Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
episode 109 (goes to London)


__ADS_3

Eriska merasa sangat kesal. Entah apa yang harus Ia lakukan hingga akhirnya Ia tertidur.


"Sayang, kita makan dulu yuk Aku sudah memasak makanan kesukaanmu". Dito membuka pintu lalu terlihat Eriska tengah tertidur.


"Dia tertidur rupanya. Pantaslah sepi". Dito menghampiri Eriska lalu duduk disamping Eriska.


Dito membelai rambut panjang Eriska. "Maafkan Aku Istriku. Aku akan selesaikan segera semuanya". Dito terus membelai dan mengecup kening Eriska.


"Sayang, bangun yuk kita makan dulu". Dito mencoba membangunkan Eriska.


"Sayang". Dito menggoyangkan bahu Eriska dengan pelan.


"Aku tidak lapar. Aku mau pulang". Ujar Eriska


"Kita pasti pulang, tapi tidak sekarang. Kan kita mau honeymoon dulu. Kamu bilang mau ke Switzerland. Malam ini Kamu akan kesana tapi kita makan dulu yuk. Aku sudah masak untukmu". Bujuk Dito.


"Aku bilang Aku tidak lapar. Apa Kamu tidak bisa mendengar?". Ujar Eriska dengan nada kesal.


"Kamu masih marah padaku?". Tanya Dito.


Eriska tak menggubris.


Dito berbaring disebelah Eriska. Ia memeluk Eriska dari belakang. "Sayang, rasa cintaku padamu tidak pernah berubah. Bahkan setiap hari semakin mencintaimu. Izinkan Aku memelukmu untuk sesaat Aku mohon". Dito semakin erat memeluk Eriska.


"Aku janji padamu Aku akan menyelesaikan segalanya. Maafkan Aku". Dito mencium bahu Eriska.


"Kemasi barang-barangmu. 2 jam lagi Kamu akan ke Zürich". Ujar Dito berdiri lalu pergi meninggalkan Eriska.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya?". Ujar Eriska menyentuh dadanya.


Eriska pun mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Setelah itu Ia bersiap untuk pergi ke Zürich.


"Setidaknya akan tinggal sementara di Zürich. Tidak begitu buruk". Ujar Eriska.


Diluar ruangan, Dito dan James pun bersiap untuk pergi ke Paris menemui Alexa.

__ADS_1


"John, bawa 5 orang lagi untuk menjaga Nyonya. Kamu harus benar-benar menjaganya. Saya tidak ingin Ia terluka bahkan seujung kuku". Ujar Dito.


"Baik Tuan. Tidak perlu khawatir. Saya akan menjaga Nyonya dengan baik". Ujar John


"Baiklah. James, bersiaplah. Aku akan menemui Istriku dulu". Ujar Dito


Dito membawa segelas juice dan beberapa cemilan untuk Eriska.


"Kamu sudah siap?". Tanya Dito


Eriska tidak menjawab pertanyaan Dito.


"Sayang, ini juice dan beberapa cemilan untukmu". Dito memberikan nampan yang berisi juice dan cemilan kepada Eriska.


Eriska meminum juice nya.


"Duduklah sebentar". Dito mengajak Eriska duduk untuk berbicara.


"Sayang, Kamu dan John akan pergi ke Zurich. Sedangkan Aku dan James akan pergi ke Paris menemui Alexa. Berdoalah semoga semua akan baik-baik saja". Ujar Dito.


"Sayang, jika Aku tidak menjelaskan pada Alexa, Dia akan terus menggangu kita. Percayalah Aku akan menemuimu segara". Ujar Dito.


"Tidak! Kamu harus ikut denganku atau Aku juga tidak mau pergi". Ujar Eriska.


"Sayang, percayalah padaku. Maafkan Aku melakukan ini padamu. Ini semua demi keselamatanmu". Dito memeluk Eriska yang mulai merasa pusing.


"Dito Kamu gila ya. Apa yang Kamu berikan padaku?". Eriska merasa matanya sangat berat.


"Berdoalah semua akan baik-baik saja. Aku mencintaimu". Dito mencium Eriska.


Eriska tengah tertidur. Dito memberikan obat tidur pada Eriska. Ia tahu Istrinya tidak akan pernah setuju Ia menemui Alexa.


"Tidurlah untuk sementara, besok kamu akan berada ditempat yang Kamu ingin kunjungi". Dito membelai rambut Eriska.


Dito merasa berat meninggalkan Eriska sendiri. Meski Eriska Angkuh dan terlihat kuat, Dito tahu Eriska sosok yang lemah didalam. Dia pasti akan khawatir setelah bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Dito mengangkat tubuh Eriska yang tengah tertidur menuju mobil. Ia membaringkan Eriska dikursi belakang.


"John jaga Nyonya baik-baik. Pergilah sekarang dan hati-hati". Dito menepuk pundak John.


"Baik Tuan". John lalu masuk kedalam mobil. Melajukan mobilnya diiringi 2 mobil lain dibelakang.


" James, ini waktunya". Dito dan James bersiap untuk pergi ke Paris.


Mereka pergi ke sebuah ladang dekat rumah. Terlihat sudah ada helicopter yang menunggu.


"Mari Tuan". James mempersilahkan Dito masuk.


"Alexa, Aku tidak takut denganmu". Ujar Dito mengepalkan tangannya.


Jalur yang berbeda membuat Eriska dan Dito berpisah untuk sesaat. Kebahagiaan yang seharusnya didapat justru mengundang masalah baru. Eriska yang tengah tertidur mencoba untuk bangun menghalangi Dito pergi namun Ia tidak kuat untuk menahan rasa kantuk itu. Dito yang berusaha kuat untuk melepaskan masalah besar dalam hidupnya.


Ya Allah bantu Aku menyelesaikan ini dengan baik. Dito berdoa untuk keselamatannya. Ia harus kembali pada Eriska hidup-hidup.


"Baru juga mendapat kebahagiaan setelah menikah, sudah dapat masalah baru lagi. Rencana Honeymoon jadi seperti ini. Kapan lah Aku bisa bahagia bersama Eriska". Ujar Dito berbisik.


"Anda berbicara apa Tuan?". Tanya James.


"Oh tidak James, hanya ingin menertawakan hidupku ini. Saat Aku dan Eriska menikah, kita berdua seperti Tom & Jerry. Kita selalu bertengkar, terutama Eriska tidak menyukaiku sama sekali. Justru Dia mencintai Dior. Susah payah Aku membuatnya jatuh cinta, sampai semua masalah kita selesai kehidupan kita mulai membaik layaknya suami isteri. Sekarang masalah baru muncul. Aku hanya berharap bisa hidup bahagia bersama nya". Ujar Dito tertawa kecil dan merasa sedih.


"Tuan. Tuan adalah Pria yang baik. Pasti ada waktu dimana kalian berdua akan bahagia. Percayalah misi kita Kali ini akan berhasil". James mencoba menghibur Dito.


"Terimakasih James". Jawab Dito.


Setelah itu Dito dan James membahas misi mereka untuk menyelesaikan masalah Dito dengan Alexa.


***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel " Istri Cantikku Yang Angkuh ".


Support karya Author dengan Cara Vote sebanyak-banyaknya ya.


jangan lupa juga untuk Like Komen Dan Share ya.

__ADS_1


salam manis dari Mrs. A***


__ADS_2