
Tiga tahun berlalu, kehidupan semua orang berubah. Terutama kehidupan Eriska dan Dito yang penuh kebahagiaan semenjak kehadiran Putri mungilnya Queena. Queen tumbuh dengan baik bahkan Ia sangat pintar. Usia yang masih tiga tahun, Queena bisa bicara tiga bahasa yaitu Inggris, bahasa dan Perancis. Karena Ia sering berinteraksi dengan James dan para chef di hotel Eriska. Queena sangat dicintai dimanapun Ia berada.
Sejak Queena berusia 2 tahun, Eriska memutuskan untuk kembali bekerja di hotel. Seperti dulu, Ia sangat sibuk bahkan selalu membawa Queena ke hotel hanya untuk memberi waktu luang pada Queena. Eriska sangat mencintai putrinya sampai Dia yang mengurus Queena sendiri sampai Queena berusia 2 tahun. Sejak Eriska mulai bekerja, akhirnya Eriska memutuskan memperkerjakan seorang Baby Sitter recomendasi dari Vita yang bernama Rara. Rara masih muda berusia 24 tahun. Wajahnya cantik berasal dari Bogor dengan logat Sunda nya yang kental. Meski masih muda, Rara sangat telaten mengurus Queena.
Setelah kelahiran Queena pun, Restaurant Dito berkembang sangat pesat. Yang awalnya Dito hanya diam dibalik layar, sekarang Dito ikut turun tangan memasak hidangan di Restaurant nya juga mengawasi setiap Restaurant nya. Membuatnya sangat sibuk. Dito selalu pulang malam dan pergi pagi-pagi sekali. Terkadang membuat Eriska sangat kesal dan jengkel. Beberapa Kali mereka sering bertengkar karena kurangnya berkomunikasi.
"Mama....". Teriak Queena menghampiri Eriska yang sedang bekerja.
"Loh Queena. Kamu datang kesini? Dengan siapa?". Eriska menghampiri anak kesayangannya lalu menggendong nya.
"Aku datang dengan Kak Rara juga dijemput Uncle James". Ujar Queena dengan nada suara yang sangat imut.
"Kenapa kemari sayang?". Tanya Eriska yang masih menggendong Queena duduk dipangkuannya.
"Aku kangen Mama apalagi Papa. Aku bosan dirumah. Aku bosan bermain dengan Opa. Aku mau jalan-jalan dengan Mama dan Papa". Rengek Queena memohon ingin pergi bersama Mama Papanya.
"Sayang, jangan sedih begitu. Mama ikut sedih. Yasudah Kita sekarang ke Restaurant Papa ya kita ajak Papa untuk jalan-jalan". Ujar Eriska mengelus rambut curl Queena.
"Beneran??? Yeee yeee yeee Mama memang terbaik!! Queena sayang banget sama Mama". Queena memeluk Mamanya dengan penuh suka cinta.
"Sayang Mama? Coba cium dulu Mama nya". Eriska menunjuk pipinya lalu Queena mencium pipi mamanya.
"Sayang, Kamu mau Mama berdandan seperti ini apa berubah seperti Queena?". Tanya Eriska.
"Aku mau Mama yang cantik seperti Ratu. Aku gak mau lihat Mama seperti ini. Mama seram lihat tuh bibir Mama merah sekali seperti habis makan strawberry banyak sekali". Ujar Queena yang selalu berkomentar dengan penampilan Mamanya
"Oh ya Mama menyeramkan? Tapi kalau Mama terlihat manis sepertimu, nanti banyak yang tidak patuh pada Mama. Jadi, Mama terlihat manis kalau denganmu dan Papa saja ya". Ujar Eriska mencubit pelan hidung Queena.
"Baiklah Mama. Sekarang Mama berubah dulu jadi wanita yang manis. Queena tidak mau pergi dengan Mama dengan pakaian seperti ini". Ujar Queena melihat tidak suka.
"Hahahahahaha baiklah Ratu kecilku yang manis Kamu tunggu sebentar disini ya". Ujar Eriska menurunkan Queena agar duduk dikursi kebanggaannya.
"Rara.. Rara". Eriska memanggil Rara yang menunggu diluar.
Rara mengetuk pintu.
"Masuk". Sahut Eriska.
"Ada apa Nyonya". Tanya Rara.
"Kamu tolong jaga Queena ya Saya mau bersiap". Ujar Eriska masuk kedalam ruang lainnya.
"Neng Queen hati-hati ih jangan diputer-puter gitu kursinya nanti Kamu jatuh". Ujar Rara Panik melihat Queena yang berputar-putar dikursi Eriska.
__ADS_1
30 menit berlalu namun Eriska masih belum keluar.
