
Hi Reader, Jangan lupa untuk VOTE sebanyak-banyaknya ya. Juga Like dan Komen jika kalian menyukai Novel ini 💖
Keesokan harinya, semua tengah berkumpul. Rumah Eriska semakin ramai karena kehadiran keluarga James.
Eriska hanya tersenyum dan tiba-tiba meneteskan air mata melihat pemandangan yang ramai ini. Melihat tingkah Isterinya, Dito pun menghampiri Eriska.
"Kamu kenapa menangis?". Tanya Dito khawatir.
Eriska mengusap air matanya. "Aku tidak apa-apa Sayang. Aku hanya merasa terharu melihat keramaian ini. Sebelum menikah denganmu, rumah besar ini sangatlah sepi. Hanya ada Aku dan Papa. Aku selalu tidak betah dirumah karena sungguh sepi. Aku pulang hanya untuk istirahat sisanya di hotel. Sekarang Aku tak menyangka rumah ini seramai ini. Sayang, terimakasih karena Kamu sudah membawa cahaya indah dirumah ini. Karena datangnya Kamu dirumah ini, rumah ini terasa hangat sekarang". Ujar Eriska menyandarkan kepalanya dibahu Dito.
Dito tersenyum lalu merangkul bahu Eriska dan mencium kening Eriska. "Rumah ini akan jauh lebih ramai setelah anak kembar kita lahir. Mereka akan berlarian dirumah besar ini. Mereka akan menjadi cahaya terang setelah Queena. Sayang, bukan hanya Kamu yang merasakan kesepian, Akupun sama. Kamu fikir bagaimana keadaan rumahku? Sama saja denganmu. Karena kehadiranmu lah hidupku lebih berwarna. Apalagi awal pernikahan saat Aku berjuang mendapatkan cintamu. Moment itu sangat berharga untukku dimana Aku terus mengerjaimu, membuatmu kesal tapi juga membuatmu nyaman. Sayang, terimakasih karena Kamu sudah mau menikah denganku ya meski Aku tahu awalnya Kamu menerima perjodohan ini karena terpaksa, tapi tetap saja Kamu sudah menerima pinangan si gembala sapi ini". Dito memeluk dan mencium kening Eriska.
"Ah Kamu jangan bahas masa lalu. Aku kan jadi malu". Ujar Eriska tersenyum malu.
"Loh kenapa malu? Apa yang harus dibuat malu?". Tanya Dito.
"Ya dulu kan Aku sangat membencimu sekarang malah sangat mencintaimu. Kalau kata anak gaul tuh bucin". Ujar Eriska tertawa.
"Apa itu bucin?". Tanya Dito bingung dengan istilah aneh itu.
"Budak cinta alias terlalu cinta seperti Kamu padaku". Ledek Eriska.
"Oh ya? Memang Aku teramat cinta padamu ya?". Tanya Dito.
"Iyalah kalau tidak, kenapa bisa begitu kuat menungguku hingga lima belas tahun lamanya? Padahal dulu banyak wanita cantik mengelilingimu seperti Alexa dan si Annisa itu". Ledek Eriska.
"Oh ya? Sekarang Aku akan tunjukkan seberapa cinta Aku padamu". Dito berdiri langsung menggendong Eriska.
"Hey apa yang akan Kamu lakukan?". Tanya Eriska terkejut.
"Aku akan menunjukkan seberapa cinta Aku padamu". Dito membawa Eriska dari halaman belakang.
"Dito ini masih siang. Apa yang mau Kamu lakukan? Nanti Queena mencari kita bagaimana?". Eriska mulai panik. Ia tahu endingnya akan seperti apa.
"Sudahlah diam saja". Ujar Dito masih membawa Eriska.
Loh kenapa kamar dilewati? Dia mau bawa Aku kemana?. Eriska bertanya-tanya dalam hati.
Sampailah Mereka dipintu utama. Dito menurunkan Eriska.
"James, bawa kesini". Teriak Dito.
Betapa terkejutnya Eriska saat melihat apa yang dibawa James. Mobil RR P yang Ia inginkan.
Eriska segera menghampiri mobil itu. Dengan plat mobil B 25 EP Ia mengelilingi mobil itu. Mobil mewah berwarna putih tulang yang sangat berkilau.
__ADS_1
"Oh My God it's so awesome! Dito aaaaaaa terimakasih Sayang". Eriska kembali berlari menghampiri Dito lalu memeluknya.
"Sayang hati-hati". Dito segera menangkap tubuh Eriska.
"Aku kira Kamu melupakan Aku setelah melihat mobil ini". Ledek Dito.
