
Dalam perjalanan pulang, Eriska terus memeluk tangan Dito sesekali menciumi pipi Dito.
"Ya ampun, Istriku sejak hamil makin manis saja". Ujar Dito tersenyum.
"Memang Aku kenapa?". Tanya Eriska.
"Lihat tingkahmu ini sangat menggemaskan". Ujar Dito sambil mengendarai mobil.
"Entah kenapa Aku sangat tidak ingin jauh-jauh darimu. Saat bersama Kamu, hatiku sangat bahagia". Ujar Eriska mencium pipi Dito.
"Itu pertanda anak kita sangat mencintaiku". Ujar Dito tertawa.
"Ih kata siapa?". Tanya Eriska
"Kataku tadi. Tanpa cinta juga mana mungkin anak ini ada. Iyakan?". Ujar Dito tersenyum nakal.
"Dasar pria mesum. Pikiranmu kearah sana terus". Ledek Eriska.
"Ya mau bagaimana lagi, itu kan kebutuhan juga. Lagipula, memiliki Istri yang cantik seperti ini jika tidak dimainkan sayang juga". Ledek Dito.
"Jadi Kamu fikir Aku mainan?". Eriska mulai kesal.
"Mainan hidup yang cantik, lucu dan menggemaskan". Dito mencubit pipi Eriska.
Dito mengendarai mobilnya masuk ke area mall terbesar di Paris.
"Loh kenapa kita berhenti dimall?". Tanya Eriska.
"Kita shopping". Ujar Dito.
"Kita kan mau pulang. Kamu belum istirahat sejak kemarin loh". Ujar Eriska.
"Sayang, Aku sangat merasa bersalah padamu. Banyak kejadian yang membuat kita merusak acara honeymoon kita. Anggap saja ini permintaan maafku padamu". Ujar Dito mengelus rambut Eriska.
"Aku mengerti apa yang terjadi, ini semua bukan salahmu. Sekarang Kamu butuh istirahat. Lebih baik kita pulang". Ujar Eriska mengusap pipi Dito.
"Kita sudah sampai disini, jadi kita turun yuk". Ujar Dito.
Dito membuka pintu Ia keluar dari mobil lalu Dito membukakan pintu untuk Eriska.
Eriskapun tidak bisa menolak. Ia turun dengan hati gembira. Setidaknya Ia bisa jalan berdua dengan Suaminya.
Mereka jalan berdua. Eriska memeluk tangan Dito.
Dito mengajak Eriska menuju salah satu brand kenamaan dunia dimana Eriska selalu menggunakan barang dari brand itu untuk Ia gunakan sehari-hari.
"Kamu kan bawa pakaian tidak terlalu banyak, sekarang Kamu pilih untuk Kamu kenakan". Ujar Dito.
Eriska malah tidak ingin berbelanja di toko itu. Ia berjalan keluar melihat toko diseberang sangat tertarik.
"Kita belanja disana saja ya". Ujar Eriska menunjuk toko pakaian disebrang.
"Itu hanya brand lokal sayang yakin tidak apa-apa?". Tanya Dito.
"Sudahlah Ayo". Ujar Eriska menarik tangan Dito.
Mereka pun masuk ke Butik baju brand lokal. Seorang pelayan membukakan pintu menyambut pelanggannya.
__ADS_1
"Selamat siang Nyonya Dan Tuan". Sapa karyawan.
"Tuh kan lucu-lucu baju disini". Ujar Eriska gembira melihat banyak dress dengan desain yang manis.
Eriska mana mau pakai dress untuk sehari-hari, Dia kan memakai dress setiap acara formal saja atau untuk pergi jalan-jalan keluar. Ini untuk dirumah ingin menggunakan rok. Bukan Eriska banget. Ujar Dito dalam hati bingung dengan selera Eriska yang berubah.
Eriska memilih dress lucu untuk dirumah. Bukan hanya dress, Eriska pun membeli rok selutut cukup banyak.
"Aku mau mengganti semua pakaian ku dengan ini". Ujar Eriska begitu gembira.
"Yasudah pilihlah sesukamu". Ujar Dito.
Eriska mengambil sebuah topi French Beret topi ala pelukis berwarna navy, Ia menggunakan nya. "Bagaimana? Cocok kan untukku". Ujar Eriska tersenyum.
"Sangat manis". Ujar Dito menghampiri. "Kamu bisa membelinya. Saat keluar rumah Kamu bisa menggunakannya. Kamu terlihat sangat cantik". Ujar Dito.
