagaimana Kamu bisa membuat makanan perancis? Apa Kamu pernah tinggal disana?". Eriska merasa sangat penasaran.
"Sekarang kan sudah canggih banyak video tutorial masak di internet. Aku belajar dari internet. Lagi pula istriku kan lama tinggal di Paris pasti suka makanan perancis jadi Aku belajar. Aku tidak memiliki skill selain merah susu sapi jadi Aku harus bisa membuat istriku bangga karena suaminya bisa masak makanan kesukaannya". Ujar Dito tersenyum.
Eriska tersenyum mendengar perkataan Dito.
"Begitu kan cantik tersenyum". Ujar Dito.
__ADS_1
Wajah Eriska berubah kembali.
"Ok OK Aku akan diam". Ujar Dito.
Selesai Dito sarapan.
"Lebih baik Kamu mandi deh lihat tuh baju Kamu kotor dan berkeringat. Saya tidak suka melihat nya". Ujar Eriska menatap Dito.
Dito melihat pakaian yang Ia kenakan.
"Hmmmmm memang kotor. Baiklah Aku akan mandi tapi jangan tinggalkan Aku pulang sendiri ya". Ujar Dito.
"Iya". Balas Eriska datar.
Dito pun pergi menuju kamar mandi.
"Pagi ini tumben Eriska tidak marah-marah??? Hmmmmm kadang rindu juga makian dia". Ujar Dito yang sedang mandi.
15 menit berlalu Dito keluar dengan keadaan rapi Dan bersih.
"Kamu mau pulang sekarang?". Tanya Dito.
Eriska menganggukkan kepala nya.
"Yasudah ayo kita turun". Ujar Dito.
Mereka berdua keluar dari kamar. Dito meraih tangan Eriska Dan menggandengnya. Eriska menolak Tapi genggaman Dito sangat kencang.
"Kamu bisa gak jangan memaksa saya untuk hal apapun? Saya tidak suka". Ujar Eriska kesal.
"Kamu juga suka memaksakan kehendak apa Kamu lupa?". Tanya Dito.
Deg!!! perkataan Dito seperti pisau yang menyayat hatinya.
__ADS_1
Apa Aku semenyebalkan itu??. Eriska bertanya dalam hati.