
Jangan lupa untuk Vote ya. Juga Like dan Komen untuk support karya Author 💖
Eriska terlihat murung setiap hari entah mengapa dalam pikiran banyak orang.
Seperti biasanya, Eriska dan Dito selalu duduk di balkon setelah sholat subuh.
"Sayang, Kamu kenapa? Sejak empat hari ini terlihat sangat murung?". Dito memberanikan bertanya pada Eriska karena merasa ada yang salah pada Istrinya itu.
Eriska hanya menyandarkan kepalanya dibahu Dito. "Maafkan atas tingkahku beberapa hari ini. Aku memang salah seperti ini". Ujar Eriska tanpa menatap Dito.
"Tapi apa yang terjadi padamu?". Tanya Dito merasa khawatir.
"Belum saatnya Kamu tahu. Aku akan memberitahu saat Aku siap". Ujar Eriska yang masih bersandar pada bahu Dito dan memeluk erat tangan Dito.
Dito hanya mengecup ujung kepala Eriska.
Apa yang terjadi pada Eriska? Dia benar-benar membuatku khawatir. Ujar Dito dalam hati merasa khawatir pada Eriska.
"Aku ingin masuk kedalam sekarang dan ingin tidur. Aku merasa lelah". Ujar Eriska yang berdiri lalu berjalan meninggalkan Dito.
Eriska merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Ini salah! Aku seharusnya tidak seperti ini. Semua orang pasti khawatir dengan perubahan moodku. Aku harus terima kenyataan ini! Aku tidak boleh merasa down seperti ini. Ujar Eriska mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Saat berusaha untuk tidur, tiba-tiba Dito datang memeluk Eriska dari belakang.
"Sayang, apapun yang terjadi, Aku akan terus bersamamu. Tenanglah". Dito memeluk dan mencium punggung Eriska dari belakang.
Eriska hanya bisa menangis mendengar perkataan Dito.
Aku tidak boleh seperti ini demi Dito dan Queena. Ujar Eriska dalam hati.
Eriska berbalik lalu memeluk erat tubuh Dito dengan keadaan menangis.
"Hey Kamu kenapa menangis?". Tanya Dito khawatir.
"Diamlah Dito. Aku hanya ingin menangis dipelukanmu. Jangan bertanya apapun. Setelah tangisan ini selesai, Aku akan kembali seperti biasanya". Ujar Eriska pada Dito.
"Baiklah Sayang". Dito mengusap kepala Eriska mencoba menenangkan Eriska.
Ya Allah maafkan Aku atas kekecewaan ini. Tidak seharusnya Aku merasa down seperti ini. Harusnya Aku bahagia karena Engkau telah mempercayaiku untuk memiliki anak lagi. Maafkan Aku ya Allah. Aku janji hari ini sampai kapanpun Aku akan menerima pemberianmu ini dengan suka cita dan menjaganya dengan baik. Ujar Eriska yang berusaha untuk menerima kehamilannya.
Ya, Eriska hamil kembali. Ia mencoba memeriksa keadaanya saat Ia mendengar perkataan Tita soal keadaan Dito. Karena sudah dua minggu juga Ia telat datang bulan. Saat Ia dikatakan positive hamil, Eriska sempat shock karena merasa ini terlalu cepat. Ia merasa takut tidak bisa memberikan cinta yang sama untuk anak-anaknya kelak. Ia merasa belum siap. Namun, Ia merasa bersalah juga dengan sikapnya itu karena bagaimanapun, ini adalah titipan Allah yang luar biasa untuknya.
__ADS_1
"Semoga ini adalah hadiah terbaik untuk ulang tahun Dito". Ujar Eriska berbisik.
"Apa yang Kamu katakan?". Tanya Dito.
"Ah tidak apa-apa". Jawab Eriska.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?". Tanya Dito.
"Sedikit lebih tenang". Ujar Eriska.
"Syukurlah". Ujar Dito memeluk Eriska.
Eriska bangun dan duduk lalu mengambil ponselnya menelepon seseorang.
"Halo. Tita". Sapa Eriska.
"Kak Eriska, ada apa menelepon?". Tanya Tita.
Eriska beranjak dari tempat tidurnya berjalan menuju balkon.
"Ta, yang Kamu katakan benar". Ujar Eriska.
"Perkataan yang mana?". Tanya Tita.
"Apa? Kakak hamil ?? Aaaaaa selamat ya Kak. Pasti kak Dito bahagia". Ujar Tita.
