
"Saya ingin menikah Nyonya bukan sekedar pacaran. Sayang ingin berkeluarga. Saya tahu untuk menikahi Nona Stefanie itu mustahil. Keluarga nya tidak akan menerima Saya". Ujar Surya.
Plak! Eriska memukul kepala Surya.
"Bodoh! Kamu tahu tidak Stefanie memilihmu itu bukan sebagai pacar tapi calon suaminya? Asal Kamu tahu Surya. Stefanie memiliki janji pada Papanya. Dia meminta waktu 10 tahun untuk mencari pengalaman sebelum Ia melanjutkan menjadi penerus hotel keluarganya. Bukan hanya meminta waktu untuk mencari pengalaman saja. Tapi Stefanie juga bisa mencari pasangannya selama Ia mencari pengalaman untuk meneruskan hotelnya. Dan Kamu tahu selama 10 tahun ini Ia pergi kebanyak Negara bertemu jutaan orang tapi siapa yang Dia pilih? Kamu Surya! Kamu!! Bukan tanpa alasan Dia memilihmu. Tapi sekarang Kamu lihat? Kamu menghancurkan cintanya. Bukan hanya cintanya saja, tapi juga kamu menghancurkan jati dirinya". Ujar Eriska dengan nada suara yang sangat marah. "Kamu tahu? Jika Dia tidak membawa calon suaminya, Dia akan dijodohkan dengan pria yang menurut Stefanie adalah pria yang paling kejam. Penolakan cintamu ini adalah hal terburuk yang Ia alami".
"Tapi Nyonya, masih ada Chef Niall pria baik yang mencintai Nona. Nona lebih pantas bertanding dengan Chef Niall daripada Saya". Ujar Surya.
"Papa tidak akan menerima calon menantu seorang Chef. Lagipula, Aku tidak mencintainya. Aku tidak ingin menyakiti orang lain hanya untuk melampiaskan kekesalanku". Ujar Stefanie masuk dari pintu.
"No... Nona". Ujar Surya gugup.
"Aku telah mendengar semuanya. Jadi hanya karena Kamu fikir Kamu tidak layak menjadi calon pendampingku hingga kamu menolakku? Come on Surya, saat Aku memilihmu sudah Aku pertimbangkan semuanya". Ujar Stefanie duduk disebelah Surya.
"Kalian bicaralah disini, Aku akan keluar". Ujar Eriska.
"Terimakasih Eriska". Balas Stefanie.
Eriska pun keluar dari kantor nya.
"Surya, katakan padaku. Apa Kamu mencintaiku?". Stefanie menggenggam tangan Surya.
Surya hanya menunduk. Pertama kalinya Surya yang Pria kuat menunduk karena tidak bisa berbuat apa-apa.
"Jawab Aku Surya". Stefanie mengguncangkan tubuh Surya.
Surya hanya mengangguk tanpa berani menatap Stefanie.
"Jika Kamu mencintaiku, kenapa kamu menolakku? Membuat perasaanku hancur? Membuat hidupku hancur? Kenapa Surya ?? Kenapa?".
"Nona, Saya sadar diri. Saya tidak pantas menjadi pendamping Nona. Saya hanya mantan anak jalanan, sedangkan Nona? Bangsawan kaya dari Inggris. Apa pantas saya bersanding dengan Nona? Belum lagi orangtua Nona apakah akan menerima saya ? Saya takut Nona akan bertengkar dengan orangtua Nona jika kita bersama". Ujar Surya menjelaskan pada Stefanie.
__ADS_1
"Bodoh! Kenapa kamu tidak bertanya dulu padaku? Seperti apa yang Aku katakan tadi Surya. Aku memilihmu dengan banyak pertimbangan. Bukan hanya karena Aku mencintaimu. Jujur Aku menyukaimu sejak lama. Sejak Kamu masih menjadi pengawal Eriska. Tapi pada saat itu Aku mencoba menolaknya karena Kamu hanya seorang pengawal. Jika Papa tahu calon suamiku seorang pengawal Eriska, tanpa melihatmu pasti Papa menolak. Namun, saat Eriska menikah dan Kamu dijadikan Manager hotel, disitu Aku memiliki sedikit harapan untukmu. Aku menunggu bagaimana caramu bekerja, apakah Kamu bisa menghandle sebuah hotel. Hingga Aku tahu Kamu memang seorang yang hebat dalam menghandle sebuah hotel. Hingga Aku meminta Eriska untuk bekerja disini. Untuk mencoba mendekatimu. Surya, Papa hanya ingin Aku menjadi penerus hotel Saydox. Tapi Kamu tahu Aku hanyalah seorang Chef. Aku tidak mengerti bagaimana mengelola hotel. Tapi Kamu bisa Surya. Kamu bisa membantuku. Jika Papa tahu pengalamanmu, Papa pasti menerimamu. Surya, jangan lihat masalalumu. Tapi lihat kamu sekarang. Kamu orang hebat. Kamu bukan orang biasa. Surya Aku mohon jangan minder lagi. Aku mohon terima cintaku dan ikut Aku ke Inggris". Stefanie memohon.
