Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (30)


__ADS_3

Tok! Tok! Tok! "Tuan, Nyonya, diluar ada keluarga Tuan Dito datang". Ujar Rara.


"Aduh ganggu aja si Rara". Gerutu Dito.


"Iya nanti Kita turun". Teriak Dito.


"Kamu genit sih. Ayo turun. Eh itu bibir hapus dulu penuh lipstick ku". Ujar Eriska tertawa kecil.


Dito mencium bibir Eriska kembali.


"Sudah ah Sayang". Ujar Eriska. "Ayo kita keluar". Eriska menarik tangan Dito namun malah Dito menarik kembali yang membuat Eriska terjatuh diatas tubuh Dito lalu Dito memeluk Eriska. "Dito, sudah main-mainnya ayo kita kebawah". Ujar Eriska memberontak.


"Sudah bermainnya? Kapan kita mulai?". Ledek Dito.


"Dito serius sedikit! Ayo kita keluar". Ujar Eriska.


"Ok ok ayo kita keluar".


Merekapun turun dari atas tempat tidur lalu berjalan keluar.


"Assalamualaikum". Sapa Dito.


"Waalaikumsalam". Balas semua.


Yang datang ada Aditya, Yarka Dan Raisa.


"Eriska apa kabar?". Tanya Aditya.


"Alhamdulillah sudah membaik Pah". Jawab Eriska sembari mencium tangan Aditya.


"Tante". Eriska memeluk Raisa.


"Kamu sehat?". Tanya Raisa


"Alhamdulillah sudah membaik Tante". Jawab Eriska.


Mereka semua pun duduk berkumpul diruang keluarga.


"Loh ini siapa?". Tanya Aditya.


"Ini John Pah orang kepercayaan Dito sama seperti James". Ujar Aditya.


"Oh ini yang namanya John. Tampan semua ya pengawalmu Dito". Ujar Raisa.


"Halo Tuan Nyonya, perkenalan nama saya Johnson". Ujar John memperkenalkan diri.


"Semoga Kamu nyaman disini ya". Ujar Aditya.


"Loh Papa bisa bahasa Perancis juga?". Tanya Eriska terkejut.


"Bisa dong Papa kan dulu pernah bekerja juga di Perancis saat muda". Ujar Aditya.


"Oh ya? Aku baru tahu". Ujar Eriska.


"Kamu terlalu cuek sih". Jawab Dito.


"Ih Kamu". Rengek Eriska memukul pelan tangan Dito.


Mereka tertawa bersama. Menghabiskan waktu bersama.


"Dito bukannya besok ada syuting buat acara masak itu kan ya?". Tanya Raisa.


"Oh iya Sayang Aku hampir lupa besok Kamu harus syuting". Ujar Eriska.


"Ah tidak perlu lah. Lagian Kamu lagi sakit". Ujar Dito malas.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh begitu, ini kesempatan baik untukmu. Tenang saja Aku besok akan mengantarmu bersama Queena juga". Ujar Eriska.


"Tapi Kamu baru keluar Rumah Sakit". Ujar Dito.


"Ahhhh Kamu kan tahu Aku hanya mengalami depresi saja tubuhku sehat". Ujar Eriska.


"Kamu yakin mau pergi besok?". Tanya Raisa pada Eriska.


"Tentu Tante. Lagipula sekarang ada James dan John pasti akan lebih aman untukku". Ujar Eriska.


"Dito, pergi lah ini kesempatan terbaik untuk kariermu". Ujar Birowo.


"Betul Dito ini kesempatan yang baik. Kamu tidak boleh sia-siakan". Ujar Aditya.


"Tuh lihat kan? Banyak yang mendukungmu. Sudahlah besok Kita datang ya". Bujuk Eriska.


"Baiklah". Jawab Dito.


"Nah begitu dong itu baru suamiku". Ujar Eriska bahagia.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan malam. Setelah sholat Maghrib dan Isya bersama, Mereka kembali keruang makan untuk makan malam.


Sudah terhidang banyak makanan semua dipesan dari hotel Eriska karena keluarga Dito datang mendadak. Mereka makan dan ngobrol dengan santai. Queena pun sangat bahagia bisa bertemu kakek, Nenek dan Om nya.


"Om Yarka, Tante Tita kok gak pernah pulang kesini sih? Aku kangen sama Tante Tita". Ujar Queena yang sedang dipangku Yarka duduk diayunan halaman belakang.


"Oh ya? Tante kan sibuk disana. Bagaimana jika Queena yang datang kesana". Ujar Yarka.


"Ke Bali? Wah Aku mau. Mau main di pantai bikin istana dengan Om lagi". Ujar Queena sangat gembira.


"Queena nanti bilang Mama dan Papa ya agar jalan-jalan ke Bali". Ujar Yarka.


"Iya Om nanti Aku bilang Mama dan Papa". Ujar Queena.


"Anak manis". Yarka memeluk Queena.


"Ok Mama". Jawab Queena.


Eriska menggendong Queena. "Eriska duluan ya keatas, ini sudah waktunya Queena tidur". Ujar Eriska pada semua.


Eriskapun berjalan menuju kamar Queena diikuti Rara dari belakang.


"Ra, Kamu istirahat saja. Queena akan tidur bersama Saya malam ini". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya. Apa Saya perlu ambilkan baju tidur Neng Queena?". Tanya Rara.


"Ya boleh. Nanti bawa kekamar Saya ya". Ujar Eriska.


"Baiklah Nyonya". Ujar Rara.


Eriska dan Queena masuk ke kamar Eriska dan Rara masuk kedalam kamar Queena untuk mengambil baju tidur Queena.