"Belum ada yang tahu kehamilan Kakak selain Kamu dan James karena Dia yang mengantar Kakak ke rumah sakit. Kakak ingin memberi kejutan ini saat Dito ulang tahun". Ujar Eriska. "Ta, Kamu kemasi semua barangmu. Kamu hari ini pindah tugas ke Jakarta. Kamu harus menggantikan Kakak lagi karena Kakak tidak akan bekerja saat hamil. Karena Dokter bilang Kakak tidak boleh bekerja". Ujar Eriska. "Kamu harus kembali besok. Karena lusa hari ulang tahun Dito dan Queena. Setelah acara selesai, kakak tidak akan datang ke hotel lagi untuk bekerja". Tambahnya.
"Jika Aku kembali ke Jakarta, siapa yang akan menggantikanku disini?". Tanya Tita.
"Biar Malik yang menggantikanmu. Pekerjaan Dia di Yogya pun sangat bagus. Kakak akan memberikan Surat pindah tugas untuknya. Kamu hanya perlu datang dan menggantikan kakak membantu Jessica untuk dua tahun ini. Kakak masih akan memantau kalian hanya tidak akan sering". Ujar Eriska.
"Baiklah Kak. Aku akan bersiap dan besok akan terbang ke Jakarta". Ujar Tita.
"Baiklah. Kakak tutup teleponnya dulu ya. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Eriska menutup panggilannya lalu kembali berjalan ketempat tidur. Eriska kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat.
"Loh Kamu tidak ke hotel? Biasanya sudah bersiap". Ujar Dito.
"Tidak. Aku malas ke hotel. Kamu jangan ke Restaurant juga ya hari ini". Rengek Eriska.
__ADS_1
"Tapi di Restaurant hari ini sangat ramai Sayang". Ujar Dito.
"Oh begitu ya, Istrinya minta waktu lebih memilih Restaurantmu!". Ujar Eriska kesal.
"Bukan begitu". Jawab Dito.
"Yasudah sana pergi ke Restaurant! Jangan dekat denganku! Awas saja jika meminta waktuku! Pergi". Eriska mengusir Dito dengan sangat kesal.
"Bisa gawat ini kalau Nyonya sudah marah. Lebih baik Aku kehilangan Restaurant daripada diamuk Nyonya". Ujar Dito berbisik.
"Baiklah Aku akan disini menemanimu. Sudah jangan marah". Rayu Dito.
"Tidak perlu! Pergi sana! Restaurantmu lebih berhargakan daripada Aku?". Ujar Eriska sangat marah.
"Tidak Sayang. Kamu lebih penting untukku. Maafkan Aku ya. Aku akan tutup semua restaurantku hari ini jika Kamu tidak suka". Ujar Dito.
Eriska masih terlihat kesal. Dito memeluknya. "Maafkan Aku. Aku akan disini bersamamu tidak akan Aku lepaskan pelukan ini". Rayu Dito.
Eriska hanya diam saat Dito memeluknya yang berarti Ia memaafkan Dito.
"Aku rindu juga tingkah manjamu ini. Saat hamil Queena saja Kamu selalu manja padaku. Setelah Queena lahir menjadi wanita dewasa lagi yang tidak pernah ngambek karena hal kecil". Ujar Dito.
Apa iya manja ini karena Aku sedang hamil lagi? Tapi, biarlah. Dito memelukku seperti ini sungguh menenangkan. Ujar Eriska dalam hati.
Dito sedikit bernyanyi untuk Eriska. Meski suaranya tak sebagus penyanyi, tapi cukup bagus untuk seorang yang bukan penyanyi.
Biasanya Eriska sangat tidak suka Dito bernyanyi. Entah kenapa sekarang Eriska justru menikmati.
Eriska tumben sekali mau mendengarkanku bernyanyi. Ujar Dito.
Eriska selalu menganggap Dito sudah tidak pantas bernyanyi seperti anak remaja.
"Sudah cukup nyanyi nya. Aku mau tidur". Ujar Eriska.
"Ok ok tidurlah Sayang". Dito mengusap punggung Eriska sampai Eriska tertidur.
"Sayangku manis sekali hari ini". Dito terus mengusap punggung Eriska.
Entah mengapa Dito selalu menyukai saat Eriska manja padanya daripada saat Eriska dewasa yang selalu menjadi Isteri yang baik yang tidak pernah marah.
Dasar aneh, Istrinya ngambek malah Dia senang hati. Ujar Eriska aneh pada Dito.
Karena pada sejatinya, Lelaki sangat menyukai Isteri yang manja padanya. Karena Mereka selalu berfikir Isterinya membutuhkannya. Tapi perlu diingat Manja pun ada batasannya.
__ADS_1