
Jangan lupa untuk Vote ya. Juga Like dan Komen untuk support karya Author 💖
Sampailah Mereka di Rumah Sakit. Eriska mendaftar untuk Dito. Seperti biasa, banyak orang yang menyapa Eriska. Eriska hanya tersenyum karena Merekapun dikawal James dan John. Sampai diruang pemeriksaan, Dito diperiksa.
"Bagaimana keadaan Suami Saya Dok?". Tanya Eriska.
"Suami Nyonya tidak apa-apa. Mungkin hanya kelelahan jadi lemas dan muntah. Nanti Saya akan berikan vitamin dan Tuan bisa beristirahat". Ujar Dokter menuliskan resep lalu memberikan pada Eriska.
"Terimakasih Dok". Ujar Eriska berdiri lalu membawa Dito keluar dari ruang pemeriksaan.
"Tuh kan Aku bilang juga apa. Aku tidak apa-apa Sayang". Ujar Dito.
"Tapi wajahmu pucat sekali. Aku tidak tahu apa Dokter itu salah periksa ya? Tapi Dia Dokter terbaik disini". Ujar Eriska belum yakin.
"Sudahlah Aku tidak apa-apa". Dito menggandeng tangan Eriska.
Setelah mendapat vitaminnya, Mereka kembali ke hotel.
Sampai dihotel Mereka melihat semua sedang berkumpul di Restaurant.
"Eriska". Jessica memanggil Eriska.
"Kamu mau bergabung dengan Mereka?". Tanya Eriska
"Tentu". Jawab Dito.
Mereka berjalan menghampiri Jessica, Eimear dan Tita.
"Bagaimana keadaan Dito?". Tanya Jessica.
"Dokter bilang tidak apa-apa. Tapi Aku heran wajah Dito pucat begitu tapi Dokter bilang baik-baik saja". Ujar Eriska.
"Ahhh jangan-jangan Kak Eriska hamil". Ujar Tita.
"Hamil? Apa hubungannya dengan hamil? Yang sakit Dito lah bukan Aku". Ujar Eriska.
"Kan ada juga Suami yang ngidam saat Isterinya hamil". Ujar Tita.
"Oh ya? Aku baru tahu". Ujar Jessica.
"Ada! Ingat si Anggi teman sekelas Kita saat kelas dua ?? Saat Dia Hamil justru suaminya yang mengalami morning sickness". Ujar Tita.
"Ngawur Kamu, Dia kan pakai KB tidak mungkin hamil". Ujar Dito.
Eriska hanya tertawa kecil.
Apa iya Aku hamil?. Eriska bertanya-tanya dalam hati.
Setelah berbincang dan makan siang, Mereka bersiap untuk pulang ke Ibu Kota karena besok hari kerja dan Mereka harus kembali beraktivitas.
Sampailah Mereka di Ibu Kota pada malam hari. Semua kembali kerumah.
"Istirahatlah Sayang. Keadaanmu masih belum membaik". Ujar Eriska pada Dito.
"Kamu juga Sayang. Ato kita tidur". Ujar Dito mengajak Eriska untuk tidur.
Merekapun tidur sambil saling berpelukan.
Keesokan harinya, Eriska dan Dito sudah bersiap untuk bekerja. Mereka turun untuk sarapan.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya". Sapa James yang selalu menunggu Tuan dan Nyonya nya dibawah tangga.
"Selamat pagi James". Jawab Eriska dan Dito.
"Bagaimana keadaan Tuan?". Tanya James.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah membaik". Jawab Dito.
"Mari Tuan dan Nyonya sarapan terlebih dulu". James mempersilahkan Tuan dan Nyonya nya menuju ruang makan.
"Selamat pagi Tuan dan Nyonya". Sapa John juga Eimear.
"Selamat pagi". Jawab Eriska tersenyum.
"Pagi cantik". Eriska dan Dito menyapa Queena yang sedang sarapan.
"Pagi Mama Papa".
"Sudah sarapan duluan nih Queena". Ujar Eriska.
"Iya Mama Aku sangat lapar. Mama mau?". Queena menyodorkan semangkuk cereal pada Eriska.
"Terimakasih Sayang. Ini Mama mau sarapan". Ujar Eriska.
James menyiapkan sarapan Eriska dan Dito.
"James, Kamu sudah berbicara dengan Jessica kan untuk mempersiapkan acara Ulang Tahun Queena dan Dito?". Tanya Eriska.
"Sudah Nyonya. Hari ini Kami akan melihat EO untuk acara Ulang tahun Tuan dan Nona kecil". Ujar James.
"Mama, Aku mau Tema Koboi ya". Celetuk Queena.
"Koboi? Tidak mau Princess ?". Tanya Eriska.
