Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (9)


__ADS_3

Hari berganti begitu cepat, satu bulan berlalu, Stefanie masih dengan kesedihan dan kesendiriannya. Setiap istirahat, Ia selalu pergi ke tangga darurat untuk menyendiri. Eriska, Jessica, Tita terus memberi support namun hatinya masih terluka. Dalam diam, Surya terus memperhatikan Stefanie. Ia semakin merasa bersalah pada Stefanie. Hingga Stefanie menemui Eriska.


"Selamat siang Nyonya". Sapa Stefanie masuk kedalam ruangan Eriska.


"Stevie, ayo duduk". Ujar Eriska tersenyum pada Stefanie.


Stefanie pun duduk.


"Nyonya, ini". Stefanie memberikan sebuah amplop pada Eriska.


"Apa ini?". Eriska menerima dan membuka lalu membaca surat didalamnya.


"Surat pengnduran diri?". Tanya Eriska.


"Iya". Jawab Stefanie.


"Tapi kenapa?". Tanya Eriska merasa sedih.


"Papa meneleponku. Ia ingin Aku segera kembali ke Inggris. Waktuku sudah habis Eriska". Ujar Stefanie terduduk dan tersenyum kecut.


"Jadi Kamu pulang akan meneruskan hotel Saydox?". Tanya Eriska.


"Begitulah. Perjanjianku juga, Aku gagal". Ujar Stefanie bersedih.


"Perjanjian apa?". Tanya Eriska.


Stefanie menjelaskan perjanjiannya dengan Papanya. Ia merasa sangat sedih harus pulang dengan kegagalan.


"Kapan Kamu akan kembali ke Inggris?". Tanya Eriska.


"Lusa". Jawab Stefanie.


"Apa? Lusa? Kenapa buru-buru sekali?". ujar Eriska terkejut dan merasa sedih.


"Untuk apa Aku berlama-lama disini Eriska? Untuk terus menyakiti diri sendiri dengan melihat Surya setiap hari? Aku sudah pasrah sekarang apa yang akan Papa lakukan padaku. Setidaknya Aku sudah merasakan kebebasan selama 10 tahun ini. Bisa pergi ke puluhan Negara, bisa memberi senyuman untuk semua orang melalui masakan yang Aku buat meski akhirnya Aku harus kalah". Ujar Stefanie tersenyum kecut.


Eriska berdiri lalu menghampiri Stefanie dan memeluknya.


"Aku akan sangat merindukanmu Stefanie. Selama tiga tahun ini Aku selalu melihat keceriaanmu. Terimakasih Stefanie sudah memberikan aura positive di hotelku. Maafkan Aku, karena hotel ini memberimu luka yang sangat dalam". Eriska menangis memeluk sahabatnya itu.


"Jangan bicara seperti itu. Apa yang Aku alami semua atas kesalahanku bukan kesalahamu. Jangan bersedih, kita masih bisa saling menghubungi satu sama lain seperti dulu". Ujar Stefanie menghapus air mata Eriska

__ADS_1


"Tapi Aku terbiasa melihatmu setiap hari. Aku merasa bersalah padamu. Kamu harus pergi dari hotel ini dengan keadaan seperti ini". Eriska terus menangis.


Stefanie tertawa kecil melihat Eriska yang menangis.


" kenapa kamu tertawa? ". Tanya Eriska.


"Wanita cengeng ini yang dikenal Angkuh, keras dan sombong? Entah apa yang mereka lihat darimu". Ujar Stefanie tertawa.


Eriska ikut tertawa. "Setidaknya Aku bisa melihat senyumanmu lagi yang hilang selama satu bulan ini". Ujar Eriska tersenyum.


"Baiklah Aku akan berkemas untuk pulang. Aku permisi keluar". Stefanie beranjak berdiri.


Eriska memeluk erat Stefanie tanpa mengatakan apapun.


"Aku akan baik-baik saja. Tenang Aku tidak akan bunuh diri. Lagipula Aku ingin menikmati kekuasaanku dulu menjadi pemilik hotel Saydox". Ujar Stefanie tertawa.


"Datanglah nanti malam kerumahku. Kita adakan farewell party". Ujar Eriska.


"Baiklah. Sudah jangan bersedih Nyonya Eriska". Ujar Stefanie tersenyum. "Yasudah Aku keluar dulu ya Aku ingin berkemas". Ujar Stefanie.