"Jika Kamu menolakku. Papa akan menjodohkanku dengan Anak sahabatnya. Dia adalah pria yang buruk. Selalu berganti perempuan, pria yang kasar. Apa Kamu rela Aku menikah dengan pria seperti itu?". Ujar Stefanie.
"Kamu bisa menolak kan?". Ujar Surya.
"Jika Aku tidak membawa jodohku sendiri sesuai keinginan Papa, Aku tidak bisa menolak lagi. Aku sudah meminta waktu 10 tahun. Ini saatnya Aku menepati janjiku pada Papa". Ujar Stefanie.
Surya hanya terdiam. Ia bingung harus berbuat apa.
"Surya, hanya Kamu yang Aku cintai didunia ini. Aku hanya ingin menikah denganmu. Memiliki anak darimu. Memiliki keluarga sempurna denganmu". Stefanie mencium bibir Surya. Surya pun membalas ciuman Stefanie.
"Aku mencintaimu juga Nona Stefanie". Ujar Surya tersenyum pada Stefanie.
Entah perasaan apa yang Stefanie rasakan. Tapi, saat Surya mengatakan mencintainya, Ia merasakan perasaan yang sangat bahagia. Rasa sakit selama sebulan itu hilang seketika.
Stefanie mencium Surya lagi dan memeluknya.
"Kkhhhmmm jadi happy ending?". Tanya Eriska.
Stefanie berdiri berjalan menghampiri Eriska lalu memeluknya.
"Terimakasih Eriska. Kamu memang sahabat terbaikku". Stefanie memeluk Eriska dengan erat.
"Sudah lepaskan, Aku tidak bisa bernafas". Ujar Eriska.
Stefanie pun melepas pelukannya.
"Kalian berdua itu bodoh! Kalian kan bisa saling berbicara bukan hanya diam-diaman seperti patung tapi hati menjerit". Gerutu Eriska.
"Terimakasih Nyonya. Karena Nyonya Saya bisa memiliki Nona Stefanie". Ujar Surya tersenyum pada Eriska.
__ADS_1
"Hey stone man, bisa tidak jangan panggil aku Nona lagi?". Gerutu Stefanie.
"Maaf Nona, saya sudah terbiasa memanggil seperti itu. Jika hanya memanggil nama terasa aneh". Ujar Surya. "Anggap saja panggilan sayang". Ujar Surya dengan rasa canggung.
Stefanie yang mendengar tersipu malu. Pipinya merona.
"Ahhhh Stefanie blushing". Ledek Eriska menyentuh pipi Stefanie.
"Jadi Kamu akan membatalkan kepergianmu lusa?". tanya Eriska.
"Tidak Eriska, Aku akan tetap pergi dan Aku akan menunggu Surya datang melamarku". Stefanie menggenggam tangan Surya dan menatap Surya tersenyum.
"Yakin? baru bahagia sudah harus berpisah lagi". ujar Eriska.
"Aku sudah berjanji pada Papa, jika Aku melanggarnya, Aku akan dijodohkan. lebih baik sabar sedikit menunggu daripada bahagia diawal berakhir tragis". ujar Stefanie tertawa kecil.
"Yasudah jika Kamu sudah memilih. Aku hanya bisa berdoa semoga Kamu mendapatkan kebahagiaan". Eriska memeluk Stefanie.
"Yasudah kalian bisa keluar dari ruanganku dan kalian bisa Kkhhmm". Eriska memberikan kode
"kkhhmmm apa?". tanya Stefanie.
"bersenang-senang diluar sebagai pasangan baru". ujar Eriska tersenyum.
"Terimakasih Nyonya Eriska ku sayang". Stefanie memeluk Eriska lagi.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.
jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.
jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.
__ADS_1
salam manis dari Mrs. A***