"Tidak mau! Aku mau Koboi". Jawab Queena
"Baiklah Sayang. James, Kamu sudah dengar kan? Jangan lupa katakan pada designer juga untuk membuat kostum koboi". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Jawab James.
"Queena Sayang hari ini dirumah saja ya dengan Aunty Eimear. Mama banyak sekali pekerjaan". Ujar Eriska pada Queena.
"Baiklah Mama. Mama hati-hati ya". Jawab Queena sangat manis.
"Tentu Sayang. Kamu baik-baik ya dirumah jangan menyusahkan Aunty Eimear". Ujar Eriska.
"Tentu".
"Anak manis. Yasudah Mama berangkat dulu ya". Eriska mengecup pipi Queena.
"Papa juga berangkat dulu ya Sayang. I love you". Dito mengecup kening Queena.
Eriska dan James pun pergi. Sedangkan Dito pergi sendiri menuju Restaurant.
Dalam perjalanan, Eriska meminta pergi ke tempat lain bukan ke Hotel.
"James, Kita kerumah sakit ya". Ujar Eriska.
"Kerumah sakit Nyonya? Apa Nyonya sakit?". Tanya James.
"Saya ada urusan". Jawab Eriska.
"Baiklah Nyonya". Jawab James.
Tiga puluh menit berlalu, Mereka sampai di Rumah Sakit. Eriska berjalan dikawal oleh James karena seperti biasa akan ada banyak orang yang mencoba mendekati.
Eriska sudah mendaftar online jadi Ia langsung ke ruangan yang Ia tuju.
Loh ini kan???. James bertanya-tanya dalam hati.
"Kamu tunggu diluar saja". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Baik Nyonya". Jawab James.
Eriskapun masuk kedalam ruangan.
Tiga puluh menit berlalu, Eriska keluar.
"Ayo James Kita pergi". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Jawab James.
Dalam perjalanan menuju hotel, Eriska hanya diam tidak berbicara sedikitpun.
"James, jangan katakan siapapun Aku pergi ke Rumah Sakit hari ini". Ujar Eriska datar.
"Baik Nyonya". James yang melihat ekspresi Eriska tidak berani bertanya sedikit pun.
Sampailah di Hotel.
"James, belikan ini". Eriska memberikan slip resep obat pada James.
"Baik Nyonya".
Eriskapun berjalan masuk. Para staff menyapa Eriska namun Eriska tak menjawab sedikitpun. Eriskapun masuk kedalam ruangannya.
"Astaga". Eriska merebahkan tubuhnya dikursi.
"Nyonya, nanti siang ada meeting dengan client. Juga ini berkas yang harus ditanda tangani". Ujar Jessica
"Jessica, Kamu handle semuanya dulu. Hari ini Aku sedang tidak enak badan. Aku akan beristirahat diruanganku. Katakan pada James saat Ia kembali untuk tidak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk kedalam ruanganku". Ujar Eriska berdiri lalu pergi ke ruangan lain.
Jessica yang melihat tingkah Eriska merasa bingung.
"Apa yang terjadi padanya?". Tanya Jessica.
"Eriska, Kamu baik-baik saja kan?". Jessica mengetuk pintu kamar Eriska.
"Aku baik-baik saja. Kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu. Jangan ganggu Aku untuk sementara". Ujar Eriska dari dalam.
Jessica pun keluar dari ruangan Eriska.
"Aneh sekali tingkah Eriska. Apa Dia bertengkar dengan Dito? Ah kemarin saat pulang dari Bali baik-baik saja! Aku harus bertanya pada Jemmy!". Jessica berjalan menuju lobby menunggu kedatangan James.
Saat James kembali dari luar, Jessica buru-buru menghampiri James.
"James, ada apa dengan Nyonya? kenapa Dia terlihat murung?". Tanya Jessica.
"Ada apa memang dengan Nyonya? Tadi biasa saja". Jawab James.
"Dia terlihat sangat murung. Apa Dia bertengkar dengan Dito?". Tanya Jessica lagi.
"Tidak. Nyonya tidak bertengkar dengan Tuan". Jawab James.
"Lalu mengapa Dia begitu murung?". Jessica bertanya-tanya.
"Oh ya James, Nyonya bilang nanti jangan biarkan siapapun masuk kedalam ruangan Eriska. Jika ada yg mencari Nyonya biar Mereka bertemu denganku. Kamu juga tunggu diluar ruangannya". Ujar Jessica.
"Baik kelinci Kecilku". James menarik hidurng Jessica denagn lembut.
"Ahhhhh Jemmy pagi-pagi sudah buat Aku melayang". Ujar Jessica dengan tingkah sok manisnya.
"Sudah masuk sana, Kamu harus bekerja". Ujar James.
"Baiklah. Bye Jemmyku". Jessica melambaikan tangannya.
James hanya tersenyum melambaikan tangannya juga.
__ADS_1