"Aku akan membeli 3 dengan warna yang berbeda". Ujar Eriska gembira. "Sudah itu saja jika menginginkan dengan nafsu mungkin seluruh butik ini akan Aku beli semua". Ujar Eriska tertawa kecil.
Merekapun membayar dikasir.
"Apa?? Harga itu untuk semua yang Aku beli?". Tanya Eriska kaget.
"Iya sayang, kenapa mahal?". Tanya Dito.
"Tidaklah! Harga segini sih cuma 2 T-shirt brand biasa yang Aku kenakan". Ujar Eriska.
Dito hanya tersenyum lalu membayar tagihan.
Setelah dibayar, Dito dan Eriska pun keluar. 3 paper bag besar sudah ada ditangan Dito.
"Kita pulang ya, Aku lelah". Ujar Eriska.
"Tidak, Aku sangat lelah". Ujar Eriska.
"Yasudah ayo kita pulang". Ujar Dito.
Merekapun berjalan keluar mall.
Saat berjalan, tiba-tiba Eriska berhenti.
"Ada apa?". Tanya Dito.
"Mau itu". Eriska menunjuk stand Ice cream.
"Tapi cuaca sudah dingin sayang". Ujar Dito.
"Pokoknya mau". Eriska menarik tangan Dito untuk membeli.
"Large size ya". Ujar Eriska.
"Sayang, yang medium saja. Nanti Kamu gak habis". Ujar Dito.
"Medium size saja". Ujar Dito.
Eriskapun tak bisa membantah.
Eriska memilih rasa red velvet, matcha dan vanilla.
__ADS_1
Saat sudah mendapat Ice cream nya, mereka mencari tempat duduk. Mereka duduk disofa yang disediakan mall.
Eriska memakan ice cream nya. Ia hanya memakan rasa vanilla. Rasa red velvet dan matcha hanya dimakan satu sendok.
"Aku tidak mau rasa ini". Eriska memberikan pada Dito.
"Loh ini kan rasa favorite Kamu". Ujar Dito.
"Kamu habiskan. Aku tidak mau". Ujar Eriska.
"Kamu kan tahu Aku tidak suka Ice Cream". Ujar Dito. "Kamu habiskan". Ujar Dito menyuapi.
"Gak mau". Eriska menutup mulut nya. "Kalau Kamu tidak mau, Kamu buang saja". Ujar Eriska.
"Jangan dong itu mubazir namanya. Tidak boleh membuang makanan dosa". Ujar Dito
"Yasudah Kamu yang makan". Ujar Eriska.
Dengan berat hati Dito memakan sisa ice cream milik Eriska. Setelah habis, Mereka pun berjalan untuk keluar mall.
Eriska kembali berhenti.
"Apa lagi sayang?". Tanya Dito.
"Mau itu". Eriska menunjuk hot dog shop.
"Kamu mana suka makanan seperti itu. Itu junk food juga gak baik buat kandunganmu". Ujar Dito.
"Aku mau". Ujar Eriska menarik tangan Dito.
"Awas ya kalau gak dimakan". Ujar Dito.
Dito pun memesan hotdog dengan sosis sapi. Lalu memberikan pada Eriska.
Eriska memakan satu suap lalu memberikan pada Dito. "Gak seenak yang Aku bayangkan". Ujar Eriska
"Astagfirullah untung Kamu sedang Hamil". Bisik Dito mulai kesal.
"Sayang, habiskan". Ujar Dito menyuapi.
"Gak mau sayang itu gak enak". Ujar Eriska menolak. "Kamu saja yang habiskan". Ujar Eriska.
"Aku sudah makan siang, sudah makan ice cream dengan medium size. Perutku sudah kenyang". Ujar Dito.
"Yasudah buang saja". Ujar Eriska.
"Sayang, gak boleh buang makanan". Ujar Dito menahan emosinya.
"Yasudah Kamu yang makan". Ujar Eriska.
Dito menepuk-nepuk dahinya.
Dito mulai merasakan jengkel dengan ngidam Istrinya itu. Eriska selalu meminta apa yang Dia lihat tapi tidak mau memakannya. Hingga akhirnya Dito yang menghabiskan meskipun Dito tidak suka apa yang Dia makan.
"Sayang cukup. Perutku akan meledak jika terus diisi. Sudah ayo kita pulang". Ujar Dito menggendong Istrinya.
"Lepaskan sayang. Aku malu dilihat banyak orang". Ujar Eriska.
__ADS_1
"Tidak! Kamu selalu minta yang aneh-aneh kalau berjalan". Ujar Dito berjalan cepat menggendong Eriska.
Akhirnya Dito berhasil membawa Eriska keluar dari Mall Dan masuk dalam mobil lalu pulang kerumah.