"Baiklah". Jawab Eriska.


"Lepaskan tanganku". Stefanie mencoba melepas namun tenaganya kalah oleh Surya.


"Nona, apa benar Anda ingin kembali ke Inggris?". Tanya Surya.


"Itu bukan urusanmu". Jawab Stefanie ketus.


"Jawab Nona, kenapa Anda mengundurkan diri? Apa karena Saya?". Tanya Surya merasa tidak percaya Stefanie akan pergi


"Jangan terlalu percaya diri. Saya mengundurkan diri karena Saya ingin melanjutkan bisnis Papa Saya. Kita tidak punya hubungan apapun jadi Saya mohon kepada Tuan Surya untuk tidak ikut campur dengan urusan saya lagi. Saya mohon lepaskan tangan saya". Stefanie masih mencoba melepaskan genggaman tangannya namun Surya menggenggam sangat erat. Surya terus menatap Stefanie dengan perasaan yang sangat hancur.


"Anda bahagia kan tidak mendapat gangguan dari wanita Perancis yang terlalu percaya diri ini Tuan Surya. Tenang saja Tuan setelah besok Tuan tidak akan melihat wanita ini lagi untuk selama nya. Saya mohon lepaskan tangan saya". Stefanie berbicara dengan perasaan sakit dan hancur.


Surya melepaskan genggamannya namun tiba-tiba memeluk Stefanie begitu erat seakan-akan enggan melepasnya pergi. Stefanie yang awalnya berusaha kuat tidak bisa menyembunyikan air matanya lagi. Ia menangis dalam pelukan Surya.


"Maafkan saya Nona. Semoga Nona bisa menemukan pria yang jauh lebih layak daripada Saya. Saya berdoa semoga Nona bahagia selalu". Surya masih memeluk erat Stefanie.


Stefanie melepaskan pelukan Surya. "Saya tidak butuh doa dan belas kasih darimu". Stefanie pergi dengan menghapus airmata nya.


Surya masih memandangi Stefanie yang pergi dengan buru-buru.

__ADS_1


Ponsel Surya berbunyi. Ternyata Eriska yang menelepon.


"Hallo Nyonya". Sapa Surya.


"Surya, Kamu dimana? Cepat keruangan Saya". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya". Jawab Surya.


Surya pun mematikan ponselnya lalu berjalan menuju ruangan Eriska.


Surya mengentuk pintu lalu Eriska membuka.


"Masuk". Ujar Eriska.


"Apa apa Nyonya?". Tanya Surya.


"Duduk". Ujar Eriska.


Surya pun duduk disofa ruangan Eriska.


"Hey Surya bodoh! Apa Kamu mencintainya Stefanie?". Tanya Eriska yang mencengkrang kerah Surya.


"Maksud Nyonya apa?". Tanya Surya.


"Hey Surya. Saya tahu Kamu. Kamu mencintai Stefanie kan? Katakan". Bentak Eriska.


Surya hanya terdiam.


"Aku sangat tahu bagaimana dirimu. Kamu mencintai Stefanie kan? Tapi mengapa Kamu menolaknya? Hey pria bodoh! Kamu fikir Kamu siapa? Berani menyakiti sahabatku. Katakan, kenapa kamu menolak Stefanie?". Bentar Eriska mulai kesal dengan Surya.


"Saya memang mencintai Nona Stefanie. Tapi Saya tahu Saya tidak pantas bersanding dengannya. Saya tahu diri Nyonya Saya bukan siapa-siapa sedangkan Nona Stefanie adalah orang penting di Negara nya. Saya tidak layak untuknya. Dia seorang bangsawan sedangkan saya hanya mantan anak jalanan. Saya tahu diri Nyonya Saya tidak pantas dengan Nona Stefanie. Lebih baik Saya menyakitinya untuk sementara daripada Saya menyakitinya dimasa depan. hubungan kita tidak ada harapan Nona. Saya tidak mau menyakitinya dimasa depan". Ujar Surya mencurahkan semua yang ada didalam hatinya.


"Dasar bodoh kau Surya". Eriska memukul bahu Surya dengan sangat kencang namun Surya hanya diam tanpa membalasnya.


***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.


jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.


jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.


salam manis dari Mrs. A***

__ADS_1


__ADS_2