"Tidaklah Sayang. Terimakasih Sayang ini sungguh luar biasa". Eriska sangat gembira melihat hadiah pemberian Dito.
"Sayang, apa yang Aku berikan tak sebesar perjuanganmu untuk memelihara Anak-anakku. Lagipula selama menikah, Kamu tidak pernah meminta apapun padaku. Aku terus yang harus memaksamu. Ini kali pertama Kamu meminta sesuatu padaku jadi pasti Aku wujudkan. Bagaimana? Kamu suka?". Tanya Dito.
"Tentu Sayang. Aku sangat suka". Eriska mengecup bibir Dito.
"Kamu mau mencobanya?". Tanya Dito.
"Tentu Sayang". Ujar Eriska bersemangat.
"James bawa Kita keluar". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Jawab James.
Eriska dan Ditopun masuk kedalam mobil mewah tersebut. Hanya ada dua kursi dibelakang dengan desain yang sangat nyaman juga mewah. Ditambah accessories yang semua bertuliskan EP alias Eriska Putri.
"Sungguh nyama. Aku bisa merebahkan kakiku semaunya". Ujar Eriska gembira.
"Bahagialah selalu sayangku". Dito mengecup punggung tangan Eriska.
Mereka mencoba mobil itu hanya mengelilingin komplek perumahan saja karena keadaan Eriskapun belum cukup baik untuk pergi terlalu jauh.
"Keliling komplek saja ya". Ujar Dito.
"Yah Sayang, Aku mau coba lebih jauh". Rengek Eriska.
"Kamu masih lemah Sayang. Kamu harus istirahat. Nanti malam kan mau ada acara makan malam, Kita pakai mobil ini ya". Bujuk Dito.
"Baiklah". Ujar Eriska cemberut.
"Jangan begitu dong Sayang wajahnya. Yasudah Kita jalan ke toko roti ya membeli snack untukmu. James, bawa Kita ke toko roti langganan". Ujar Dito.
"Baik Tuan". Balas James.
"Sudah sini jangan ngambek lagi". Dito menarik tangan Eriska untuk duduk dipangkuannya.
Bagian kemudi dan bagian belakang tertutup oleh penutup khusus jadi driver tidak bisa melihat apa yang terjadi dibelakang.
"Memang lain ya rasa mobil mewah". Ujar Eriska yang duduk dipangkuan Dito.
__ADS_1
"Iya dong. Pangkuanku ini premium quality". Ledek Dito.
Eriska hanya menjulurkan lidahnya meledek Dito.
"Oh menggodaku ya". Dito mencium bibir Eriska.
"Huh mesum!". Eriska melepaskan ciumannya.
"Hahahahahaha". Dito tertawa.
Sampailah Mereka ditoko roti. Mereka turun lalu masuk dan memilih roti yang Mereka inginkan.
"Beli yang banyak Sayang dirumah banyak orang". Ujar Eriska.
"Bagaimana jika sekalian toko nya Kita beli?". Ujar Dito.
"Boleh juga. Dimana ya Manager nya?". Eriska melirik kana kiri mencari Manager toko roti itu.
"Mbak... Mbak... Manager toko roti ini mana ya? Suami Saya mau beli toko roti ini". Ujar Eriska.
"Hah?". Pelayan toko roti bingung dengan perkataan Eriska.
"Maaf Mbak Isteri Saya bercanda". Dito menarik tangan Eriska.
"Sayang Kamu ini. Aku cuma bercanda". Ujar Dito panik.
"Tapi Aku tidak bercanda. Aku mau cari Manager nya". Eriska berjalan meninggalkan Dito.
"Aduh gawat". Dito buru-buru mengejar Eriska lalu menggendongnya.
"James, bayar roti itu semua. Berikan kunci mobil. Cepat kembali". Ujar Dito mengambil kunci mobil buru-buru mengajak Eriska keluar.
"Kamu ini sejak hamil aneh-aneh saja". Dito memasukkan Eriska kedalam mobil.
"Hahahahahaha". Eriska tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Dito yang panik.
"Kenapa Kamu tertawa?". Tanya Dito.
"Wajahmu itu sangat lucu saat panik". Ujar Eriska terus tertawa.
"Oh mengerjaiku ya". Dito menarik hidung Eriska.
"Hahahahahaha. Makanya jangan sok kaya raya. Aku meminta roti Kamu bilang mau beli toko nya sekalian ya Aku bantu dong". Ujar Eriska masih tertawa.
Tak lama James datang dengan membawa dua kotak roti yang Mereka beli. Setelah itu Mereka kembali kerumah.
__ADS_1
Visualisasi Mobil Baru Eriska