Tak lama Rara mengetuk pintu Eriska dan Eriska membuka lalu mengambil bajunya


"Biar Saya saja yang menggantikan". Ujar Eriska.


"Baik Nyonya kalau begitu Saya ke kamar dulu. Kalau butuh apa-apa bisa mengetuk pintu kamar Saya". Ujar Rara..


"Tentu Rara". Ujar Eriska.


Rara pun masuk kedalam kamarnya begitu juga Eriska.


"Sayang ganti baju dulu ya". Eriska menghampiri Queena.


Eriskapun menggantikan baju tidur Queena lalu membuat Queena tertidur. Queenapun tertidur dipelukan Eriska.

__ADS_1


"Anak Mama yang Mama Sayang, jadilah anak yang baik Nak. Anak yang Sholehah". Eriska mengecup kening Queena.


Tak lama Dito masuk kedalam kamar. "Loh Queena tidur disini?". Tanya Dito.


"Iya, memang kenapa?". Tanya Eriska.


"Katanya mau punya anak banyak. Kalau Queena tidur disini bagaimana kita memproduksi anak?". Ujar Dito.


"Kamu ini fikirannya kesana saja. Sudahlah Aku ingin ganti baju". Eriska beranjak dari atas tempat tidurnya, tiba-tiba Dito menggendong Eriska membawanya keruang ganti. "Aku bisa jalan sendiri". Ujar Eriska. Dito pun tak menggubris sampai Mereka diruang ganti, lalu Dito menurunkan Eriska.


"Sekarang Kamu bisa ganti bajumu". Ujar Dito tersenyum.


"Dihadapan Kamu?". Tanya Eriska.


"Memangnya kenapa? Aku sudah tahu tiap inci tubuhmu". Ujar Dito tersenyum nakal.


"Ahhhh yasudahlah terserah Kamu". Ujar Eriska.


Eriska membuka lemarinya dan memilih baju tidur yang panjang.


"Kenapa pakai yang panjang? Kamu bisa pakai yang ini". Dito menunjuk pakaian todr Eriska yang terbuka.


"Ada Queena. Bagaimana Aku menggunakan itu?". Gerutu Eriska.


"Aaaahhhhh puasa lagi deh". Bisik Dito.


Eriska membuka bajunya. Dito yang melihat merasakan sesuatu. Meski sering melihat tapi jantung Dito selalu berdetak sangat kencang saat melihat tubuh Eriska yang polos.


Badan yang sempurna. Ujar Dito.


Dito menghampiri Eriska lalu memeluknya dari belakang. Dito mencium bahu Eriska lalu mencium leher Eriska. "Kenapa Kamu sangat menggoda begini sih". Ujar Dito.


"Huh mulai lagi deh". Gerutu Eriska.


Dito membalikkan badan Eriska dan mulai menciumi wajah Eriska. Dito mencium bibir Eriska dengan lembut. Berpindah ke pipi lalu ke leher dan kebawah.


"Sayang cepat ganti bajumu". Ujar Dito.


Eriska sangat bingung dengan apa yang Dito katakan.


Secepat ini? Tumben sekali. Ujar Eriska dalam hati.


Eriskapun menggunakan pakaiannya. Setelah selesai, Dito menarik tangan Eriska untuk keluar dari ruang ganti. Dito terus menggenggam tangan Eriska menuju ke pintu.


"Loh Sayang kita mau kemana?". Tanya Eriska. Dito tak menggubris. Ia keluar berjalan menuju kamar tamu yang dua kamar dari kamar Mereka.


"Sayang, kenapa kita kekamar tamu?". Tanya Eriska heran.


"Sayang, Aku sangat tidak tahan melihat tubuhmu. Jadi Kita bermain disini ya. Please. Aku bisa gila jika tidak melepaskan hasrat ini". Ujar Dito.


Dito pun membaringkan tubuh Eriska dan mulai bermain. Mencium bibir Eriska dengan lembut. Berpindah mencium keleher dan membuka pakaian Eriska. Eriska tak bisa menolaknya karena Ia merasa kasihan juga suaminya sudah puasa cukup lama.


Malam itu Mereka melepaskan hasrat cintanya yang Mereka tahan beberapa hari. Ditopun paham dengan kondisi Istrinya. Ia melakukannya dengan lembut membuat Eriska merasa nyaman.


Setelah selesai dengan aksinya, Dito memeluk Eriska dengan erat dari belakang. Dito menciumi bahu Eriska. "Sayang, maafkan Aku ya. Mungkin Aku egois. Kamu baru keluar dari rumah sakit sudah Aku ajak bercinta. Tapi, saat Aku melihat tubuhmu Aku sangat tidak tahan". Ujar Dito merasa bersalah.


"Sudahlah Sayang, Aku mengerti. Lagipula yang sakit bukan tubuhku jadi Kamu melakukannya pun tidak membuatku lelah. Kamu memang lelaki yang hebat dengan lembut pun bisa membuatku gila". Ujar Eriska tersenyum malu.


"Oh ya? Jadi Kamu menikmatinya juga?". Ujar Dito tersenyum nakal. "Mau diulang lagi tidak?". Ledek Dito.


Eriska tersipu malu. "Sudah ah ayo kita kembali. Kasihan Queena tidur sendiri". Ujar Eriska beranjak dari tempat tidur menggunakan kembali bajunya. begitupun Dito.


Mereka kembali kekamarnya. Mencoba untuk tidur. Posisi Eriska berada ditengah. Queena sebelah kiri Eriska dan Dito disebelah kanan Eriska memeluk Eriska erat.


"Good night sayang". Dito mengecup lembut bibir Eriska.

__ADS_1


"Good night cowok mesum". Eriska mengecup dahi Dito.


Merekapun tertidur dengan saling berpelukan.


__ADS_2