Tok! Tok! Tok! "Mama, sudah belum? Lama sekali?". Queena menggedor pintu.
Tak lama Eriska membuka pintu.
"Ta Da bagaimana penampilan Mama?". Tanya Eriska yang berputar dihadapan anak perempuan nya.
Eriska menggunakan rok payung selutut, dengan kaos polos pendek. Rambut digerai menggunakan topi baret yang dulu Ia beli di Paris dengan sepatu flat shoes polos berwarna navy dengan make up yang natural membuat Eriska terlihat sangat cantik dan Anggun. jauh berbeda dengan penampilannya yang tadi dengan blazer hitam dan Rok span selutut dengan make up yang sangat tebal membuat Queena sangat tidak suka melihatnya.
"Ini baru Mama ku yang cantik. Ayo jalan sekarang". Ujar Queena yang minta digendong.
"Neng, sini sama kakak digendongnya". Ujar Rara.
"Tidak apa-apa Rara biar saya saja". Ujar Eriska menggendong Queena.
Mereka berjalan keluar ruangan. Terlihat diluar James sedang mengobrol dengan Stefanie.
"James, Stefanie". Eriska memanggil keduanya. Mereka menghampiri.
"Hallo Queena cantik. Kamu mau kemana?". Tanya Stefanie dengan lembut.
"Aunty Stevie, Aku mau pergi jalan-jalan dengan Mama Papa". Ujar Queena gembira.
"Tidak boleh! Aunty harus bekerja. Nanti potong gaji". Ujar Queena dengan wajah Angkuh seperti Mamanya
Semua tertawa melihat tingkah manis Queena.
"James antar kita ke Restaurant Dito ya". Ujar Eriska.
"Baik Nyonya". Ujar James pergi menyiapkan mobil.
"Stefanie, kami pergi dulu ya. Kamu baik-baik di hotel. Oh ya jangan lupa besok datang kerumah kita makan malam bersama". Ujar Eriska
"Baik Nyonya yang cantik. Bye Queena, have fun ya. Aunty boleh mencium Queena tidak?". Tanya Stefanie.
"Tante dari dapur?". Tanya Queena.
"Tidak, Tante baru keluar dari kamar. Lihat nih bersih kan? Wangi lagi". Stefanie menunjuk bajunya yang masih bersih.
"Kalau Aunty masih bersih, boleh cium Queena". Ujar Queena tersenyum.
"Ahhhhh manis sekali". Stefanie menciumnya dengan sangat gemas.
__ADS_1
"Yasudah Kami jalan dulu ya. Bye Stefanie".
Queena melambaikan tangan pada Stefanie.
"Anak manis". Ujar Stefanie pergi berlalu menuju dapur.
"Sayang, ingat ya jangan menangis kalau sudah bosan jalan-jalan. Kamu harus bilang". Ujar Eriska.
"Iya Mama". Queena memeluk leher Mamanya.
Mereka masuk kedalam mobil. Queena masih dalam pangkuan Mamanya.
"Mama, Aku sangat nyaman deh dipangkuan Mama seperti ini". Ujar Queena yang bersandar di Dada Mamanya.
"Oh ya? Kalau Queena suka Mama akan terus memangku Dan memeluk Queena". Ujar Eriska mencium ujung kepala Queena.
"Je T'aime Mama". Queena mencium pipi Eriska.
"Anak manis". Eriska menciumi wajah Queena.
Kehidupan Eriska masih belum berubah. Ia masih wanita yang Angkuh dan kasar saat bekerja. Namun saat bersama Queena, Eriska sangatlah lembut bahkan Ia bisa dikategorikan sebagai Mama terbaik untuk mencintai anak perempuan nya itu.
Eriska selalu ingat betapa sulitnya saat Ia hamil Queena, saat Ia merasakan sakit melahirkannya. Maka dari itu, Ia tidak pernah menyia-nyiakan rasa cintanya pada Queena.
Seberapa sibuknya Eriska, seberapa penting nya pekerjaan, akan Ia tinggalkan saat Queena membutuhkannya.
Itulah kasih sayang seorang Ibu pada anaknya.
***Assalamualaikum Reader, Terimakasih karena telah setia membaca novel "Istri Cantikku Yang Angkuh". semoga semakin terhibur dengan season baru dengan cerita baru.
jangan lupa untuk memberi Tip Dan juga VOTE jika kalian suka dengan Novel ICYA ini.
jangan lupa juga kritik dan Saran untuk Author agar menulis lebih baik lagi. jangan lupa juga untuk klik suka dan komen ya.
salam manis dari Mrs. A
perkenalan dengan Queena dan Rara
Queena Almeera Putri Diora***
Rara
__ADS_1